Kaskus

Story

whykevinAvatar border
TS
whykevin
Why Should I Love You ? (True Story)
Holla gan, lama jadi silent reader gue pengen coba cerita sedikit tentang pengalaman gue sewaktu sekolah dulu, it is all about love. Disini semua nama gue samarkan kecuali nama gue sendiri dan nama panggilan joe joe. oh ya gan gue ini newbie di kaskus, gue minta saran sama bantuan-nya ya thanks. terus masalah update gue gak bisa nentuin kapan2nya... sorry juga kalo tulisannya acak-acakan hehe. so... let's get start!

Spoiler for Index:


Ilustration girls character.

All picture here bukan foto asli mereka, itu cuma foto foto yang gue dapat dari sosmed, gue cari yang semirip mungkin dengan postur tubuh, warna kulit, dan bentuk wajah berdasarka character asli. dan menurut gue ini semua sudah yang paling resemble. terus foto foto yang gue pajang disini hanya sekedar untuk ilustrasi dan untuk imajinasi pembaca agar semakin bermain, gakada niatan lain. satu lagi menurut gue foto yang paling persis mirip disini adalah foto untuk character natasha dan chika.


Spoiler for Natasha:

Spoiler for Chika:

Spoiler for Salsa:

Spoiler for Febi:

Spoiler for Ayu:

Spoiler for Sarah:

Spoiler for Sally:
Diubah oleh whykevin 14-07-2016 09:26
0
44.5K
236
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
whykevinAvatar border
TS
whykevin
#107
Part 14 - Apologize
Chika mulai melangkah masuk menuju ruangan kamar, melihat gue yang sudah sadar dia berlari ke arah tempat tidur dan langsung mendekap tubuh gue dengan cukup kuat. Baju yang gue kenakan saat itu dibasahi oleh tetesan tetesan air yang keluar dari matanya, gue melihat kantung mata chika yang agak menghitam mencirikan waktu tidurnya yang kurang, lalu kata kata mulai keluar dari mulutnya.

"maaf vin.. maaf, ini semua salah aku" ucapnya dengan suara yang agak serak lalu mulai bangkit untuk duduk bersama air mata yang masih berjatuhan.
"udah lah! berhenti nyalahin diri kamu sendiri" ucap gue
"...................." dia terdiam sambil menyusut air mata di pipinya lalu mulai bicara "Ma... makasih banyak ya vin" ucapnya dengan suara yang terbata bata
"iya sama sama" ucap gue lalu tersenyum ke arahnya

Lo inget sesuatu ga? inget ga kalo si bibi masih ada di ruangan ini? dan dia ngeliat semuanya, mulai dari natasha lalu chika. gue milirik ke arah si bibi, dia tersenyum geli ke arah gue dan melanjutkan menonton televisi.

"ini vin buat kamu, dimakan yah" ucap chika sambil memberikan makanan kesukaan gue, molen kar**ka s*ri, orang bandung pasti tau lah.
"kamu tau dari mana aku suka ini" ucap gue sambil membuka box pembungkusnya.
"aku tanya makanan kesukaan kamu kemarin sama oma pas besuk hehe"
"ohh yaa? makasih ya cik"
"iya vin, makasih juga" ucapnya lalu tersenyum manis ke arah gue "mama udah nunggu di parkiran, aku mau berangkat sekolah dulu ya, cepet sembuh vin" chika pun pergi berjalan keluar dari ruangan

tak lama setelah itu pintu kamar mandi terbuka, keluarlah natasha dengan rambut yang masih basah dari dalamnya.

"Tadi ada siapa vin?" tanya-nya sambil mengelap rambut dengan handuk lalu duduk di kursi di pinggir tempat tidur gue
"ada temen aku tadi nat" jawab gue singkat
"siapa? jojo?"
"bukan nat, chika"
"ohh... chika itu siapa?"
"ya temen aku kan.."
"..........." dia terdiam sambil terus merapihkan rambutnya

Natasha belum tau siapa itu chika, gue pernah bercerita saat gue tertabrak seseorang yang sedang membawa semangkuk bakso pada natasha, tapi gue gak pernah bercerita tentang siapa orangnya.

Gue dan natasha pun mengobrol panjang lebar, sesekali dia izin untuk keluar ruangan untuk membeli makan di mini market atau sekedar ke kamar mandi, hingga siang tiba. teman teman gue datang menjenguk hari ini, febi, salsa, ayu, randi, dimas, jojo, dan teman teman yang lain, kecuali chika.. mereka bilang mamahnya chika menyuruh chika untuk isirahat.. "memang kasihan juga dia, semalaman menginap disini lalu pulang jam 5 dan sekitar jam 6:30 sudah kesini lagi untuk mengantarkan makanan lalu pergi untuk sekolah, dia pasti kelelahan" fikir gue. Mereka mengucapkan "semoga lekas sembuh kevin", hampir semuanya mengucapkan kata kata yang sama, sesudah itu mereka asyik mengobrol, gue lihat natasha berkenalan dengan satu persatu dari mereka. tak lama jojo berjalan menghampiri gue yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur.

"Gimana vin, baikan?" ucapnya lalu duduk di sebelah kiri tempat tidur
"lumayan jo... kemarin gimana?" tanya gue
"kemarin? ohh itu, ternyata mas anton itu polisi vin, terus rizal di ancam bakal di jeblosin kepenjara, dan temen-nya yang kemarin lempar lo pake botol udah ketangkep, dia tanggung jawab vin"
"terus?" tanya gue yang penasaran
"mas anton kasih masa percobaan ke si rizal, katanya kalo masih ngancam ngancam bakal langsung di cariin.. si rizal iya iyain aja ketakutan"
"ohh bagus deh" ucap gue

Ternyata mas anton adalah seorang polisi. pertama liat, dia memakai baju layaknya seorang preman dan gue sama sekali tidak berfikir sedikt pun bahwa dia adalah seorang polisi.

Cukup lama setelah itu oma pun datang bersama mang boim. karna ruangan yang terlalu penuh, teman teman gue pun pamit untuk pulang, terkecuali natasha, dia tetap ingin tinggal, gue menyuruhnya untuk pulang karna hari sudah senja, awalnya dia menolak tetapi dengan sedikit paksaan diapun menurut.

"gimana vin? sudah baikan?" tanya oma
"udah oma..... oma? jangan kasih tau bunda sama papah ya, takutnya mereka khawatir" ucap gue
"iya.. oma gak bakal kasih tau mereka"

Lalu oma bilang besok gue sudah di perbolehkan untuk pulang, untuk malam ini oma menginap menemani gue. Dan tidak tau kenapa gue jadi teringat akan natasha.

—————————————————

Keesokan paginya gue pulang. Pagi itu dirumah hanya ada gue, sally, dan si bibi. gue duduk di sofa ruang tengah dengan kepala yang di balut oleh perban menonton acara di tv sambil mengelus - elus bulu sally yang lembut, oma melarang gue untuk bepergian waktu itu. tak lama si bibi pun datang dari arah dapur dengan membawa secangkir teh manis hangat.

"diminum den" ucap si bibi sambil menyimpan cangkir berisi teh di meja
"iya bi makasih" ucap gue dengan kedua mata yang masih tertuju pada layar tv.
"neng cantik sama siapa itu.. neng.. ciki..."
"Chikaa bi.." potong gue
"iya neng chika, mereka baik banget ya sampe perhatian ke aden kayak gitu" ujar si bibi sambil merapihkan meja
"iya bi, mereka teman saya"
"bibi kira mereka berdua pacar aden loh" ucapnya dengan nada menggoda
"ah si bibi ada ada aja, masa punya pacar sampe dua gitu" ucap gue sambil tersenyum tipis menoleh ke arah si bibi lalu melanjutkan menonton tv
"pilih dong salah satu hehe..."
"si bibi ini ngaco deh haha" ucap gue lalu tertawa kecil
"cuma bercanda den... yaudah bibi mau lanjut lagi di dapur" ujar si bibi lalu bangkit dan berjalan menuju dapur
"iya bi"

Seharian itu gue hanya menghabiskan hari dirumah, gue hampir tidak keluar rumah hanya membeli nasi goreng keliling saat malam hari saja.

Hari senin-nya, gue sudah mulai bersekolah dengan kepala yang masih dibalut oleh perban..
Pagi itu, sebelum pelajaran pertama dimulai, gue lihat rizal dan zenal datang masuk ke dalam kelas, mereka menghampiri gue dan jojo lalu menghampiri chika. dengan wajah memelas mereka meminta maaf.

"gue bener bener minta maaf" ucap rizal
"hampura pisan, moal deui deui" ucap zenal (maaf banget, tidak lagi lagi)

Gue, jojo, dan chika pun memaafkan mereka, dan mereka janji tidak akan macam macam lagi pada chika. Sementara orang yang melempar gue dengan botol dia bertanggung jawab penuh membayarkan biaya rumah sakit dan saat pulang sekolah dia menunggu gue di gerbang sekolah untuk meminta maaf.

Hari hari pun berjalan seperti biasa lagi, tetapi gue lihat sikap chika yang agak berbeda, entah... tapi gue merasa dia sedikit berbeda. Hampir setiap pagi dia selalu menyapa gue, hanya untuk sekedar mengucapkan selamat pagi, atau jika tidak sengaja kita saling bertatapan dia selalu memberi senyum manis ke arah gue.
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.