Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1611
F Part 66
“Si kecil siapa?” Tanya ibu.
“Aduh ibu. Itu si panda.” Jawab gue.

“Panda siapa?” Tanya ibu lagi yang makin bingung setelah gue asal jeplak ngasih julukan baru buat si Ani.

“Ani.. bu Ani.. kalau bukan dia siapa lagi ?”

“Oh.hahaha… Ani” Ibu ketawa kecil setelah mendengar jawaban gue.
“Lagian kamu ini ada-ada aja masa dia dipanggil panda.” Kata ibu lagi.

“Udah ya bu, aku pergi dulu.” Kata gue.

“Eits. Eits.. mau kemana?” Kata ibu.

“Kan udah dibilang mau ngawasin ani.”

“Emang si panda pergi kemana? Kok gak bilang-bilang sama ibu.”

“Hahaha. Tuh ibu juga ikut-ikutan manggil dia si panda.” Sekarang giliran gue yang ketawa mendengar ibu nyebut ani dengan panggilan panda. “Dia lagi pacaran bu.” Kata gue

“HAH!? Pacaran ?”

“Kok kamu bisa kalah sih?!!” Kata ibu.

“HAHAHA!” Ibu tertawa setan.

-______-. Apa benar ibu sedang kerasukan setan ? Baru pertama kali gue diledek ibu perihal pacaran. Seumur hidup baru-baru ini ibu menyinggung hal itu dan itu membuat gue awkward.

“Apaan sih bu?!” Kata gue sebel.

“Iya nih, mana kenalin dong ke ibu. Dari dulu sepertinya ibu belum pernah lihat kamu dekat sama anak laki-laki.”

“Masa dengan rupamu yang seperti ini gak ada yang tertarik dan dekatin kamu.” Lanjut ibu.

“Ibu aja yang gak tau!!” Jawab gue sebel. Ibu gak tau isi hp gue yang dulu, dimana pesan baik sms dan sosial medianya isinya sampah semua. Bersyukur saja setelah hp yang itu rusak, hp gue jadi sepi. Ibu juga gak tau ketika gue di luar, di sekolah, dan di tempat les betapa malesinya bergaul dengan anak laki-laki asing. Rasanya gue ingin ungkapin itu semua tapi gue ngedumel aja sendiri di hati.

“Jangan cemberut gitu dong, ibu percaya kok sama kamu, kamu kan mau fokus sama pendidikan kamu. Pacaran mah nanti aja yah, fokus dulu ama UN sekarang.” Kata ibu.

“Eh.. tapi kamu gak lesbi kan?!”

Pertanyaan macam apa itu. Demi apa lah, gue masih normal masih suka lihat tom cruise ataupun tomingse. Plis setan yang ngerasukin ibu cepatlah keluar. Sekarang ini gue lagi ngerasain apa yang diarasain Ani ketika ibu dan gue ngeledek dirinya. Ternyata seperti ini, gue gak tahan.

“Ibu kesambet ya?” Kata gue ke ibu.

“Iya, kesambet setan jomblo yang ingin dekat dengan kamu…” Goda ibu.

Bu..itch. please!!

“Ibu plis lah, aku mau pergi!” Kata gue.

“No…no, kamu gak boleh pergi!”

“Kamu bantu ibu masak hari ini berhubung Ani gak ada.”

“Bu tapi aku gak bisa masak.”

“Yauda kamu yang cuci piring kalau gitu. Kalau kamu kabur atau keluar rumah hari ini kamu tidur luar aja jangan tidur di rumah, dari kemarin pulang sore terus. Masa kamu gak kasihan sama ibu ditinggal sendiri di rumah oleh anak-anaknya?” Kata ibu dengan nada serius.

“Iya deh bu iya..” Gue nurut aja kalau ibu udah berbicara seperti itu.

Sore itu gue habiskan dengan melihat ibu yang memasak di meja makan. Sesekali gue bantu dia, ya walaupun sebatas disuruh ngambil garam, gula, atau bumbu. Gue juga memperhatikan bagaimana cara ibu memasak, terutama memasak daging, gue dengan sabar memperhatikannya. “Ibu kemarin ketemu sama Arman.” Kata ibu di sela-sela sedang memasak. “HAH!? Dimana Bu?” Gue yang tadi malas tiba-tiba bersemangat. “Di jalan. Kok dia udah gak pernah main ke rumah lagi.” Tanya ibu. “Yah, dia kan udah kuliah, pasti sibuk.” Jawab gue. Sebenarnya gue dulu pas pacaran sama kak Arman itu backstreets, biar kita sering ketemu makanya kak Arman menjadi guru privat gue di rumah, kita sering belajar bareng di rumah. Ibu dulu sih cuek-cuek saja, beda sama sekarang yang lebih care ke urusan gue, makanya dia itu gak tau apa-apa.

“Arman boleh juga tuh sayang. Kenapa gak dia aja?” Kata ibu.

“…….”

“Felisha…”

“Ya… apa bu?” Gue terbangun dari lamunan gue ketika sedang mengingat masa itu, masa belajar bareng kak Arman di rumah.

“Gpp. Kamu ngelamunin apa sih. Itu yang bersih cuci piringnya..” Kata ibu.

“Iya bu.”

Setelah ibu selesai masak dan gue pun sudah mencuci piring dan beres-beres di dapur, gue sama ibu nonton tv. Gue sama ibu menunggu kepulangan si panda alias Ani. Ibu bilang ke gue kalau dia mau pura-pura marahin Ani lagi karena Ani lagi-lagi gak izin dulu ke ibu, kalau gue sih sebagai tukang kompor buat nambahin bumbu-bumu ledekan ibu.


Namun… sejam-dua jam kemudian, pukul 8 tepatnya, Ani belum pulang juga ke rumah. Ibu kemudian mengambil hp nya dan mencoba menelpon Ani namun hp Ani tidak aktif. Ibu mulai cemas dan panik. Sementara gue? Udah menguap-nguap di sofa, pengen tidur.

“Felisha, kamu cari dong si panda, masa jam segini belum pulang?”

“Males ah bu, tadi mau ngawasin dilarang sama ibu.” Jawab gue acuh.

“Kamu ini, tadi kan beda lagi.”

“Suruh burhan aja nyari..” Kata gue yang terus menguap.

“Kamu ini…” Gue dilempari bantal kecil sama ibu.

“Ayolah.. sayang, cari adekmu ini…Ibu mohon..” Kata ibu yang benar-benar khawatir tentang Ani.

“Ibu takut kenapa-kenapa, dia kan masih anak-anak. Dia belum bisa jaga diri kayak kamu.” Lanjut ibu.

“Yaudahlah ya bu.. Aku cari dia sekalian beli martabak..” Gue beranjak dari sofa sambil memikirkan si Ani sama si Egi main kemana kok bisa-bisanya mereka jam segini belum selesai mainya.

“Hati-hati ya sayang.” Kata ibu.

“Iya, Ibu juga hati-hati ya di rumah.” Gue mengecup kening ibu sebelum pergi.

…….
sukhhoi
itkgid
itkgid dan sukhhoi memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.