- Beranda
- Stories from the Heart
Why Should I Love You ? (True Story)
...
TS
whykevin
Why Should I Love You ? (True Story)
Holla gan, lama jadi silent reader gue pengen coba cerita sedikit tentang pengalaman gue sewaktu sekolah dulu, it is all about love. Disini semua nama gue samarkan kecuali nama gue sendiri dan nama panggilan joe joe. oh ya gan gue ini newbie di kaskus, gue minta saran sama bantuan-nya ya thanks. terus masalah update gue gak bisa nentuin kapan2nya... sorry juga kalo tulisannya acak-acakan hehe. so... let's get start!
Ilustration girls character.
All picture here bukan foto asli mereka, itu cuma foto foto yang gue dapat dari sosmed, gue cari yang semirip mungkin dengan postur tubuh, warna kulit, dan bentuk wajah berdasarka character asli. dan menurut gue ini semua sudah yang paling resemble. terus foto foto yang gue pajang disini hanya sekedar untuk ilustrasi dan untuk imajinasi pembaca agar semakin bermain, gakada niatan lain. satu lagi menurut gue foto yang paling persis mirip disini adalah foto untuk character natasha dan chika.
Spoiler for Index:
Ilustration girls character.
All picture here bukan foto asli mereka, itu cuma foto foto yang gue dapat dari sosmed, gue cari yang semirip mungkin dengan postur tubuh, warna kulit, dan bentuk wajah berdasarka character asli. dan menurut gue ini semua sudah yang paling resemble. terus foto foto yang gue pajang disini hanya sekedar untuk ilustrasi dan untuk imajinasi pembaca agar semakin bermain, gakada niatan lain. satu lagi menurut gue foto yang paling persis mirip disini adalah foto untuk character natasha dan chika.
Spoiler for Natasha:
Spoiler for Chika:
Spoiler for Salsa:
Spoiler for Febi:
Spoiler for Ayu:
Spoiler for Sarah:
Spoiler for Sally:
Diubah oleh whykevin 14-07-2016 09:26
0
44.7K
236
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
whykevin
#77
Part 11 - Oh, Geng Motor?
Gue menyuruh jojo untuk memberhentian motornya.
"jo jo, berhenti jo" ucap gue sambil menepuk nepuk pundak jojo
"ada apa vin? ada yang ketinggalan?" tanya jojo
"gak, bukan! liat tuh" ucap gue sambil menunjuk ke arah chika
"itu chika, lagi ngapain dia?"
"kayaknya lagi berantem sama lelaki yang tadi ke kelas waktu istirahat itu jo"
Jojo pun memberhentikan motornya di pinggir jalan, dari kejauhan gue dan jojo memperhatikan mereka berdua, disana cukup sepi waktu itu, hanya ada beberapa orang saja yang berlalu lalang, cukup lama kami berdua memperhatikan mereka tiba tiba gue lihat chika sepertinya mencoba untuk pergi dari hadapan lelaki itu tapi di tahan olehnya, seolah si laki laki ini tidak membiarkan chika untuk pergi, beberapa menit kemudia, chika... dia... gue lihat dari kejauhan chika menangis! gue dan jojo segera menghampiri chika, chika pun melirik ke arah kami berdua lalu menghampiri gue.
"Kevinnnn aku takut" ucapanya lalu memeluk badan gue
gue cukup kaget saat chika memeluk badan gue, tapi gak gue hiraukan.. karna tinggi chika yang hanya sehidung, kedua mata gue masih bisa melihat ke arah lelaki itu, dia menatap gue dengan tajam! dan penuh amarah! lalu dia membentak gue!
"SIAPA LO ANJING" ucapnya dengan bahasa sunda kasar yang gue translate
"............" gue hanya terdiam, mata kami berdua saling menatap
"ANJINGG LOO" ucapnya lalu menghampiri gue mencoba memukul kepala gue
"Eh taik mau ngapain lo" ucap jojo sambil menahan serangannya ke arah gue
mereka berdua baku hantam sementara gue masih menenangkan chika, dia memeluk gue dengan sangat erat dan tangisannya semakin menjadi jadi.gue lihat jojo tersungkur jatuh saat menerima pukulan keras dari lelaki itu, gue gak diam saja, gue coba untuk melepaskan pelukan chika dan menyuruhnya untuk menjauh. Chika menuruti omongan gue lalu menjauh, dengan penuh emosi gue berlalri menerjang si badboy ini, pukulan gue tepat mendarat di pipi kanan-nya, dia mebalas pukulan gue bertubi tubi, sebagian pukulannya meleset dan sebagian lagi mengenai tubuh gue, gue tendang perutnya sekeras mungkin, dia pun tersunkur jatuh, lalu gue tendang kepalanya sekeras mungkin, dia sepertinya sudah tergeletak lemah di bawah, entah berapa ratus setan yang merasuki tubuh gue hingga gue enggan untuk berhenti dan terus melajukan memukuli wajahnya, tak lama chika pun menghampiri gue lalu menarik badan gue yang menduduki si badboy ini.
"Vin sadar vin, udah kasian dia!" ucapnya sambil terus mencoba menarik tubuh gue
"........" gue tidak menhiraukan perkataannya dan terus malnjutkan siskaan yang gue berikan
"Vin woy udah lah"ucap jojo yang mencoba menarik tubuh gue
Gue pun berhenti memukulinya, dengan nafas yang bergemuruh gue mencoba untuk meredam amarah gue. lelaki itu pun mulai bangkit dengan darah yang keluar dari mulut serta hidungnya.
"ANJ*NG KALIAN YA! AWAS AJA! DAN LO CIK, DASAR LO PEL*CUR!" ucapnya sambil menunjuk ke arah kami bertiga lalu pergi
Gue lihat chika masih menangis tersedu sedu lalu menatap ke arah wajah gue dan jojo.
"vin, jo, maafin aku... gara gara aku kalian jadi gini" ucapnya sambil menundukan kepala dan terus menangis
"udah biasa kok cik gapapa, kita kan laki laki" ucap jojo
"iya cik, udah kamu gausah nangis lagi" ucap gue
kami berdua mencoba utuk menenangkan chika yang masih menangis, tidak lama tangisan chika mulai mereda, kami bertiga pun duduk di sebuah kursi yang berada di dekat sana, gue lihat chika membuka ranselnya dan mengeluarkan sesuatu.
"Nih vin, jo" ucapnya sambil memberikan tissue yang dia keluarkan dari ranselnya
gue dan jojo mengelap darah yang ada di wajah kami berdua. gue lihat chika melamun dengan tatapan kosong ke arah jalan, dia pasti memikirkan kejadian tadi. gue sangat ingin tau siapa lelaki itu, dan ada hubungan apa chika dengan lelaki itu, gue pun mencoba menanyakan-nya kepada chika.
"emangnya lelaki itu siapa sih cik?" tanya gue
"namanya rizal vin, aku juga baru kenal beberapa hari sama dia"
"emang kamu ada hubungan apa sama dia"
"gak ada hubungan apa apa vin, dia sering deketin aku disekolah, ngajak pulang bareng, dan maksa aku buat jadi pacarnya"
"gila apa itu cowok" ucap jojo
"terus tadi kamu ngapain? kok kamu mau ketemu sama dia kayak gitu"
"dia janji sama aku vin, kalo sekarang aku ketemu dia, dia gak bakal ganggu aku lagi"
"terus? ketemuan doang kan?"tanya gue
"nggak vin, dia maksa aku ikut kerumahnya" ucapnya dengan nada lemas
"udah lah, cowok brengsek gitu gausah di ladenin cik" timpal jojo
"iya cik, kamu jauhin aja dia" ucap gue
"aku juga pengen, tapi dia deketin aku terus setiap hari, tadi pagi aja aku sengaja gak ke kantin biar ga ketemu sama dia, terus dianya malah nyamperin aku ke dalem kelas" jelas chika
"laen kali kita gebukin aja lagi" ucap jojo
Cukup lama kami duduk, kami pun pergi untuk pulang, gue minta jojo untuk antar chika kerumahnya, sementara gue naik angkutan umum untuk pulang kerumah.
keesokan harinya, gue dan jojo cerita tentang kejadian kemarin kepada randi dan dimas, setelah selesai cerita gue lihat ekspresi wajah mereka berdua sepertinya kaget mendengar ceritka kami.
"Yang bener? kalian berantem sama rizal?!!" ucap dimas
"wah bahayaaa!!" ucap randi
"bahaya? bahaya kenapa ndi" ucap jojo
"dia itu geng motor! kalian kalo mau milih lawan jangan ngasal lah" ucap randi
"mana kita tau ndi kalo dia geng motor" ucap gue
"gue malah udah tau dia dari smp" ucap dimas
karna dimas dan randi memang sudah tinggal di bandung sejak kecil jadi mereka tau ini itunya kota bandung, sementara gue dan jojo? kalian bisa buka lagi part sebelumnya tentang gue dan jojo.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, hari ini gue nebeng pulang sama jojo, di parkiran saat jojo dan gue akan mengambil motor gue lihat si rizal dan satu orang temannya tengah duduk di atas jok motor jojo. Mereka berdua melirik ke arah gue dan jojo lalu menghampiri kami berdua.
"Tuh nal, mereka berdua" ucap rizal sambil menunjuk ke arah kami berdua
"oh jadi ini 2 bocah yang gebukin temen gue" ucap teman rizal
"mau ngapin lo pada?!" ucap jojo
"nyolot lo ya!" ucap teman rizal
"Terus lo mau apa nyet!" ucap jojo
"SINI LO ANJ*NG" ucap teman rizal lalu menghampiri jojo
"eh udah nal, jangan disini" ucap rizal menghentikan temannya
"kalian 2 banci beraninya keroyok temen gue? nanti hari jumat gue tunggu kalian pulang sekolah, 2 lawan 2 gimana? kalo disini gue gak berani, ada yang bokapnya guru tuh hahaha" ucap teman rizal mencemooh jojo
"anj*ng! ayok gue berani" ucap jojo
"oke nyet, gue tunggu hari jumat pulang sekolah di depan gerbang, jangan kabur ya banci hahahaha!!" ucap teman rizal lalu terwata
kami berdua pun bergegas pulang, jojo seperti biasa mampir ke rumah gue, kami berdua membicarakan tentang tantangan yang di berikan rizal dan temannya, gue takut dia main curang dengan membawa alat.
keesokan harinya gue dan jojo bercerita kepada randi dan dimas tentang tantangan yang di berikan rizal kemarin.
"GILA KALIAN? KALIAN BERDUA PENGEN MATI KOYOL GITU?" ucap randi dengan nada serius "MEREKA PASTI BOHONG SAMA KALIAN, YANG ADA KALIAN BERDUA NANTI DI GEBUKIN RAME RAME! ucapnya lagi
"Terus gue harus gimana? gak mungkin gue menghindar karna dia 1 sekolah sama kita, dan sabtu nanti? kabur? gak mungkin juga.. rizal pasti sudah menunggu di depan gerbang, ditambah lagi jojo sudah menerima tantangan mereka... ini udah terlanjur" jelas gue
"saran gue ya vin, lo harus minta bantuan banyak orang!" ucap dimas
Gue gak punya banyak kenalan di bandung, mau minta bantuan sama siapa? tunggu... oma!! dia banyak kenalan di bandung, gue yakin oma bisa bantu.
pada saat pulang sekolah gue bergegas menyetir mobil gue kerumah oma, gue langsung bercerita dan menjelaskan tentang semua yang terjadi.
"oh gampang" oma hanya tersenyum ke arah gue
what? sesepele ini masalah itu untuk oma?
"oma bangga kamu bisa bantu orang, apalagi temen kamu sendiri... yaudah tunggu sebentar" ucapnya lalu melangkah berjalan ke arah kamar miliknya.
"eh kevin" oma pun menghentikan langhkahnya lalu berbalik ke arah gue yang sedang duduk di sofa "kamu panggil temen kamu yang namanya jojo kesini"
"oke oma"
"nanti kalian tunggu sebentar ya" ucap oma
"siap"
gue pun segera menghubungi jojo untuk segera datang ke rumah oma, sekitar 25menit kemudia jojo sampai dirumah oma, jojo bertanya tanya mengapa menyuruhnya kesini, gue sendiri yang sama sekali belum tau jelas menunggu untuk apa hanya menggelengkan kepala ke arah jojo.
sekitar 1jam kami menunggu sambil menonton tv tiba tiba gue lihat seorang lelaki sekitar umur 35tahun dengan tubuh tinggi berisi berpenampilan seperti pereman masuk ke dalam rumah oma dan mengobrol dengan oma di rumang tamu, tidak lama kemudia oma memanggil gue dan jojo untuk menemui lelaki tersebut.
"Vin... Kevin... sini nak, ajak temanmu juga" panggil oma dari ruang tamu
kami berdua pun menemui lelaki tersebut.
"kenalkan, ini mas anton.." ucap oma
"kevin" ucap gue sambil bersalaman
"joeshep" ucap jojo sambil bersalaman
mas aton terlihat sangat gagah, sungguh.
"mas anton ini temen om hendera, om kamu yang baru pindah ke jakarta itu" jelas oma
"oh iya" ucap gue
oma pun meninggalkan kami bertiga untuk mengobrol.
"jadi kenapa vin?" tanya mas anton
gue dan jojo menjelaskan semuanya kepada mas anton, lalu mas anton menyuruh kami berdua untuk menemui rizal saat pulang sekolah dan ikut kemana pun rizal mengajak kami.
"jo jo, berhenti jo" ucap gue sambil menepuk nepuk pundak jojo
"ada apa vin? ada yang ketinggalan?" tanya jojo
"gak, bukan! liat tuh" ucap gue sambil menunjuk ke arah chika
"itu chika, lagi ngapain dia?"
"kayaknya lagi berantem sama lelaki yang tadi ke kelas waktu istirahat itu jo"
Jojo pun memberhentikan motornya di pinggir jalan, dari kejauhan gue dan jojo memperhatikan mereka berdua, disana cukup sepi waktu itu, hanya ada beberapa orang saja yang berlalu lalang, cukup lama kami berdua memperhatikan mereka tiba tiba gue lihat chika sepertinya mencoba untuk pergi dari hadapan lelaki itu tapi di tahan olehnya, seolah si laki laki ini tidak membiarkan chika untuk pergi, beberapa menit kemudia, chika... dia... gue lihat dari kejauhan chika menangis! gue dan jojo segera menghampiri chika, chika pun melirik ke arah kami berdua lalu menghampiri gue.
"Kevinnnn aku takut" ucapanya lalu memeluk badan gue
gue cukup kaget saat chika memeluk badan gue, tapi gak gue hiraukan.. karna tinggi chika yang hanya sehidung, kedua mata gue masih bisa melihat ke arah lelaki itu, dia menatap gue dengan tajam! dan penuh amarah! lalu dia membentak gue!
"SIAPA LO ANJING" ucapnya dengan bahasa sunda kasar yang gue translate
"............" gue hanya terdiam, mata kami berdua saling menatap
"ANJINGG LOO" ucapnya lalu menghampiri gue mencoba memukul kepala gue
"Eh taik mau ngapain lo" ucap jojo sambil menahan serangannya ke arah gue
mereka berdua baku hantam sementara gue masih menenangkan chika, dia memeluk gue dengan sangat erat dan tangisannya semakin menjadi jadi.gue lihat jojo tersungkur jatuh saat menerima pukulan keras dari lelaki itu, gue gak diam saja, gue coba untuk melepaskan pelukan chika dan menyuruhnya untuk menjauh. Chika menuruti omongan gue lalu menjauh, dengan penuh emosi gue berlalri menerjang si badboy ini, pukulan gue tepat mendarat di pipi kanan-nya, dia mebalas pukulan gue bertubi tubi, sebagian pukulannya meleset dan sebagian lagi mengenai tubuh gue, gue tendang perutnya sekeras mungkin, dia pun tersunkur jatuh, lalu gue tendang kepalanya sekeras mungkin, dia sepertinya sudah tergeletak lemah di bawah, entah berapa ratus setan yang merasuki tubuh gue hingga gue enggan untuk berhenti dan terus melajukan memukuli wajahnya, tak lama chika pun menghampiri gue lalu menarik badan gue yang menduduki si badboy ini.
"Vin sadar vin, udah kasian dia!" ucapnya sambil terus mencoba menarik tubuh gue
"........" gue tidak menhiraukan perkataannya dan terus malnjutkan siskaan yang gue berikan
"Vin woy udah lah"ucap jojo yang mencoba menarik tubuh gue
Gue pun berhenti memukulinya, dengan nafas yang bergemuruh gue mencoba untuk meredam amarah gue. lelaki itu pun mulai bangkit dengan darah yang keluar dari mulut serta hidungnya.
"ANJ*NG KALIAN YA! AWAS AJA! DAN LO CIK, DASAR LO PEL*CUR!" ucapnya sambil menunjuk ke arah kami bertiga lalu pergi
Gue lihat chika masih menangis tersedu sedu lalu menatap ke arah wajah gue dan jojo.
"vin, jo, maafin aku... gara gara aku kalian jadi gini" ucapnya sambil menundukan kepala dan terus menangis
"udah biasa kok cik gapapa, kita kan laki laki" ucap jojo
"iya cik, udah kamu gausah nangis lagi" ucap gue
kami berdua mencoba utuk menenangkan chika yang masih menangis, tidak lama tangisan chika mulai mereda, kami bertiga pun duduk di sebuah kursi yang berada di dekat sana, gue lihat chika membuka ranselnya dan mengeluarkan sesuatu.
"Nih vin, jo" ucapnya sambil memberikan tissue yang dia keluarkan dari ranselnya
gue dan jojo mengelap darah yang ada di wajah kami berdua. gue lihat chika melamun dengan tatapan kosong ke arah jalan, dia pasti memikirkan kejadian tadi. gue sangat ingin tau siapa lelaki itu, dan ada hubungan apa chika dengan lelaki itu, gue pun mencoba menanyakan-nya kepada chika.
"emangnya lelaki itu siapa sih cik?" tanya gue
"namanya rizal vin, aku juga baru kenal beberapa hari sama dia"
"emang kamu ada hubungan apa sama dia"
"gak ada hubungan apa apa vin, dia sering deketin aku disekolah, ngajak pulang bareng, dan maksa aku buat jadi pacarnya"
"gila apa itu cowok" ucap jojo
"terus tadi kamu ngapain? kok kamu mau ketemu sama dia kayak gitu"
"dia janji sama aku vin, kalo sekarang aku ketemu dia, dia gak bakal ganggu aku lagi"
"terus? ketemuan doang kan?"tanya gue
"nggak vin, dia maksa aku ikut kerumahnya" ucapnya dengan nada lemas
"udah lah, cowok brengsek gitu gausah di ladenin cik" timpal jojo
"iya cik, kamu jauhin aja dia" ucap gue
"aku juga pengen, tapi dia deketin aku terus setiap hari, tadi pagi aja aku sengaja gak ke kantin biar ga ketemu sama dia, terus dianya malah nyamperin aku ke dalem kelas" jelas chika
"laen kali kita gebukin aja lagi" ucap jojo
Cukup lama kami duduk, kami pun pergi untuk pulang, gue minta jojo untuk antar chika kerumahnya, sementara gue naik angkutan umum untuk pulang kerumah.
keesokan harinya, gue dan jojo cerita tentang kejadian kemarin kepada randi dan dimas, setelah selesai cerita gue lihat ekspresi wajah mereka berdua sepertinya kaget mendengar ceritka kami.
"Yang bener? kalian berantem sama rizal?!!" ucap dimas
"wah bahayaaa!!" ucap randi
"bahaya? bahaya kenapa ndi" ucap jojo
"dia itu geng motor! kalian kalo mau milih lawan jangan ngasal lah" ucap randi
"mana kita tau ndi kalo dia geng motor" ucap gue
"gue malah udah tau dia dari smp" ucap dimas
karna dimas dan randi memang sudah tinggal di bandung sejak kecil jadi mereka tau ini itunya kota bandung, sementara gue dan jojo? kalian bisa buka lagi part sebelumnya tentang gue dan jojo.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, hari ini gue nebeng pulang sama jojo, di parkiran saat jojo dan gue akan mengambil motor gue lihat si rizal dan satu orang temannya tengah duduk di atas jok motor jojo. Mereka berdua melirik ke arah gue dan jojo lalu menghampiri kami berdua.
"Tuh nal, mereka berdua" ucap rizal sambil menunjuk ke arah kami berdua
"oh jadi ini 2 bocah yang gebukin temen gue" ucap teman rizal
"mau ngapin lo pada?!" ucap jojo
"nyolot lo ya!" ucap teman rizal
"Terus lo mau apa nyet!" ucap jojo
"SINI LO ANJ*NG" ucap teman rizal lalu menghampiri jojo
"eh udah nal, jangan disini" ucap rizal menghentikan temannya
"kalian 2 banci beraninya keroyok temen gue? nanti hari jumat gue tunggu kalian pulang sekolah, 2 lawan 2 gimana? kalo disini gue gak berani, ada yang bokapnya guru tuh hahaha" ucap teman rizal mencemooh jojo
"anj*ng! ayok gue berani" ucap jojo
"oke nyet, gue tunggu hari jumat pulang sekolah di depan gerbang, jangan kabur ya banci hahahaha!!" ucap teman rizal lalu terwata
kami berdua pun bergegas pulang, jojo seperti biasa mampir ke rumah gue, kami berdua membicarakan tentang tantangan yang di berikan rizal dan temannya, gue takut dia main curang dengan membawa alat.
keesokan harinya gue dan jojo bercerita kepada randi dan dimas tentang tantangan yang di berikan rizal kemarin.
"GILA KALIAN? KALIAN BERDUA PENGEN MATI KOYOL GITU?" ucap randi dengan nada serius "MEREKA PASTI BOHONG SAMA KALIAN, YANG ADA KALIAN BERDUA NANTI DI GEBUKIN RAME RAME! ucapnya lagi
"Terus gue harus gimana? gak mungkin gue menghindar karna dia 1 sekolah sama kita, dan sabtu nanti? kabur? gak mungkin juga.. rizal pasti sudah menunggu di depan gerbang, ditambah lagi jojo sudah menerima tantangan mereka... ini udah terlanjur" jelas gue
"saran gue ya vin, lo harus minta bantuan banyak orang!" ucap dimas
Gue gak punya banyak kenalan di bandung, mau minta bantuan sama siapa? tunggu... oma!! dia banyak kenalan di bandung, gue yakin oma bisa bantu.
pada saat pulang sekolah gue bergegas menyetir mobil gue kerumah oma, gue langsung bercerita dan menjelaskan tentang semua yang terjadi.
"oh gampang" oma hanya tersenyum ke arah gue
what? sesepele ini masalah itu untuk oma?
"oma bangga kamu bisa bantu orang, apalagi temen kamu sendiri... yaudah tunggu sebentar" ucapnya lalu melangkah berjalan ke arah kamar miliknya.
"eh kevin" oma pun menghentikan langhkahnya lalu berbalik ke arah gue yang sedang duduk di sofa "kamu panggil temen kamu yang namanya jojo kesini"
"oke oma"
"nanti kalian tunggu sebentar ya" ucap oma
"siap"
gue pun segera menghubungi jojo untuk segera datang ke rumah oma, sekitar 25menit kemudia jojo sampai dirumah oma, jojo bertanya tanya mengapa menyuruhnya kesini, gue sendiri yang sama sekali belum tau jelas menunggu untuk apa hanya menggelengkan kepala ke arah jojo.
sekitar 1jam kami menunggu sambil menonton tv tiba tiba gue lihat seorang lelaki sekitar umur 35tahun dengan tubuh tinggi berisi berpenampilan seperti pereman masuk ke dalam rumah oma dan mengobrol dengan oma di rumang tamu, tidak lama kemudia oma memanggil gue dan jojo untuk menemui lelaki tersebut.
"Vin... Kevin... sini nak, ajak temanmu juga" panggil oma dari ruang tamu
kami berdua pun menemui lelaki tersebut.
"kenalkan, ini mas anton.." ucap oma
"kevin" ucap gue sambil bersalaman
"joeshep" ucap jojo sambil bersalaman
mas aton terlihat sangat gagah, sungguh.
"mas anton ini temen om hendera, om kamu yang baru pindah ke jakarta itu" jelas oma
"oh iya" ucap gue
oma pun meninggalkan kami bertiga untuk mengobrol.
"jadi kenapa vin?" tanya mas anton
gue dan jojo menjelaskan semuanya kepada mas anton, lalu mas anton menyuruh kami berdua untuk menemui rizal saat pulang sekolah dan ikut kemana pun rizal mengajak kami.
Diubah oleh whykevin 05-06-2016 06:25
JabLai cOY memberi reputasi
1