Kaskus

Story

spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG


Aku dan Gadis Lugu
Cover by Agan Yushito13

Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.

Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,

Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran, emoticon-Big Grinatau nebak2 jalan cerita
BANTU RATE YA GAN hehehehe.

KASIH CENDOL JUGA BOLEH emoticon-Big Grin

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN emoticon-Big Grin

AND THEN, DILARANG OOT emoticon-Big Grin


Spoiler for Top Thread:


Spoiler for CHAPTER 1:


Spoiler for CHAPTER 2:

Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
251.6K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.3KAnggota
Tampilkan semua post
spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
#412
Eps. 25 - Pertempuran Hati
“El..!!”
“Hmmm..” kutahu Elissa berpura-pura tidur.
“Maksud kamu apaan sih seharian buntutin aku dan Tika?”
“Hmm…apaan sih bi, aku ngantuk nih” Sebuah bantal diambil untuk menutupi kapalanya.

“El..!!”
Aku lempar bantal yang menutupi kepala Elissa.

“Bisa pelan gak sih!!” Elissa terlihat marah dengan apa yang aku lakukan.

“Iya aku buntutin kamu! Mau apa hah?” Elissa membalikkan badannya yang sedari tadi tengkurep tidur dan menatap kearahku dengan pandangan menyeramkan. Matanya merah sedikit berair.
Aku yang berencana akan memarahinya menjadi mengurungkan niatku. Sang nenek lampir lebih menakutkan ternyata jika marah. Mirip Tika emoticon-Big Grin (Peace)

Aku yang sudah terlanjur tidak bisa berkata apa-apa lagi memilih duduk di balkon. Menghindari hal yang tidak ku inginkan terjadi. Jujur ku merinding saat Elissa marah barusan.

-SKIP-

Dua hari ini aku tidak bertegur sapa dengan Elissa sejak kejadian kemarin malam. Kami sempat berpapasan, tetapi tidak ada satu kata pun keluar dari mulut kami sekedar berkata ‘Hai’. Sepanjang malamku berpikir untuk menyudahi masalah ini dengannya.

Tika sempat menasihatiku untuk segera berbaikan dengan Elissa, tetapi nasihatnya berbenturan dengan jiwa keangkuhanku. Aku merasa Elissa yang harus meminta maaf, bukan aku.

Sampai dihari ketiga,
Cuaca cerah, dengan angin malam yang dingin berhamburan kesana kemari tak terlihat. Hanya bisa merasakannya. Elissa duduk disebuah Ayunan depan teras rumahku menatap langit malam yang kebetulan sedang dipenuhi oleh para bintang yang berlomba mengeluarkan sinar paling terang. Seakan Elissa lah jurinya.

“El, aku mau minta maaf” Aku putuskan untuk duduk disampingnya. Ikut serta memandangi butiran-butiran cahaya karya sang Maha Agung.
Elissa masih diam tidak menjawab perkataanku.

“El, lihat.. ada tiga bintang yang bersinar paling terang diantara bintang yang lain”
Elissa masih saja diam.

“Satu bintang yang dulu jauh dari dua bintang yang lain kini berdekatan satu sama lain. Dua bintang tersebut seakan tahu bahwa bintang yang dulu jauh dari mereka, ingin bersinar bersama-sama.”

“El.. aku minta maaf karena sudah mengingkari janjiku padamu.”

Aku masih memandangi langit saat mengatakan kalimat tersebut.

“Bi, seandainya bintang yang dulu jauh malah merusak sinar mereka berdua, apakah kamu masih mengijinkannya untuk dekat dengan dua bintang yang lain?” Elissa berkata lirih kepadaku.

“Maksud kamu El??”

>>>>>>>

TAAAKKKKK!!!!! “Bego kok dipiara!” Lagi-lagi Elissa menjitak kepalaku.

Yahhh, aku hanya terkekeh karena mendapat jitakan dari Elissa. Aku anggap itu adalah jawaban darinya kalau dia memaafkanku.

Suasana setelah itu terasa sedikit kaku. Otak seakan habis bahan obrolan, bibir terasa mati tak bisa bersua.

Elissa tiba-tiba menatap sayu mataku. Empat mata saling bertemu pandang. Aku merasa aneh dengan tatapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
“Bi….”
“Hmm..”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku kaget tiba-tiba Elissa menciumku.
Bibirku tak bergerak. Tubuhku tak melawan perlakuannya. Seakan menikmati dosa yang ku perbuat. Hatiku berkecamuk tidak karuan, antara nikmat dan rasa bersalah terhadap Tika. Dosa telah mengkhianati rasa cintanya padaku.

Bibirku semakin terbenam olehnya saat kedua telapak tangan Elissa menahan bagian belakang kepalaku.

“Maaf..” keluar kata tersebut dari mulutnya.

Elissa beranjak dari tempatnya dan berlari kedalam rumah. Aku??? Masih mematung diposisi awal. Berpikir apa yang baru saja terjadi.

-SKIP-

Sepulang sekolah di depan kelas.

“Mas..”

Aku menengok kebelakang.
“Selamat ulang tahun yaaa…” Tika memberiku sebuah kotak bekal kepadaku.

“Haaa??? Mas???? Ih merinding Tik kamu panggil aku mas”
“ehhehe,..” Jawabnya tersenyum.

“Aku panggil kamu ‘Mas’ dan kamu panggil aku ‘Dek’” kata Tika menunduk malu.
“iya deh terserah kamu Tik.”

Ckiiiittttttt, lenganku dicubit.

“heheh iya iya, adekku sayang” aku tersenyum karena tingkah lucunya.

Kebanyakan orang memberi Roti dengan penuh hiasan dan lilin kecil, tetapi tika malah memberiku sebuah kotak bekal yang berisi nasi kuning Dkk yang diatasnya membentuk angka 16. Daaaaaaaaaaaaan memanggilku dengan sebutan ‘Mas’.

“Tunggu-tunggu, kamu tau dari mana Dek hari ini aku Ultah?”
“Rahasia.” Jawab Tika malu-malu.
“Hadehhh, maen rahasiaan terus kamu Tik.. eh eh Dek.. maaf maaf belum terbiasa hehehe”

“Iiihhh…”

“Mas maen yuk?”
“kemana?”
“Ke Malioboro??”
“mmmhhh… ayok lah, besok ya?
“iya mas, ajak Elissa juga kalau dia mau mas”

Waduh… Mengajak Elissa sama dengan bunuh diri.

-SKIP-

Pagi itu kami bertiga berangkat ke Tujuan. Menggunakan mobil milik Bapakku tentunya. Yang mengemudi? Tentu saja Elissa emoticon-Big Grin . Elissa ibarat Tomb Raider didunia nyata emoticon-Big Grin

Elissa menyetir, Tika disampingnya, dan aku duduk di antara meraka. Belahan pantatku menempel tepat di Rem tangan yang ada di kiri Elissa.

Haha abaikan, paragraph terakhir itu bercanda.

Aku duduk di belakan mereka.

“El, pelan dikit bisa kan?”
“Banci!!” jawab Elissa.
Tika hanya tersenyum mendengarnya.

Yaahhh sepanjang perjalanan aku sibuk pegangan jog mobil karena takut jika mobil kami menabrak pengendara lain. AC mobil yang dingin seakan tidak berfungsi, keringatku bercucuran karena ketakutan.

Hoekkkkkkkkk…
Aku muntahkan segalanya yang sedari tadi tertahan akibat Elissa yang menyetir ugal-ugalan. Aneh, mengapa Tika masih terlihat sehat-sehat saja.

“hahahaha..” Tika dan Elissa menertawaiku.
“Norak!” kata Elissa.

“El, kamu tuh yang norak, memangnya jalan nenek moyang kamu seenaknya maen salip kiri kanan!” jawabku kesal.

“Sudah-sudah.. yuk ah kita jalan..” ajak Tika.

Kami pun berjalan .

Tempat yang pertama kali kami kunjungi adalah ‘Keraton Jogjakarta’

-BERSAMBUNG-
fabillillah
JabLai cOY
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.