TS
User telah dihapus
NULL
NULL
more than just none
Cerita ini lebih saya kategorikan ke Action-Mistery,yah apapun itu.
sudut pandang orang ketiga(serba tau) dan bahasa indonesia semi baku.
Sinopsis
Bagas,seorang pemuda biasa dipercaya dan diikutsertakan oleh kepolisian untuk membantu menangani kasus-kasus pembunuhan di Ibu Kota.
Keahliannya berhasil menuntun dirinya bergabung ke dalam 'Divisi 1', sebuah grup berisi sekumpulan veteran anak muda dengan keahliannya di masing-masing cabang ilmu forensik.
Rules
- nggak ada peraturan tambahan,bebas aja.
- batasan-batasannya mengacu penuh ke rules H2H & SFTH.
- komentar & teguran langsung saja dilayangkan via Post atau PM.
Warning!
- Cerita ini benang merahnya adalah tentang jagoan lawan penjahat jadi temanya nggak jauh-jauh dari kekerasan.( dengan kata lain kalau kalian sangat tabu dengan kata 'pembunuhan' dan sebagainya, sebaiknya pindah ke bacaan lain ).
- sebagian dari inti cerita ini bukan untuk ditiru atau diidolakan,begitu. ( Hal baik selalu menang jadi jangan tiru yang buruknya )
- Tokoh,Tempat,Kejadian semuanya Fiksi. (Extremely fiksi mungkin)
- Banyak hal terjadi di cerita ini;beberapa masuk akal,beberapa belum bisa dilakukan di jaman ini dan beberapa mungkin mustahil dilakukan di dunia ini.
- Berdasarkan temanya ane pribadi bilang konten cerita ini untuk umur 17 tahun ke atas atau mereka yang sudah mampu menalar cerita fiksi.
- Kentang, pasti! ( TSnya masih belum lancar menulis jadi jeda per part-nya bakalan cukup lama )
- N/A.
Isi Cerita
Spoiler for Ilustrasi karakter:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Spoiler for CHAPTER 3:
Spoiler for CHAPTER 4:
Pengumuman tutup lapak (closed permanently)
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 0 suara
Masukkan dan Update Cerita
Cerita GaJe, 1 hari = 10 chapter ( Random )
0%
Cerita biasa, 1 hari = 1 chapter ( 00:00 - 12:00 )
0%
Cerita lumayan, 1 hari = 1 chapter ( 12:00 - 00:00 )
0%
Cerita bagus, 2 hari = 1 chapter ( 17:00 - 20:00 )
0%
Cerita menarik, 3 hari = 2 chapter ( 12:00 & 17:00 )
0%
NULL, 7 hari = 1 chapter ( 15:00 )
0%
Diubah oleh User telah dihapus 11-04-2017 20:43
anasabila memberi reputasi
1
21.4K
98
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
User telah dihapus
#15
Chapter 1 - Main Story
Index 6 - Link each other III
Quote:
"pagi.." sapa Sarah memasuki ruang kerja bersama Bagas.
"yoh" sambut Doni yang sudah berada di dalam ruangan tersebut bersama Dimas.
hari berganti hari,pagi ini mereka berempat telah berkumpul di ruang kerja mereka,siap menanti kasus-kasus baru untuk dipecahkan.
"gimana soal pamitannya?" tanya Doni.
"lancar,pak Bagus terlihat membaik saja dari hari kemarin" jawab Bagas.
"alasan apa yang kalian ajukan pada 2 putrinya yang masih kecil itu?" giliran Dimas yang bertanya saat ini.
"beliau bilang dirinya mendapat tawaran proyek besar di luar negeri dan sayang jika dilewatkan" jawab Sarah terlihat menaruh tas slempangnya di atas meja kerja.
"apa tidak papa begitu?" tanya Doni.
"dia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara,setidaknya kita akan biarkan kedua putrinya tau hal itu di saat yang tepat" balas Bagas mendaratkan diri di kursi kerjanya.
"aku percaya ibunya bisa menangani hal itu,kami bertiga sudah mendiskusikannya secara matang-matang" balas Sarah.
"mengenai programmu.. memangnya kau mau apa? melakukan hal ini ke semua pelaku kriminal?" tanya Dimas.
"aku cuma ingin orang-orang ini berubah,di sisi lain aku juga tidak mau orang-orang terdekat mereka terkena dampak negatifnya" jawab Bagas.
"kamu belum njawab petanyaanku tadi," tegas Dimas.
"...Ya! aku bisa lakukan ini pada semua orang yang aku temui nanti" jawab Bagas.
sementara Dimas kembali diam setelah mendengar jawaban barusan,dirinya terlihat merenungi perkataan barusan.
"hei,hei,hei.. dari mana kamu dapat kacamata rusak itu? ini cukup misterius" tanya Doni merenges konyol seperti biasanya,seakan apapun jawabannya dia sudah tau bagaimana mekanismenya.
"tukang pembersih sampah yang mengirimkannya padaku" jawab Bagas seminimal mungkin.
"pasti ada alasannya kaaan.." tambah Doni memancing sahabatnya.
sementara dua rekannya akhirnya memandang ke arah Bagas,menunggu jawabannya.
"huuh," Bagas menghela nafas sebelum akhirnya terpaksa bercerita panjang lagi mengenai kasus mereka kemarin.
"kacamata itu dibuang agar orang tidak mengenali jejaknya,yang jadi pertanyaan adalah dimana aku bisa menemukan barang rusak itu" lanjut Bagas.
"lalu?" tanya Sarah menyangga dagunya dengan tangan kanan.
"aku hanya mengirim pesan text ke semua nomor HP petugas kebersihan dan beberapa warga sipil di area TKP,isinya untuk meminta mereka mencarikan kacamata tersebut"
"imbalan apa yang kamu beri sampai-sampai mereka mau mencari barang itu?" tanya Doni lagi-lagi memancing Bagas,dirinya nampak sudah tidak asing dengan metode sahabatnya tersebut.
"sepuluh juta rupiah untuk orang yang menemukannya,dan tidak butuh waktu lama sebuah area dengan radius 4 km tertelusuri secara keseluruhan" jawab Bagas baik-baik saja dengan ulah sahabatnya itu.
"kenapa mereka mau melakukan perintah dari orang yang bahkan tidak dikenalnya?" tanya Dimas datar.
"sepuluh juta rupiah,pekerjaan iseng yang menghasilkan uang sebanyak itu tidak terlalu dipikirkan oleh mereka" jawab Bagas.
"hmm,aku bisa memahaminya.. ini perbandingan yang berat sebelah,aku yakin banyak orang akan tertarik tanpa mempertimbangkannya dua kali" kata Sarah menyetujui alasan semua orang mau menanggapi SMS dari Bagas tersebut.
pembicaraan keempatnya berhenti dan kini keempatnya pun duduk menghadap masing-masing laptop di mejanya terkecuali Dimas yang nampak lama menatap ke arah Bagas.
"ada pa,Mas?" tanya Bagas membuat kedua rekan lainnya ikut menoleh ke arah bagas spontan.
"nggak,aku lupa mau bilang apa" jawab Dimas yang kemudian kembali ke aktivitasnya.
kantor di bagian depan terdengar ramai seperti hari-hari biasa sedangkan ruangan Bagas dan kawannya yang terletak di belakang nampak sepi hanya ditemani suara TV dan candaan keempatnya.
.
.
.
jarum jam bergerak secara teratur mengiringi terbenamnya matahari sore.
"daaah~ aku cinta kamu" suara Sarah mengahiri 20 menit pembicaraan telfon yang diterimanya.
"aah begini kah rasanya punya pasangan" gumam lirih Doni yang duduk bermalas-malasan di meja kerjanya.
"aku pulang duluan yah," kata Sarah sembari membenahi peralatannya ke dalam tas.
"yah,hati-hati di jalan" balas Doni tidak sedang ingin menawari rekan perempuannya tumpangan untuk pulang.
Dimas dan Bagas hanya melambaikan tangan sambil terlihat lesu.
Hari sabtu membuat mereka bisa pulang lebih cepat,setidaknya untuk Bagas peraturan itu tidak berlaku karena dirinya tidak terikat dan berstatus bebas di kepolisian.
"ngaaaahh.. suntuk bener" kata Bagas mencoba mencari suport dari kedua rekan sisanya.
"mati aja sana" tanggap Dimas yang juga bosan berjam-jam memainkan laptopnya.
"aku nggak mau" balas Bagas datar.
"Sarah pasti lagi malam mingguan sama tunangannya" gumam Doni.
"enggak,tunangannya bukan di sini,dia di Singapur" balas Bagas.
"hmmm.. pasti dari sinyal telfon yah?" tebak Doni.
"ahaha-ha" tawa Bagas konyol.
-- Tok-tok
suara pintu terketuk dari luar.
"oh,pak Adam.. belum pulang pak?" sapa Bagas basa-basi.
"kalian bertiga sedang kosong kan? ayo sama-sama jalan malam minggu ini" kata Pak Adam.
"jalan-jalan kemana,pak?" tanya Bagas lagi.
"sayang banget Sarah sudah keburu pulang tadi" kata Doni menegakkan duduknya.
"tidak papa,justru saya menunggu dia pulang duluan.. malam ini ayo temani saya ke karaoke" ajak pak Adam.
{gile,karaoke.. sejak kapan dia?} batin Bagas.
{sejak Sarah dihapus dari daftar ajakan aku jadi tidak percaya kita cuma nyanyi-nyanyi saja malam ini} batin Doni masih kepikiran saja mengenai Sarah.
"ayo!" ajak pak Adam tambah semangat saja.
.
.
.
keempatnya pun menempuh perjalanan malamnya menuju tempat karaoke di salah satu area Mall besar.
entah apa yang membuat ketiganya setuju untuk ikut,terlebih Dimas yang agaknya punya tujuan lain dibanding menyanyi di tempat karauke.
"eh,ada apa ramai-ramai begini?" tanya Doni mengintip keluar dari kaca mobil yang mereka naiki.
"kayaknya kita datang di waktu yang kurang tepat" tanggap pak Adam segera memarkirkan mobilnya.
"nggak juga.. kita datang di waktu yang tepat" balas Bagas.
"oke,siapa yang tau apa yang terjadi di sana?" kata Doni pura-pura bertanya.
"perempuan 24 tahun baru saja tewas di dalam" jawab Bagas misterius seperti biasanya,tidak bagi Doni yang tau seberapa dalam keahlian sehabatnya tersebut dalam memanipulasi sistem.
"baguslah kalau gitu.. kalian bertiga sudah ditunggu" balas pak Adam.
#keempatnya sampai di tempat tujuan,tapi...
khuman memberi reputasi
1




















