- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.9K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#380
Eps. 24 - Telat
Ku buka mataku secara perlahan, pandanganku langsung tertuju pada sebuah jam dinding kamarku.
“Modyaaarrrr!!! (mampus!!)” kataku.
Jam sudah menunjuk angka 9. Untuk pertama kalinya aku telat masuk sekolah.
Ku beranjak dari tempat tidurku, berlari menuju kamar mandi sekedar cuci muka. Tidak ada waktu lagi untuk sekedar gosok gigi, apalagi yang lain
.
Aku mandi sekedar mandi.
“Pyuk..pyuk..pyukkk” suara air yang membasuh mukaku.
Dengan tergesa-gesa aku kenakan seragamku. Berjalan ke dapur untuk sekedar mengambil Roti untuk ku makan di perjalanan, sambil membetulkan posisi resleting dan sabuk celana SMA ku.
“Mau kemana bi?” kata seseorang yang dengan santainya membaca Koran pagi ditemani segelas susu, dengan posisi kaki kanan diangkat keatas seperti sedang makan di Warteg.
“Ya sekolah lah!! Kamu malah asik disini, dasar!” jawabku sambil mengambil sepotong roti dan memakannya. Lalu berbalik badan, bersiap untuk berlari menuju garasi motor.
Baru satu langkah,
“Hahahahahaha, memangnya hari minggu ada pelajaran?” tanya dia.
Aishhhhh,… mati gaya!
Ku lihat hari dan tanggal di HP-ku. Ternyata memang benar perkataannya..
“hehe” aku hanya terkekeh malu dengan posisiku saat ini.
“Wkwkkk, WKwkwkk,,wkwkkkw” Elissa tertawa terpingkal-pingkal sambil memukul-mukul pahanya.
Ku berjalan menuju kamar. Dan sampailah di sebuah kaca besar. Ku tatap wajahku sendiri, terlihat kusam, rambut acak-acakan, masih tersisa sedikit ‘belek’ di ujung mataku. “Kasihan sekali kamu bi.” Kataku kepada diriku sendiri.
“HHHHAAAAAAAHHHHH” aku cium aroma mulutku sendiri. Naudzubillah baunya.
Pantas saja Elissa tertawa terpingkal-pingkal. Dengan percaya diri ku berkata akan sekolah, ditambah lagi dengan tampilanku yang ‘semrawut’ alias acak-acakan.
Lalu ku mandi, tidak lupa menggosok gigi, sehabis mandi ku tolong…..
Tidak-tidak. Sehabis mandi dan berganti pakaian, ku berjalan menuju dapur untuk melanjutkan sarapanku yang tertunda. Elissa masih diposisi awal ku melihatnya pagi ini.
Selesai makan, ku ambil kunci motor. Berjalan menuju depan rumah.
“Bi..mau kemana?” tanya Elissa yang tiba-tiba muncul.
“Ada deeehhhh…”
“aahhh…ikuuuuuuut” kata Elissa manja. Lebih tepatnya sok imut.
“gak!!”
“iihhh..ikuuuuutt”
“gak!!!” jawabku lagi sambil menyalakan motor.
“Ohhhh gitu ya, inget bi ingeeeeett” kata Elissa.
Hadehhh, ancaman yang sudah tidak berlaku untukku. Aku sudah tidak peduli. Yang ku pikirkan sekarang adalah kerumah Tika. “Tunggu aku kekasihku.”
Ku pacu sepeda motorku melewati gerbang rumah, dan….
“Tobiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……” Teriak Elissa.
PLAKKK!!!!!! Sebuah sandal mendarat tepat dikepalaku.
“Weeeeeeee” kujulurkan lidahku.
“Awas kamu bi…!!!!” Teriak Elissa lagi mengancam.
Ancamannya semakin membuatku menambah laju sepeda motorku.
……
Brmmmmm….brrmmmm…brmmmm
Sampailah ku dirumah pujaan hatiku.
Tk..tok…tok
Permisiiiiiiiii….
“iyaaaaa sebentar” jawab seseorang dari dalam. Yang kutahu itu adalah suara Tika sayang.
“Hai”
“Ehh.. Tobiku datang” jawab Tika tersenyum manis.
Wajahnya masih saja terlihat cantik dan semakin cantik.
“Yuk masuk” ajak Tika,
“Emmmhh, Tik, main yuk ke pantai?”
“Pantai?? Sebentar ya aku minta ijin dahulu ke Ibu”
Tak lama Tika dan Ibunya datang menghampiriku.
“Dek Tobi, mau ajak Tika main kemana?” tanya Ibu Tika.
“ke..ke…ke..kepantai bu” jawabku.
“Haduuhh dek, bukannya Ibu tidak mengijinkan, tetapi itu lumayan jauh lho? Apa ndak yang dekat –dekat saja dek Tobi?” kata Ibu Tika.
“Hehe, iya juga bu. Maaf” jawabku sambil menundukkan kepala.
“Yaudah sana main, tapi jangan jauh-jauh ya?” kata Ibu Tika berusaha menghiburku.
“ahhh.. yang benar bu? Terima kasih” jawabku langsung memasang muka bahagia.
“iyaaa, tapi inget, jaga Tika ya? Ibu titip anak Ibu ini” pinta Ibu Tika.
“Iya bu”
Akhirnya aku dan Tika berdua naik motor menuju ke sebuah taman yang dekat dengan daerah sana. Sepanjang perjalanan tangan Tika melingkar di pinggangku. Kepalanya bersandar dipundakku. Sesekali ku lihat dari kaca spion dia menata rambutnya yang tertiup oleh angin.
Dan sampailah kami di sebuah taman.
Kami berjalan bergandengan tangan menuju sebuah ayunan, Tika tersenyum kepadaku begitupun sebaliknya.
“Panas ya Tik”
“Iya bi”
Memang sang mentari saat itu terasa menyengat.
“Mau es krim tongtong?”
“Mauuuuuu” jawab Tika manja.
Sejak kapan Tika jadi manja dan sok imut seperti ini? (tapi memang imut sih
).
“Hmmm pasti ini ulah si Elissa” batinku.
Tak lama ku datang dan memberikan eskrim ke Tika yang sedari tadi menungguku di sebuah bangku taman bawah pohon rindang.
“Maaf lama”
“Iya bi gpp”
Kami berdua memakan es krim tersebut. Dan datanglah moment special seperti yang ada di film romansa, ujung bibirku yang ‘belepotan’ es krim di usap oleh Ibu jari Tika.
“Woww… rasanya memang manis, tapi lebih manis perlakuanmu kepadaku ini Tik” batinku.
Saat aku ingin membelai rambut Tika, Tiba-tiba……
……..
Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang sedang melihat kami berdua dengan hawa membunuh yang sangat luar biasa. Ku tengok kanan dan kiri, kebelakan, tidak ada gerak-gerik orang yang mencurigakan.
Aku hiraukan saja untuk saat ini.
Kami berdua bercanda, berbincang, saling melempar rayuan gombal (kalau aku belajar menggombal dari buku yang aku baca, sedangkan Tika sudah pasti dari Elissa)
Dan… lagi-lagi aku merasa ada seseorang yang memperhatikan kami berdua.
Menyebalkan sekali!
……….Skip
Tak terasa waktu berlalu, senja sudah terbenam berganti malam. Aku berjalan menuju tempat ku parkir motorku.
Ku lihat sekeliling sudah jarang orang.
“Tik..”
“Iya bi..”
Yak kalian pasti tau apa yang akan terjadi?
Ku dekatkan wajahku ke wajah Tika, bibir kami semakin dekat.
Mata Tika sudah terpejam… Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn…………..
“Kyaaaaaaaaaa …….ada kecoa” Teriak seseorang dari jauh.
Aku dan Tika langsung salah tingkah mendengar teriakan itu.
Aku mengenal suara itu, aku sangat hafal.
JANGKRIKKK!!!! Rejeki hilang.
“Modyaaarrrr!!! (mampus!!)” kataku.
Jam sudah menunjuk angka 9. Untuk pertama kalinya aku telat masuk sekolah.
Ku beranjak dari tempat tidurku, berlari menuju kamar mandi sekedar cuci muka. Tidak ada waktu lagi untuk sekedar gosok gigi, apalagi yang lain
.Aku mandi sekedar mandi.
“Pyuk..pyuk..pyukkk” suara air yang membasuh mukaku.
Dengan tergesa-gesa aku kenakan seragamku. Berjalan ke dapur untuk sekedar mengambil Roti untuk ku makan di perjalanan, sambil membetulkan posisi resleting dan sabuk celana SMA ku.
“Mau kemana bi?” kata seseorang yang dengan santainya membaca Koran pagi ditemani segelas susu, dengan posisi kaki kanan diangkat keatas seperti sedang makan di Warteg.
“Ya sekolah lah!! Kamu malah asik disini, dasar!” jawabku sambil mengambil sepotong roti dan memakannya. Lalu berbalik badan, bersiap untuk berlari menuju garasi motor.
Baru satu langkah,
“Hahahahahaha, memangnya hari minggu ada pelajaran?” tanya dia.
Aishhhhh,… mati gaya!
Ku lihat hari dan tanggal di HP-ku. Ternyata memang benar perkataannya..
“hehe” aku hanya terkekeh malu dengan posisiku saat ini.
“Wkwkkk, WKwkwkk,,wkwkkkw” Elissa tertawa terpingkal-pingkal sambil memukul-mukul pahanya.
Ku berjalan menuju kamar. Dan sampailah di sebuah kaca besar. Ku tatap wajahku sendiri, terlihat kusam, rambut acak-acakan, masih tersisa sedikit ‘belek’ di ujung mataku. “Kasihan sekali kamu bi.” Kataku kepada diriku sendiri.
“HHHHAAAAAAAHHHHH” aku cium aroma mulutku sendiri. Naudzubillah baunya.
Pantas saja Elissa tertawa terpingkal-pingkal. Dengan percaya diri ku berkata akan sekolah, ditambah lagi dengan tampilanku yang ‘semrawut’ alias acak-acakan.
Lalu ku mandi, tidak lupa menggosok gigi, sehabis mandi ku tolong…..
Tidak-tidak. Sehabis mandi dan berganti pakaian, ku berjalan menuju dapur untuk melanjutkan sarapanku yang tertunda. Elissa masih diposisi awal ku melihatnya pagi ini.
Selesai makan, ku ambil kunci motor. Berjalan menuju depan rumah.
“Bi..mau kemana?” tanya Elissa yang tiba-tiba muncul.
“Ada deeehhhh…”
“aahhh…ikuuuuuuut” kata Elissa manja. Lebih tepatnya sok imut.
“gak!!”
“iihhh..ikuuuuutt”
“gak!!!” jawabku lagi sambil menyalakan motor.
“Ohhhh gitu ya, inget bi ingeeeeett” kata Elissa.
Hadehhh, ancaman yang sudah tidak berlaku untukku. Aku sudah tidak peduli. Yang ku pikirkan sekarang adalah kerumah Tika. “Tunggu aku kekasihku.”
Ku pacu sepeda motorku melewati gerbang rumah, dan….
“Tobiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……” Teriak Elissa.
PLAKKK!!!!!! Sebuah sandal mendarat tepat dikepalaku.
“Weeeeeeee” kujulurkan lidahku.
“Awas kamu bi…!!!!” Teriak Elissa lagi mengancam.
Ancamannya semakin membuatku menambah laju sepeda motorku.
……
Brmmmmm….brrmmmm…brmmmm
Sampailah ku dirumah pujaan hatiku.
Tk..tok…tok
Permisiiiiiiiii….
“iyaaaaa sebentar” jawab seseorang dari dalam. Yang kutahu itu adalah suara Tika sayang.
“Hai”
“Ehh.. Tobiku datang” jawab Tika tersenyum manis.
Wajahnya masih saja terlihat cantik dan semakin cantik.
“Yuk masuk” ajak Tika,
“Emmmhh, Tik, main yuk ke pantai?”
“Pantai?? Sebentar ya aku minta ijin dahulu ke Ibu”
Tak lama Tika dan Ibunya datang menghampiriku.
“Dek Tobi, mau ajak Tika main kemana?” tanya Ibu Tika.
“ke..ke…ke..kepantai bu” jawabku.
“Haduuhh dek, bukannya Ibu tidak mengijinkan, tetapi itu lumayan jauh lho? Apa ndak yang dekat –dekat saja dek Tobi?” kata Ibu Tika.
“Hehe, iya juga bu. Maaf” jawabku sambil menundukkan kepala.
“Yaudah sana main, tapi jangan jauh-jauh ya?” kata Ibu Tika berusaha menghiburku.
“ahhh.. yang benar bu? Terima kasih” jawabku langsung memasang muka bahagia.
“iyaaa, tapi inget, jaga Tika ya? Ibu titip anak Ibu ini” pinta Ibu Tika.
“Iya bu”
Akhirnya aku dan Tika berdua naik motor menuju ke sebuah taman yang dekat dengan daerah sana. Sepanjang perjalanan tangan Tika melingkar di pinggangku. Kepalanya bersandar dipundakku. Sesekali ku lihat dari kaca spion dia menata rambutnya yang tertiup oleh angin.
Dan sampailah kami di sebuah taman.
Kami berjalan bergandengan tangan menuju sebuah ayunan, Tika tersenyum kepadaku begitupun sebaliknya.
“Panas ya Tik”
“Iya bi”
Memang sang mentari saat itu terasa menyengat.
“Mau es krim tongtong?”
“Mauuuuuu” jawab Tika manja.
Sejak kapan Tika jadi manja dan sok imut seperti ini? (tapi memang imut sih
).“Hmmm pasti ini ulah si Elissa” batinku.
Tak lama ku datang dan memberikan eskrim ke Tika yang sedari tadi menungguku di sebuah bangku taman bawah pohon rindang.
“Maaf lama”
“Iya bi gpp”
Kami berdua memakan es krim tersebut. Dan datanglah moment special seperti yang ada di film romansa, ujung bibirku yang ‘belepotan’ es krim di usap oleh Ibu jari Tika.
“Woww… rasanya memang manis, tapi lebih manis perlakuanmu kepadaku ini Tik” batinku.
Saat aku ingin membelai rambut Tika, Tiba-tiba……
……..
Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang sedang melihat kami berdua dengan hawa membunuh yang sangat luar biasa. Ku tengok kanan dan kiri, kebelakan, tidak ada gerak-gerik orang yang mencurigakan.
Aku hiraukan saja untuk saat ini.
Kami berdua bercanda, berbincang, saling melempar rayuan gombal (kalau aku belajar menggombal dari buku yang aku baca, sedangkan Tika sudah pasti dari Elissa)
Dan… lagi-lagi aku merasa ada seseorang yang memperhatikan kami berdua.
Menyebalkan sekali!
……….Skip
Tak terasa waktu berlalu, senja sudah terbenam berganti malam. Aku berjalan menuju tempat ku parkir motorku.
Ku lihat sekeliling sudah jarang orang.
“Tik..”
“Iya bi..”
Yak kalian pasti tau apa yang akan terjadi?
Ku dekatkan wajahku ke wajah Tika, bibir kami semakin dekat.
Mata Tika sudah terpejam… Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn…………..
“Kyaaaaaaaaaa …….ada kecoa” Teriak seseorang dari jauh.
Aku dan Tika langsung salah tingkah mendengar teriakan itu.
Aku mengenal suara itu, aku sangat hafal.
JANGKRIKKK!!!! Rejeki hilang.
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
2