Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1583
A Part 46
Di sekolah aku waspada karena takut ketemu kak Bram. Untuk menghindari ketemu dia ketika habis jajan dari kantin, aku melewati jalan yang berbeda agar tidak melewati tempat tongkrongan dia dan teman-temannya. Di jalan aku sempat ketemu kak Fe dan kak Egi sedang mengobrol, seperti biasa kak Fe selalu saja cuek ketika aku sapa, tapi aku jadi penasaran itu kak Fe dan kak Egi sedang ngomongin apa. Apa sekarang mereka sudah dekat? Aku jadi curiga. Hmm..

Lagi-lagi kelasku tidak ada gurunya, gurunya lagi sakit jadi tidak masuk. Seperti biasa kelasku lagi ricuh dan biang ricuhnya tentunya si Reza. Aku juga ricuh, ya ricuhku adalah bergosip ria dengan Rahmi, teman sebangku ku. Ketika aku sedang asyik ngomongin kak Fe dan kak Egi kepada Rahmi, tiba-tiba Yuli teman sekelasku memanggilku, katanya ada yang mau ketemu aku di luar. Aku pun segera menemui seseorang itu, takutnya penting.

“Halo.. Ani, apa kabar?”
Aku kaget ternyata orang yang ingin menemuiku adalah kak Bram. Kak Bram mungkin datang menemuiku karena aku tidak membalas smsnya semalam.
“Eh, hey kak Bram. Kabar baik.” Jawabku kepadanya.
“Kenapa sms kakak semalam gak di bales?” Kata dia.
“Gak ada pulsa kak.” Kataku ngeles. Sekali lagi, sebenarnya aku bingung harus balas apa ke dia, karena aku sudah janji juga kepada kak Fe buat menghindari orang yang di depanku ini. Selama ini Kak Bram orangnya baik sih kepadaku, aku tau kak Bram itu mantan kak Fe, tapi entah kak Fe sangat membencinya. Mungkin kak Bram selingkuh dengan kak Susi itulah penyebabnya.
“Gimana, nanti jadi gak ?” Tanya dia.
“Jadi apa?” Tanyaku
“Main, habis pulang sekolah.”
“Aduh kak, gak bisa deh.” Jawabku malas.
“Kenapa? Apa Felisha ngelarang kamu buat main sama aku Ni?” Kata dia.
“Duh bukan begitu.”
“Terus kenapa?” Dia tampak menaikan nada suaranya. Ketika mendengar nada bicaranya seperti itu, aku langsung terdiam. Aku takut serba salah menjawabnya. Memang benar aku tidak bisa main lagi dengan kak Bram karena itu perintah kak Fe. Tapi, posisiku saat ini entah kenapa aku merasa terancam jadinya aku menjawab kemauan dia.
“Yaudah kak, tapi jangan lama-lama.” Jawabku kepada dia.
“Nah gitu dong, anak manis.”
“Nanti gue tunggu di parkiran ya.”

***
Astaga naga, apa yang telah aku lakukan. Aku lagi-lagi cari masalah dengan kak Fe dengan menyetujui ajakan main dari kak Bram. Celakalah aku kalau ketahuan. Tapi, aku juga bingung tadi harus berbuat apa, derita anak kelas satu yang diintimidasi senior, maka jadinya begini deh. Kalau aku menolak dan bilang aku gak boleh main sama kak Bram karena kak Fe, mungkin nanti kak Bram bakal ribut lagi sama kak Fe.
Aku sengaja ngelama-lamain diam di kelas ketika bel pulang sudah berbunyi, aku mondar-mandir di kelas sambil menyapu dan membersihkan kelas walaupun ini bukan jadwalku piket. Aku berharap semoga kak Bram lupa kalau dia ngajak aku main, kalaupun dia tida lupa, aku harap kesabaran kak Bram habis karena terlalu lama menungguku yang tidak muncul ke parkiran. Nyatanya harapanku itu tidak terkabul karena kak Bram malah datang menjemputku ke kelas.
“Kamu kenapa lama Ni, dari tadi ditungguin.” Kata dia di dekat lawang pintu.
“Sendirian lagi di kelas, ada apa?” Tanya dia.
Aku tidak menjawab pertanyaan dia, aku berjalan menghampirinya.
“Yauda kak, mau kemana?” Kataku.

***
Hampir satu jam mungkin aku tadi diam di kelas, soalnya ketika aku berangkat dengan kak Bram, parkiran sudah sepi dan berharap kak Fe sudah pulang duluan, dan satu lagi harapanku semoga tidak ada yang melihatku pergi dengan kak Bram. Amiiiin.
Kak Bram mengajaku makan, dia katanya lapar. Aku sih tidak lapar,tapi karena dia memesankan dua makanan yang sama, terpaksa aku makan saja. Kak Bram ngobrol denganku, katanya aku sekarang sombong gak pernah ngontak dia, kak Bram juga ngobrolin rencana masa depanya, dia pengen kuliah di luar negeri. Pokoknya kebanyakan sekarang dia ngobrolin dirinya sendiri, aku sih tidak begitu memperhatikan obrolannya, yang aku perhatikan Cuma satu, ternyata selama kita mengobrol dia tidak pernah membicarakan kak Fe. Dulu, biasanya dia selalu membicarakan kak Fe.
“Kamu nanti Ultah sekolah datang gak?” Tanya kak Bram.
“Dateng kak.”
“Bareng yuk.”
“Gak bisa kak, aku udah janji sama temen.”
“Oh yaudah.”
“Tapi nonton kakak maen ya.”
“Maen apa kak?” Tanya kaka.
“Liat aja nanti. Haha.”
Yayaya, aku mulai males ngobrol sama dia. Semoga aja nanti aku gak ngeliat dia.
khodzimzz
khodzimzz memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.