Kaskus

Story

budihitam17Avatar border
TS
budihitam17
Goodbye sorrow...
Goodbye sorrow...

Hi semua...

Salam kenal ya...

Setelah sekian lama jadi SR, akhirnya ane pengen juga berbagi kisah hidup ane...dari SD sampai Sekarang...dan pastinya based on true storyemoticon-Embarrassment

Seperti pada umumnya...semua nama dalam cerita ini ane samarkan ya, termasuk ane, karena alasan privasi, kecuali tempat kejadian.

Mohon maaf juga kalau nanti trit nya berantakan...karena ane ngetiknya dari HP, dan lagi tugas keluar dari kantor, dan laptop ketinggalan pula emoticon-Hammeremoticon-Big Grin...kritik dan saran monggo gan...

Semoga menghibur yaa...

Ok...here we go...

[url]https://S E N S O Ruser-126513114/habis-hujan-terbitlah-pelangi[/url]

Indeks
Mukadimmah
1996
Burger
SMP
Ria
Keraguan Ria
A new beginning
Rencana Ria
Maaf...Ria
Kelulusan

Diubah oleh budihitam17 20-06-2016 23:09
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
2.6K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
budihitam17Avatar border
TS
budihitam17
#29
Maaf Ria
Saat itu gw ga ada rasa marah atau kesal sedikit pun kepada Tio, setelah gw tahu kalau dia suka sama Ria. Yang ada malahan gw berpikir kalau Tio lebih layak daripada gw untuk bersama Ria. Gw berpikir Tio lebih baik dari gw dari segi prestasi dan lainnya. Oiya, Tio ini adalah salah satu atlit olah raga bulu tangkis di daerah gw, dan cukup banyak prestasinya,sehingga secara tidak langsung nama sekolah gw jg ikut kena imbas baiknya. Apalagi Tio itu anak berada, dan merupakan anak satu2nya, walaupun yang kaya itu Ortunya sih, cuma tetap aja dia lebih baik menurut gw. Bukannya gw nyerah gan...tapi gw nyadar diri. Kalau soal tampang dan otak, gw masih berani head to head sama Tio, tapi selain itu, gw nyerah dah....emoticon-Big Grin. Setelah berpikir lagi, sampailah gw ke sebuah keputusan yang terbaik menurut gw. Ya, gw akan mengambil keputusan untuk mengkakhiri saja hubungan gw dengan Ria, dan gw mengalah demi teman, Tio, dan LDR yang nantinya akan gw jadikan alasan untuk putus.

Sore itu, setelah selesai pelajaran tambahan di Sekolah, gw ajak Ria untuk ngobrol di dekat gedung perpustakaan dan saat itu suasananya juga sepi:

"Ria, ada yang pengen aku omongin nih" kata gw ke Ria.

"Mau, ngomong apa nih? jawab Ria

"Tapi kamu jangan marah ya?" kata gw lagi.

"Iya...ngomong aja dulu" jawab Ria lagi.

"Ini mengenai hubungan kita. Setelah aku pikir2, lebih baik kita putus aja ya! karena aku gak yakin aku bisa pacaran jarak jauh dengan kamu" kata gw.

"....." Ria terdiam sejenak. Kemudian dia menatap gw dengan muka memerah dan suara yang seperti mau nangis.

"Bukannya waktu itu kamu udah setuju? kan nanti kita bisa saling kirim surat!" tanya Ria ke gw.

"Maaf Ria, ternyata aku ga bisa..." jawab gw lagi.

Seketika itu juga air mata Ria mulai menetes, dan mulai beranjak meninggalkan gw, dan kembali menoleh ke gw:

"Kamu jahat bud...." kata Ria ke gw dengan wajah masih menangis dan pergi meninggalkan gw.

"Maaf Ria...."jawab gw dan cuma itu yang bisa gw ucapkan saat itu.


Gw pun kemudian berjalan menuju parkiran buat ngambil sepeda. Sampai di parkiran, gw liat Rere sudah menunggu di sebelah sepeda gw:

"Bro, tadi gw liat Ria sepertinya habis nangis pas ngambil motor tadi. Kenapa bro?" tanya Rere.

"Iya bro....karena gw" jawab gw.

"Maksudnya?"

"Gw putus sama Ria"

"Lo atau dia yang mutusin?" tanya Rere lagi.

"Gw Re" jawab gw.

"Lah, memangnya kenapa bud?" tanya Rere lagi.

"Ya itu...gw ga bisa kalau nanti harus pacaran jarak jauh dengan dia. Selain itu juga, Tio kan suka bro sama Ria. Gw ga bisa juga kalau ada teman yang suka sama cewek yang gw suka. Gw lebih baik ngalah" jawab gw.

"Yah lu....ga masuk akal tuh alasan lu!" kata Rere dengan wajah yang keliatan kesal sama gw.

"Tapi jangan kasi tahu ke Tio ya bro, kalau gw tahu dia juga suka Ria" kata gw.

"Bodo ah...itu urusan gw. Ya udah, balik yuk" kata Rere.

Gw dan Rere pun pulang kerumah dan sepanjang perjalanan kita ga ada bicara sama sekali, mungkin karena gw masih kepikiran dengan kejadian putusnya gw dengan Ria, dan Rere juga tampaknya masih kesal dengan gw.

Keesokan harinya, ketika jam istirahat, Dyandra datang nyamperin gw:

"Bud, jahat banget sih lu?" kata Dyandra.

"Lu tahu gak, Ria tuh semalaman nangis gara2 lu mutusin dia. Salah dia apa sih bud?" kata Dyandra lagi.

"Gw yang salah ndra" jawab gw.

"Masak lo nyerah sih!" tanya Dyandra

"Gw bukan nyerah, gw cuma berpikir logis aja dan gw gak bisa" jawab gw.

"Tega lo bud....kasian tahu si Ria" kata Dyandra.

"Maaf ndra, gw memang ga bisa" jawab gw.

Kemudian Dyandra pun berlalu dari gw dengan wajah yang kesal. Ya...jadi saat itu ada 2 orang yang kesal sama gw.

Sejak gw putus sama Ria, gw sama sekali gak pernah bicara sama dia. Jangankan bicara, teguran juga gak, dan gw memang selalu menghindari dia, mungkin dia juga.

Beberapa minggu kemudian kami pun menghadapi EBTANAS selama 3 hari, dan Alhamdulillah gw berhasil melewatinya, walaupun masih harap2 cemas karena belum tahu berapa NEM gw nanti. Oiya, selesai EBTANAS, Ria langsung berangkat ke Magelang untuk mengikuti test di sekolah Taruna, sebagaimana yang Dyandra infoin ke gw. Dan gw baru tau juga dari Rere dan Tio, bahwa mereka juga bakal melanjutkan sekolahnya di Jawa, tepatnya Rere di Bandung, dan Tio di Jakarta. Tapi, mereka bakal sesekali pulang ke kalimantan karena orang tua mereka juga masih disini. Syukurlah dalam hati gw, setidaknya gw nanti bisa reunian sama mereka kalau pulang.emoticon-Angkat Beer
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.