Kaskus

Story

carienneAvatar border
TS
carienne
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]


Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
(credit to : risky.jahatfor the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
Diubah oleh carienne 27-03-2017 21:48
elbe94Avatar border
corneelooAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 53 lainnya memberi reputasi
54
2M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
carienneAvatar border
TS
carienne
#836
PART 31

“ambilin garpunya dong...”

Gue mengambil garpu yang terbungkus tissue, dan menyerahkan ke Ara. Dengan garpu itu dia langsung memakan makanan pesanannya, sementara pesanan gue belum juga datang. Alhasil gue cuma bisa memandanginya makan dengan nikmat.

“napa liat-liat? belum pernah liat orang laper yak?” katanya dengan mulut penuh makanan.

“diabisin dulu makanan yang di mulut baru ngomong...” sahut gue kalem. “lo si kebiasaan makan sambil ngoceh...”

Ara mengunyah makanannya dengan cepat, kemudian menelannya dengan mencolok. Dia tertawa-tawa ga jelas.

“kenapa?” tanya gue heran.

“lo ga bete liat gue yang kaya gini?”

“kaya gini gimana emang?”

“yaa gini... jorok...” dia tertawa pelan.

Gue tersenyum.

“ah, gue juga ga kalah jorok kali dari lo... lagi gue udah setahun kenal lo, udah biasa jadinya hahaha...” jawab gue sambil mengaduk-aduk minuman gue.

“lo juga jorok si soalnya....” kekehnya.

“gue mah wajar kalo jorok, cowo sih. lah elo cewe, juga jorok. Segala tissue dibuang dimana-mana. Wleee...” ejek gue. Keki gue, dikatain jorok sama Ara.

“makanya lo nempel sama gue yak? sama-sama jorok? hahahaha....”

“ah elo bisa banget gombalin gue...” sahut gue tertawa lebar.

“ah engga, gue ga gombalin elo. Biasa aja si gue. Elo kerasa kegombal ya? Ciyeee....”

Nah kan apa juga dugaan gue, kena lagi gue kalo ngobrol sama Ara. Dia memang selalu selangkah didepan gue. Dengan malu gue mengalihkan topik pembicaraan.

“ada tugas apa buat besok Senin?” tanya gue.

Ara memandangi gue dengan aneh, kemudian melotot. Ketika dia tahu gue ga bereaksi apa-apa, dia menghembuskan napas berat, dan meletakkan garpunya. Dia menggeleng-gelengkan kepala memandangi gue, seakan putus asa dengan gue.

“Gilaaaang....”

“yaaa....”

“lo pedekate kok ngomongin soal tugas siii....”

gue menggaruk-garuk kepala yang ga gatal.

“emang salah yak?” tanya gue bego.

“ya nanya yang lain gitu napasiii....” sahutnya lemas. “cari topik yang kira-kira cocok buat pedekate laaah....”

“emmm....”

“ayo, gue kasi waktu lima detik buat cari topik baru, kalo engga gue siram jus!” ultimatum Ara.

“eh gila aja...”

“satu...”

“Ra... bentar-bentar....”

“dua....”

“.....”

“tigaaa....”

“Raa, bentar gue lagi mikir ya ampun bener-bener deh tobat gue...”

“empaaat....”

“mati gue...”

“empat setengah....” dia ancang-ancang mengambil gelas jusnya.

“Raaa....” gue sudah pasrah, mau belepotan jus juga biarin deh.

“empat tiga perempat....”

“BESOK JOGGING YUK!” kata gue setengah berteriak. Akhirnya di detik-detik terakhir gue bisa menemukan ide topik baru.

Mendadak Ara meminum jusnya dengan nikmat, sementara gue memandanginya dengan deg-degan dan bengong.

“lima.” katanya sambil meletakkan jusnya lagi dan tertawa lebar. “nah, gitu kek. Susah amat si cari bahan pembicaraan yang asik...”

“gue panik tau ga...”

Ara mencibir ke gue.

“jogging? ayo lah. Gue si udah biasa bangun pagi. Lah elo gimana? Awas kalo besok lo ga bangun, gue cabutin bulu kaki lo!”

“iya iya...”

----


Keesokan paginya, gue merasakan ada seseorang yang bolak-balik keluar masuk kamar gue dengan berisik. Dengan setengah sadar gue berusaha mengenalinya. Sesosok cewe nyebelin yang tinggal di sebelah kamar gue lah pelakunya.

“lo cari apa si Raaa, pagi-pagi gini berisik aja....” gerutu gue sambil memeluk bantal dan memejamkan mata lagi.

“gue pinjem jaket lo yak...”

“jaket yang mana...”

“yang biru tua...”

Gue seketika membuka mata, dan melihat Ara sudah berdiri di depan gue, mengenakan jaket kesayangan gue. Kedua tangannya dimasukkan ke kantong jaket, dan rambutnya dikuncir. Dia tersenyum lucu.

“se-la-mat paaaa-giii....” sapanya sambil berjinjit.

“lo kok pake yang itu si....” protes gue sambil menggaruk rambut.

“kenapa? ga boleh yak? ya udah gue kembaliin nih....” dia cemberut dan memegangi retsleting jaket.

“iya iya boleh kok...”

“hehehe....”

“gapake ngambek tapi ya...”

“siap boss!” dia melakukan gesture penghormatan, kemudian berkacak pinggang dan melenggak-lenggokkan tubuhnya. “gue cantik ga, Gil?”

Gue memandanginya beberapa saat, dan tertawa pelan.

“lebih dari cantik.”

Ara tersenyum senang, dan menggigit bibir bagian bawahnya kemudian menggeleng-gelengkan kepala sendiri. Entah apa maksudnya, tapi gue menyukai ekspresinya itu. Dia kemudian keluar kamar. Sebelum menghilang ke kamar sebelah, dia melongokkan kepala.

“lo cuci muka gih! sikat gigi! abis ini berangkat kita”

“iya emaaak, astaga...” gerutu gue.
khuman
junti27
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.