- Beranda
- Stories from the Heart
(Horror) (Kisah Nyata) Mereka itu "Halus"
...
TS
fitrafn
(Horror) (Kisah Nyata) Mereka itu "Halus"
Mereka itu "Halus"
Quote:
Diubah oleh fitrafn 18-07-2016 10:41
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
3
285.3K
1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
fitrafn
#139
Perkenalan "indah"
Kejadian ini terjadi saat aku masih kuliah di Bandung. Kostan ku memang terletak di pinggir jalan, dan menyatu dengan salah satu tempat makan steak yang memang digemari oleh para mojang Bandung. Tidak ada yang tahu bahwa di tempat makan tersebut memang tersedia kost-kostan khusus wanita. Letak pintu masuk kost-kostannya pun memang terbilang perlu ketelitian dari orang yang sedang berkunjung makan disana. Di pinggir-pinggir tembok ditanami pohon bambu. Dekorasi lorong tempat kostannya pun menggunakan batu alam, sehingga ketika aku masuk, hawa dingin terasa. Hawa "lain" pun akan terasa bagi mereka yang tidak bisa "melihat" sekalipun, karena selain lorong tersebut kurang pencahayaan, ada beberapa sisi tempat yang mungkin tanpa sengaja akan menarik perhatian matamu meskipun itu tidak ada benda apapun.
Kamarku terletak di ujung dekat kamar mandi, tidak bersebelahan namun cukup dekat untuk bisa mendengar orang yang sedang mandi. Kamarku memang terhitung lebih luas ukurannya di bandingkan kamar lainnya, tapi kekurangannya yaitu terdapat jendela besar yang memang langsung menghadap ke belakang rumah. Kamar kost-kostan memang terletak di lantai 2, sehingga dari kamar ku dapat melihat batas antara tembok tinggi rumah satu dengan yang lainnya dan di antara tembok tersebut ditumbuhi pepohonan liar dan rumput-rumput. Sepertinya itu menjadi saluran air pembuangan. Andai terjatuh kedalam sana pun, sulit untuk keluar karena temboknya terlalu tinggi untuk di panjat.
Terdapat 6 kamar kostan wanita di rumah itu, dan akulah orang yang pertama kali mengisinya. Semua penghuni kostan sebelumnya sudah lulus sehingga mereka pun sudah meninggalkan rumah tersebut. Hening dan gelap. Ditambah dengan jendela besar yang menjadi bagian dari kamarku. Tidak perlu membuka untuk "melihat" pun perasaan itu terlalu jelas.
Saat itu aku baru pindah dan tinggal di sana beberapa bulan. Sebenarnya saat aku mulai mengekost disana, bertepatan dengan hari pertama puasa di tahun 2008. Akupun ditemani oleh Bunda sekitar 5 hari untuk membiasakan diri dan menghapal tempat mana saja yang ada warung nasinya. Semua berjalan aman sampai bulan puasa berakhir.
Aku masih ingat dengan salah satu bibi disana yang memang mengurus kostan. Namanya Bi Totoh. Beliau baik, dan tinggal disitu bersama suaminya bernama Mang Suhar. Aku sudah akrab dengan Bibi karena aku sering mengobrol dengannya. Malam itu seperti biasa, hening dan dingin. Akulah satu-satunya manusia yang berada di antara 6 kamar tersebut. Di antara kamar ke dua dan ketiga terdapat ruangan tidak tertutup yang dijadikan gudang oleh Mamang. Akan ada cerita lebih banyak kejadian di kostan ku di post selanjutnya.
Aku berpamitan kepada Bi Totoh setelah mengobrol di kamarnya yang berada di bawah. Ketika menaiki tangganya pun," hawa" itu sangat terasa. Entah karena aku penasaran atau apa, aku "membuka" nya, dan lagi-lagi aku hanyalah manusia biasa. Spontan aku mengumpat dalam hati karena tepat di atas belakangku, di tembok yang berada di atas anak tangga yang sedang kunaiki, sesosok "perempuan" sedang duduk dan kakinya sedang menjuntai ke bawah.
Aku mulai melangkah cepat dan segera menuju kamarku. Aku harus kembali membiasakan diri dengan "mereka" yang ada di kostan ini. Akupun masuk kamar dan mengunci pintu. Gorden kamar pun aku rapatkan dan aku menyalakan TV.
Seperti suara sendal jepit melangkah. Aku tidak curiga karena saat itu ku pikir Mamang sedang merapihkan gudang.
Suara pintu kamar mandi ditutup. Aku pun mengabaikan suara itu dan tetap berpikir itu adalah Mamang.
Suara pintu kamar mandi terbuka. Aku yang memang berniat untuk mengobrol dengan Mamang untuk mencoba berusaha akrab karena beliau tipikal nya lebih pemalu ketimbang Bibi, aku pun bangun dari tempat tidurku dan menuju pintu kamarku.
Pintu kamar ku buka, dan aku menoleh ke kanan arah kamar mandi sambil berkata,
aku tidak menyelesaikan sapaanku yang awalnya ku tujukan untuk menyapa Mamang.
KOSONG.
Tidak ada siapapun disana. Padahal jeda dari suara pintu dibuka tidak lama dari aku berusaha untuk menyapanya. Aku mulai curiga dan memutuskan untuk "membuka" nya. Aku menoleh ke arah kiri, dan perkenalan itu terlalu indah buatku.
Sosok "perempuan" tersebut hanya berjarak dua langkah dari wajahku dan bodohnya aku, tidak langsung masuk ke kamar, kepalaku refleks menengok ke arah kamar mandi. Si "putih" kostan berada di dekat kamar mandi dengan posisi badan setengah mencondong seperti orang mengintip. Aku pun menundukkan kepalaku dan dengan cepat aku menutup kembali pintu kamar serta menguncinya.
Aku "menutup" kembali saat itu juga dan bergegas menuju kasurku. Lagi, seperti layaknya orang yang baru pertama kali melihat "mereka", aku
menarik selimutku dan menutupi kepalaku. Akupun berdoa dan berusaha memejamkan mataku.
Keesokkan paginya aku terbangun dengan suara alarm HP. Aku bergegas keluar dari kamar dan mencari Bibi dan ternyata ada di dapur.
Bibi yang sedang memasak mie pun menoleh dan bertanya,
Aku mendekati Bibi dan mulai menanyakan beliau.
Bibi mengerutkan dahinya dan terdiam.
Aku pun menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Setelah Bibi menjawab seperti itu, tidak lama kemudian ada suara perempuan dari tangga yang memanggil Bibi.
Aku pun berkenalan dengan cewek tersebut, dan pengalamanku di kostan ini baru dimulai.
Kamarku terletak di ujung dekat kamar mandi, tidak bersebelahan namun cukup dekat untuk bisa mendengar orang yang sedang mandi. Kamarku memang terhitung lebih luas ukurannya di bandingkan kamar lainnya, tapi kekurangannya yaitu terdapat jendela besar yang memang langsung menghadap ke belakang rumah. Kamar kost-kostan memang terletak di lantai 2, sehingga dari kamar ku dapat melihat batas antara tembok tinggi rumah satu dengan yang lainnya dan di antara tembok tersebut ditumbuhi pepohonan liar dan rumput-rumput. Sepertinya itu menjadi saluran air pembuangan. Andai terjatuh kedalam sana pun, sulit untuk keluar karena temboknya terlalu tinggi untuk di panjat.
Terdapat 6 kamar kostan wanita di rumah itu, dan akulah orang yang pertama kali mengisinya. Semua penghuni kostan sebelumnya sudah lulus sehingga mereka pun sudah meninggalkan rumah tersebut. Hening dan gelap. Ditambah dengan jendela besar yang menjadi bagian dari kamarku. Tidak perlu membuka untuk "melihat" pun perasaan itu terlalu jelas.
Saat itu aku baru pindah dan tinggal di sana beberapa bulan. Sebenarnya saat aku mulai mengekost disana, bertepatan dengan hari pertama puasa di tahun 2008. Akupun ditemani oleh Bunda sekitar 5 hari untuk membiasakan diri dan menghapal tempat mana saja yang ada warung nasinya. Semua berjalan aman sampai bulan puasa berakhir.
Aku masih ingat dengan salah satu bibi disana yang memang mengurus kostan. Namanya Bi Totoh. Beliau baik, dan tinggal disitu bersama suaminya bernama Mang Suhar. Aku sudah akrab dengan Bibi karena aku sering mengobrol dengannya. Malam itu seperti biasa, hening dan dingin. Akulah satu-satunya manusia yang berada di antara 6 kamar tersebut. Di antara kamar ke dua dan ketiga terdapat ruangan tidak tertutup yang dijadikan gudang oleh Mamang. Akan ada cerita lebih banyak kejadian di kostan ku di post selanjutnya.
Spoiler for Sound:
Quote:
Quote:
Aku berpamitan kepada Bi Totoh setelah mengobrol di kamarnya yang berada di bawah. Ketika menaiki tangganya pun," hawa" itu sangat terasa. Entah karena aku penasaran atau apa, aku "membuka" nya, dan lagi-lagi aku hanyalah manusia biasa. Spontan aku mengumpat dalam hati karena tepat di atas belakangku, di tembok yang berada di atas anak tangga yang sedang kunaiki, sesosok "perempuan" sedang duduk dan kakinya sedang menjuntai ke bawah.
Aku mulai melangkah cepat dan segera menuju kamarku. Aku harus kembali membiasakan diri dengan "mereka" yang ada di kostan ini. Akupun masuk kamar dan mengunci pintu. Gorden kamar pun aku rapatkan dan aku menyalakan TV.
Quote:
Seperti suara sendal jepit melangkah. Aku tidak curiga karena saat itu ku pikir Mamang sedang merapihkan gudang.
Quote:
Suara pintu kamar mandi ditutup. Aku pun mengabaikan suara itu dan tetap berpikir itu adalah Mamang.
Quote:
Suara pintu kamar mandi terbuka. Aku yang memang berniat untuk mengobrol dengan Mamang untuk mencoba berusaha akrab karena beliau tipikal nya lebih pemalu ketimbang Bibi, aku pun bangun dari tempat tidurku dan menuju pintu kamarku.
Quote:
Pintu kamar ku buka, dan aku menoleh ke kanan arah kamar mandi sambil berkata,
Quote:
aku tidak menyelesaikan sapaanku yang awalnya ku tujukan untuk menyapa Mamang.
KOSONG.
Tidak ada siapapun disana. Padahal jeda dari suara pintu dibuka tidak lama dari aku berusaha untuk menyapanya. Aku mulai curiga dan memutuskan untuk "membuka" nya. Aku menoleh ke arah kiri, dan perkenalan itu terlalu indah buatku.
Sosok "perempuan" tersebut hanya berjarak dua langkah dari wajahku dan bodohnya aku, tidak langsung masuk ke kamar, kepalaku refleks menengok ke arah kamar mandi. Si "putih" kostan berada di dekat kamar mandi dengan posisi badan setengah mencondong seperti orang mengintip. Aku pun menundukkan kepalaku dan dengan cepat aku menutup kembali pintu kamar serta menguncinya.
Aku "menutup" kembali saat itu juga dan bergegas menuju kasurku. Lagi, seperti layaknya orang yang baru pertama kali melihat "mereka", aku
menarik selimutku dan menutupi kepalaku. Akupun berdoa dan berusaha memejamkan mataku.
Keesokkan paginya aku terbangun dengan suara alarm HP. Aku bergegas keluar dari kamar dan mencari Bibi dan ternyata ada di dapur.
Quote:
Bibi yang sedang memasak mie pun menoleh dan bertanya,
Quote:
Aku mendekati Bibi dan mulai menanyakan beliau.
Quote:
Bibi mengerutkan dahinya dan terdiam.
Quote:
Aku pun menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Quote:
Setelah Bibi menjawab seperti itu, tidak lama kemudian ada suara perempuan dari tangga yang memanggil Bibi.
Quote:
Aku pun berkenalan dengan cewek tersebut, dan pengalamanku di kostan ini baru dimulai.
Spoiler for Jangan di liat:
Diubah oleh fitrafn 04-06-2016 06:53
0
Kenalkan, nama ane..panggil aja icha.. atau sebut saja mawar.. *penyamaran gagal*
. Ane disini cuma mau shared soal pengalaman ane.. sebenernya entah bijak atau engga untuk semakin menyebarkan keberadaan "mereka" yang ada disekitar kita.. tapi bukan hal yang aneh lagi kayaknya setelah ane search di mari, entah dari jaman kapan thread horror tumbuh..
(kalau belum ada index berarti ane buatnya via app mobile ya, masih belum paham kalau di app mobile buat ambil link nya gimana
nanti kalau on di desktop baru deh ane buat indexnya)
ya huhuhu
), tapi jangan ribut dimari ya..
dan ane mohon maaf kalau penulisan berantakan..

bantu share juga boleh.. biar makin ada motivasi update..makasih banyak sebelum dan sesudahnya temen2...
engga ada salah nya berbagi pengalaman, apapun keyakinan dan berasal dari mana pun temen2 yang ada disini, semua harus saling menghargai karena sama2 ciptaan Tuhan.. 
