Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.5K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1582
A Part 45
Aku tidak pikir panjang ketika kak Fe menyuruhku keluar dari mobil, aku waktu itu lagi kesal dan benci sama kak Fe. Aku keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan keras. Untuk yang kedua kalinya aku disuruh turun dari mobil padahal masih dalam perjalanan pulang ke rumah. Pokoknya aku waktu itu lagi kesal banget. Entah kenapa perasaanku, emosiku waktu lagi kacau gak karuan, sampai-sampai aku ingin makan orang.

Aku berjalan menjauhi mobil kak Fe. Aku tidak menoleh ke belakang dan hanya berjalan lurus secepat mungkin. Kepalaku menunduk ketika berjalan dan sempat juga aku menabrak seorang bapak-bapak, tapi aku tidak peduli, aku tidak minta maaf ke dia, aku terus melanjutkan perjalananku. Aku sedang kesal.

Sebenarnya sambil berjalan aku sedang berpikir, berpikir tentang perasaanku yang saat itu lagi kesal. Aku tidak mengerti dengan diriku lagi, aku kali ini benar-benar sudah muak. Tapi, aku heran kok aku bisa muak seperti ini. Aku merasa aku bukan aku, aku seperti kerasukan setan. Aku istigfar!

Aku sendirian termenung. Gejolak emosi dalam diriku masih berkecamuk, aku rasa ini salah satu efek dari PMS. Untuk mencoba menenangkan diri aku pergi menyebrang melintasi jalan dan menuju mini market. Aku membeli minuman karena aku haus dan capek.
Aku kembali duduk dan berpikir. Pikiranku masih tertuju kepada emosiku yang tidak stabil, yah aku rasa ini gara-gara PMS sih. Emosiku sesaat berangsur pulih dan mendingan, aku bisa mengontrol nafasku yang tadi sempat sesak karena mengingat orang-orang yang berharga dalam hidupku. Aku kangen ayah, aku kangen ibu, aku ingin pulang!

Waku hampir menjelang magrib, aku harus pulang naik angkot. Sudah cukup jelas, aku telah membuat kak Fe marah besar karena tingkahku ini. Aku iba-tiba kesetanan meneriaki dia di dalam mobil. Padahal dipikir lagi kak Fe tadi cuman becanda, lagian aku kan sering juga dibecandain sama kak Fe, tapi kali ini aku sedang kulut. Yah, mau bagaimana lagi, siap-siap aja di rumah kena semprot dia. Aku rasa aku harus minta maaf ke dia.

“ANI!!!” Teriak seseorang dari kejauhan. Aku langsung menoleh ke arahnya. Betapa terkejutnya aku, ternyata itu kak Fe yang sedang berlari menghampiriku. Aku tidak bisa melukiskan perasaanku saat itu, antara sedih dan gembira. Bagaimana tidak? Aku barusan sudah hopeless banget karena tidak ada satupun angkot yang melinatasi jalanku, padahal waktu sudah hampir magrib dan aku sedang sendirian. Aku jujur saja aku takut pulang sendirian. Aku tidak sepemberani atau sekuat kak Fe, tapi untung saja si pemberani dan si kuat kak Fe datang menghampiriku. Aku senang.
“Lo darimana sih?”
“Lo baik-baik saja kan?
“Lo gak diculik kan?”

Dia ngomong nyerocos dan keliatan panik. Dalam hati aku ingin ketawa senang ternyata dia begitu peduli kepadaku. Aku hanya pura-pura saja tidak menampilkan ekspresiku yang nyata, aku pura-pura saja bahwa kejadian yang tadi tidak pernah terjadi. Sampai pada akhirnya kak Fe mengajaku kembali ke dalam mobil dan kita pun pulang ke rumah. Yeay!

***

Malam harinya sambil makan kartiksari aku sms kak Egi.
“Makasih kak buat kartikasarinya.” Smsku kepadanya. Aku sebenarnya ingin minta maaf juga kepada dia karena sikapku yang dingin pas dia ke rumah. Kekhawatiranku ternyata tidak terjadi, aku kira kak Fe bakal marah mengenai kak Egi tapi ternyata tidak. Justru kak Fe malah mengira kak Egi lah yang suka kepadaku. Prediksi sotoy kak Fe itu terlalu mengada-ngada. Aku dan kak Egi berteman sejak kecil dan kita sudah tau mengenai diri kita masing-masing. Kak Egi tidak menyukai orang sepertiku yang manja ini, orang kak Fe lah sebetulnya cocok dengan kak Egi.

Lemme introduce him. Kak Egi secara fisik tingginya dibawah kak Fe, ya sepantaran aku lah dikit, tapi masih tinggian dia. Rambutnya panjang sih buat ukuran cowok (nunggu di razia), belah pinggir, mirip2 gaya emolah, tapi cocok buat dia, dan kesannya gak norak. Cakep sih, tapi bukan tipeku. Orangnya baik juga dan ramah, penyabar pula. Pas waktu kecil dia sukanya main robot-robotan dan cita-citanya pengen jadi astronot. Dia suka dengan kucing. Apalagi ya, udah deh segitu aja dulu.
“Ni.. besok pulang sekolah ada waktu?..” Sms dari dia.
Dia maksudku bukan dari kak Egi, tapi dari kak BRAM!!

Oh My God! Aku kaget ketika melihat nama pengirim pesan tersebut. Ini beneran kak Bram, apa pula maksudnya. .. maksudku sebenarnya sudah lama sekali kak Bram gak menghubungiku dan tiba-tiba mengirimku sms. Aku kaget karena kita sudah tidak lama kontakan, di sekolah juga dia cuek kepadaku.

Aku bingung harus membalas apa. Sampai aku tertidur pun, aku benar-benar tidak membalas sms dari kak Bram.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.