- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.5K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#491
Eps. 29 - Elissa punya pacar?
Kedua tangan mereka saling berpagut mesra. Sekilas ku lihat si pria melempar senyum kearah Elissa. Dan Elissa membalasnya tak kalah manis. “Bagus deh, kepalaku bisa lebih awet dibandingkan jika keseringan sama Elissa.” Batinku.
Kulangkahkan kedua kaki, menyusuri pinggiran jalan kota Jogja. Ku lihat langit sedikit mendung karena tadi sempat menangis sebentar.
Cepyuukkkk!!!! Kira-kira begitu, suara sepatuku saat mendarat bebas digenangan air yang kotor dan berlumpur sedikit.
“Aisshh…mantep tenan” batinku. (mantap sekali)
Ku ‘keprek-keprek’ sepatuku ke bibir trotoar, mencoba untuk menghilangkan lumpur yang menempel di alas sepatu. “Hmm… Tika” batinku.
Senyumku melebar saat melihat sepatuku yang kotor. Mengingatkan kembali saat pertama kali aku bertemu Tika. Dia yang dulu polos, culun dan jutek. Menabrakku, memarahiku yang ingin berkenalan, cemburu, suka, selalu pingsan saat atau setelah berciuman, hingga akhirnya kita berdua menjalin tali kasih yang biasa orang sebut dengan istilah ‘pacaran’
“Ku ingin bersamamu.
Apakah yang dapat ku lakukan demi berada disampingmu?
Satu yang kudamba,
Agar kau selalu tertawa bahagia
Selamanya.”
Kling!! Suara pesan masuk.
‘Mas..kirimin pulsa dong? Pulsaku mau abis hehe maaf mas’ sms dari Tika.
“’ya dek, sebentar ya’ >send>
Langkah kaki yang tadinya akan masuk kerumah, berubah arah dan menuju penjual pulsa.
Klinnngg!! Suara pesan masuk lagi.
‘Mas, pulsanya ke nomor ini aja ya? 08xxxxxxxxxx ‘
‘Lah??? Yg abis pulsanya kan nomor kamu dek? Kok ngirimnya ke nomor lain?’ >Send>
‘hehhe lagi ada promo mas, biar lebih irit kalo nghubungin mas’
‘Ohhh…Oke dek, sebentar ya mas lagi dijalan nih’ >send>
Setelah selesai membeli pulsa, aku sms Tika lagi.
‘Dek, pulsanya udah masuk belum?’ >send>
‘udah mas, makasih ya?’
‘iya dek, lagi sibuk gak? Mas mau telfon, kangen dek.’ >send>
Lama ku menunggu balasannya, tetapi pesan yang ku tunggu tak kunjung datang. “Hmmm ku telfon aja deh.”
-Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif- Jiahhhhh!!!
Kucoba lagi menelefon Tika ke nomor baru yang tadi dia berikan. ‘tuuuuttttt tuuuutttt tuuuuttt’
-nomor yang anda tuju sedang sibuk-
Aihhhh.. malah di reject. Sudahlah mungkin saja Tika sedang sibuk.
Berjalan, berjalan dan berjalan, kunikmati saja. Entah kenapa aku suka sekali berjalan kaki (asal tidak jauh2 ya?
) dan sampailah ku dirumah.
Baru juga ku akan membuka gerbang rumahku, aku melihat dua sejoli sedang bermesraan di teras rumah.
“Ehm,,.. yang punya pacar baru” sindirku. Tetap berjalan melewati mereka sambil berpura-pura bodoh.
Saat aku akan membuka pintu, CTAAAKKK!!!!!
“Awww,,…sakit El” rintihku.
“gak sopan! Kenalin, dia temen sekelasku” dengan nada sedikit meninggi Elisssa menyuruhku berkenalan dengan temannya.
“Idok..” sapanya ramah kepadaku.
“Tobi..” sapaku. #mukadatar-mode On
…
“aku masuk dulu ya..” kataku, memasang senyuman lebar ala ‘JOKER’ kepada mereka berdua.
Kuberjalan menuju kamarku, baru sampai ruang tengah, ku lihat bibi sedang asik menonton TV. Keinginanku untuk segera ke kamar berubah setelah melihat bibi tertawa terbahak-bahak karena acara komedi di salah satu channel swasta.
“Nonton apaan sih bu?”
“Ehhhh den bagus, maap den ndak sadar. Itu lho den, pelawaknya lucu banget.” Kata bibi bersemangat.
“Oohhh…”
-SKIP-
Hari sudah larut malam. Ku coba untuk memjamkan mata sembari menunggu sms balasan dari Tika. Berkali-kali ku sms tetapi tidak ada tanggapan. Berkali-kali ku telepon tetapi tidak diangkat olehnya. “Hmm.. sibuk banget kayaknya kamu Dek” batinku.
Sedari tadi aku juga belum melihat lagi batang hidung nenek lampir semenjak tadi siang. Ternyata sepi sekali kalau tidak ada teman. Lalu ku coba meraih Hp yang tergeletak disekitarku yang sedang merebahkan badan. Ahh.. dapat
“Dek, kamu lagi ngapain sih? Kok gak ngabarin mas” >send>
Tak lama sms balasan dari Tika datang,
“Maaf mas.. tadi aku lagi sibuk banget bantu Ibu”
“Ibu?? Bukanny Ibu kamu sudah meninggal ya dek? Ahh kamu ini aneh deh.” >send>
“Ibu-ibu sebelah mas, tetangga maksudnya, hheehe.”
“ohhh…yaudah gpp.. udah makan dek?” >send>
“udah mas..eh mas kirimin pulsa lagi dong mas pulsaku mau abis lagi, hpku tadi dipake temenku buat telfon orang, mana beda operator, maaf mas”
“Waduhhh…udah malem dek, besok pagi gpp?” >send>
“iya mas gpp, makasih mas”
“Adek lagi mgapain sekarang?” >send>
Setelah sms terakhir dariku, Tika tidak membalas lagi. Ku telefon, tidak dia angkat. Hmm ada yang aneh. Tapi aku percaya dengannya. Tika tipikal cewek setia, tidak akan menduakan aku.
Tak terasa mataku terpejam dan akhirnya aku terlelap dalam mimpi malam.
>>>>
Kukuruyuuuukkkkk,….
Lagi2 ayam yang membangunkanku pagi ini.
Hal yang pertama ku lakukan setelah bangun adalah mengecek Hp (Hayooo ente pasti juga?). Melihat apakah ada sms masuk dari Tika atau tidak. Tapi harapanku pupus, tak ada sms darinya sperti hari-hari sebekumnya yang sekedar mengingatkanku untuk sholat shubuh.
Tak apalah, mungkin dia sedang kecapekan, mungkin.
“Dek, jangan lupa sarapan ya .. ” >send> lama ku tunggu tak ada balasan darinya.
Bangun tidur terus mandi, gosok gigi, lalu ku makan roti. Tak lama Elissa datang, kulihat diwajahnya terlihat begitu gembira, sesekali dia bernyanyi na na nan a dan bersiul-siul.
“Pagiiiiiiiiiii…” sapa Elissa padaku dan Bibi.
“Tumben..” jawabku memasang tampang aneh karena baru kali ini Elissa menyapa seperti itu.
“Kamu tau gak bi kal,,…”
“gak! “ ku potong perkataan Elissa.
CTAKKKKK!!!!!!! Kepalaku dijitak lagi. Semakin lama semakin sering Elissa menjitak kepalaku. Ku ingat-ingat, paling sedikit dia melepaskan 3 tembakan ke kepalaku ini dalam sehari.
“ihhhh,…dengerin dulu bi..”
“iya iya..”
“akuuuuuuu…. Dan Idoooooooooookkkkkk,….” Kata Elissa panjang.
“iyaaaaaaa…kamu dan idoooooookk..”
Mendengar aku menirukan gayanya, Elissa bersiap melepaskan peluru kearahku.. wkwk ampun.
“heheheh bercanda.. iya terus terus El?” tanyaku.
“Aku dan idok sekarang resmi pacaran.. yeeeeeeeeeaayyy” jawabnya senang sambil mengangkat lengan kirinya keatas seperti meninju langit menggambarkan betapa senangnya dia hari ini.
“waaaahh… selamat ya Non Elissa” tiba-tiba bibi ikut didalam pembicaraan kami.
“Hehehe iya bi makasih ya” jwab Elissa.
Aku? Biasa saja. Dan melanjutkan sarapanku yang tadi sempat tertunda.
“Dek, bangun.. sekolah gak dek? >send> ku sempatkan mengirim sms ke Tika. Lalu menaruh hoku kembali ke saku celanaku.
Pagi ini aku tidak berangkat ke sekolah dengan Elissa. Kalian pasti sudah bisa menebak kenapa? Elissa sudah dijemput oleh pacarnya.
“Kita duluan yaaaa” Teriak Elissa padaku.
“iyaaa” jawabku. Kami bertiga berpisah di depan rumah.
Tinggal aku sendiri. YES!!!! Akhirnya terbebas dari Elissa. Aku bisa lebih menikmati pagi ini dengan sedikit lebih tenang. Menikmati pepohonan pinggir jalan, dan udara pagi yang sejuk.
-Bersambung-
Kulangkahkan kedua kaki, menyusuri pinggiran jalan kota Jogja. Ku lihat langit sedikit mendung karena tadi sempat menangis sebentar.
Cepyuukkkk!!!! Kira-kira begitu, suara sepatuku saat mendarat bebas digenangan air yang kotor dan berlumpur sedikit.
“Aisshh…mantep tenan” batinku. (mantap sekali)
Ku ‘keprek-keprek’ sepatuku ke bibir trotoar, mencoba untuk menghilangkan lumpur yang menempel di alas sepatu. “Hmm… Tika” batinku.
Senyumku melebar saat melihat sepatuku yang kotor. Mengingatkan kembali saat pertama kali aku bertemu Tika. Dia yang dulu polos, culun dan jutek. Menabrakku, memarahiku yang ingin berkenalan, cemburu, suka, selalu pingsan saat atau setelah berciuman, hingga akhirnya kita berdua menjalin tali kasih yang biasa orang sebut dengan istilah ‘pacaran’
“Ku ingin bersamamu.
Apakah yang dapat ku lakukan demi berada disampingmu?
Satu yang kudamba,
Agar kau selalu tertawa bahagia
Selamanya.”
Kling!! Suara pesan masuk.
‘Mas..kirimin pulsa dong? Pulsaku mau abis hehe maaf mas’ sms dari Tika.
“’ya dek, sebentar ya’ >send>
Langkah kaki yang tadinya akan masuk kerumah, berubah arah dan menuju penjual pulsa.
Klinnngg!! Suara pesan masuk lagi.
‘Mas, pulsanya ke nomor ini aja ya? 08xxxxxxxxxx ‘
‘Lah??? Yg abis pulsanya kan nomor kamu dek? Kok ngirimnya ke nomor lain?’ >Send>
‘hehhe lagi ada promo mas, biar lebih irit kalo nghubungin mas’
‘Ohhh…Oke dek, sebentar ya mas lagi dijalan nih’ >send>
Setelah selesai membeli pulsa, aku sms Tika lagi.
‘Dek, pulsanya udah masuk belum?’ >send>
‘udah mas, makasih ya?’
‘iya dek, lagi sibuk gak? Mas mau telfon, kangen dek.’ >send>
Lama ku menunggu balasannya, tetapi pesan yang ku tunggu tak kunjung datang. “Hmmm ku telfon aja deh.”
-Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif- Jiahhhhh!!!
Kucoba lagi menelefon Tika ke nomor baru yang tadi dia berikan. ‘tuuuuttttt tuuuutttt tuuuuttt’
-nomor yang anda tuju sedang sibuk-
Aihhhh.. malah di reject. Sudahlah mungkin saja Tika sedang sibuk.
Berjalan, berjalan dan berjalan, kunikmati saja. Entah kenapa aku suka sekali berjalan kaki (asal tidak jauh2 ya?
) dan sampailah ku dirumah.Baru juga ku akan membuka gerbang rumahku, aku melihat dua sejoli sedang bermesraan di teras rumah.
“Ehm,,.. yang punya pacar baru” sindirku. Tetap berjalan melewati mereka sambil berpura-pura bodoh.
Saat aku akan membuka pintu, CTAAAKKK!!!!!
“Awww,,…sakit El” rintihku.
“gak sopan! Kenalin, dia temen sekelasku” dengan nada sedikit meninggi Elisssa menyuruhku berkenalan dengan temannya.
“Idok..” sapanya ramah kepadaku.
“Tobi..” sapaku. #mukadatar-mode On
…
“aku masuk dulu ya..” kataku, memasang senyuman lebar ala ‘JOKER’ kepada mereka berdua.
Kuberjalan menuju kamarku, baru sampai ruang tengah, ku lihat bibi sedang asik menonton TV. Keinginanku untuk segera ke kamar berubah setelah melihat bibi tertawa terbahak-bahak karena acara komedi di salah satu channel swasta.
“Nonton apaan sih bu?”
“Ehhhh den bagus, maap den ndak sadar. Itu lho den, pelawaknya lucu banget.” Kata bibi bersemangat.
“Oohhh…”
-SKIP-
Hari sudah larut malam. Ku coba untuk memjamkan mata sembari menunggu sms balasan dari Tika. Berkali-kali ku sms tetapi tidak ada tanggapan. Berkali-kali ku telepon tetapi tidak diangkat olehnya. “Hmm.. sibuk banget kayaknya kamu Dek” batinku.
Sedari tadi aku juga belum melihat lagi batang hidung nenek lampir semenjak tadi siang. Ternyata sepi sekali kalau tidak ada teman. Lalu ku coba meraih Hp yang tergeletak disekitarku yang sedang merebahkan badan. Ahh.. dapat
“Dek, kamu lagi ngapain sih? Kok gak ngabarin mas” >send>
Tak lama sms balasan dari Tika datang,
“Maaf mas.. tadi aku lagi sibuk banget bantu Ibu”
“Ibu?? Bukanny Ibu kamu sudah meninggal ya dek? Ahh kamu ini aneh deh.” >send>
“Ibu-ibu sebelah mas, tetangga maksudnya, hheehe.”
“ohhh…yaudah gpp.. udah makan dek?” >send>
“udah mas..eh mas kirimin pulsa lagi dong mas pulsaku mau abis lagi, hpku tadi dipake temenku buat telfon orang, mana beda operator, maaf mas”
“Waduhhh…udah malem dek, besok pagi gpp?” >send>
“iya mas gpp, makasih mas”
“Adek lagi mgapain sekarang?” >send>
Setelah sms terakhir dariku, Tika tidak membalas lagi. Ku telefon, tidak dia angkat. Hmm ada yang aneh. Tapi aku percaya dengannya. Tika tipikal cewek setia, tidak akan menduakan aku.
Tak terasa mataku terpejam dan akhirnya aku terlelap dalam mimpi malam.
>>>>
Kukuruyuuuukkkkk,….
Lagi2 ayam yang membangunkanku pagi ini.
Hal yang pertama ku lakukan setelah bangun adalah mengecek Hp (Hayooo ente pasti juga?). Melihat apakah ada sms masuk dari Tika atau tidak. Tapi harapanku pupus, tak ada sms darinya sperti hari-hari sebekumnya yang sekedar mengingatkanku untuk sholat shubuh.
Tak apalah, mungkin dia sedang kecapekan, mungkin.
“Dek, jangan lupa sarapan ya .. ” >send> lama ku tunggu tak ada balasan darinya.
Bangun tidur terus mandi, gosok gigi, lalu ku makan roti. Tak lama Elissa datang, kulihat diwajahnya terlihat begitu gembira, sesekali dia bernyanyi na na nan a dan bersiul-siul.
“Pagiiiiiiiiiii…” sapa Elissa padaku dan Bibi.
“Tumben..” jawabku memasang tampang aneh karena baru kali ini Elissa menyapa seperti itu.
“Kamu tau gak bi kal,,…”
“gak! “ ku potong perkataan Elissa.
CTAKKKKK!!!!!!! Kepalaku dijitak lagi. Semakin lama semakin sering Elissa menjitak kepalaku. Ku ingat-ingat, paling sedikit dia melepaskan 3 tembakan ke kepalaku ini dalam sehari.
“ihhhh,…dengerin dulu bi..”
“iya iya..”
“akuuuuuuu…. Dan Idoooooooooookkkkkk,….” Kata Elissa panjang.
“iyaaaaaaa…kamu dan idoooooookk..”
Mendengar aku menirukan gayanya, Elissa bersiap melepaskan peluru kearahku.. wkwk ampun.
“heheheh bercanda.. iya terus terus El?” tanyaku.
“Aku dan idok sekarang resmi pacaran.. yeeeeeeeeeaayyy” jawabnya senang sambil mengangkat lengan kirinya keatas seperti meninju langit menggambarkan betapa senangnya dia hari ini.
“waaaahh… selamat ya Non Elissa” tiba-tiba bibi ikut didalam pembicaraan kami.
“Hehehe iya bi makasih ya” jwab Elissa.
Aku? Biasa saja. Dan melanjutkan sarapanku yang tadi sempat tertunda.
“Dek, bangun.. sekolah gak dek? >send> ku sempatkan mengirim sms ke Tika. Lalu menaruh hoku kembali ke saku celanaku.
Pagi ini aku tidak berangkat ke sekolah dengan Elissa. Kalian pasti sudah bisa menebak kenapa? Elissa sudah dijemput oleh pacarnya.
“Kita duluan yaaaa” Teriak Elissa padaku.
“iyaaa” jawabku. Kami bertiga berpisah di depan rumah.
Tinggal aku sendiri. YES!!!! Akhirnya terbebas dari Elissa. Aku bisa lebih menikmati pagi ini dengan sedikit lebih tenang. Menikmati pepohonan pinggir jalan, dan udara pagi yang sejuk.
-Bersambung-
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
2