Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1639
A Part 52
Setelah pulang dari Jakarta nyaris aku tidak pernah pergi jauh dari rumah. Kalau keluar pun cuma ke warung atau ke tukang sayur. Nyaris sepanjang liburan aku habiskan di rumah untuk beres-beres, nyiram tanaman, masak, dan membantu ibu. Ini sebetulnya gara-gara hukuman dari ayah yang nyuruh aku jangan pergi kemana-mana pas lagi libur, mending di rumah aja jagain ibu. Berbeda dengan kak Fe, dia suka pergi, dan pulangnya suka malam dan itu entah darimana.

Liburan cuman tinggal beberapa hari lagi, baguslah aku sudah bete, lebih baik sekolah daripada di rumah terus.

“Kamu mau ikut pergi ke pantai?” Kata kak Fe pas makan malam
“Pantai mana kak?”
“Pangandaran. Bareng kakak, sama Andrea, dan lainya.”
“Aduh gimana yaa,”
“Udah ikut aja, daripada liburan gak kemana-mana.”
“Nanti aku bilang ibu sama ayah dulu ya.”

Sebenarnya aku ingin banget ikut pergi ke pantai bareng kak Fe dan teman-temanya. Aku kepikiran kalau nanti ditanya guru bahasa Indonesia disuruh nyeritain pengalaman selama liburan, masa aku jawab di rumaha aja. Gak asik banget kan. Huhu.

Selesai makan malam akhirnya aku pergi ke kamar ibu, mumpung ada ayah juga. Aku ingin minta ijin pengen ikut pergi ke pantai bareng kak Fe.

“Bu.. Ayah, kak Fe ngajakin aku pergi ke Pangandaran, aku ingin ikut, boleh ya?” Kataku manja.

“Kapan?”

“Besok..”

“Ayolah ibu, ayah. Masa selama ini aku di rumah terus, kan aku udah bantu beres-beres rumah, jaga ibu, dan masakin makanan juga. Masa aku gak dapet liburan.”

“Kan kamu udah pergi ke Jakarta.” Kata ibu.

“Ke Jakarta mah bukan liburan bu, itu mah kan silaturahmi.”

“Hahaha.” Ibu malah ketawa.

“Ayolah ibu, ayolah ayah. Plisssssssss.” Aku memohon.

“Hmmm.. gimana ya?” Pikir ayah.

“Gimana bu?” Kata Ayah.

“Hmm.. karena selama ini telah membantu ibu. Jadi ibu ijinkan.” Kata ibu.

“Asyikk.. makasih ibu. Klo ayah gimana ngijinin gak?”

“Ayah mah ikut ibu aja. Tapi hati-hati ya. Jaga diri baik-baik.”

“Yesss. Yesss.” Yes, akhirnya aku bisa liburan dan ikut pergi ke pantai bareng kak Fe. Sudah lama sekali aku gak ke pantai apalagi ke pangandaran. Wah sudah lama sekali gak kesana. Abis dari kamar ibu aku langsung ke kamar Fe untuk memberitahu kalau aku jadi ikut ke Pangandaran. “Ayo, kak. Aku udah lama gak ke pantai.” Kataku kepada kak Fe.

***

Saking senengnya aku gak bisa tidur, aku pun menghubungi kak Aditiya perihal hal ini. Ya, selama ini hampir setiap hari aku kontakan dengan kak Aditiya. “Ni, nanti abis kamu pulang dari Pangandaran. Gue main ke Bandung ya ke rumah.” Kata kak Aditiya pas nelepon. Wah-wah aku senang sekali kak Adit mau main ke rumah, hehe nanti aku bakal lihat wajah afgan lagi. Aku teleponan sama kak Aditiya lama sekali, membicarakan ini dan itu, tak terasa setelah selesai nelepon jam udah menunjukan pukul setengah 4. Haduh!!, bahaya nih aku belum tidur. Sementara kata kak Fe tadi nanti berangkat pagi-pagi ke rumah kak Andrea dulu. Tapi, yaudah ya tanggung kalau tidur juga, jadi aku putuskan buat dengerin lagu aja sampai subuh.

Karena saking semangatnya jam 5 aku sudah mandi dan sudah siap-siap. Belajar dari pengalaman ke Jakarta kemarin aku tidak membawa banyak barang dan baju. Cukup satu ransel aja, aku gak bawa koper.

Setengah 7an aku dan kak Fe ke rumah kak Andrea. Disana rupanya sudah kumpul semua, ada dua orang cowok, salah satunya pacar kak Andrea. Setelah semua barang masing-masing dimasukan ke dalam mobil kami pun berangkat.

Selama perjalanan tumben-tumbenan kali ini aku tidak tidur, mungkin karena musik yang diputer pacarnya kak Andrea musik metal, jadi sulit buat tidur ditambah lagi entah kenapa aku lebih berenergi dari biasanya, mungkin saking seneng dan semangatnya. Terus, aku lihat kak Fe yang duduk paling kiri. Aku lihat muka dia kok pucat gitu, memang dari tadi dia gak banyak omong, kayaknya kak Fe mabok perjalanan, haha. Lucu juga liatnya kak Fe jadi limpeu kayak ikan.

Mungkin masih hari-hari liburan, perjalanan kesana terasa lama karena macet. Pas sampai disana juga sangat ramai sekali. Tapi, pertama-tama kita ke hotel dulu buat istirahat dan nyimpan barang-barang, kita semua menginap di hotel milik Tante kak Rani.

Setelah cukup lama beristirahat yang lain mengajak untuk pergi jalan-jalan dan berenang di pantai. Wah, aku semangat sekali soalnya udah lama gak nyentuh pasir. Hehe. Tapi, aku liat kak Fe dia masih limpeu gogoleran di kasur. Dia sepertinya benar-benar kurang sehat.

“Kak, mau nitip apa?” Aku menawari sesuatu kepada dia, aku yakin dengan keadaannya sekarang dia mana mau pergi keluar.
“Ga usah, gue mau istirahat aja.”
“Oh.. yaudah”

Kak Andrea dan Pacarnya serta temannya langsung pergi ke pantai untuk berenang. Sementara aku, kak Rani, dan kak Dania pergi berjalan-jalan melihat-lihat pernak-pernik ataupun dagangan yang dijual disini. Kak Rani membeli selendang pantai yang motifnya cantik, sementara kak Dania membeli makanan. Aku? Aku tidak membeli apa-apa soalnya dompetku ketinggalan di hotel.

Selesai jalan-jalan kesana kemari, kami bertiga pun menyusul kak Andrea ke pantai. Yeay! Akhirnya kakiku menyuntuh pasir setelah sekian lama. Yang lainnya sibuk foto-foto sementara aku malah main air laut. Aku udah lama gak merasakan kesenangan ini. Aku sengaja berjalan agak jauh ke tengah pengen tau rasanya tubuh diterjang ombak pantai. Hehe, wushhh… wushhh.. ombak menerjang tubuhku, tapi aku terus saja lebih jauh lagi berjalan. Akan tetapi, setelah agak lama berjalan tiba-tiba aku pusing dan “DEG” lagi-lagi jantungku berdetak kencang, aku mulai goyah dan hilang keseimbangan. Aku oleng dan tiba-tiba semuanya gelap lagi. Aku tak sadarkan diri.

***

Uhuk..uhukk..uhukk..

Aku batuk, kepalaku pusing dan pandanganku masih gelap. Aku seperti baru bangun tidur tapi mata ini terasa berat sekali untuk dibuka, tapi berusaha untuk membukanya. Sampai akhirnya.

“Ani….”

Mataku langsung terbuka mendengar suara kak Fe.

Uhukkk..uhukk..uhukk. aku batuk lagi.. Setidaknya aku sudah bisa membuka mata dan tersadar.

“Kak Fe..?” Kataku yang langsung memandang wajahnya, dia nampak cemas dan khawatir. Aku juga baru sadar aku sudah berada di kamar hotel lagi.

“Ani.?”
“Kamu kenapa?”
“Ambil air putih. Cepet. Cepet.” Suara kak Andrea.

Kepalaku masih pusing jadi aku susah untuk menjawabnya. Kemudian pacar kak Andrea datang membawa segelas air putih. Badanku kemudian diangkat oleh teman pacar kak Andrea yang bernama Rangga dan aku meminum air putih tersebut. Perlahan tapi pasti kondisiku lebih baik, walaupun masih agak pusing, aku bisa menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka yang nampak cemas dan khawatir melihatku. Aku jelaskan kepada mereka, ini seperti yang aku alami ketika acara ulang tahun sekolah. Dimulai dari jantung yang tiba-tiba berdetak kencang dan pandangan yang tiba-tiba gelap.
“Aduh! Susah sekali mencari dokter disekitar sini” Kata kak Dania dan kak Rani tiba-tiba masuk kamar.
“Loh.. udah sadar.” Kata mereka.
“Syukurlah!.”

***

Setelah kejadian itu aku dibiarkan sendiri di kamar dan disuruh untuk istirahat. Aku juga bertanya-tanya kenapa denganku, padahal aku merasa tidak apa-apa tapi tiba-tiba bisa pingsan. Apa karena aku tidak tidur semalaman ? Apa memang fisikku selemah ini sebenarnya. Yang jelas aku terus bertanya-tanya dan merasa gak enak kepada yang lain karena kejadian ini mereka jadi khawatir dan dibuat repot olehku.

Malam harinya, keadaanku berangsur pulih, aku bisa berdiri dan berjalan. Yang lainnya pergi lagi ke pantai untuk menikmati malam. Karena bosan dan kesepian aku pun ingin menyusul mereka. Aku mengambil sweaterku lalu pergi keluar mencari mereka.

Tidak sulit menemukan mereka, karena mereka tidak pergi jauh dari sekitar hotel. Dari jauh aku melihat mereka sedang asyik berkumpul dan bercengkrama di tengah-tengah api unggun. Tapi disana aku tidak melihat kak Fe. Aku pun melihat kesekeliling mencari kak Fe. Rupanya kak Fe sedang duduk sendirian melihat ombak. Aku pun lebih memilh untuk mendatangi kak Fe daripada ke mereka yang sedang berkumpul.

“Kak, maaf yah.” Kataku yang langsung duduk disamping kak Fe. Dia nampak kaget melihatku.
“Acara liburannya terganggu gara-gara aku.”
“…….”

Tak ada sepatah kata pun keluar darinya, hanya saja, tanganya langsung mengelus-ngelus punggungku.
“Gpp.. yang penting lu sehat.”
…..
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.