- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#1642
A Part 55
Kak Fe nampak terkejut mendengar perkataanku barusan. Dia langsung menghentikan aktvitas mewarnainya karena pensil warna yang ia gunakan langsung patah, aku melihatnya langsung.
“Ngomong naon maneh?” Eaaaa logat bahasa Sundanya keluar. Nada suaranya gak enak didengar.
“Atuh kak!” Aku memohon manja memegangi tangannya, tapi dia menangkis tangaku. Dia langsung duduk diatas kasur sama sepertiku.
“Gak!”
“Gak! Gak! Gue gak setuju lu suka sama Aditya, lagian dia kan masih kerabat juga. Mikir atuh maneh!” Ujar dia emosi.
Astaga sakit hati ini mendengar ucapannya. Aku seperti lidi yang terpotong, aku patah hati. Ini bukan respon yang aku harapkan. Padahal selama ini, yang aku tahu ketika berkumpul bersama teman-temannya membahas percintaan kak Fe suka antusias dan suka merecoki hubungan percintaan teman-temannya, dia selalu memberikan saran kepada teman-temannya, tapi kenapa kepadaku seperti ini ?
hiks…hiks….
“Lagian, kenapa lu kok bisa sih?! Bingung aing.” Kata dia lagi yang masih emosi.
Aku hanya menunduk diam saja. Aku menyesal karena cerita kepada kak Fe, yang ada sakit hati. Aku ingin nangis, air mata ini sudah tak tertahan. Tapi, kalau aku nangis disini makin habis aku dimaki kak Fe. Jadi aku putuskan untuk langsung kembali ke kamarku.
***
Menangis semalam.
Lagu yang cocok sepertinya buatku malam ini. Aku menangis semalaman dikasur gara-gara perlakuan kak Fe kepadaku. Aku benar-benar sakit hati, baru kali ini aku sakit hati banget sama kak Fe. Apakah aku salah buat jatuh cinta? Hiks…hiks….
***
Keesokan harinya, aku terbangun dengan mata yang lembab bekas nangis semalam. Padahal hari adalah hari pertama kali sekolah, tapi aku malas sekali. Perutku bunyi jadi aku putuskan untuk makan aja dulu.
Seperti biasa aku yang selalu telat datang ke meja makan, ayah, ibu, dan… kak Fe sudah mulai makan disana. Aku kemudian duduk berhadapan dengan kak Fe, tapi aku gak memandang wajahnya, aku masih marah padanya.
“Ani.. lihat kak Felisha, rajin sudah mandi. Kenapa kamu belum?” Ayah kok bawel banget sih.
“Kamu tinggal satu semester lagi ya? Sebentar lagi dong.”
“Iya om..”
“Semangat ya..”
“Iya om, makasih.”
“Tuh Ani, contoh kak Felisha dari kelas satu rangking satu terus. Kamu mah gak masuk sepuluh besar kemarin juga.”
Arghhhhhhhhhhh… selalu saja begitu. Selalu saja dibandingin. Aku yang lagi marah sama kak Fe jadi makin benci sama dia. Aku tidak menyelesaikan makanku dan langsung beranjak pergi lagi ke kamarku dan menguncinya.
Pagi-pagi udah nangis diatas kasur. Aku bener-bener sakit hati. Selalu saja dibandingin, da emang iya atuh aku mah kurang segalanya dari kak Fe mah, dia itu cantik, pinter, banyak yang suka, sedangkan aku? Sekali aku mah apa atuh, cuman gagang panto bagi kak Fe mah. Padahal sebenarnya kak Fe itu idolaku, panutanku. Siapa sih yang gak sakit hati digituin sama orang yang kamu idolakan ? Baru aja kemarin pas liburan kak Fe baik dan ramah banget kepadaku, kenapa sekarang dia jadi kayak setan lagi.
Karena malas dan benci sama kak Fe, aku tidak masuk sekolah pas hari pertama. Aku mengurung diri di kamar sambil melamun memikirkan hidupku.
Sempat aku tertidur jam 10an namun bangun jam 12an, kemudian di lanjutkan dengan malas-malasan lagi dan melamun.
Banyak pesan dan panggilan yang masuk ke hpku, namun aku acuhkan. Aku malas, malas, dan malas.
“WOY!!! Buka!” Suara teriakan kak Fe dari luar kamarku. Dia memang selalu anarkis kalau menggedor pintu kamarku. Suaranya yang keras menggangu hari malasku yang damai. Jadinya aku bukakan pintunya biar gak berisik lagi, mau apa lagi sih dia.
“Lama amat sih..”
“Idih can mandi.” Dia yang masih lengkap memakai seragam sekolah dan tas langsung nyelenong masuk ke kamarku sambil berdecak pinggang.
“Heh! Kenapa gak sekolah ?”
Aku hanya diam saja menampilkan mukaku yang baeud dan pundung ini.
“Astaga Ani, lo ngambek ya ke gue gara-gara gue larang lo suka sama Adhitya?”
Aku nyuekin dia dan segera mengambil hpku.
“Alasan gue ngelarang lu itu gara-gara dia itu playboy!”
“Gak percaya? Mau bukti?” Ujar dia meyakinkan.
….
HEH?
???
??????
????
“Ngomong naon maneh?” Eaaaa logat bahasa Sundanya keluar. Nada suaranya gak enak didengar.
“Atuh kak!” Aku memohon manja memegangi tangannya, tapi dia menangkis tangaku. Dia langsung duduk diatas kasur sama sepertiku.
“Gak!”
“Gak! Gak! Gue gak setuju lu suka sama Aditya, lagian dia kan masih kerabat juga. Mikir atuh maneh!” Ujar dia emosi.
Astaga sakit hati ini mendengar ucapannya. Aku seperti lidi yang terpotong, aku patah hati. Ini bukan respon yang aku harapkan. Padahal selama ini, yang aku tahu ketika berkumpul bersama teman-temannya membahas percintaan kak Fe suka antusias dan suka merecoki hubungan percintaan teman-temannya, dia selalu memberikan saran kepada teman-temannya, tapi kenapa kepadaku seperti ini ?
hiks…hiks….
“Lagian, kenapa lu kok bisa sih?! Bingung aing.” Kata dia lagi yang masih emosi.
Aku hanya menunduk diam saja. Aku menyesal karena cerita kepada kak Fe, yang ada sakit hati. Aku ingin nangis, air mata ini sudah tak tertahan. Tapi, kalau aku nangis disini makin habis aku dimaki kak Fe. Jadi aku putuskan untuk langsung kembali ke kamarku.
***
Menangis semalam.
Lagu yang cocok sepertinya buatku malam ini. Aku menangis semalaman dikasur gara-gara perlakuan kak Fe kepadaku. Aku benar-benar sakit hati, baru kali ini aku sakit hati banget sama kak Fe. Apakah aku salah buat jatuh cinta? Hiks…hiks….
***
Keesokan harinya, aku terbangun dengan mata yang lembab bekas nangis semalam. Padahal hari adalah hari pertama kali sekolah, tapi aku malas sekali. Perutku bunyi jadi aku putuskan untuk makan aja dulu.
Seperti biasa aku yang selalu telat datang ke meja makan, ayah, ibu, dan… kak Fe sudah mulai makan disana. Aku kemudian duduk berhadapan dengan kak Fe, tapi aku gak memandang wajahnya, aku masih marah padanya.
“Ani.. lihat kak Felisha, rajin sudah mandi. Kenapa kamu belum?” Ayah kok bawel banget sih.
“Kamu tinggal satu semester lagi ya? Sebentar lagi dong.”
“Iya om..”
“Semangat ya..”
“Iya om, makasih.”
“Tuh Ani, contoh kak Felisha dari kelas satu rangking satu terus. Kamu mah gak masuk sepuluh besar kemarin juga.”
Arghhhhhhhhhhh… selalu saja begitu. Selalu saja dibandingin. Aku yang lagi marah sama kak Fe jadi makin benci sama dia. Aku tidak menyelesaikan makanku dan langsung beranjak pergi lagi ke kamarku dan menguncinya.
Pagi-pagi udah nangis diatas kasur. Aku bener-bener sakit hati. Selalu saja dibandingin, da emang iya atuh aku mah kurang segalanya dari kak Fe mah, dia itu cantik, pinter, banyak yang suka, sedangkan aku? Sekali aku mah apa atuh, cuman gagang panto bagi kak Fe mah. Padahal sebenarnya kak Fe itu idolaku, panutanku. Siapa sih yang gak sakit hati digituin sama orang yang kamu idolakan ? Baru aja kemarin pas liburan kak Fe baik dan ramah banget kepadaku, kenapa sekarang dia jadi kayak setan lagi.
Karena malas dan benci sama kak Fe, aku tidak masuk sekolah pas hari pertama. Aku mengurung diri di kamar sambil melamun memikirkan hidupku.
Sempat aku tertidur jam 10an namun bangun jam 12an, kemudian di lanjutkan dengan malas-malasan lagi dan melamun.
Banyak pesan dan panggilan yang masuk ke hpku, namun aku acuhkan. Aku malas, malas, dan malas.
“WOY!!! Buka!” Suara teriakan kak Fe dari luar kamarku. Dia memang selalu anarkis kalau menggedor pintu kamarku. Suaranya yang keras menggangu hari malasku yang damai. Jadinya aku bukakan pintunya biar gak berisik lagi, mau apa lagi sih dia.
“Lama amat sih..”
“Idih can mandi.” Dia yang masih lengkap memakai seragam sekolah dan tas langsung nyelenong masuk ke kamarku sambil berdecak pinggang.
“Heh! Kenapa gak sekolah ?”
Aku hanya diam saja menampilkan mukaku yang baeud dan pundung ini.
“Astaga Ani, lo ngambek ya ke gue gara-gara gue larang lo suka sama Adhitya?”
Aku nyuekin dia dan segera mengambil hpku.
“Alasan gue ngelarang lu itu gara-gara dia itu playboy!”
“Gak percaya? Mau bukti?” Ujar dia meyakinkan.
….
HEH?
???
??????
????
Diubah oleh natashyaa 24-06-2016 14:02
0
