- Beranda
- Stories from the Heart
Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]
...
TS
suboyxxx
Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/02/20/8768924_201702200412380277.jpg)
credit to agan quatzcoatlfor awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/10/22/8901141_20161022083333.jpg)
credit to agan aweyayefor the awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/11/30/9261325_20161130095434.jpg)
credit to agan kepo.lufor the awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/01/16/9166190_201701161248300939.jpg)
credit to agan rizki.jahatfor the awesome cover
I really appreciate your works!!
Quote:
Spoiler for Rules:
Spoiler for Q & A:
PROLOG
Sekilas tentang gue..
Perkenalkan.. gue biasa dipanggil Boy. Nama penuh makna pemberian papa gue. Dari nama itu lah goresan cerita masa lalu gue tulis ulang disini. Gue adalah anak kebanggaan orang tua gue yang ditakdirkan Tuhan untuk menyapa dunia terlebih dahulu dibanding adik gue. Gue lahir, tinggal dan bersekolah di kota yang memiliki sejarah heroik dalam mengusir penjajah di negeri ini. Masa ini adalah masa paling absurd dan sanggup membuat gue senyum2 sendiri ketika gue mengingat2 lagi kenangan jaman itu
Akan ada beberapa pemikiran yg salah, filosofi ngawur, arogansi, dan sifat sok pahlawan khas anak abg labil dalam cerita ini. Tapi itu semua juga akan dibalut dengan manisnya cinta, sex ala anak muda, kehidupan remaja, persahabatan, solidaritas dan kecantikan bidadari yg lupa balik ke surga
Cerita ini bersetting waktu di masa kejayaan.. sebelum negara api menyerang dan sebelum Indonesia tampil di final piala dunia. Tepat nya berawal di jaman semasa SMA, masa-masa paling indah dalam sebuah fase kehidupan seorang remaja. Berlatar tempat di 2 kota berbeda yg penuh cerita cinta. 2 kota berseteru yg seakan selalu membawa gue larut dalam album nostalgia. Dimana itu? Semua tersirat di dalam cerita tanpa harus gue tunjukan dengan gamblang
Anggaplah cerita yg gue tulis adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Cerita yg mungkin bisa lu ambil nilai positif nya bila ada dan acuhkan nilai negatif yg sangat kentara. Gue ga akan memaksa kalian untuk menganggap ini real story, kalo ada yg menganggap fiksi juga gapapa.. itu lebih baik karena yg mengalami adalah gue dan beberapa tokoh yg gue cantumkan, lebih dari itu harap diam dan jangan berisik ya..
Jadi, seperti apa kisah seorang Boy muda? Yuk ikutin keseharian gue
Perkenalkan.. gue biasa dipanggil Boy. Nama penuh makna pemberian papa gue. Dari nama itu lah goresan cerita masa lalu gue tulis ulang disini. Gue adalah anak kebanggaan orang tua gue yang ditakdirkan Tuhan untuk menyapa dunia terlebih dahulu dibanding adik gue. Gue lahir, tinggal dan bersekolah di kota yang memiliki sejarah heroik dalam mengusir penjajah di negeri ini. Masa ini adalah masa paling absurd dan sanggup membuat gue senyum2 sendiri ketika gue mengingat2 lagi kenangan jaman itu
Akan ada beberapa pemikiran yg salah, filosofi ngawur, arogansi, dan sifat sok pahlawan khas anak abg labil dalam cerita ini. Tapi itu semua juga akan dibalut dengan manisnya cinta, sex ala anak muda, kehidupan remaja, persahabatan, solidaritas dan kecantikan bidadari yg lupa balik ke surga
Cerita ini bersetting waktu di masa kejayaan.. sebelum negara api menyerang dan sebelum Indonesia tampil di final piala dunia. Tepat nya berawal di jaman semasa SMA, masa-masa paling indah dalam sebuah fase kehidupan seorang remaja. Berlatar tempat di 2 kota berbeda yg penuh cerita cinta. 2 kota berseteru yg seakan selalu membawa gue larut dalam album nostalgia. Dimana itu? Semua tersirat di dalam cerita tanpa harus gue tunjukan dengan gamblang
Anggaplah cerita yg gue tulis adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Cerita yg mungkin bisa lu ambil nilai positif nya bila ada dan acuhkan nilai negatif yg sangat kentara. Gue ga akan memaksa kalian untuk menganggap ini real story, kalo ada yg menganggap fiksi juga gapapa.. itu lebih baik karena yg mengalami adalah gue dan beberapa tokoh yg gue cantumkan, lebih dari itu harap diam dan jangan berisik ya..
Jadi, seperti apa kisah seorang Boy muda? Yuk ikutin keseharian gue

Spoiler for index:
Spoiler for SIDE STORY:
Spoiler for chit chat:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 510 suara
Siapakah Perempuan Dibalik Sosok Permaisuri?
Amelia
36%
Farah
37%
Bela
16%
Ima
7%
Dewi
4%
Diubah oleh suboyxxx 22-02-2017 09:29
ezzasuke dan 51 lainnya memberi reputasi
46
3M
8.2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
suboyxxx
#89
Part 15
Farah, I am onto You
Farah, I am onto You
Setelah kemenangan di pertandingan pertama kemarin, hari ini adalah hari kedua di class meeting. Pertandingan futsal kembali di gelar tapi kali ini di siang hari karena pagi nya dibuat untuk cabang olah raga lain. Lawan kelas gue hari ini adalah XI IPA1 alias kelasnya bidadari Farah. Gokil gak tuh? 
Gue dateng agak siangan karena emang pagi nya gak ada jadwal tanding. Gue mampir ke kantin beli minum dan duduk di kursi yg lagi kosong. Disana gue ketemu mbak Farah dan geng nya. Melihat kedatangan gue, doi memisahkan diri dari geng nya dan menghampiri gue.
Gue: pagi cantik
Farah: pagi ganteengg
(towel hidung gue dulu
)
Gue: tau kan siapa lawan kelas kamu ntar?
Farah: tau doonggg
Gue: kamu mau ngasih dukungan ke siapa ntar?
Farah: hehe gatau bingung
Gue: yeee... yaudah klo bingung aku minta dukungan ke cewe2 yg lain aja
Farah: yaudah sana sana!! Minta dukungan ke cewe2 mu sana hush hush!
Gue: hahaha gak kok, bercanda tadi (sambil mengusap2 kepala nya)
Farah: ....
Gue: yaudah maaf yaa
. Terserah kamu deh mau dukung yg mana yg penting minta doanya aja 
Gue: yuk balik.. (gue gandeng tangannya dan gue anterin doi ke kelasnya)
Gue berjalan dengan Farah sambil gue belai mesra kepala yg ditutupi oleh jilbab nya. Sesekali gue menggandeng tangannya yg mungil itu. walaupun selama di jalan bibirnya terus manyun tapi pipi nya tampak memerah karena gue gandeng. Lu tau kan bray kalo cewe manyun nya manyun manja gini level kecakepan nya naik 70%. Sisa 30% nya ya bawaan dari lahir gan, kalo dasarnya emang cakep ya cakep aja
Pas di kelasnya, gue malah di bully sama lawan gue
Mas2 XI IPA 1: waahhh... ada lawan masuk kandang kita neh
Gue: hehe nganterin bidadari gue doang mas hehe
Mas2 XI IPA 1: duduk sini dulu lah bentar. Eh Far, dukung kita atau lawan nih?
Farah: hehe gatau deh.. liat ntar
Gue: huahaha bingung dia mas, gue cabut dulu ya mas.. mau pemanasan. Oh iya mas, kipernya ntar yg jago ya biar gak kebobolan banyak
Mas2 XI IPA 1: huahahaha songong bener lu Boy
Gue melangkahkan kaki melewati koridor2 kelas untuk menuju ke kelas gue. Di jalan gue ketemu Bela. Ya ampuuunnn manis sekaleee kamu pagi ini....
Bela: Boy, mau tanding yaa? Semangat yaa
Gue: eh iya mbak, makasih ya hehe
Bela: mana tanganmu
Gue: eh.. buat apa mbak?
Bela: udaahh.. mana!
Gue pun ngasih tangan gue dan Bela ngambil bolpen dari saku seragamnya. Dia menuliskan kata “BELIEVE”. Sebuah kata sederhana yg mempunyai seribu makna, kata yg sampai saat ini gue inget selalu.
Bela: Semangat Boy!
Dan mbak Bela meninggalkan gue sendiri. Gue melanjutkan perjalanan gue ke kelas dimana disana tim gue udah menunggu gue. Mereka sudah pemanasaran rupanya. Lalu gue bergabung dan pemanasan sebentar.
Terus gue duduk bentar di lantai bareng tim gue untuk membahas strategi tim gue nanti. Yg ngatur strategi sih si Agung soalnya otaknya dia jenius kalo masalah ginian. Setelah strategi sudah disampaikan dan semua mengerti tugasnya masing, kita bubaran. Gue berjalan ke pojok belakang kelas dan menyandar ke tembok. “Gue harus menang!” batin gue
Lalu tiba2 Amel datang dan langsung menghampiri gue yg lagi duduk sendiri. Dia memegang kepala gue dengan kedua tangannya. Mata nya tajam dan ekspresinya menujukkan ketegasan. Gue bingung mau diapain nih gue
Amel: KAMU HARUS MENANG YANG!
Gue: eh.. iya Mel, pa..pasti hehe
Amel: AWAS KALO KAMU KALAH! Nih biar semangat yang
(Amel mencium bibir gue dan langsung kabur hilang terbawa angin)
Gue masih terdiam, bingung dengan kejadian barusan. Waahh Amel makin gila aja, gak liat2 tempat kalo nyosor tapi gue suka bray hehe gak munak
Agung: cuk.. cuk.. wenak e
Gue: huahaha ya gimana lagi bro, resiko wong ganteng
Dan pertandingan dimulai..
Seperti biasa gue selaku kapten tim memberi wejangan ke tim gue
Gue: PERTANDINGAN KEDUA, LAWAN YG DIHADAPI SEMAKIN BERAT! JANGAN BIARKAN MEREKA MENGANGGAP REMEH KITA HANYA KARNA KITA MASIH KELAS X. TUNJUKKAN SIAPA YG PANTAS MAJU KE FINAL!
Tim: ...SEPULUH DUA.... CUUUKKK!!!...
Suara riuh penonton menggema. Ini adalah pertandingan yg menentukan. Yg menang bakal melaju ke final hari jum’at. Berat sekali beban yg dipikul kapten tim ternyata. Gue ngerasain sendiri ya walaupun ini cuma pertandingan biasa. Ada 2 cewe yg menuntut gue harus menang. Ada 7 orang di tim gue yg ingin menuju final dan ada 32 orang dari kelas gue yg mengelu2kan kemenangan. Terakhir ada mbak Farah yg masih bingung mendukung siapa
Gue menghela nafas dalam2, membuang rasa grogi yg ada di pikiran gue. Wasit memanggil kedua kapten tim untuk bersalaman. Gue melihat ke arah penonton. Mbak Farah ada di lantai 2, dia menonton dari balkon lab. Dia tersenyum kearah gue dan menunjukkan kepalan tangannya yg putih mulus. “...SEMANGAAATTT..!!” ucapnya yg gak terdengar oleh gue karena riuhnya suasana
Mas2 XI IPA 1: siap2 kalah yaa
Gue: hehe gak bakal mas
“...PRIIITT...”
Pertandingan dimulai..
Jalannya pertandingan sangat seru karena kedua tim sama2 menginginkan tiket final. Jual beli serangan terjadi. Tendangan2 jarak jauh sama2 saling ditunjukkan tapi hanya sekali tendangan dari tim gue yg mengancam gawang lawan, itu pun membentur mistar.
Babak kedua dimulai, kali ini strategi Agung adalah serangan balik. Tahan bola selama mungkin sampai musuh mengepung ke area pertahanan gue, lalu tendang bola ke depan ke area kosong yg sudah ditinggalkan. Strategi ini berjalan mulus. Agung, Galer dan Raka saling merotasi posisi dan mobile untuk memancing lawan mengambil bola. Gue mendekati bola agar bek memberi pressure ke gue. Saat bek sudah terpancing dan fokus ke bola gue langsung lari ke depan dan Galer memberi umpan lambung yg pas mendarat di kaki gue. Karena ini sepatu baru, gue ngerasa gue dapet kekuatan magic aja. Gue jadi over pede dan gue menempatkan bola ke arah sela2 kaki kiper. Dan...
“...GOOOOLLLLL....”
Semua tim menghampiri gue. Kami saling berpelukkan merayakan gol. Semua suporter kelas gue jingkrak2 kegirangan. Gue melihat ke lantai 2, bidadari Farah tersenyum mengembang sambil tepuk tangan. Gue berlari ke sudut lapangan yg dekat dengan balkon lab. Gue berselebrasi di depannya. Jari gue membentuk simbol “LOVE” ala Alexandre Pato (kalo skrg sih Bale dan Di Maria) lalu gue tutup dengan gesture “kiss bye” ke arah nya. Sebuah selebrasi untuk menunjukkan betapa gue mencintai nya..
Lalu gue mengarah ke penonton sambil mencium urat nadi gue. Disitu tertulis kata “BELIEVE” yg membuat gue percaya tidak ada yg tidak mgkn dalam sepak bola. Semua yg berusaha paling keras, dia lah yg menjadi pemenang. Contohnya skrg Leicester City, tim yg target nya hanya bertahan di liga inggris saja bahkan situs taruhan bola pun hanya mendapatkan angka 5000/1 suara saja. Tidak ada yg mengira, kerja keras selama 1 musim berbuah tropi liga inggris dan pemainnya si Vardy dan Mahrez terpilih jd pemain terbaik liga
“...PRIIITT..PRIIITTT...”
Pertandingan tlah usai. Kedua tim saling bersalaman dan memberi selamat. Sangat sportif!
Gue melihat ke arah mbak Farah. Pipinya memerah mungkin karena selebrasi gue tadi. Dia memberi tanda ke gue untuk menghampirinya. Gue memberi tanda “sebentar..” . Gue masih ikut merayakan kemanangan ini sama tim gue. Biarlah kami merasakan euforia ini sejenak.
Setelah gue mengambil handuk kecil di kelas, gue hampiri Farah di lab. Sekalian ada yg pengen gue omongin ke dia. makin hari tekad gue udah semakin bulat untuk mendapatkannya. Cewe seperti Farah dengan segala kelebihannya mampu menyihir setiap mata cowo untuk jatuh cinta padanya. Sebuah hal langka mengetahui mbak Farah masih jomblo sampai saat ini. Persaingan untuk mendapatkannya akan semakin berat tiap hari nya. Gue gak bisa berlama2 kalo gak pingin dia disambit cowo lain.
“...Farah, I am onto you.....”
Di balkon..
Farah: ciyeee.. selamat ya ganteng
Gue: hehe makasih mbak
Farah: nih minum dulu (nyodorin es jeruk)
Gue: wah tau aja neh aku haus banget hehe
Lalu gue menyeruput abis es jeruk itu. Mbak Farah sibuk me-lap setiap tetes keringat yg turun di kening gue dengan handuk kecil yg gue bawa td. Gak lupa dia memijat2 kecil tangan gue. Aaahhh... perhatian mu bikin gue makin cinta mbak, tunggu yaaa bentar lagi Boy akan datang pada mu
Gue: mbak?
Farah: iya?
Gue: liburan kemana?
Farah: belum tau, knp?
Gue: mau gak ikut aku?
Farah: kemana?
Gue: rahasia!
Farah: iisshhh! Gituuu.. sukanya rahasia2an skrg
Gue: hehe tenang aja mbak kamu pasti suka deh, percaya sama aku
Gue tarik kepalanya agar menyandar di bahu gue. Gue belai rambut yg tertutup jilbab nya sambil sesekali gue kecup kepalanya. Damai sekali rasanya..
“...Tuhaaann, kalau memang Engkau mendengar doaku skrg.. Ijinkanlah aku untuk semakin dekat dengannya, biar kan aku yg menjaganya, jadi kan lah aku pengisi hatinya dan buat lah tangan ku ini yg selalu menggenggam jemari nya setiap hari... Semoga Kau mendengar doa hamba mu ini.... Amin”

Gue dateng agak siangan karena emang pagi nya gak ada jadwal tanding. Gue mampir ke kantin beli minum dan duduk di kursi yg lagi kosong. Disana gue ketemu mbak Farah dan geng nya. Melihat kedatangan gue, doi memisahkan diri dari geng nya dan menghampiri gue.
Gue: pagi cantik

Farah: pagi ganteengg
(towel hidung gue dulu
)Gue: tau kan siapa lawan kelas kamu ntar?

Farah: tau doonggg

Gue: kamu mau ngasih dukungan ke siapa ntar?
Farah: hehe gatau bingung

Gue: yeee... yaudah klo bingung aku minta dukungan ke cewe2 yg lain aja
Farah: yaudah sana sana!! Minta dukungan ke cewe2 mu sana hush hush!

Gue: hahaha gak kok, bercanda tadi (sambil mengusap2 kepala nya)
Farah: ....

Gue: yaudah maaf yaa
. Terserah kamu deh mau dukung yg mana yg penting minta doanya aja 
Gue: yuk balik.. (gue gandeng tangannya dan gue anterin doi ke kelasnya)
Gue berjalan dengan Farah sambil gue belai mesra kepala yg ditutupi oleh jilbab nya. Sesekali gue menggandeng tangannya yg mungil itu. walaupun selama di jalan bibirnya terus manyun tapi pipi nya tampak memerah karena gue gandeng. Lu tau kan bray kalo cewe manyun nya manyun manja gini level kecakepan nya naik 70%. Sisa 30% nya ya bawaan dari lahir gan, kalo dasarnya emang cakep ya cakep aja

Pas di kelasnya, gue malah di bully sama lawan gue

Mas2 XI IPA 1: waahhh... ada lawan masuk kandang kita neh

Gue: hehe nganterin bidadari gue doang mas hehe

Mas2 XI IPA 1: duduk sini dulu lah bentar. Eh Far, dukung kita atau lawan nih?
Farah: hehe gatau deh.. liat ntar

Gue: huahaha bingung dia mas, gue cabut dulu ya mas.. mau pemanasan. Oh iya mas, kipernya ntar yg jago ya biar gak kebobolan banyak

Mas2 XI IPA 1: huahahaha songong bener lu Boy

Gue melangkahkan kaki melewati koridor2 kelas untuk menuju ke kelas gue. Di jalan gue ketemu Bela. Ya ampuuunnn manis sekaleee kamu pagi ini....
Bela: Boy, mau tanding yaa? Semangat yaa

Gue: eh iya mbak, makasih ya hehe

Bela: mana tanganmu
Gue: eh.. buat apa mbak?

Bela: udaahh.. mana!
Gue pun ngasih tangan gue dan Bela ngambil bolpen dari saku seragamnya. Dia menuliskan kata “BELIEVE”. Sebuah kata sederhana yg mempunyai seribu makna, kata yg sampai saat ini gue inget selalu.
Bela: Semangat Boy!
Dan mbak Bela meninggalkan gue sendiri. Gue melanjutkan perjalanan gue ke kelas dimana disana tim gue udah menunggu gue. Mereka sudah pemanasaran rupanya. Lalu gue bergabung dan pemanasan sebentar.
Terus gue duduk bentar di lantai bareng tim gue untuk membahas strategi tim gue nanti. Yg ngatur strategi sih si Agung soalnya otaknya dia jenius kalo masalah ginian. Setelah strategi sudah disampaikan dan semua mengerti tugasnya masing, kita bubaran. Gue berjalan ke pojok belakang kelas dan menyandar ke tembok. “Gue harus menang!” batin gue
Lalu tiba2 Amel datang dan langsung menghampiri gue yg lagi duduk sendiri. Dia memegang kepala gue dengan kedua tangannya. Mata nya tajam dan ekspresinya menujukkan ketegasan. Gue bingung mau diapain nih gue

Amel: KAMU HARUS MENANG YANG!
Gue: eh.. iya Mel, pa..pasti hehe

Amel: AWAS KALO KAMU KALAH! Nih biar semangat yang
(Amel mencium bibir gue dan langsung kabur hilang terbawa angin)Gue masih terdiam, bingung dengan kejadian barusan. Waahh Amel makin gila aja, gak liat2 tempat kalo nyosor tapi gue suka bray hehe gak munak

Agung: cuk.. cuk.. wenak e

Gue: huahaha ya gimana lagi bro, resiko wong ganteng

Dan pertandingan dimulai..
Seperti biasa gue selaku kapten tim memberi wejangan ke tim gue
Gue: PERTANDINGAN KEDUA, LAWAN YG DIHADAPI SEMAKIN BERAT! JANGAN BIARKAN MEREKA MENGANGGAP REMEH KITA HANYA KARNA KITA MASIH KELAS X. TUNJUKKAN SIAPA YG PANTAS MAJU KE FINAL!
Tim: ...SEPULUH DUA.... CUUUKKK!!!...
Suara riuh penonton menggema. Ini adalah pertandingan yg menentukan. Yg menang bakal melaju ke final hari jum’at. Berat sekali beban yg dipikul kapten tim ternyata. Gue ngerasain sendiri ya walaupun ini cuma pertandingan biasa. Ada 2 cewe yg menuntut gue harus menang. Ada 7 orang di tim gue yg ingin menuju final dan ada 32 orang dari kelas gue yg mengelu2kan kemenangan. Terakhir ada mbak Farah yg masih bingung mendukung siapa

Gue menghela nafas dalam2, membuang rasa grogi yg ada di pikiran gue. Wasit memanggil kedua kapten tim untuk bersalaman. Gue melihat ke arah penonton. Mbak Farah ada di lantai 2, dia menonton dari balkon lab. Dia tersenyum kearah gue dan menunjukkan kepalan tangannya yg putih mulus. “...SEMANGAAATTT..!!” ucapnya yg gak terdengar oleh gue karena riuhnya suasana
Mas2 XI IPA 1: siap2 kalah yaa

Gue: hehe gak bakal mas
“...PRIIITT...”
Pertandingan dimulai..
Jalannya pertandingan sangat seru karena kedua tim sama2 menginginkan tiket final. Jual beli serangan terjadi. Tendangan2 jarak jauh sama2 saling ditunjukkan tapi hanya sekali tendangan dari tim gue yg mengancam gawang lawan, itu pun membentur mistar.
Babak kedua dimulai, kali ini strategi Agung adalah serangan balik. Tahan bola selama mungkin sampai musuh mengepung ke area pertahanan gue, lalu tendang bola ke depan ke area kosong yg sudah ditinggalkan. Strategi ini berjalan mulus. Agung, Galer dan Raka saling merotasi posisi dan mobile untuk memancing lawan mengambil bola. Gue mendekati bola agar bek memberi pressure ke gue. Saat bek sudah terpancing dan fokus ke bola gue langsung lari ke depan dan Galer memberi umpan lambung yg pas mendarat di kaki gue. Karena ini sepatu baru, gue ngerasa gue dapet kekuatan magic aja. Gue jadi over pede dan gue menempatkan bola ke arah sela2 kaki kiper. Dan...
“...GOOOOLLLLL....”
Semua tim menghampiri gue. Kami saling berpelukkan merayakan gol. Semua suporter kelas gue jingkrak2 kegirangan. Gue melihat ke lantai 2, bidadari Farah tersenyum mengembang sambil tepuk tangan. Gue berlari ke sudut lapangan yg dekat dengan balkon lab. Gue berselebrasi di depannya. Jari gue membentuk simbol “LOVE” ala Alexandre Pato (kalo skrg sih Bale dan Di Maria) lalu gue tutup dengan gesture “kiss bye” ke arah nya. Sebuah selebrasi untuk menunjukkan betapa gue mencintai nya..
Lalu gue mengarah ke penonton sambil mencium urat nadi gue. Disitu tertulis kata “BELIEVE” yg membuat gue percaya tidak ada yg tidak mgkn dalam sepak bola. Semua yg berusaha paling keras, dia lah yg menjadi pemenang. Contohnya skrg Leicester City, tim yg target nya hanya bertahan di liga inggris saja bahkan situs taruhan bola pun hanya mendapatkan angka 5000/1 suara saja. Tidak ada yg mengira, kerja keras selama 1 musim berbuah tropi liga inggris dan pemainnya si Vardy dan Mahrez terpilih jd pemain terbaik liga
“...PRIIITT..PRIIITTT...”
Pertandingan tlah usai. Kedua tim saling bersalaman dan memberi selamat. Sangat sportif!
Gue melihat ke arah mbak Farah. Pipinya memerah mungkin karena selebrasi gue tadi. Dia memberi tanda ke gue untuk menghampirinya. Gue memberi tanda “sebentar..” . Gue masih ikut merayakan kemanangan ini sama tim gue. Biarlah kami merasakan euforia ini sejenak.
Setelah gue mengambil handuk kecil di kelas, gue hampiri Farah di lab. Sekalian ada yg pengen gue omongin ke dia. makin hari tekad gue udah semakin bulat untuk mendapatkannya. Cewe seperti Farah dengan segala kelebihannya mampu menyihir setiap mata cowo untuk jatuh cinta padanya. Sebuah hal langka mengetahui mbak Farah masih jomblo sampai saat ini. Persaingan untuk mendapatkannya akan semakin berat tiap hari nya. Gue gak bisa berlama2 kalo gak pingin dia disambit cowo lain.
“...Farah, I am onto you.....”
Di balkon..
Farah: ciyeee.. selamat ya ganteng

Gue: hehe makasih mbak

Farah: nih minum dulu (nyodorin es jeruk)
Gue: wah tau aja neh aku haus banget hehe

Lalu gue menyeruput abis es jeruk itu. Mbak Farah sibuk me-lap setiap tetes keringat yg turun di kening gue dengan handuk kecil yg gue bawa td. Gak lupa dia memijat2 kecil tangan gue. Aaahhh... perhatian mu bikin gue makin cinta mbak, tunggu yaaa bentar lagi Boy akan datang pada mu
Gue: mbak?
Farah: iya?

Gue: liburan kemana?
Farah: belum tau, knp?
Gue: mau gak ikut aku?
Farah: kemana?
Gue: rahasia!

Farah: iisshhh! Gituuu.. sukanya rahasia2an skrg

Gue: hehe tenang aja mbak kamu pasti suka deh, percaya sama aku

Gue tarik kepalanya agar menyandar di bahu gue. Gue belai rambut yg tertutup jilbab nya sambil sesekali gue kecup kepalanya. Damai sekali rasanya..
“...Tuhaaann, kalau memang Engkau mendengar doaku skrg.. Ijinkanlah aku untuk semakin dekat dengannya, biar kan aku yg menjaganya, jadi kan lah aku pengisi hatinya dan buat lah tangan ku ini yg selalu menggenggam jemari nya setiap hari... Semoga Kau mendengar doa hamba mu ini.... Amin”
Spoiler for "Final Match" coming soon....:
Diubah oleh suboyxxx 05-06-2016 15:48
itkgid dan 5 lainnya memberi reputasi
6
