Kaskus

Story

whykevinAvatar border
TS
whykevin
Why Should I Love You ? (True Story)
Holla gan, lama jadi silent reader gue pengen coba cerita sedikit tentang pengalaman gue sewaktu sekolah dulu, it is all about love. Disini semua nama gue samarkan kecuali nama gue sendiri dan nama panggilan joe joe. oh ya gan gue ini newbie di kaskus, gue minta saran sama bantuan-nya ya thanks. terus masalah update gue gak bisa nentuin kapan2nya... sorry juga kalo tulisannya acak-acakan hehe. so... let's get start!

Spoiler for Index:


Ilustration girls character.

All picture here bukan foto asli mereka, itu cuma foto foto yang gue dapat dari sosmed, gue cari yang semirip mungkin dengan postur tubuh, warna kulit, dan bentuk wajah berdasarka character asli. dan menurut gue ini semua sudah yang paling resemble. terus foto foto yang gue pajang disini hanya sekedar untuk ilustrasi dan untuk imajinasi pembaca agar semakin bermain, gakada niatan lain. satu lagi menurut gue foto yang paling persis mirip disini adalah foto untuk character natasha dan chika.


Spoiler for Natasha:

Spoiler for Chika:

Spoiler for Salsa:

Spoiler for Febi:

Spoiler for Ayu:

Spoiler for Sarah:

Spoiler for Sally:
Diubah oleh whykevin 14-07-2016 09:26
0
44.5K
236
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
whykevinAvatar border
TS
whykevin
#144
Part 17 - First
Suatu pagi yang cerah pada bulan july 2008 di kota bandung.

Pagi itu disekolah, gue belajar seperti biasa, gue masih ingat waktu pelajaran pertama pak yusuf(guru geografi) ngasih tugas kelompok, bikin makalah atau power point ya? gatau deh gue lupa, pokoknya antara dua itu.
Gue sekelompok dengan salsa, dimas, dan rangga salah satu temen kelas gue. sementara jojo dan randi gak sekelompok dengan gue, mereka sekelompok dengan chika.

Bel istirahat pun berbunyi, seperti biasa gue, randi, dimas, dan jojo pergi ke kantin bersama, kami duduk di sebuah meja kosong sambil mengobrol dan menunggu pesanan datang, saat kami sedang asyik mengobrol tiba tiba salsa dan ayu berjalan menghampiri kami.

"yu, tunggu sebentar" ujar salsa kepada ayu yang berada di belakangnya, dia lalu membalikan badan dan menghadap ke arah gue "hey vin.."
"eh sal, ada apa?" tanya gue
"itu vin, nanti pulang sekolah kita ngerjain tugas kelompok dirumah kamu aja gimana?"
"Wah he'eh cocok bener sabari dahar!" ujar dimas (wah iya bener cocok sambil makan)
"makan mulu lu" timpal jojo sambil menyentil pelan kuping dimas
"hehehe" dimas tertawa pelan
"iya sal, boleh deh" fikir gue dirumah udah ada komputer, internet, dan printernya juga kalo diperluin, jadi ya lebih gampang lah.
"yaudah vin, aku sama ayu ke kelas duluan ya"
"oke sal" jawab gue
"bye salsa" ujar dimas sambil tersenyum dan melambaikan tangan

Salsa pun berjalan menjauh, tak lama setelah itu pesanan pun datang, kami berempat segera memakanya dengan lahap, setelah habis kami mengobrol ringan sebentar lalu kembali masuk ke dalam kelas.

Tibalah waktu pulang sekolah, guru terakhir sudah berjalan keluar meninggalkan kelas, dari depan gue lihat salsa berjalan menghampiri gue lalu duduk di bangku jojo di sebelah gue, sementara si jojo sedang berdiskusi dengan chika dan randi di depan.

"gimana vin? jadi kan?" tanya-nya
"iya jadi sal" jawab gue sambil membereskan buku yang berada di atas meja
"urang ngilu di mobil maneh nya vin" tiba tiba rangga menyambar dari pinggir(gue ikut di mobil lo ya vin)
"waduh, gue gak bawa mobil ga" jawab gue
"oh... kamu gak bawa mobil vin?" tanya salsa penasaran
"iya sal gak bawa" jawab gue singkat
"rangga! buru keun! baturan urang di motor" teriak dimas dari arah pintu kelas( rangga! cepetan! temenin gue di motor) "vin urang jeung si rangga tiheulanya" lanjutnya (vin gue sama si rangga duluan ya) rangga pun berlari pelan menghampiri dimas
"oke mas, langsung masuk aja, ada si bibi paling" jawab gue
"embung ah era" jawab dimas (kagak ah malu)
"yaudah tunggu gue aja di depan rumah"
"siapppppp!" ucapnya lalu berjalan keluar kelas
"jadi kamu mau sama siapa pulangnya?" tanya salsa
"hmm, gak tau juga sal, mungkin naik angkot" jawab gue
"yaudah kamu di mobil aku aja gimana? lagian kan aku gatau rumah kamu dimana"
"iya sal boleh deh" jawab gue
"nih vin kuncinya" ucap salsa sambil memberikan kunci mobil miliknya
"aku yang bawa?" tanya gue
"eh... yaudah aku aja yang bawa" ucapnya
"eh gapapa kok, aku aja sal" ucap gue
"hm.. yaudah vin"

Dari tadi gue sedikit meperhatikan chika yang sedang mengobrol di depan, sesekali dia melirik ke belakang ke arah gue dan salsa, ketika gak sengaja mata kami saling bertatapan chika langsung buang muka gitu aja. gatau deh.

"yu sal" ajak gue sambil mulai berdiri
"eh.. iya vin yuk" ucapnya seperti sedang melamun lalu berdiri

kami berdua berjalan keluar kelas, melewati meja chika, gue pun menyapa chika, jojo, randi, dan linda salah satu temen kelas gue untuk sekedar berpamitan kepada mereka.

"cik, jo, ndi, linda gue duluan ya" ucap gue
"iya kita duluan ya" tambah salsa
"eh iya, hati hati kalian" ujar jojo
"iyaa hati hati" ujar randi dan linda bersamaan
sementara chika hanya tersenyum dan menganggukan kepala sedikit, ya mungkin maksudnya "iyaa"

Kami berdua pun berjalan menuju parkiran, cahaya siang hari ini agak redup, gue melihat ke atas ternyata langit terlihat keruh karena diselimbuti oleh awan mendung, pasti bakal turun hujan ini" fikir gue

Kami berdua pun memasuki mobil dan segera berangkat. Benar saja... baru setengah perjalanan hujan sudah turun sangat deras sekali, benar benar deras. tak lama hp gue berbunyi, gue lihat sedikit sambil terus fokus ke arah jalan ternyata pesan masuk dari dimas, karna takut bahaya gue meminta salsa untuk membacakannya.

"sal tolong bacain sms dari dimas" ujar gue sambil memberikan handphone
"iya vin bentar" ujarnya sambil mengambil handphone gue

"Nih vin aku bacain ya" ujar salsa
-Vin hujan euy, urang jeung si rangga arek ngiuhan hela, engke nyusul- (Vin hujan, gue sama si rangga mau neduh, nanti nyusul)
"bales jangan?" tanya salsa
"udah gausah lah"

Tak lama ada suara pesan masuk kembali.

"dari siapa?" tanya gue
"ini.. natasha" jawabnya "mau di bacain?" lanjutnya
"eh udah gausah, sini deh hpnya" ucap gue sambil mengambil hp dari salsa
"hmm.. siapa itu? pacar kamu yaaa?" tanya-nya dengan suara menggoda
"bukan, dia temen aku"
"ohh temen.. eh vin?"
"iya?"
"sebenrnya... kamu udah punya pacar belum sih?" tanya-nya dengan suara agak pelan
"pacar ya? belum sih sal"
"ohhh" dia pun melihat ke luar dari balik jendela mobil sebelah kiri dan terus memperhatikan hujan yang semakin deras.

Sesampainya dirumah gue berhenti di pinggir jalan. ya ampun gue lupa... mobil gue kan ada di teras, jadi mobil salsa gak bisa dimasukin, terpaksa harus parkir di pinggir jalan.

"sal? mobilnya gak bisa masuk, parkir disini aja gapapa kan?"
"iya gapapa kok, gak masalah"
"masalahnya hujan ini, kita kesananya gimana?"
"ya lari.." jawabnya singkat
"lari?"
"iya vin lari"
"oke yu..."
"itung ya sampe 3 langsung keluar terus lari sampe rumah kamu"
"okee!"
"tigaaa!"

salsa pun langsung membuka pintu mobil lalu keluar menutupnya lagi dan berlari cukup kencang ke arah rumah sambil tertawa. sementara gue malah bengong, oh iya dia tadi bilang tiga kan? dengan cepat gue keluar dari mobil dan menyusulnya. sialnya baru saja beberapa langkah, tepat di depan mobil salsa yang terparkir di pinggir jalan, gue malah terjatuh, entah gara gara apa gue lupa. salsa yang sudah berada di depan pintu rumah memanggil gue.

"Vin kamu kenapaa??" ujarnya dengan sedikit berteriak
"Gapapa sal" jawab gue

salsa pun berlari kembali menghampiri gue dan menolong gue untuk berdiri

"ayok vin" ucapnya sambil menarik tangan gue
"iya" gue pun berdiri

kami berdua pun berlari menuju pintu rumah sambil terus diguyur hujan

"kamu kenapa sih vin?" tanya-nya
"gak tau tadi kepeleset" ucap gue sambil melihat ke bawah, ke arah lutut gue yang terasa perih.
Ternyata celana seragam gue sobek dan lutut gue terluka mengeluarkan darah.

"vin? kamu gapapa?" tanya salsa dengan suara yang agak khawatir
"gapapa kok, lagian kamu juga sih tadi ngitungnya gak bener"
"hahahaha" salsa pun tertawa
"malah ketawa"
"terus kenapa coba kamu bisa jatuh?"
"gak tau aku juga" ucap gue yang masih membersihkan luka
"ih kamu, bersihinya jangan kayak gitu! nanti infeksi vin!" ucapnya sambil menepis tangan gue yang sedang mengelap luka
"i.. iya sal" ucap gue lalu mulai berdiri dan melihat ke arah salsa. seluruh tubunya basah kuyup, sama halnya dengan gue. rambutnya yang panjang terlihat basah, baju seragam putih yang dikenakannya sangat basah, sehingga dengan samar gue bisa melihat dalaman yang dipakai olenya.. warna hitam, astagfirllah. tapi sumpah, gue laki laki normal. mana ada sih laki laki normal nolak buat ngeliat pemandangan kayak gitu.

"ngeliatin apa vin?" tanya salsa
"eh.. enggak enggak" jawab gue sedikit malu dan kaget
"....." dia terdiam sambil merapihkan rambutnya yang basah

gue lihat salsa menggigil kedinginan, kasihan juga dia, kami berdua pun segera masuk ke dalam rumah, gue menyuruh salsa untuk duduk di sofa, lalu gue mengambil 2 handuk dan memberikan satu kepada salsa. gue coba memanggil si bibi untuk membuatkan minuman hangat, sepertinya si bibi gak ada, ya paling lagi di rumah oma.
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.