- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.5K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#523
Eps. 30 - Jenuh
Aku masih berpangku tangan didalam kelas. Terus menghadap kearah bangku tempat dahulu Tika duduk di kelas. Terkadang bayang – bayang senyumnya muncul karena imajinasiku yang berlebihan. Terkadang hilang. Keadaan kelas yang biasanya sepi diwaktu istirahat, nyata nya penuh dengan murid – murid yang sedang sibuk belajar untuk ulangan setelah ini. Ku palingkan muka dan melihat sekeliling. Tidak semua murid sedang belajar, ada juga yang sedang bermain rubik, ngobrol santai dengan murid lain, dan ada pula yang tidur.
Dodi. Dia lah murid yang memilih untuk tidur dibandingkan belajar seperti murid lainnya. Dodi yang sekarang menempati bangku Tika.
“Di, bangun! Gak belajar kamu?” kataku sambil menggoyang goyangkan lengannya.
“Hmmm..” erang Dodi
Sadar karena usahaku sia-sia, aku memilih untuk ikut tidur.
Bel berbunyi. Dan tak lama kemudian Ulangan pun dimulai.
“Ssstt… nomor 2 Bi liat!” ; bisik Dodi
“Hmmm bentar nanggung Di.”
“Bi..ssst sst “
“Baru juga mulai Di, udah nyontek aja.” Jawabku sambil terus menulis jawaban.
“yowes, kalo sudah selesai kasih tau.” Kata Dodi.
Sambil menunggu aku selesai mengerjakan soal, dia memilih untuk berpura-pura menulis jawaban ulangan sambil menutupi lembar jawabnya seakan-akan dia memang benar-benar menulis untuk berjaga-jaga jika Guru berjalan-jalan dan mengawasi Dodi.
-SKIP-
Akhirnya Bel pelajaran terakhir. Tanda kewajibanku disekolah hari ini selesai. Sebenarnya, setelah ini masih ada kegiatan organisasi yang harus ku ikuti (wajib). Tetapi aku malah bolos dan kabur. Eiiittttsss, kalian berpikir kalau SMA Teladan itu tidak ada yang berani bolos? Haha pemikiran kalian salah. Inilah aku, salah satu murid yang suka bolos. Tapi hanya untuk kegiatan diluar jam pelajaran ya? Hihi.
Sruuuuuuupppppppttt……
“Es kelapanya mantep Bi..”
“Yoi” jawabku sambil mengaduk-aduk gelas yang berisi es kelapa.
Plak plak plak! Tiga kali Dodi menepek bahuku.
“Bi,,,liat2.. Elissa” kata Dodi, terus berkata tanpa melihatku, dia sibuk dengan objek yang sekarang ia lihat.
“Mana?” tanyaku, sambil melihat kearah yang dodi maksud.
“Jalan sama siapa dia?” tanya Dodi begitu antusias kepadaku.
“Pacarnya Di” jawabkU singkat padat dan jelas.
“Gak cemburu Bi? Hihi”
“Gundulmu cemburu!” jawbaku sambil menempeleng pelan kepalanya.
Kami berdua melihat dengan jelas Elissa dan Idok yang berjalan bersama, begitu mesra. Menjauh dari area Sekolah.
“Ikutin gak Bi?” ajak dodi.
“hadeehhh,, emoh ah Di. Males.” Jawabku.
Kling….sms dari Tika.
“Mas, lagi ngapain?”
“lagi nongkrong di depan sekolah nih dek, kamu udah pulang sekolah?” >Send>
“udah mas”
“lagi ngapain?” >send>
“Tiduran aja mas, lagi bete”
“mbak Rani kemana?” >Send>
“kerja mas belum pulang”
“ooohhh…”
“Mas, kirimin pulsa lagi dong? Maaf mas ngerepotin.”
“Lah?? Yang tadi pagi sudah abis?” >send>
“udah mas, maaf mas ;( “
“yaudah nanti mas kirimin lagi ya” >send>
“iya mas, makasiiiiiiiih, muahhh”
Kira-kira seperti itu isi sms ku dan Tika. Mungkin terlalu panjang untuk ku tulis disini. Intinya kami berdua saling bertanya kabar, rindu, dan lain-lain.
Tak perlu pikir panjang, aku pun langsung berjalan menuju penjual pulsa.
“Dek, udah mas kirimin ya? 50 ribu cukup kan? Diirit-irit lho dek jangan boros” >send>
“iya mas makasih mas”
-SKIP-
Sekitar jam 12 malam. Aku belum tertidur, sedari tadi asik bermain game dikamarku. Tetapi lama kelamaan jenuh juga. Ku ambil Hp dan ku telfon Tika, mencoba untuk membunuh rindu.
Tuuuuuuttt….akhirnya tersambung
“halo?” terdengar suara cewek, tetapi seperti bukan suara Tika.
“halo Dek, ini mas. Kok belum tidur?”
“iya mas, uhukk uhuukkk”
“kamu sakit dek?”
“iya mas”
“udah minum obat?” pantas saya suaranya agak berbeda, ternyata lagi sakit.
“belum mas.”
“minum obat dulu to dek? Minta tolong ke mbak rani dek!”
“iya mas, mbak rani lagi dijalan, uhukkk! Uhuuuukkk!”
“waduhhh kayaknya parah deh dek batuk kamu ;( “
“gpp kok mas besok juga sembuh”
Akhirnya ku minta Tika untuk istirahat dan memutus obrolan kami malam ini. Tetapi aku sangat senang sekali, walaupun hanya sebentar, tetapi itu sudah sangat cukup untuk mengobati rinduku padanya.
-SKIP-
Seperti hari biasanya. Bangun tidur ku langsung sms Tika sekedar menyuruhnya bersiap-siap bersekolah. Lalu mandi, ganti baju dan memakai seragam SMA kebanggaan. Oh iya seragam putih abu-abu. Sekolahku adalah pelopor penggunaan seragam SMA yang berwarna putih dan abu-abu seluruh Indonesia. Bangga dikit
hehhehe. Untuk seragam khususnya, desain nya termasuk rumit juga
.
“Enak banget Bu Gulainya “ pujiku kepada Bibi.
“ahh biasa aja Den. “ jawb Bibi sambil mengelap meja makan.
“Elissa mana Bu? Kok jam segini belum sarapan? Gak kayak biasanya.” Tanyaku.
Aku masih sibuk melahap makanan yang ada didepanku sekarang.
“ohhh, Non Elissa sudah dari tadi Den berangkatnya”
“wow, pagi banget Bu. Emmmmhhh… bilang gak sama Ibu kalo mau kemana dia nya?” tanyaku.
“Yaaaa ke sekolah tho Den baguuuusss, masak ke pasar sih. Sudah pake seragam lho ya”
*pura-pura bego* “ooohhhhh…….” Lalu kembali makan “aaammmmm..”
-SKIP-
Pagi ini cuaca agak mendung. Mungkin sebentar lagi akan hujan, ku langkahkan kakiku lebih cepat agar bisa segera sampai ke Sekolah. Alhasil, aku tidak bisa menikmati suasanya pagi ini dengan santai. Aku berjalan cepat tanpa menoleh kanan dan kiri. Pandanganku tetap kedepan. Menatap jauh kearah Sekolahku.
“Mas..mas..!”
Tiba-tiba terdengar teriakan dari arah belakangku. Aku menoleh kebelakang dan melihat seorang Siswi dengan tangan belepotan oli rantai. Sepertinya dia sedang sibuk membetulkan sepedanya.
“Iya ?” tanyaku.
“Masnya buta atau ndak punya mata tho?” tanya Siswi tersebut judes.
Mendengar nada bicaranya yang kurang mengenakkan, aku putuskan untuk kembali berjalan sambil berkata,
“Saya buta, udah ya? Duluan.”
“Maaaaassss, tolongin aku mas” teriak dia lagi. Tetapi nadanya sekarang terdengar seperti mengharapkan belas kasih dan pertolongan. Lemah lembut, tapi seperti di buat-buat . (
hhehe pisss). Berhubung aku bukanlah tipe orang yang jahat ( Aku baik hati
), ku putuskan unutk berbalik kearahnya.
Kedua tanganku berpangku dimasing2 lututku dan menatapnya,” iya mau minta tolong apa?”
“iiihhh mas nya ndak liat? Ini rantai sepeda saya copot mas.” Kata siswi tersebut dengan nada kesal.
“iya udah, kamu minggir sedikit, biar saya benerin” jawabku.
Tak butuh waktu lama, sepeda miliknya sudah bisa digunakan kembali.
“Terima kasih ya mas.” Jawabnya tersenyum padaku.
“Iya,aku duluan ya?” kataku. Berbalik darinya dan kembali berjalan.
“Eh mas, tunggu-tunggu. Mau bareng gak?” ajaknya antusias.
Berhubung waktunya juga sudah sedikit, aku menerima tawarannya.
“Boleh? Oke oke.” Jawabku. Lalu berjalan lagi kearahnya.
Akhirnya kami berboncengan bersama menuju sekolah. Sekolah yang sama. Ngomong-ngomong, sepeda miliknya mirip sepeda Tika :’( huhuhuhu. Sedih lagi.
“Eh nama mas siapa?”
“aku??”
“iyaaaaaaaalaaaaahhh siapa lageeeee” jawabnya.
“hhehe.. lengkapnya sih.. Bas Ludolp Anne Jan Wilt Sloet Van de Beele” jawabku. Sambil tetap menatap kedepan. Takut nabarak hehe.
“Diiiihh, ndak percaya aku kalo nama mas itu, kebagusan, hihihi” ejeknya padaku.
“Jiahhhh, yaudah..namaku Tobi.” Jawabku singkat.
“Naaahhh kalau itu aku percaya..haha”
Jangkrik!! Hahaha
-SKIP-
Sampailah kami disekolah. Aku turun di depan gerbang. Sekarang aku berdiri didepannya yang sedang memegang Stang sepeda miliknya.
“sekali lagi makasaih ya mas?”
“iya..”
“yaudah aku ke parkiran dulu mas, dadaaahh”
“iyaa..
Kami berjalan memisah, aku menuju kelas, sedangkan dia menuju tempat parkir.
“Hoooyyy,,, “ teriakku kepadanya yang belum terlalu jauh dariku.
Dia menoleh kearahku. Lalu memberi gestur tubuh yang seakan berarti ‘APA’ kepadaku.
“nama kamu?” teriakku.
Lalu dia berteriak membalas pertanyaanku,” RATNAAAAAAAA”
Ratna. Ratna? Ratna? Sepertinya nama itu tidak asing bagiku.
-Bersambung-
maap Kentang ya ntar malem ane lanjut
Dodi. Dia lah murid yang memilih untuk tidur dibandingkan belajar seperti murid lainnya. Dodi yang sekarang menempati bangku Tika.
“Di, bangun! Gak belajar kamu?” kataku sambil menggoyang goyangkan lengannya.
“Hmmm..” erang Dodi
Sadar karena usahaku sia-sia, aku memilih untuk ikut tidur.

Bel berbunyi. Dan tak lama kemudian Ulangan pun dimulai.
“Ssstt… nomor 2 Bi liat!” ; bisik Dodi
“Hmmm bentar nanggung Di.”
“Bi..ssst sst “
“Baru juga mulai Di, udah nyontek aja.” Jawabku sambil terus menulis jawaban.
“yowes, kalo sudah selesai kasih tau.” Kata Dodi.
Sambil menunggu aku selesai mengerjakan soal, dia memilih untuk berpura-pura menulis jawaban ulangan sambil menutupi lembar jawabnya seakan-akan dia memang benar-benar menulis untuk berjaga-jaga jika Guru berjalan-jalan dan mengawasi Dodi.
-SKIP-
Akhirnya Bel pelajaran terakhir. Tanda kewajibanku disekolah hari ini selesai. Sebenarnya, setelah ini masih ada kegiatan organisasi yang harus ku ikuti (wajib). Tetapi aku malah bolos dan kabur. Eiiittttsss, kalian berpikir kalau SMA Teladan itu tidak ada yang berani bolos? Haha pemikiran kalian salah. Inilah aku, salah satu murid yang suka bolos. Tapi hanya untuk kegiatan diluar jam pelajaran ya? Hihi.
Sruuuuuuupppppppttt……
“Es kelapanya mantep Bi..”
“Yoi” jawabku sambil mengaduk-aduk gelas yang berisi es kelapa.
Plak plak plak! Tiga kali Dodi menepek bahuku.
“Bi,,,liat2.. Elissa” kata Dodi, terus berkata tanpa melihatku, dia sibuk dengan objek yang sekarang ia lihat.
“Mana?” tanyaku, sambil melihat kearah yang dodi maksud.
“Jalan sama siapa dia?” tanya Dodi begitu antusias kepadaku.
“Pacarnya Di” jawabkU singkat padat dan jelas.
“Gak cemburu Bi? Hihi”
“Gundulmu cemburu!” jawbaku sambil menempeleng pelan kepalanya.
Kami berdua melihat dengan jelas Elissa dan Idok yang berjalan bersama, begitu mesra. Menjauh dari area Sekolah.
“Ikutin gak Bi?” ajak dodi.
“hadeehhh,, emoh ah Di. Males.” Jawabku.
Kling….sms dari Tika.
“Mas, lagi ngapain?”
“lagi nongkrong di depan sekolah nih dek, kamu udah pulang sekolah?” >Send>
“udah mas”
“lagi ngapain?” >send>
“Tiduran aja mas, lagi bete”
“mbak Rani kemana?” >Send>
“kerja mas belum pulang”
“ooohhh…”
“Mas, kirimin pulsa lagi dong? Maaf mas ngerepotin.”
“Lah?? Yang tadi pagi sudah abis?” >send>
“udah mas, maaf mas ;( “
“yaudah nanti mas kirimin lagi ya” >send>
“iya mas, makasiiiiiiiih, muahhh”
Kira-kira seperti itu isi sms ku dan Tika. Mungkin terlalu panjang untuk ku tulis disini. Intinya kami berdua saling bertanya kabar, rindu, dan lain-lain.
Tak perlu pikir panjang, aku pun langsung berjalan menuju penjual pulsa.
“Dek, udah mas kirimin ya? 50 ribu cukup kan? Diirit-irit lho dek jangan boros” >send>
“iya mas makasih mas”
-SKIP-
Sekitar jam 12 malam. Aku belum tertidur, sedari tadi asik bermain game dikamarku. Tetapi lama kelamaan jenuh juga. Ku ambil Hp dan ku telfon Tika, mencoba untuk membunuh rindu.
Tuuuuuuttt….akhirnya tersambung
“halo?” terdengar suara cewek, tetapi seperti bukan suara Tika.
“halo Dek, ini mas. Kok belum tidur?”
“iya mas, uhukk uhuukkk”
“kamu sakit dek?”
“iya mas”
“udah minum obat?” pantas saya suaranya agak berbeda, ternyata lagi sakit.
“belum mas.”
“minum obat dulu to dek? Minta tolong ke mbak rani dek!”
“iya mas, mbak rani lagi dijalan, uhukkk! Uhuuuukkk!”
“waduhhh kayaknya parah deh dek batuk kamu ;( “
“gpp kok mas besok juga sembuh”
Akhirnya ku minta Tika untuk istirahat dan memutus obrolan kami malam ini. Tetapi aku sangat senang sekali, walaupun hanya sebentar, tetapi itu sudah sangat cukup untuk mengobati rinduku padanya.
-SKIP-
Seperti hari biasanya. Bangun tidur ku langsung sms Tika sekedar menyuruhnya bersiap-siap bersekolah. Lalu mandi, ganti baju dan memakai seragam SMA kebanggaan. Oh iya seragam putih abu-abu. Sekolahku adalah pelopor penggunaan seragam SMA yang berwarna putih dan abu-abu seluruh Indonesia. Bangga dikit
hehhehe. Untuk seragam khususnya, desain nya termasuk rumit juga
.“Enak banget Bu Gulainya “ pujiku kepada Bibi.
“ahh biasa aja Den. “ jawb Bibi sambil mengelap meja makan.
“Elissa mana Bu? Kok jam segini belum sarapan? Gak kayak biasanya.” Tanyaku.
Aku masih sibuk melahap makanan yang ada didepanku sekarang.
“ohhh, Non Elissa sudah dari tadi Den berangkatnya”
“wow, pagi banget Bu. Emmmmhhh… bilang gak sama Ibu kalo mau kemana dia nya?” tanyaku.
“Yaaaa ke sekolah tho Den baguuuusss, masak ke pasar sih. Sudah pake seragam lho ya”
*pura-pura bego* “ooohhhhh…….” Lalu kembali makan “aaammmmm..”
-SKIP-
Pagi ini cuaca agak mendung. Mungkin sebentar lagi akan hujan, ku langkahkan kakiku lebih cepat agar bisa segera sampai ke Sekolah. Alhasil, aku tidak bisa menikmati suasanya pagi ini dengan santai. Aku berjalan cepat tanpa menoleh kanan dan kiri. Pandanganku tetap kedepan. Menatap jauh kearah Sekolahku.
“Mas..mas..!”
Tiba-tiba terdengar teriakan dari arah belakangku. Aku menoleh kebelakang dan melihat seorang Siswi dengan tangan belepotan oli rantai. Sepertinya dia sedang sibuk membetulkan sepedanya.
“Iya ?” tanyaku.
“Masnya buta atau ndak punya mata tho?” tanya Siswi tersebut judes.
Mendengar nada bicaranya yang kurang mengenakkan, aku putuskan untuk kembali berjalan sambil berkata,
“Saya buta, udah ya? Duluan.”
“Maaaaassss, tolongin aku mas” teriak dia lagi. Tetapi nadanya sekarang terdengar seperti mengharapkan belas kasih dan pertolongan. Lemah lembut, tapi seperti di buat-buat . (
hhehe pisss). Berhubung aku bukanlah tipe orang yang jahat ( Aku baik hati
), ku putuskan unutk berbalik kearahnya.Kedua tanganku berpangku dimasing2 lututku dan menatapnya,” iya mau minta tolong apa?”
“iiihhh mas nya ndak liat? Ini rantai sepeda saya copot mas.” Kata siswi tersebut dengan nada kesal.
“iya udah, kamu minggir sedikit, biar saya benerin” jawabku.
Tak butuh waktu lama, sepeda miliknya sudah bisa digunakan kembali.
“Terima kasih ya mas.” Jawabnya tersenyum padaku.
“Iya,aku duluan ya?” kataku. Berbalik darinya dan kembali berjalan.
“Eh mas, tunggu-tunggu. Mau bareng gak?” ajaknya antusias.
Berhubung waktunya juga sudah sedikit, aku menerima tawarannya.
“Boleh? Oke oke.” Jawabku. Lalu berjalan lagi kearahnya.
Akhirnya kami berboncengan bersama menuju sekolah. Sekolah yang sama. Ngomong-ngomong, sepeda miliknya mirip sepeda Tika :’( huhuhuhu. Sedih lagi.
“Eh nama mas siapa?”
“aku??”
“iyaaaaaaaalaaaaahhh siapa lageeeee” jawabnya.
“hhehe.. lengkapnya sih.. Bas Ludolp Anne Jan Wilt Sloet Van de Beele” jawabku. Sambil tetap menatap kedepan. Takut nabarak hehe.
“Diiiihh, ndak percaya aku kalo nama mas itu, kebagusan, hihihi” ejeknya padaku.
“Jiahhhh, yaudah..namaku Tobi.” Jawabku singkat.
“Naaahhh kalau itu aku percaya..haha”
Jangkrik!! Hahaha
-SKIP-
Sampailah kami disekolah. Aku turun di depan gerbang. Sekarang aku berdiri didepannya yang sedang memegang Stang sepeda miliknya.
“sekali lagi makasaih ya mas?”
“iya..”
“yaudah aku ke parkiran dulu mas, dadaaahh”
“iyaa..
Kami berjalan memisah, aku menuju kelas, sedangkan dia menuju tempat parkir.
“Hoooyyy,,, “ teriakku kepadanya yang belum terlalu jauh dariku.
Dia menoleh kearahku. Lalu memberi gestur tubuh yang seakan berarti ‘APA’ kepadaku.
“nama kamu?” teriakku.
Lalu dia berteriak membalas pertanyaanku,” RATNAAAAAAAA”
Ratna. Ratna? Ratna? Sepertinya nama itu tidak asing bagiku.
-Bersambung-
maap Kentang ya ntar malem ane lanjut

JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
2