- Beranda
- Stories from the Heart
Taruh Aku Di Tempat Yang Istimewa Dihatimu.
...
TS
tomsang
Taruh Aku Di Tempat Yang Istimewa Dihatimu.
Diubah oleh tomsang 07-06-2016 21:53
anasabila memberi reputasi
1
36.5K
221
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tomsang
#207
30
(TIGA PULUH)
Sebenarnya buku ini sudah beberapa kali gue buka, tapi memang tidak terlalu serius gue baca, karena memang sangat datar, dan isinya pun tidak menguras emosi gue kecuali beberapa bagian yang sebelumnya gue sebut itu, dan gue harus terima kenyataan bahwa nama gue tidak menjadi nama terakhir yang ada di buku itu, ada satu nama di akhir buku yang cukup bikin gue agak terusik, Okuda-san.
ANJASMARA
(point by point summary)
Beberapa minggu lalu gue ketemu sama laki laki entah bego, atau kaku, cungkring banget, buat ukuran orang seumur adik bokap gue orang ini cukup lucu dan bisa bikin gue ketawa kalo gue kasih candaan erotis. Awalnya gue sangka gay, enggak keliatan kayak cowo normal kalo di godain, udah pakai kata kata sexi juga enggak bergeming, Entah memang karena kadar keimanannya tinggi, atau gay, atau cowok bego atau bisa juga tinggal nunggu bisul mau pecah? Tapi terlalu cape buat ngasih sinyal ke orang yang enggak bergeming sama sekali, waktu gue hampir habis.
...skip beberapa halaman...
Keluarga bokap gue sepertinya udah mulai melihat keberadaan gue di dunia ini, gue bener bener harus keluar secepatnya. Awalnya gue sangat mengharapkan Ajas ini bisa menarik gue ke dunia, tapi gue agak kecewa, dia ternyata masih memilih bertahan dengan istrinya yang seperti itu, dia menahan perasaan sakitnya sendiri. Sebagai wanita gue bisa mengerti kalau dia tipe yang berusaha bertahan demi anak, seandainya aja kalau gue ada di posisi wanita itu, gue akan memanjakan elu seumur hidup gue Njas.
...skip beberapa halaman...
Njas, setelah gue cerita tentang proposal lamaran dari sesorang, bagaimana bisa elu enggak merasa kehilangan? Apa iya emnag gue terlalu berharap banyak? Apa elu terlalu lugu buat mengerti perasaan gue? Atau malah elu terlalu pinter bisa menerima kalau kapal ini akan segera berlabuh? Entahlah Njas, maafkan gue...bukan gue yang meninggalkan elu, tapi sepertinya ini pertanda elu yang mulai melepas gue untuk pergi.
...skip beberapa halaman...
Njas, gue menerima lamaran Pak Tua itu, tolong kasih sinyal apa yang harus gue lakukan, tolong kasih sinyal gue apa yang mau elu lakukan tentang ini.
...skip beberapa halaman...
Njas, am sorry, am leaving
Adalah beberapa paragrap yang sangat enggak pingin gue baca, tapi terpaksa harus gue baca berulang ulang, memang luka yang bisa membawa kita kembali ke masa lalu, itu yang membuat gue mengulang ulang membolak balik tulisan di bab berjudul AJASMARA ini.
Setelah facebook Novi di rubah setting privacy menjadi tidak bisa di lihat non-teman dan tidak bisa di add-friend, tidak bisa hubungi dengan mengirim pesan, dan dia juga lupa password akun nya praktis gue cuma bisa lihat akun lama, foto lama yang tidak bisa di update, gue sangat yakin, kita pasti sering melihat halaman muka akun Facebook yang sama, sayangnya dia ga akan pernah tahu keberadaan gue, enggak tau nama asli gue. Gue bisa ngerti pun seandainya dia punya akun media sosial lain, dia ga akan mencatumkan nama aslinya lagi, buat Nopi nama aslinya akan seperti luka lama, seperti yang pernah dia bilang waktu sesorang berusaha memposting foto tidak senonohnya di media sosial yang di hubungkan dengan akun facebooknya. Gue ga bisa ngebayangin bagaimana horor-nya hidup dengan bayang bayang ketakutan semacam itu. Foto yang beredar di dunia maya tidak akan pernah bisa hilang, seperti foto Novi yang saat ini ada di hape gue, seandainya gue upload lagi ke dunia maya dan sejarah kelam akan terulang dan akan terus seperti itu. Bedanya gue ga akan melakukan itu.
Waktu berlalu, seperti juga waktu keyboard ini berdetik (sekarang pakai laptop) enggak terasa sudah setahun berlalu. Apa kabar hari ini untuk kamu yang jauh di mata dan jauh di hati? Selalu ada tempat istimewa untukmu di hatiku.

Sebenarnya buku ini sudah beberapa kali gue buka, tapi memang tidak terlalu serius gue baca, karena memang sangat datar, dan isinya pun tidak menguras emosi gue kecuali beberapa bagian yang sebelumnya gue sebut itu, dan gue harus terima kenyataan bahwa nama gue tidak menjadi nama terakhir yang ada di buku itu, ada satu nama di akhir buku yang cukup bikin gue agak terusik, Okuda-san.
ANJASMARA
(point by point summary)
Beberapa minggu lalu gue ketemu sama laki laki entah bego, atau kaku, cungkring banget, buat ukuran orang seumur adik bokap gue orang ini cukup lucu dan bisa bikin gue ketawa kalo gue kasih candaan erotis. Awalnya gue sangka gay, enggak keliatan kayak cowo normal kalo di godain, udah pakai kata kata sexi juga enggak bergeming, Entah memang karena kadar keimanannya tinggi, atau gay, atau cowok bego atau bisa juga tinggal nunggu bisul mau pecah? Tapi terlalu cape buat ngasih sinyal ke orang yang enggak bergeming sama sekali, waktu gue hampir habis.
...skip beberapa halaman...
Keluarga bokap gue sepertinya udah mulai melihat keberadaan gue di dunia ini, gue bener bener harus keluar secepatnya. Awalnya gue sangat mengharapkan Ajas ini bisa menarik gue ke dunia, tapi gue agak kecewa, dia ternyata masih memilih bertahan dengan istrinya yang seperti itu, dia menahan perasaan sakitnya sendiri. Sebagai wanita gue bisa mengerti kalau dia tipe yang berusaha bertahan demi anak, seandainya aja kalau gue ada di posisi wanita itu, gue akan memanjakan elu seumur hidup gue Njas.
...skip beberapa halaman...
Njas, setelah gue cerita tentang proposal lamaran dari sesorang, bagaimana bisa elu enggak merasa kehilangan? Apa iya emnag gue terlalu berharap banyak? Apa elu terlalu lugu buat mengerti perasaan gue? Atau malah elu terlalu pinter bisa menerima kalau kapal ini akan segera berlabuh? Entahlah Njas, maafkan gue...bukan gue yang meninggalkan elu, tapi sepertinya ini pertanda elu yang mulai melepas gue untuk pergi.
...skip beberapa halaman...
Njas, gue menerima lamaran Pak Tua itu, tolong kasih sinyal apa yang harus gue lakukan, tolong kasih sinyal gue apa yang mau elu lakukan tentang ini.
...skip beberapa halaman...
Njas, am sorry, am leaving
Adalah beberapa paragrap yang sangat enggak pingin gue baca, tapi terpaksa harus gue baca berulang ulang, memang luka yang bisa membawa kita kembali ke masa lalu, itu yang membuat gue mengulang ulang membolak balik tulisan di bab berjudul AJASMARA ini.
Setelah facebook Novi di rubah setting privacy menjadi tidak bisa di lihat non-teman dan tidak bisa di add-friend, tidak bisa hubungi dengan mengirim pesan, dan dia juga lupa password akun nya praktis gue cuma bisa lihat akun lama, foto lama yang tidak bisa di update, gue sangat yakin, kita pasti sering melihat halaman muka akun Facebook yang sama, sayangnya dia ga akan pernah tahu keberadaan gue, enggak tau nama asli gue. Gue bisa ngerti pun seandainya dia punya akun media sosial lain, dia ga akan mencatumkan nama aslinya lagi, buat Nopi nama aslinya akan seperti luka lama, seperti yang pernah dia bilang waktu sesorang berusaha memposting foto tidak senonohnya di media sosial yang di hubungkan dengan akun facebooknya. Gue ga bisa ngebayangin bagaimana horor-nya hidup dengan bayang bayang ketakutan semacam itu. Foto yang beredar di dunia maya tidak akan pernah bisa hilang, seperti foto Novi yang saat ini ada di hape gue, seandainya gue upload lagi ke dunia maya dan sejarah kelam akan terulang dan akan terus seperti itu. Bedanya gue ga akan melakukan itu.
Waktu berlalu, seperti juga waktu keyboard ini berdetik (sekarang pakai laptop) enggak terasa sudah setahun berlalu. Apa kabar hari ini untuk kamu yang jauh di mata dan jauh di hati? Selalu ada tempat istimewa untukmu di hatiku.

--ooooo000ooooo--
Diubah oleh tomsang 15-11-2016 19:21
0

