- Beranda
- Stories from the Heart
Goodbye sorrow...
...
TS
budihitam17
Goodbye sorrow...

Hi semua...
Salam kenal ya...
Setelah sekian lama jadi SR, akhirnya ane pengen juga berbagi kisah hidup ane...dari SD sampai Sekarang...dan pastinya based on true story

Seperti pada umumnya...semua nama dalam cerita ini ane samarkan ya, termasuk ane, karena alasan privasi, kecuali tempat kejadian.
Mohon maaf juga kalau nanti trit nya berantakan...karena ane ngetiknya dari HP, dan lagi tugas keluar dari kantor, dan laptop ketinggalan pula

...kritik dan saran monggo gan...Semoga menghibur yaa...
Ok...here we go...
[url]https://S E N S O Ruser-126513114/habis-hujan-terbitlah-pelangi[/url]
Indeks
Mukadimmah
1996
Burger
SMP
Ria
Keraguan Ria
A new beginning
Rencana Ria
Maaf...Ria
Kelulusan
Diubah oleh budihitam17 20-06-2016 23:09
anasabila memberi reputasi
1
2.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
budihitam17
#28
Rencana Ria
Tak terasa sekolah sudah memasuki catur wulan 3 saat itu, yang berarti semakin dekat dengan EBTANAS. Teman teman gw udah pada berencana mau lanjut ke SMU mana nantinya. Termasuk Ria yang akan melanjutkan sekolah nya ke Jawa, tepatnya Magelang, karena dia pengen banget masuk ke sekolah Taruna.
"Setelah ini kamu mau lanjut ke SMU mana?" tanya Ria ke gw.
"Belum tau nih, mungkin ke SMU 8" jawab gw.
"Loh, kenapa gak ke SMU 1 aja?" tanya Ria.
Ya, SMU 1 adalah sekolah paling favorit saat itu di tempat gw. Setelahya ada SMU 4 & 8 yang juga favorit.
"Hmm, karena kakak dulu sekolah disitu. Tapi liat nanti aja, lah NEM nya aja belum tahu dapat berapa nanti, hehehe..." jawab gw.
"Terus kamu sendiri mau lanjut kemana?" tanya gw ke Ria.
"Aku mau lanjut di Sekolah Taruna yang di Magelang" jawab Ria.
"Jauh juga ya, tapi memang bagus sih"
"Iya, dan dari dulu memang aku pengen coba kesana. Oiya, mengenai hubungan kita tetap lanjut ya!" kata Ria seolah menegaskan hubungan kami nanti.
"Nanti kan kita bisa saling kirim surat, dan aku coba untuk kirim surat minimal sebulan kali lah, gimana?" tanya Ria.
"Ok" jawab gw singkat, dan jujur saat itu gw belum ada pikiran ke situ, tapi Ria udah mikirn duluan.
Setelah gw tahu kalau Ria bakal sekolah disana, dan kita bakal LDR-an, gw jadi kepikiran apakah bisa gw nantinya! yang gw takutkan saat itu adalah apakah gw bisa jaga kepercayaan dari Ria, meskipun gw sendiri bukanlah tipe cowok yg dengan mudah untuk mendekati cewek lain kalau ada yang gw suka. Berhari-hari gw pikirin hal ini, dan karena buntu, gw cerita aja ke Rere:
"Bro, si Ria nanti bakal ngelanjutin sekolahnya di Magelang"
"Terus hubungan lo gimana jadinya?" tanya Rere ke gw.
"Ya dia minta jadinya kita LDR-an, dan nanti saling kirim surat buat kasi tau kabar. Tapi gw jadi ragu bro"
"Ragu kenapa?" tanya Rere
"Gw ragu sama LDR-an nya. Takutnya nanti gw yang khianati Ria" jawab gw.
"Yaelah bro...belum juga dijalanin, jalanin aja dulu" kata Rere coba meyakinkan.
"Thanks bro" jawab gw.
"Bud..." panggil Rere ke gw.
"Sebenarnya ada yang mau gw kasi tahu ke lo nih, bro"
"Apaan tuh?" tanya gw balik ke Rere.
"Tio bro"
"Tio kenapa bro?"
"Ternyata Tio itu juga suka sama Ria" jawab Rere
"Hah, sejak kapan?
"Ya, sejak awal kita sekelas sama Ria"
"Yakin lu Re?" tanya gw agak sedikit gak percaya.
"Yakin lah...secara dia sediri yang bilang ke gw gitu. Nyokap nya Ria juga bahkan udah kenal sama Tio"
"Owh...." jawab gw sekenanya.
"Sorry ya bro...gw cerita ini ke lu. Gw ga bermaksud nambah kusut pikiran lo. Tapi gw rasa semakin cepat gw ngomong ke lu, semakin baik. Lagian juga gw liat si Ria biasa aja sikapnya ke Tio, dan Ria udah ada lo juga kan"
Gw pun diam sejenak.
"Sorry ya bud" kata Rere dengan mimik wajah menyesal.
"Gpp lagi bro...malahan gw yang terima kasih karena lo udah baik mau kasi tau ini ke gw. Jadinya gw semakin yakin bro" jawab gw sambil senyum.
"Yakin, maksudnya?" tanya Rere.
"Udah ah...gw pulang dulu ya bro" jawab gw ke Rere.
"Setelah ini kamu mau lanjut ke SMU mana?" tanya Ria ke gw.
"Belum tau nih, mungkin ke SMU 8" jawab gw.
"Loh, kenapa gak ke SMU 1 aja?" tanya Ria.
Ya, SMU 1 adalah sekolah paling favorit saat itu di tempat gw. Setelahya ada SMU 4 & 8 yang juga favorit.
"Hmm, karena kakak dulu sekolah disitu. Tapi liat nanti aja, lah NEM nya aja belum tahu dapat berapa nanti, hehehe..." jawab gw.
"Terus kamu sendiri mau lanjut kemana?" tanya gw ke Ria.
"Aku mau lanjut di Sekolah Taruna yang di Magelang" jawab Ria.
"Jauh juga ya, tapi memang bagus sih"
"Iya, dan dari dulu memang aku pengen coba kesana. Oiya, mengenai hubungan kita tetap lanjut ya!" kata Ria seolah menegaskan hubungan kami nanti.
"Nanti kan kita bisa saling kirim surat, dan aku coba untuk kirim surat minimal sebulan kali lah, gimana?" tanya Ria.
"Ok" jawab gw singkat, dan jujur saat itu gw belum ada pikiran ke situ, tapi Ria udah mikirn duluan.
Setelah gw tahu kalau Ria bakal sekolah disana, dan kita bakal LDR-an, gw jadi kepikiran apakah bisa gw nantinya! yang gw takutkan saat itu adalah apakah gw bisa jaga kepercayaan dari Ria, meskipun gw sendiri bukanlah tipe cowok yg dengan mudah untuk mendekati cewek lain kalau ada yang gw suka. Berhari-hari gw pikirin hal ini, dan karena buntu, gw cerita aja ke Rere:
"Bro, si Ria nanti bakal ngelanjutin sekolahnya di Magelang"
"Terus hubungan lo gimana jadinya?" tanya Rere ke gw.
"Ya dia minta jadinya kita LDR-an, dan nanti saling kirim surat buat kasi tau kabar. Tapi gw jadi ragu bro"
"Ragu kenapa?" tanya Rere
"Gw ragu sama LDR-an nya. Takutnya nanti gw yang khianati Ria" jawab gw.
"Yaelah bro...belum juga dijalanin, jalanin aja dulu" kata Rere coba meyakinkan.
"Thanks bro" jawab gw.
"Bud..." panggil Rere ke gw.
"Sebenarnya ada yang mau gw kasi tahu ke lo nih, bro"
"Apaan tuh?" tanya gw balik ke Rere.
"Tio bro"
"Tio kenapa bro?"
"Ternyata Tio itu juga suka sama Ria" jawab Rere
"Hah, sejak kapan?
"Ya, sejak awal kita sekelas sama Ria"
"Yakin lu Re?" tanya gw agak sedikit gak percaya.
"Yakin lah...secara dia sediri yang bilang ke gw gitu. Nyokap nya Ria juga bahkan udah kenal sama Tio"
"Owh...." jawab gw sekenanya.
"Sorry ya bro...gw cerita ini ke lu. Gw ga bermaksud nambah kusut pikiran lo. Tapi gw rasa semakin cepat gw ngomong ke lu, semakin baik. Lagian juga gw liat si Ria biasa aja sikapnya ke Tio, dan Ria udah ada lo juga kan"
Gw pun diam sejenak.
"Sorry ya bud" kata Rere dengan mimik wajah menyesal.
"Gpp lagi bro...malahan gw yang terima kasih karena lo udah baik mau kasi tau ini ke gw. Jadinya gw semakin yakin bro" jawab gw sambil senyum.
"Yakin, maksudnya?" tanya Rere.
"Udah ah...gw pulang dulu ya bro" jawab gw ke Rere.
0