Kaskus

Story

whykevinAvatar border
TS
whykevin
Why Should I Love You ? (True Story)
Holla gan, lama jadi silent reader gue pengen coba cerita sedikit tentang pengalaman gue sewaktu sekolah dulu, it is all about love. Disini semua nama gue samarkan kecuali nama gue sendiri dan nama panggilan joe joe. oh ya gan gue ini newbie di kaskus, gue minta saran sama bantuan-nya ya thanks. terus masalah update gue gak bisa nentuin kapan2nya... sorry juga kalo tulisannya acak-acakan hehe. so... let's get start!

Spoiler for Index:


Ilustration girls character.

All picture here bukan foto asli mereka, itu cuma foto foto yang gue dapat dari sosmed, gue cari yang semirip mungkin dengan postur tubuh, warna kulit, dan bentuk wajah berdasarka character asli. dan menurut gue ini semua sudah yang paling resemble. terus foto foto yang gue pajang disini hanya sekedar untuk ilustrasi dan untuk imajinasi pembaca agar semakin bermain, gakada niatan lain. satu lagi menurut gue foto yang paling persis mirip disini adalah foto untuk character natasha dan chika.


Spoiler for Natasha:

Spoiler for Chika:

Spoiler for Salsa:

Spoiler for Febi:

Spoiler for Ayu:

Spoiler for Sarah:

Spoiler for Sally:
Diubah oleh whykevin 14-07-2016 09:26
0
44.5K
236
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
whykevinAvatar border
TS
whykevin
#94
Part 13 - Mas Anton & Hospital
Rizal maju kedepan menghampiri gue, dengan wajah penuh percaya diri dia mulai berbicara.

"Lo rasain akibatnya" ucapnya dengan senyuman sinis lalu ayunan tangannya tepat mendarat di pipi gue. gue balas pukulannya, gue lihat teman temannya dengan cepat menghampiri rizal untuk membantunya, pukulan demi pukulan mendarat di tubuh gue dan jojo, dalam situasi itu gue dengar teriakan seseorang.

"JANGAN BERGERAK!" teriakan mas anton dari jauh sambil menodongkan handgun miliknya, gue lihat dia datang tidak sendiri melainkan dengan kawan kawanya yang gue taksir jumlahnya sekitar 10 orang memakai baju pereman, beberapa orang dari mereka menodongkan handgun miliknya sementara beberapa orang lagi mengejar rizal dan kawan kawannya yang mulai berlarian, dengan cepat gue pegang baju rizal sangat kuat seperti apa yang mas anton suruh, walaupun dia berontak dengan memukul tubuh gue berulangkali tapi gue masih bertahan hingga mas anton datang dan meringkus si rizal ini, gue melihat dari sorot mata di wajah rizal sepertinya sangat ketakutan, gue lihat juga tangan dan kakinya yang gemetar, tak lama gue mendengar teriakan keras dari jojo.

"VINN!! AWASSS!" teriakan terakhir yang gue dengar saat itu.

gue menoleh ke arah kanan dan ternyata gue melihat sebuah botol kaca dengan ukuran yang cukup besar terlempar dengan sangat cepat dan jaraknya yang sudah sangat dekat, sudah terlambat untuk gue menghindar waktu itu, botol itupun pecah di kepala gue, kepala gue terasa pusing, pengelihatan gue menjadi kabur, gue merasakan ada cairan hangat yang mulai mengalir turun dari kepala gue, suara terakhir yang gue dengar saat itu adalah suara mas anton yang berada di sebelah gue.

"Kejar dia! kejar!" ucapnya samar di telinga gue

Tubuh gue terjatuh ke tanah, mata gue mulai menutup, gue gak tau apa yang telah terjadi setelah itu.

—————————————————

Gue mulai tersadar, mata gue mulai membuka perlahan, sayup sayup gue dengar suara dari reporter yang sedang menyajikan berita di tv yang menyala, gue lihat sekeliling semuanya serba putih, dari mulai tempat tidur, bantal, selimbut, cat tembok, bahkan baju yang gue gunakan pun berwarna putih, tak salah lagi gue sedang berada di rumah sakit. Mata gue yang hanya terbuka sedikit melihat samar ke arah jam di dinding ruangan itu, waktu menunjukan pukul 02:00, entah siang atau malam gue gak tau jelas, lalu gue mendengar reporter berita di tv menutup acara-Selamat malam dan selamat beristirahat-
ternyata ini malam hari, gue rasakan kepala gue terasa ngilu, dan ada apa ini.. tangan kanan gue terasa berat, seperti ada sesuatu yang menindih..... gue yang merasa masih lemah saat itu mencoba melihat ke arah tangan kanan gue dan ternyata ada seorang perempuan dengan kedua tangan yang menggengam erat tangan kanan gue dan tertidur menindihnya.... gue mencoba melihat ke arah wajahnya yang terhalang oleh rambut hitam miliknya, tangan kiri gue mulai menggeser rambut yang menghalangi wajahnya, gue lihat dengan samar dan ternyata dia adalah chika, gue yang masih pusing ini memutuskan utuk memejamkan mata dan kembali tidur.

Paginya sekitar jam 6 gue terbangun, gue lihat sekeliling ruangan ini kosong, "kemana semua orang?" ucap gue dalam hati, beberapa menit kemudia pintu ruangan kamar gue terbuka, gue lihat itu adalah si bibi, dia mulai melangkah masuk ke dalam lalu berbicara.

"Den udah bangun?"
"iya bi udah... Saya kenapa bi?"
"kemarin mas anton nganterin aden kesini, kepala aden pendarahan, aden dapet 6 jahitan kemarin"
"........." gue tediam lalu bertanya "oma mana?" tanya gue
"oma udah pulang... tapi kemarin oma, om faris, dan beberapa teman aden pada kesini... oh iya den, kemarin salah satu teman aden yang cewek gak mau pulang, dia juga nangisin aden, kemarin jam 10 malam sebelum bibi pulang dia masih juga nungguin aden" jelas bibi
"terus sekarang dia kemana bi?" tanya gue dengan suara lemas
"tadi jam 5 pagi bibi ketemu dia di parkiran rumah sakit, dia dijemput mamahnya"
"ohh gituu bi.... bi, sekarang hari apa?"
"sekarang hari sabtu den" jawab bibi sambil merapihkan buah buahan.
oh berarti gue gak sadarkan diri selama sehari, dan... iya, natasha? apakah dia kesini kemarin? apakah dia tau keadaan gue sekarang? gue coba tanya bibi.

"bi natasha kemarin kesini?" tanya gue
"oh si eneng cantik? kemarin bibi gak lihat si eneng, gak tau deh kemana"

Beberapa menit kemudia datang seorang perawat rumah sakit membawa sarapan pagi untuk gue, saat itu gue gak mood banget buat makan, perawat itupun menyimpan makanan di meja sebelah gue.

Gue mencari handphone, gue lihat ada beberapa pesan masuk dan salah satunya dari natasha

Fri, 19:39
-Vin kamu dimana? aku kerumah kamu gak ada siapa siapa, dirumah oma juga kosong.. kamu gapapa kan?

Gue memutuskan untuk tidak membalas pesannya dan kembali berbaring, sekitar 30 menit kemudia pintu ruangan kamar gue terbukan, gue melihat seorang perempuan yang menggunakan seragam sekolah berdiri di depan pintu, dia mulai melangkah masuk dan mengambil kursi lalu duduk di sebelah tempat tidur gue.. natasha.

"Tagi pagi aku dapet kabar dari oma" ucapnya singkat
"nat maaf, aku ga bi..." ucap gue yang belum selesai lalu dipotong olehnya.
"dasar bego!" ucapnya
"............." gue terdiam mendengar ucapannya.
"kenapa kamu gak dengerin omongan aku! gimana kalo kamu mati!" ucapnya lagi dengan mata yang muali berkaca kaca
"ini aku baik bai..." ucap gue lalu dipotong lagi olehnya
"apa? mau bilang apa? baik baik aja?!" air mata mulai mengalir melewati pelipisnya
"aku gak ap.." ucap gue lalu dipotong lagi
"udah kamu gausah banyak omong" ucapnya menatap wajah gue sambil menyusut air mata di pipinya.
"........." gue terdiam sambil terus memandangi wajahnya.
"sekarang kamu makan" ucapnya lalu mengambil sepiring makanan yang tadi diberikan oleh perawat.
"i...iya" ucap gue yang tidak bisa menolak walaupun lagi gak mood untuk makan
"Buka mulutnya" ucapnya sambil memegang sesendok nasi yang akan dia suapkan ke mulit gue

Gue membuka mulut dan natasha mulai menyuapi gue perlahan, tak jarang dia memasukan sendok ke mulut gue menggunakan tenaga lebih karna mungkin masih kesal pada gue.

"Kamu gak sekolah?" tanya gue sambil mengunyah makan di mulut
"gak" jawabnya singkat sambil mengaduk aduk nasi dengan sup
"kamu sekolah gih, mumpung masih sempat" ucap gue
"gak vin! hari ini aku gak sekolah!" ucanya lagi
"iya deh terserah" ucap gue

Natasha terus menyuapi gue sampai semua makanan yang diberikan perawat untuk sarapan gue hari ini habis tak tersisa.

"Makasih... Cantik" ucap gue sambil tersenyum ke arahnya
".............." dia terdiam dengan wajah yang terlihat memerah "aku mau mandi dulu vin"ucapnya lalu berdiri
"kamu belum mandi?"tanya gue
"cuma gosok gigi sama cuci muka doang" ucapnya
"ih jorok, pantesan bau ketek" ucap gue sambil menjepit hidung dengan kedua jari
"sembarangan" ucapnya lalu mencubit pelan perut gue "pinjem kamar mandinya ya" dia pun berjalan menuju kamar mandi yang berada di bagian kanan ruang kamar rawat ini, lalu melangkah memasukinya.

Sekitar 10 menit dia masih belum juga selesai.. tau lah cewek mandinya gimana??.... Gue yang agak bored ini berbaring sambil menonton tv, tak lama kemudia pintu ruangan gue terbuka, seorang perempuan yang sudah tidak asing lagi bagi gue mulai melangkah masuk ke dalam, dia adalah chika.
Diubah oleh whykevin 08-06-2016 15:39
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.