Kaskus

Story

robe16Avatar border
TS
robe16
HIDUP BERSAMA KAMU?
HIDUP BERSAMA KAMU?

Spoiler for MEDICINE:


Entahlah, cuma mau nulis sebuah cerita fiksiaja di forum tercinta ini...

Bakal seperti apa isi ceritanya?

Liat aja nanti deh sobs

Ok, first page dan first post adalah INDEX!!


Quote:




_________________
btw, kok kayanya lo pada seneng banget sih ngeliat ada INDEX??emoticon-Wakaka
Diubah oleh robe16 04-07-2016 11:41
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
74.7K
453
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
senjaungubiruAvatar border
senjaungubiru
#222
YOU HURT ME, A...


Keesokan harinya...

Hubungan kita sudah kembali seperti semula. Kamu udah gak mempermasalahkan lagi tentang pesan Julian dan aku juga gak berharap kita membahasnya.

Siang itu, aku baru selesai beres2 rumah ketika kudengar HPku berdering. Nama ‘Adhisty’tertera di layarnya.

Quote:


Aku menutup telpon dan segera bersiap-siap. Kulihat kamu sudah rapi dan sedang memanaskan mobil. Hari ini kita memang berencana pergi keluar karena kamu akan membelikanku motor yang lebih cocok untukku. ‘Biar kalo kamu mau ke pasar atau kemana gitu bisa pake motor sendiri, Nay..’begitu alasanmu.

Senin pagi...

Hari pertama kamu masuk kerja setelah satu minggu cuti. Aku menyiapkan segala sesuatu keperluan kamu. Menyiapkan baju kerja, sepatu, jaket dan tak lupa menyiapkan sarapan.

Kamu memang sempat bertanya kenapa cutiku tiba-tiba di perpanjang dan aku mencoba cari jawaban lain yang tidak perlu menyangkut-nyangkut nama Julian.

“Ngabisin cuti sekalian A.. bulan depan Nay udah dapat jatah cuti full 12 hari lagi buat setaun ke depan. Ini sisa 2 hari lagi daripada hangus mending dipake sekalian lah...” jelasku

“Lagian masih pengen di rumah aja ngeladenin suami aku...” ucapku kemudian.


Aku tersenyum melihatmu tersipu mendengar ucapanku barusan.

Dan pagi itu, aku sudah selesai menyiapkan semuanya. Sarapan sudah siap terhidang di meja. Nasi goreng telur dan tempe goreng, sederhana saja. Aku menyusulmu ke kamar untuk mengajakmu segera sarapan.

Tampak kamu sedang bersiap2. Menghadap kaca, menyisir rambut, memakai hem putih, memakai dasi, marangkapnya dengan jaket kulit coklat tua. Ganteng!
Quote:


Selesai sarapan, kamu segera memanaskan motor. Kamu memang lebih suka kemana2 pake motor, termasuk untuk pergi ke kantor. Aku mengantarmu sampai teras dan kamu pamit setelah sebelumnya aku mencium tanganmu dan kamu mengecup keningku. Suara motormu meraung-raung memecah heningnya pagi dan segera melesat pergi. Dan aku pun kembali masuk ke dalam rumah.

Tak lama berselang, bunyi bel terdengar beberapa kali. Aku yang sedang sibuk mencuci piring bekas sarapan tadi sedikit kaget. ‘Siapa yang datang pagi2 begini? Tidak mungkin kamu pulang lagi karena aku tak mendengar suara motormu’pikirku. Segera kuselesaikan pekerjaan dan bergegas keluar, melihat siapa yang datang.

Kubuka pintu dan tak terlihat siapapun. Kuedarkan pandanganku ke sekitar rumah, tak kulihat siapa2. ‘Siapa sih yang iseng gini?’ pikirku kesal.
Saat akan berbalik masuk, pandanganku sempat terpaku pada sebuah kotak kecil di bawah pintu. Kuambil kotak yang tertutup rapat itu dan ku bolak balik untuk mencari nama pengirim atau penerimanya. Tapi tidak kutemukan. Sekali lagi ku melihat sekeliling rumah, tetap tak kulihat siapapun. Dengan perasaan heran dan penasaran, ku bawa kotak itu masuk ke rumah.

Di kamar, ku buka kotak itu dan betapa terkejutnya aku saat melihat isinya.

Beberapa lembar foto dan kutatap foto itu satu persatu dengan cepat.

Mataku nanar melihatnya. Hatiku tiba2 terasa sesak.
Rasa marah, kecewa, kesal seperti bercampur menjadi satu.

‘Kenapa kamu seperti ini, A?!’ batinku berteriak. Air mataku mulai menetes.

Bukan, aku bukan menangis karena kecewa melihatmu foto dengan berbagai pose bersama perempuan menyebalkan entah siapa yang berpakaian minim itu.

Bukan juga karena kecewa melihatmu tampak akrab dan mesra dengan perempuan itu di foto.

Aku kecewa karena kamu tega bermesra2an bersama dia di tempat umum, DI SAAT AKU SUDAH MENJADI ISTRI KAMU.

Kamu tega, A!!

Polo shirt putih itu, celana pendek itu.. itu baju yang kamu pakai saat kemarin kamu pergi dari rumah setelah marah padaku soal Julian!

Dan tanggal yang tercetak kecil di pojok kanan bawah di setiap lembaran fotonya... itu sudah semakin menjelaskan.

‘Siapa perempuan ini, A? Ada hubungan apa kamu sama dia?’ ucapku dalam hati, perih.
Aku menatap foto2 sambil terisak dan tangan yang berkali2 mengusap air mata yang sedari tadi jatuh tanpa sadar.
Sakit sekali rasanya. Aku merasa dibohongi.

Aku pikir kamu laki2 baik yang rela menerimaku menjadi istrimu, yang mulai terlihat menyayangiku dan membahagiakanku. Sampai2 aku merasa begitu bersalah karena diam2 aku masih menyimpan rasa pada laki2 lain. Sebegitu takutnya aku melukaimu sampai2 aku berbohong dan menutupi soal perasaanku pada Julian.

Aku sudah bertekad menutup ceritaku dengan Julian. Membuang jauh2 perasaan itu dan menguburnya menjadi masa lalu. Itu semua demi kamu, A! Menghargai kamu yang sekarang hidup bersamaku dan menjadi masa depanku. Tapi malah kamu yang sekarang melukaiku.

Bukankah kita sudah sepakat untuk sama2 menutup masa lalu masing2 dan berjanji mulai sekarang dan nanti hanya ada kita? Aku gak pernah bertanya masa lalu kamu, gak pernah tanya siapa saja perempuan yang pernah ada di hidup kamu karena menurutku itu gak perlu. Aku memegang janjimu untuk setelah pernikahan ini, hanya ada kita.

Dan kemarin...baru kamis kemarin... kamu malah bersama dia! Bersenang-senang tanpa beban, sementara aku di rumah sendirian, khawatir memikirkan kamu kemana dan sibuk menyalahkan diri atas ketidakmampuanku menjelaskan sehingga membuatmu kecewa.

Isakan tangisku sudah berhenti. Aku tak tau harus bagaimana sekarang.
Aku mencoba tenang, memejamkan mata dan menghela nafas panjang. Aku harus tenang.

Kuputuskan untuk menunggu kamu sampai pulang kerja dan akan kutanya baik-baik. Aku tidak boleh emosi. Aku ingin tau bagaimana kamu menjelaskan dan alasan apa yang kamu pakai untuk berkelit.

Aku menunggumu pulang dengan gelisah. Seharian hanya mondar-mandir di dalam rumah sampai kamu pulang. Foto2 menyebalkan itu sudah kusimpan di laci samping tempat tidur kita.

Suara motormu yang memasuki garasi membuatku gugup. Tiba2 muncul lagi amarahku dan susah payah aku pun menenangkan diri, berusaha bersikap biasa. Tidak ada apa2.

Aku menyambutmu begitu kamu masuk. Kucium tanganmu dan kamu mencium keningku. Ku ambil alih jaket dan tas yang kamu bawa, meletakkannya di kamar dan langsung menuju dapur untuk membuatkan kopi. Kamu menghempaskan badanmu di sofa panjang, terlihat lelah.
Kutawari kamu untuk makan atau mandi dulu dan kamu memilih mandi dulu. Aku benar2 bersikap seolah tidak ada apa2. Kita makan malam bersama, tukar cerita tentang apa yang dilakukan seharian dan setelahnya kamu menonton TV di kamar sementara aku membereskan sisa makanan. Seperti biasa.

Saat sudah berbaring di sampingmu, ku coba membuka obrolan.
Quote:


0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.