- Beranda
- Stories from the Heart
Bukan salahku mengetahui kematian
...
TS
thaburnquist
Bukan salahku mengetahui kematian
intro :
Kenalkan, namaku thomas, kisahku bermula pada saat usiaku dibawah 5 tahun, kepalaku tertimpa motor tepatnya pelat nomor polisi yang tajam itu sehingga aku mendapat 32 jahitan (membentuk bulan sabit yang tak bisa ditumbuhi rambut). jarak pelat motor dan otakku hanya satu ruas jari. semenjak itu aku dapat melihat dimensi lain yang tak dapat dilihat oleh orang biasa.
selamat menikmati cerita-cerita pendeknya yang mungkin tak ada kaitannya satu dengan yang lain
jika berkenan, tolong di rate yah agan n sis yang baik hatinya....
klo ada yang lebih rezekinya boleh juga dicendolin hehhe..
lebih dan kurang saya mohon maaf ya.........
Mampir Juga dithread ane yang lain yah....
[url=http://www.kaskus.co.id/show_post/5778defe96bde694298b4568/1/seharusnya-kutinggalkan-kaudi--senja-itu[/url]
Susunan Cerita :
[url=http://www.kaskus.co.id/show_post/575c3609162ec2724f8b456c/1/bukan-salahku-mengetahui-kematian]#1[/url]
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
#11
#12
#13 perempuan berbaju kuning
#14 jangan berjanji jika tak dapat menepati !!
#15 sosok yang berdiri tepat di pelupuk mata kananku
#16 palasik
#17 kepergian penjaga mess
#18 beringin besar dan anak kecil
#19 hai... Sosok berbaju merahupdate !!!
#20 rumah baru penghuni lamaupdate !!!
# selamat tinggal penglihatan dan kemampuan ituupdate !!!
#1
Thomas hanya berdiri menatapi tetangganya yang telah terbujur kaku menahan pedihnya nyawa yg terhempas dari raga. Masih jelas tercium bau alkohol yg terpancar dari jasad. Apalah arti kata-kata dari bocah kecil yang ketika masih berumur 3,4 tahun nyaris tewas tertimpa motor (nomor polisi) yang sedang terparkir diteras rumahnya. Tanpa babibu nomor polisi langsung menghujam ke kepala thomas. Darah segar mengalir diringi teriakan anak kecil yang belum tau artinya 38 jaitan. Dan hanya satu ruas jari jarak antara nomor polisi dan otaknya.
Sabtu sore adalah waktu yang digunakan oleh kaula muda untuk menunjukkan keberadaan nya, alhasil untuk menutupi ketakukannya berkendara motor dengan kecepatan tinggi ditutupi dengan menenggak minuman berakohol. Thomas kecil berbisik kepada tetangganya itu, "bang jangan pergi keluar, perasaanku tak enak, (dan aku dapat merasakan nafasnya dalam hati thomas, "kau akan mati". Peringatan itu hanya dianggap senda gurau semata, apalagi yang berujar hanya anak kecil. Selang waktu berganti malam, balapanpun tak terhindari. Naas memang tetangga thomas tak mampu mengendalikan motornya, dan terluka parah dibagian kepala akibat benturan keras karena tidak memakai helm.
Dan ternyata pada saat kita dalam pengaruh alkohol ketika akan disuntik dan diberikan penyelamatan medis semua suntikan tidak ada yg masuk semua menolak. Jika pernah liat ikan yg terdampar dipinggir pantai, menggeliat-menggeliat. Sehingga mata ini tak tega melihatnya. Ucapan maaf dan penyesalan pun datang dari tetangga thomas itu, hanya air mata yang mengalir deras di pelupuk matanya.
Andai saja dia mendengarkan celoteh anak kecil tersebut. Tapi begitulah takdir. Sekuat apapun kita coba menghalanginya tetap akan terjadi tanpa bisa dimundurkan atau dimajukan sepersekian detik.
#2
Ternyata pengalaman thomas pada saat kecil tersebut berlanjut hingga ia telah memasuki SMP. Saat itu siang yang damai untuk pengambilan darah di laboratorium rumah sakit kota. Thomas bertemu dengan seorang perwat yg mengambil sample darahnya. Thomas berkata "bu, apa suami ibu baik2 saja?" ibu itu mengangguk-anggukan kepalanya (berarti baik). Kenapa dek? Tanya ibu itu, ah, enggak bu, thomas berkata, akan ada sebuah kejadian yag tak mengenakkan dengan keluarga ibu. Ah masa sih dek? Tanya ibu itu lagi.
Kring..... Tak lama ibu itu menerima telp, dan alangkah kagetnya thomas, sampel darah yang diambil ibu itu terjatuh dari tangan ibu itu dan pecah berserakan dilantai. Deru nafas yang meningkat, tak terasa air mata membanjiri pipinya.
Thomas hanya tertegun, karena pada saat sebelum kejadian thomas mau mengatakan, hati2 suami ibu sedang diikutin rampok, mereka membawa senjata laras panjang AK-47. Dan benar saja peluru tembus dikepala suaminya. Masuk kedalam parit diantara tanah bergambut itu.
Thomas sudah muak dengan penglihatannya itu, hanya dengan merasakn aroma nafas lawan bicaranya dia bisa tau kejadian yang tidak mengenakkan terjadi pada lawan bicaranya. Apa karena kejadian waktu kecil itu?
Efek lainnya adalah dapat melihat objek asing yg hanya dia bisa melihat, sementara orang biasa tak dapat melihatnya. (sering dibilang halusinasi). Padahal benar apa adanya.
Kenalkan, namaku thomas, kisahku bermula pada saat usiaku dibawah 5 tahun, kepalaku tertimpa motor tepatnya pelat nomor polisi yang tajam itu sehingga aku mendapat 32 jahitan (membentuk bulan sabit yang tak bisa ditumbuhi rambut). jarak pelat motor dan otakku hanya satu ruas jari. semenjak itu aku dapat melihat dimensi lain yang tak dapat dilihat oleh orang biasa.
selamat menikmati cerita-cerita pendeknya yang mungkin tak ada kaitannya satu dengan yang lain
jika berkenan, tolong di rate yah agan n sis yang baik hatinya....
klo ada yang lebih rezekinya boleh juga dicendolin hehhe..
lebih dan kurang saya mohon maaf ya.........
Mampir Juga dithread ane yang lain yah....
[url=http://www.kaskus.co.id/show_post/5778defe96bde694298b4568/1/seharusnya-kutinggalkan-kaudi--senja-itu[/url]
Susunan Cerita :
[url=http://www.kaskus.co.id/show_post/575c3609162ec2724f8b456c/1/bukan-salahku-mengetahui-kematian]#1[/url]
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
#11
#12
#13 perempuan berbaju kuning
#14 jangan berjanji jika tak dapat menepati !!
#15 sosok yang berdiri tepat di pelupuk mata kananku
#16 palasik
#17 kepergian penjaga mess
#18 beringin besar dan anak kecil
#19 hai... Sosok berbaju merahupdate !!!
#20 rumah baru penghuni lamaupdate !!!
# selamat tinggal penglihatan dan kemampuan ituupdate !!!
#1
Thomas hanya berdiri menatapi tetangganya yang telah terbujur kaku menahan pedihnya nyawa yg terhempas dari raga. Masih jelas tercium bau alkohol yg terpancar dari jasad. Apalah arti kata-kata dari bocah kecil yang ketika masih berumur 3,4 tahun nyaris tewas tertimpa motor (nomor polisi) yang sedang terparkir diteras rumahnya. Tanpa babibu nomor polisi langsung menghujam ke kepala thomas. Darah segar mengalir diringi teriakan anak kecil yang belum tau artinya 38 jaitan. Dan hanya satu ruas jari jarak antara nomor polisi dan otaknya.
Sabtu sore adalah waktu yang digunakan oleh kaula muda untuk menunjukkan keberadaan nya, alhasil untuk menutupi ketakukannya berkendara motor dengan kecepatan tinggi ditutupi dengan menenggak minuman berakohol. Thomas kecil berbisik kepada tetangganya itu, "bang jangan pergi keluar, perasaanku tak enak, (dan aku dapat merasakan nafasnya dalam hati thomas, "kau akan mati". Peringatan itu hanya dianggap senda gurau semata, apalagi yang berujar hanya anak kecil. Selang waktu berganti malam, balapanpun tak terhindari. Naas memang tetangga thomas tak mampu mengendalikan motornya, dan terluka parah dibagian kepala akibat benturan keras karena tidak memakai helm.
Dan ternyata pada saat kita dalam pengaruh alkohol ketika akan disuntik dan diberikan penyelamatan medis semua suntikan tidak ada yg masuk semua menolak. Jika pernah liat ikan yg terdampar dipinggir pantai, menggeliat-menggeliat. Sehingga mata ini tak tega melihatnya. Ucapan maaf dan penyesalan pun datang dari tetangga thomas itu, hanya air mata yang mengalir deras di pelupuk matanya.
Andai saja dia mendengarkan celoteh anak kecil tersebut. Tapi begitulah takdir. Sekuat apapun kita coba menghalanginya tetap akan terjadi tanpa bisa dimundurkan atau dimajukan sepersekian detik.
#2
Ternyata pengalaman thomas pada saat kecil tersebut berlanjut hingga ia telah memasuki SMP. Saat itu siang yang damai untuk pengambilan darah di laboratorium rumah sakit kota. Thomas bertemu dengan seorang perwat yg mengambil sample darahnya. Thomas berkata "bu, apa suami ibu baik2 saja?" ibu itu mengangguk-anggukan kepalanya (berarti baik). Kenapa dek? Tanya ibu itu, ah, enggak bu, thomas berkata, akan ada sebuah kejadian yag tak mengenakkan dengan keluarga ibu. Ah masa sih dek? Tanya ibu itu lagi.
Kring..... Tak lama ibu itu menerima telp, dan alangkah kagetnya thomas, sampel darah yang diambil ibu itu terjatuh dari tangan ibu itu dan pecah berserakan dilantai. Deru nafas yang meningkat, tak terasa air mata membanjiri pipinya.
Thomas hanya tertegun, karena pada saat sebelum kejadian thomas mau mengatakan, hati2 suami ibu sedang diikutin rampok, mereka membawa senjata laras panjang AK-47. Dan benar saja peluru tembus dikepala suaminya. Masuk kedalam parit diantara tanah bergambut itu.
Thomas sudah muak dengan penglihatannya itu, hanya dengan merasakn aroma nafas lawan bicaranya dia bisa tau kejadian yang tidak mengenakkan terjadi pada lawan bicaranya. Apa karena kejadian waktu kecil itu?
Efek lainnya adalah dapat melihat objek asing yg hanya dia bisa melihat, sementara orang biasa tak dapat melihatnya. (sering dibilang halusinasi). Padahal benar apa adanya.
Diubah oleh thaburnquist 19-10-2017 22:28
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
14.8K
103
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
thaburnquist
#54
#13 perempuan berbaju kuning
Sore hari merupakan waktu yang memang mengerikan untuk berada di laboratorium, apalagi ditemani senior cewek yang rentan terhadap kehadiran makhluk dari dimensi lain. Tepat pukul 17.30 wib, aku bersama kak mit dan kak iim dan ditemani oleh beberapa junior melakukan analisa tanah yang perlu waktu lama untuk memisahkan phospat tanah (P2O5) yang terikat di koloid tanah akibat kemasaman tanah yang tinggi yaitu unsur Al3+.
Aku masih trauma memasuki ruang rapat tersebut, akibatnya aku meminta teman masuk ke ruag tersebut, sialnya aku salah memilih teman,
Aku: kak mit temani aku yok ke ruang rapat
Kak mit: mau ngapain hayooo ?( Sambil megedipkan mata)
Aku: yaelah kak, tapi mau liat spektrofotometri untuk analisa Phospat
Kak mit: heheh...iaaa ayok lah
Aku: nih kak tolong pegang...
Untuk bisa melakukan analisa tersebut kami harua melewati ruang rapat...
Aku: mana kak sampelnya? (saat itu aku yakin kak mit ada dibelakangku)
Xx: .......(memberi sampel tanah)
Aku: kak mit? Kakak kok bengong aja? Kak kak kak
Xx: tersenyum aneh dan tiba2 pingsan.
Aku: tiba-tiba melihat seseorang berbaju kuning (pakaian adat melayu) melintas secara anggun kira2 4 meter dari hadapanku.
Dan seperti si putih semalam ia dapat menembus dinding.
Tak lama kemudian kak iim teriak dan pingsan.
Kejadian ini mengingatkanku pada siti dan maya (sekitaran bola mata hitam) dan tangannya menggenggam erat tangan ku seperti mau mencakar. Bedanya untuk kak mit. Matanya keatas (yang tampak hanya warna putih).
Untuk kak iim dijemput orang tuanya. Untuk kak mit, aku mengantarnya pulang kerumahnya. Saat itu dia sudah sadar, dan betapa kagetnya, aku melihat lukisan yang sama di dinding kosannya tetapi bedanya dia memakai adat jawa.
Setelah pamit pulang akupun bergegas pulang kerumah...
Usut punya usut, penunggu ruang analisa itu sudah ada sejak zaman dosenku masih jadi asisten juga sekitar tahun 1988, seseorang berbaju kuning. Hanya menampakkan diri tetapi tidak mengganggu. Dosenku juga menambahkan, jika kadang alat2 itu dapat bergerak dengan sendiri. Dan hanya mereka yang beruntung dapat berjumpa dengan baju kuning.
Sampai juga akhirnya dirumah, hanya saja aku tetap ada kerjaan. Yaitu membuat jurnal menggunakan mesin ketik yang sudah usang. Lucu sekali rasanya, dimana zaman sudah ada komputer tapi masih saja menggunakan mesin ketik. Mungkin supaya tidak bisa copy paste. Hari semakin larut tak terasa waktu sudah mennunjukkan pukul 24.00 wib. Tak ada hal aneh yang terjadi sampai pukul tersebut. Keanehan muncul disaat hari menjelang pagi yaitu pukul 03.30 wib.
Tok tok tok tok
Suara pintu teketuk, awalnya aku kira ibuku atau adikku yang mau mebagunkan aku ( padahal aku masih terjaga menngerjakan jurnal menggunakan mesin ketik)
Tok tok tok tok
Pintu kamarku terketuk lagu, akupun melihat diantara sela sela pintu, aku lihat tak ada bayangan da tak ada nampak kaki dari celah yang aku intip. Harum bunga melati yang pekat tetiba memenuhi ruang kamarku. Tetapi tak ada sosok yang mwnampakkan diri. Akhirnya akupun melompat ketempat tidur dan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.
Tek tek tek suara mesin ketik bergerak sendiri tanpa aku menyentuhnya...
Siapakah gerangan makhluk tersebut ?
Entahlah...
Yang pastinya pagi2 aku dibangunkan oleh ibuku, aku dapat mendengar suara ibuku memanggil namaku dan aku hanya bisa terdiam tak menjawab karena badanku kaku dan mulutku seperti terkunci. Namun aku dapat melihat ibuku yang sedang membagunkanku.
Aneh sekali......
Sore hari merupakan waktu yang memang mengerikan untuk berada di laboratorium, apalagi ditemani senior cewek yang rentan terhadap kehadiran makhluk dari dimensi lain. Tepat pukul 17.30 wib, aku bersama kak mit dan kak iim dan ditemani oleh beberapa junior melakukan analisa tanah yang perlu waktu lama untuk memisahkan phospat tanah (P2O5) yang terikat di koloid tanah akibat kemasaman tanah yang tinggi yaitu unsur Al3+.
Aku masih trauma memasuki ruang rapat tersebut, akibatnya aku meminta teman masuk ke ruag tersebut, sialnya aku salah memilih teman,
Aku: kak mit temani aku yok ke ruang rapat
Kak mit: mau ngapain hayooo ?( Sambil megedipkan mata)
Aku: yaelah kak, tapi mau liat spektrofotometri untuk analisa Phospat
Kak mit: heheh...iaaa ayok lah
Aku: nih kak tolong pegang...
Untuk bisa melakukan analisa tersebut kami harua melewati ruang rapat...
Aku: mana kak sampelnya? (saat itu aku yakin kak mit ada dibelakangku)
Xx: .......(memberi sampel tanah)
Aku: kak mit? Kakak kok bengong aja? Kak kak kak
Xx: tersenyum aneh dan tiba2 pingsan.
Aku: tiba-tiba melihat seseorang berbaju kuning (pakaian adat melayu) melintas secara anggun kira2 4 meter dari hadapanku.
Dan seperti si putih semalam ia dapat menembus dinding.
Tak lama kemudian kak iim teriak dan pingsan.
Kejadian ini mengingatkanku pada siti dan maya (sekitaran bola mata hitam) dan tangannya menggenggam erat tangan ku seperti mau mencakar. Bedanya untuk kak mit. Matanya keatas (yang tampak hanya warna putih).
Untuk kak iim dijemput orang tuanya. Untuk kak mit, aku mengantarnya pulang kerumahnya. Saat itu dia sudah sadar, dan betapa kagetnya, aku melihat lukisan yang sama di dinding kosannya tetapi bedanya dia memakai adat jawa.
Setelah pamit pulang akupun bergegas pulang kerumah...
Usut punya usut, penunggu ruang analisa itu sudah ada sejak zaman dosenku masih jadi asisten juga sekitar tahun 1988, seseorang berbaju kuning. Hanya menampakkan diri tetapi tidak mengganggu. Dosenku juga menambahkan, jika kadang alat2 itu dapat bergerak dengan sendiri. Dan hanya mereka yang beruntung dapat berjumpa dengan baju kuning.
Sampai juga akhirnya dirumah, hanya saja aku tetap ada kerjaan. Yaitu membuat jurnal menggunakan mesin ketik yang sudah usang. Lucu sekali rasanya, dimana zaman sudah ada komputer tapi masih saja menggunakan mesin ketik. Mungkin supaya tidak bisa copy paste. Hari semakin larut tak terasa waktu sudah mennunjukkan pukul 24.00 wib. Tak ada hal aneh yang terjadi sampai pukul tersebut. Keanehan muncul disaat hari menjelang pagi yaitu pukul 03.30 wib.
Tok tok tok tok
Suara pintu teketuk, awalnya aku kira ibuku atau adikku yang mau mebagunkan aku ( padahal aku masih terjaga menngerjakan jurnal menggunakan mesin ketik)
Tok tok tok tok
Pintu kamarku terketuk lagu, akupun melihat diantara sela sela pintu, aku lihat tak ada bayangan da tak ada nampak kaki dari celah yang aku intip. Harum bunga melati yang pekat tetiba memenuhi ruang kamarku. Tetapi tak ada sosok yang mwnampakkan diri. Akhirnya akupun melompat ketempat tidur dan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.
Tek tek tek suara mesin ketik bergerak sendiri tanpa aku menyentuhnya...
Siapakah gerangan makhluk tersebut ?
Entahlah...
Yang pastinya pagi2 aku dibangunkan oleh ibuku, aku dapat mendengar suara ibuku memanggil namaku dan aku hanya bisa terdiam tak menjawab karena badanku kaku dan mulutku seperti terkunci. Namun aku dapat melihat ibuku yang sedang membagunkanku.
Aneh sekali......
0