- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#1644
A Part 57
Di sekolah aku duduk sebangku lagi bersama Rahmi. Teman-temanku yang lain menanyaiku kenapa kemarin gak sekolah. Yah, aku bilang saja aku kurang enak badan mana mungkin aku bilang kalau aku kemarin lagi ngambek sama kak Fe dan malas sekolah.
Seperti biasalah kelas kami itu paling ricuh diantara kelas X. Kalau bukan Reza and the gank siapa lagi ? Mereka seperti biasa ngumpul dibelakang main PS di laptop. Yang lainnya juga yang cewek-cewek pada ngerumpi. Sementara aku menahan diri dari godaan untuk ngerumpi. Aku mau fokus, aku lagi baca buku.
“Ceileh, sok rajin.” Kata Rahmi meledekku.
“Harus Mi!”
“Aku juga mau berprestasi disini seperti kakakku.”
“Wow.. beurat…” Kata dia,
Tapi aku tak peduli, aku terus membaca buku pelajaran pas guru tidak ada.
Setelah pulang sekolah pas lagi jalan keluar gerbang aku ketemu kak Egi. Kak Egi gak bawa motor, dia bareng sama aku naik angkot, katanya mau ke rumah temannya.
“Itu kenapa matamu?”
“Habis nangis ya…?” Kata kak Egi kepadaku.
“Engak kok.. kak.”
“Janga boong Ni, kakak tau kok cewek pas lagi nangis.”
Walah beneran kak Egi punya kemampuan seperti itu ? Aduh aku ketauan deh sama dia kalau kemarin aku habis nangis parah.
“Pasti masalah cowok kan?” Kata dia lagi.
Jeder!!! Dia benar-benar tau, dia peka sekali!
“Kok kakak tau?” Tanyaku takjub.
“Tau lah… Emang ada apa?” Tanya dia.
“Aku dibohongi dia kak, dia itu ternyata playboy, dia udah punya pacar 2.” Curhatku kepada kak Egi.
“Wahh.. parah !! parah!! Benar memang ya, cowok itu ada dua tipe, kalau maho ya bajingan.”
“Maho apaan kak?” Tanyaku gak tau.
“Manusia horimau” Kata dia.
“Harimau kali kak..” Kataku
“Hehehe, becanda kok. Maho itu manusia homo.”
“Oh… terus kalau kakak cowok tipe apa? Maho atau bajingan?”
“Er….rr… kakak mah tipe setia lah ni, tipe penepat janji juga.”
“Lahhh katanya ada dua tipe, itu ada tipe setia, penepat janji. Berarti ada 4 dong.” Kataku
“Khusus buat kakak itu mah Ni. Hihiihi.” Nyengir dia.
“….”
“Heup…. A”
Kak Egi turun dari angkot.
“Ani.. duluan ya, hati-hati.”
“A… nitip Ani nya, kade dugikeun ka bumina, awas siah lamun diculik. Hese menangna. ” (A Titip Ani ya, antar sampai rumahnya. Awas ya klo diculik. Susah dapetnya.). Kata kak Egi ke supir Angkot.
Astaga aku dititipin ke supir angkot. Dengernya pengen ngakak pas kak Egi ngomong gitu, terus yang denger juga bukan hanya aku, ada ibu-ibu dan bapak-bapak juga.
“Neng kabogoh?” (Neng pacarnya?)Tanya ibu-ibu di dalam angkot.
“Eh.. sanes bu.. rerencangan eta mah.” (bukan bu, itu mah temen)
“Panya teh pacarnya, pikaseurieun. Aya-aya wae” (Kirain pacarnya, lucu. Ada-ada aja.)
“Hehehehe..”
Memang aya-aya wae kak Egi mah, entah kenapa obrolan kak Egi tadi serasa menyenangkan buatku. Hehehe. Dan alhamdulillah aku selamat sampai ke rumah dan tidak diculik oleh tukang angkotnya.
***
“Ni Felisha kemana lagi?” Tanya ibu
“Gak tau bu.”
“Tadi di sekolah liat gak?”
“ngak bu.”
“Aduh itu anak mau UN, malah keluyuran mulu.”
“Yaudah kamu tungguin dia pulang ya, ibu mau pergi dulu sama ayah ke dokter.”
“Iya bu.”
Selang beberapa menit ibu pergi, bel berbunyi dan sudah pasti itu adalah kak Fe.
“Kak, darimana saja baru pulang ?” Tanyaku kepada kak Fe.
“Kak-kak- kak aja, tai lo. Udah jangan panggil gue kakak lagi. Gue gak mau ngomong sama lo lagi.”
JLEB!!
Astagfirulloh kenapa lagi dengan dia.
Sabar yah diriku yang malang ini.
Seperti biasalah kelas kami itu paling ricuh diantara kelas X. Kalau bukan Reza and the gank siapa lagi ? Mereka seperti biasa ngumpul dibelakang main PS di laptop. Yang lainnya juga yang cewek-cewek pada ngerumpi. Sementara aku menahan diri dari godaan untuk ngerumpi. Aku mau fokus, aku lagi baca buku.
“Ceileh, sok rajin.” Kata Rahmi meledekku.
“Harus Mi!”
“Aku juga mau berprestasi disini seperti kakakku.”
“Wow.. beurat…” Kata dia,
Tapi aku tak peduli, aku terus membaca buku pelajaran pas guru tidak ada.
Setelah pulang sekolah pas lagi jalan keluar gerbang aku ketemu kak Egi. Kak Egi gak bawa motor, dia bareng sama aku naik angkot, katanya mau ke rumah temannya.
“Itu kenapa matamu?”
“Habis nangis ya…?” Kata kak Egi kepadaku.
“Engak kok.. kak.”
“Janga boong Ni, kakak tau kok cewek pas lagi nangis.”
Walah beneran kak Egi punya kemampuan seperti itu ? Aduh aku ketauan deh sama dia kalau kemarin aku habis nangis parah.
“Pasti masalah cowok kan?” Kata dia lagi.
Jeder!!! Dia benar-benar tau, dia peka sekali!
“Kok kakak tau?” Tanyaku takjub.
“Tau lah… Emang ada apa?” Tanya dia.
“Aku dibohongi dia kak, dia itu ternyata playboy, dia udah punya pacar 2.” Curhatku kepada kak Egi.
“Wahh.. parah !! parah!! Benar memang ya, cowok itu ada dua tipe, kalau maho ya bajingan.”
“Maho apaan kak?” Tanyaku gak tau.
“Manusia horimau” Kata dia.
“Harimau kali kak..” Kataku
“Hehehe, becanda kok. Maho itu manusia homo.”
“Oh… terus kalau kakak cowok tipe apa? Maho atau bajingan?”
“Er….rr… kakak mah tipe setia lah ni, tipe penepat janji juga.”
“Lahhh katanya ada dua tipe, itu ada tipe setia, penepat janji. Berarti ada 4 dong.” Kataku
“Khusus buat kakak itu mah Ni. Hihiihi.” Nyengir dia.
“….”
“Heup…. A”
Kak Egi turun dari angkot.
“Ani.. duluan ya, hati-hati.”
“A… nitip Ani nya, kade dugikeun ka bumina, awas siah lamun diculik. Hese menangna. ” (A Titip Ani ya, antar sampai rumahnya. Awas ya klo diculik. Susah dapetnya.). Kata kak Egi ke supir Angkot.
Astaga aku dititipin ke supir angkot. Dengernya pengen ngakak pas kak Egi ngomong gitu, terus yang denger juga bukan hanya aku, ada ibu-ibu dan bapak-bapak juga.
“Neng kabogoh?” (Neng pacarnya?)Tanya ibu-ibu di dalam angkot.
“Eh.. sanes bu.. rerencangan eta mah.” (bukan bu, itu mah temen)
“Panya teh pacarnya, pikaseurieun. Aya-aya wae” (Kirain pacarnya, lucu. Ada-ada aja.)
“Hehehehe..”
Memang aya-aya wae kak Egi mah, entah kenapa obrolan kak Egi tadi serasa menyenangkan buatku. Hehehe. Dan alhamdulillah aku selamat sampai ke rumah dan tidak diculik oleh tukang angkotnya.
***
“Ni Felisha kemana lagi?” Tanya ibu
“Gak tau bu.”
“Tadi di sekolah liat gak?”
“ngak bu.”
“Aduh itu anak mau UN, malah keluyuran mulu.”
“Yaudah kamu tungguin dia pulang ya, ibu mau pergi dulu sama ayah ke dokter.”
“Iya bu.”
Selang beberapa menit ibu pergi, bel berbunyi dan sudah pasti itu adalah kak Fe.
“Kak, darimana saja baru pulang ?” Tanyaku kepada kak Fe.
“Kak-kak- kak aja, tai lo. Udah jangan panggil gue kakak lagi. Gue gak mau ngomong sama lo lagi.”
JLEB!!
Astagfirulloh kenapa lagi dengan dia.
Sabar yah diriku yang malang ini.
0
