- Beranda
- Stories from the Heart
Dosa Termanis ( True Story )
...
TS
boimbro
Dosa Termanis ( True Story )
Assalamualaikum, Salam Sejahtera, Omswastiastu, Syalom...
SELAMAT DATANG, TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR, ENJOY YAH
"SESUNGGUHNYA HAMBA TAK INGIN BERCERITA, TAPI APALAH DAYA JARI INI SELALU INGIN BERBICARA, SEMUA RASA YANG TELAH TERANGKAI BERSAMA KATA DIKALA SENJA, KETIKA ASA BERWUJUD SEPI, HAMBA YANG LEMAH INI AKAN TETAP MENANTI.
INDEX
part1--pertemuan
part2--first-date
part3--hembusan-angin-pantai
part4--what-happen-next
part5--im-so-sorry
part6--flashback
part7--5-juli-2012
part8--terima-kasih-sayang
part9--puncak-pass
part10--jatuh-di-lubang-yang-berbeda
part11--julia
part12--klimaks
part1--pertemuan
part2--first-date
part3--hembusan-angin-pantai
part4--what-happen-next
part5--im-so-sorry
part6--flashback
part7--5-juli-2012
part8--terima-kasih-sayang
part9--puncak-pass
part10--jatuh-di-lubang-yang-berbeda
part11--julia
part12--klimaks
SELAMAT MEMBACA
Diubah oleh boimbro 01-06-2016 01:03
anasabila memberi reputasi
1
7.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
boimbro
#35
PART.12 ( Klimaks )
Sungguh aku tak berniat untuk melakukannya saat itu tapi situasi dan keadaan yang memungkinkan membuat hasratku terbawa oleh aroma tubuh Julia saat ku peluk dan ku cium bibirnya yang telah ku bayangkan sejak pertama ku mengenalnya.
Julia sepertinya menanggapi keinginanku untuk menghabiskan waktu bersamanya sore itu di dalam kamar yang sebelumnya pernah aku tiduri bersama Via. Aku melepaskan semua pakaiannya begitu pula pakaianku. Julia memandangku dengan wajah yang sangat tidak bisa aku lupakan, matanya yang sayu bibirnya yang basah serta hidungnya yang kembang kempis dengan kedua kaki yang terbuka lebar. Sekilas aku teringat wajah Via saat aku sedang menikmati indahnya tubuh Julia yang seperti kanvas putih dan aku seorang pelukis yang sebentar lagi ingin menggoreskan kuas bertinta hasrat.
Jantungku berdebar, ku terdiam dan bertanya pada diri sendiri. apakah aku benar-benar akan melakukannya dengan Julia? Satu sisi aku sangat menginginkannya karena selama ini aku ingin melakukannya dengan Via tetapi ia selalu menolak, di sisi lain aku memikirkan tentang hubungan Julia dengan kekasihnya, begitu pula dengan Via. Walau bagaimanapun di mataku Via adalah sosok wanita yang sangat pengertian dan pemaaf, tega sekali aku mengecewakannya untuk kedua kalinya.
Diamku terpecah saat Julia mengatakan...
Aku tersentak, tak pernah aku mendengar ada seorang wanita bicara seperti itu. aku mulai bimbang mengapa Julia dengan mudahnya bicara seperti itu, apakah ia sering melakukannya dengan kekasihnya? Mungkin iya.
Belum aku lakukan kemauannya, aku berbaring di samping Julia. Ia pun menyampingkan tubuhnya ke hadapan ku memegang wajahku, melihat ke isi mataku yang seakan bertanya.
Itulah pertanyaanku saat itu, benar aku ingin melakukannya tetapi mengapa aku menginginkan tubuh Julia yang seutuhnya? Sedangkan ia dan kekasihnya sudah lama berhubungan dan mustahil mereka tak pernah melakukannya.
Aku memandangnya dan bertanya,,
Aku melihat Julia menangis saat aku mengatakan seperti itu, aku memeluknya mencoba untuk menenangkannya dan aku meminta maaf sekira perkataanku tadi menyinggung perasannya.
Aku membangunkannya dan memakaikan lagi pakaiannya. Lalu kami kembali ke ruang tengah menonton TV dan berfoto-foto, foto itu lah yang nantinya diketahui oleh Via dan disebarkannya.
Malam hari kami pulang dan aku mengantarkan Julia sampai rumahnya.
Setelah kejadian itu aku mendapatkan sebuah pelajaran, apakah sebuah hubungan yang belum sampai pernikahan harus melakukan seperti itu? Memang tak bisa dipungkiri sebuah hasrat akan selalu datang ketika keadaan yang memungkinkan, dan ia selalu menang dalam peperangan saat hati dan logika menolak.
Tapi aku dan Via selalu menang disaat kami berdua di kelilingi oleh pasukan hasrat, Via menolaknya dan aku bisa bertahan pada penolakannya.
Akhir agustus aku putuskan untuk mengundurkan diri dari kerjaan, aku meninggalkan semua kenangan ku bersama kesalahan-kesalahan yang pernah aku perbuat. Sungguh satu tahun yang membuatku banyak mendapatkan pengalaman hidup, khususnya tentang percintaan.
Awal aku mengenal Riri sebagai teman dekatku, lalu Via yang sempat menjadi kekasihku yang awalnya telah berpacaran dengan temanku, Shena teman baik Via yang mempunyai kekasih bernama Erick juga telah mengajariku tentang kesetiaan. Lalu Julia...
Julia telah menyadarkanku untuk lebih menghargai wanita. Tidak semua perasaan cinta dan kasih sayang harus diungkapkan dengan cara melakukan hal yang penuh dengan kenafsuan.
Beberapa bulan kemudian...
Aku masih berhubungan dengan Via walaupun hanya lewat handphone. Setelah putus denganku Via sudah dua kali berpacaran, sebelumnya dengan pacar yang pertama aku tahu Via sangat menyayanginya sampai suatu hari aku mengetahui bahwa..
Saat itu pukul 2 malam, aku datang ke kostan Via yang saat itu tidak ada teman-temannya. Aku juga heran mengapa Via berubah sedratsis ini, dulu Via selalu dilarang oleh orang tuanya kalau Via minta untuk indekost. Tapi sekarang..
Kehidupan Via berubah saat aku tahu ia sering pergi ke club malam dan suka mabuk-mabukan. Tapi aku tak bisa untuk melarangnya lagi, hidup ku dan Via telah berjalan sendiri-sendiri.
Aku telah di atas Via...
Aku menciumnya dan meremas dadanya, pakaian kami telah terlepas dari awal kami memulainya. Tangan Via mengarahkan punyaku menuju ke vag*nanya, ku melihat dan mencoba mendorongnya dengan pinggulku. Masuk....itu adalah pertama kalinya aku bisa merasakan denyutan dari Via.
Aku melihat wajahnya yang sangat menikmati permainanku, mulutnya yang terbuka matanya yang terpejam kedua tangannya memeluk tubuhku seakan ia tak ingin aku mengakhirinya.
Aku mencium keningnya saat aku telah sampai dan mengeluarkannya di dalam. Via memelukku dengan erat dicampur dengan air keringat yang membanjiri tubuh kami, lalu kami tertidur hingga pagi dan kami memulainya lagi.
Sungguh sesuatu yang membuatku bingung, mengapa setelah hubungan kami berakhir Via malah ingin melakukannya denganku, sedangkan dulu ia selalu menolak dan ku pikir Via belum pernah melakukannya sebelumnya.
Tapi setidaknya sewaktu Via bersamaku, aku masih bisa menjaga kehormatannya dan aku tak mencoba untuk memaksa seperti apa yang dilakukan kekasih Via, ia melakukannya lalu meninggalkannya.
Sampai saat ini aku menyesali perbuatanku yang dulu telah menyakiti hati Via, sebenarnya ia sosok wanita yang baik dan sopan. Karena pikiranku yang dari awal negatif padanya, membuat aku selalu mencoba untuk menduakannya, dan mencari kepuasan yang tidak aku dapatkan pada Via.
Tapi setelah aku mencari kepuasan dari wanita lain, baru aku tersadar bahwa ialah yang selama ini aku cari. Terlambat sudah, aku dan Via telah jauh sekali hingga aku tak bisa menghubunginya lagi.
Yang aku tahu sekarang Via telah mendapatkan pengganti kekasihnya yang lama dan berniat untuk menikah.
Sementara aku...
Masih tetap berjalan sendiri hingga menemukan wanita yang bisa menggantikan Via di hidupku.
-TAMAT-
Julia sepertinya menanggapi keinginanku untuk menghabiskan waktu bersamanya sore itu di dalam kamar yang sebelumnya pernah aku tiduri bersama Via. Aku melepaskan semua pakaiannya begitu pula pakaianku. Julia memandangku dengan wajah yang sangat tidak bisa aku lupakan, matanya yang sayu bibirnya yang basah serta hidungnya yang kembang kempis dengan kedua kaki yang terbuka lebar. Sekilas aku teringat wajah Via saat aku sedang menikmati indahnya tubuh Julia yang seperti kanvas putih dan aku seorang pelukis yang sebentar lagi ingin menggoreskan kuas bertinta hasrat.
Jantungku berdebar, ku terdiam dan bertanya pada diri sendiri. apakah aku benar-benar akan melakukannya dengan Julia? Satu sisi aku sangat menginginkannya karena selama ini aku ingin melakukannya dengan Via tetapi ia selalu menolak, di sisi lain aku memikirkan tentang hubungan Julia dengan kekasihnya, begitu pula dengan Via. Walau bagaimanapun di mataku Via adalah sosok wanita yang sangat pengertian dan pemaaf, tega sekali aku mengecewakannya untuk kedua kalinya.
Diamku terpecah saat Julia mengatakan...
Quote:
Aku tersentak, tak pernah aku mendengar ada seorang wanita bicara seperti itu. aku mulai bimbang mengapa Julia dengan mudahnya bicara seperti itu, apakah ia sering melakukannya dengan kekasihnya? Mungkin iya.
Belum aku lakukan kemauannya, aku berbaring di samping Julia. Ia pun menyampingkan tubuhnya ke hadapan ku memegang wajahku, melihat ke isi mataku yang seakan bertanya.
Quote:
Itulah pertanyaanku saat itu, benar aku ingin melakukannya tetapi mengapa aku menginginkan tubuh Julia yang seutuhnya? Sedangkan ia dan kekasihnya sudah lama berhubungan dan mustahil mereka tak pernah melakukannya.
Aku memandangnya dan bertanya,,
Quote:
Aku melihat Julia menangis saat aku mengatakan seperti itu, aku memeluknya mencoba untuk menenangkannya dan aku meminta maaf sekira perkataanku tadi menyinggung perasannya.
Quote:
Aku membangunkannya dan memakaikan lagi pakaiannya. Lalu kami kembali ke ruang tengah menonton TV dan berfoto-foto, foto itu lah yang nantinya diketahui oleh Via dan disebarkannya.
Malam hari kami pulang dan aku mengantarkan Julia sampai rumahnya.
Setelah kejadian itu aku mendapatkan sebuah pelajaran, apakah sebuah hubungan yang belum sampai pernikahan harus melakukan seperti itu? Memang tak bisa dipungkiri sebuah hasrat akan selalu datang ketika keadaan yang memungkinkan, dan ia selalu menang dalam peperangan saat hati dan logika menolak.
Tapi aku dan Via selalu menang disaat kami berdua di kelilingi oleh pasukan hasrat, Via menolaknya dan aku bisa bertahan pada penolakannya.
Akhir agustus aku putuskan untuk mengundurkan diri dari kerjaan, aku meninggalkan semua kenangan ku bersama kesalahan-kesalahan yang pernah aku perbuat. Sungguh satu tahun yang membuatku banyak mendapatkan pengalaman hidup, khususnya tentang percintaan.
Awal aku mengenal Riri sebagai teman dekatku, lalu Via yang sempat menjadi kekasihku yang awalnya telah berpacaran dengan temanku, Shena teman baik Via yang mempunyai kekasih bernama Erick juga telah mengajariku tentang kesetiaan. Lalu Julia...
Julia telah menyadarkanku untuk lebih menghargai wanita. Tidak semua perasaan cinta dan kasih sayang harus diungkapkan dengan cara melakukan hal yang penuh dengan kenafsuan.
Beberapa bulan kemudian...
Aku masih berhubungan dengan Via walaupun hanya lewat handphone. Setelah putus denganku Via sudah dua kali berpacaran, sebelumnya dengan pacar yang pertama aku tahu Via sangat menyayanginya sampai suatu hari aku mengetahui bahwa..
Quote:
Saat itu pukul 2 malam, aku datang ke kostan Via yang saat itu tidak ada teman-temannya. Aku juga heran mengapa Via berubah sedratsis ini, dulu Via selalu dilarang oleh orang tuanya kalau Via minta untuk indekost. Tapi sekarang..
Kehidupan Via berubah saat aku tahu ia sering pergi ke club malam dan suka mabuk-mabukan. Tapi aku tak bisa untuk melarangnya lagi, hidup ku dan Via telah berjalan sendiri-sendiri.
Aku telah di atas Via...
Aku menciumnya dan meremas dadanya, pakaian kami telah terlepas dari awal kami memulainya. Tangan Via mengarahkan punyaku menuju ke vag*nanya, ku melihat dan mencoba mendorongnya dengan pinggulku. Masuk....itu adalah pertama kalinya aku bisa merasakan denyutan dari Via.
Aku melihat wajahnya yang sangat menikmati permainanku, mulutnya yang terbuka matanya yang terpejam kedua tangannya memeluk tubuhku seakan ia tak ingin aku mengakhirinya.
Aku mencium keningnya saat aku telah sampai dan mengeluarkannya di dalam. Via memelukku dengan erat dicampur dengan air keringat yang membanjiri tubuh kami, lalu kami tertidur hingga pagi dan kami memulainya lagi.
Sungguh sesuatu yang membuatku bingung, mengapa setelah hubungan kami berakhir Via malah ingin melakukannya denganku, sedangkan dulu ia selalu menolak dan ku pikir Via belum pernah melakukannya sebelumnya.
Tapi setidaknya sewaktu Via bersamaku, aku masih bisa menjaga kehormatannya dan aku tak mencoba untuk memaksa seperti apa yang dilakukan kekasih Via, ia melakukannya lalu meninggalkannya.
Sampai saat ini aku menyesali perbuatanku yang dulu telah menyakiti hati Via, sebenarnya ia sosok wanita yang baik dan sopan. Karena pikiranku yang dari awal negatif padanya, membuat aku selalu mencoba untuk menduakannya, dan mencari kepuasan yang tidak aku dapatkan pada Via.
Tapi setelah aku mencari kepuasan dari wanita lain, baru aku tersadar bahwa ialah yang selama ini aku cari. Terlambat sudah, aku dan Via telah jauh sekali hingga aku tak bisa menghubunginya lagi.
Yang aku tahu sekarang Via telah mendapatkan pengganti kekasihnya yang lama dan berniat untuk menikah.
Sementara aku...
Masih tetap berjalan sendiri hingga menemukan wanita yang bisa menggantikan Via di hidupku.
-TAMAT-
0