Kaskus

Story

spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG


Aku dan Gadis Lugu
Cover by Agan Yushito13

Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.

Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,

Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran, emoticon-Big Grinatau nebak2 jalan cerita
BANTU RATE YA GAN hehehehe.

KASIH CENDOL JUGA BOLEH emoticon-Big Grin

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN emoticon-Big Grin

AND THEN, DILARANG OOT emoticon-Big Grin


Spoiler for Top Thread:


Spoiler for CHAPTER 1:


Spoiler for CHAPTER 2:

Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
251.5K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
#251
Eps. 19 - Tika dan Elissa bertemu
PLAKKKKKK!!!!
Dodi memukul ubun-ubunku dari arah belakang.

“Aww…sakit Di,”

Plakk..Plakkk..Plakkk
3 kali aku membalas perbuatan Dodi. Pembalasan haruslah lebih kejam.

Dodi bersusaha menghindar lagi saat aku hendak memukulnya lagi.

“Wkwkwk ampuuuun bos,damai damai” kata Dodi sambil tersenyum. Cuih!! Senyumannya mirip Ladyboy yang bertebaran di Sarkem.

“Kawus!!” kataku.



“Eh bi, yang tadi pagi berangkat bareng kamu siapa? Ha??? Ha???” tanya Dodi sambil menaik-naikkan kedua alisnya.

Kami berjalan menuju kelasku yang sudah dekat.

“Siapa sih? Ah kamu salah lihat Di, tadi aku berangkat sendiri kok.” Jawabku.

PLAKKKKKK!!!
Kepalaku dipukulnya dengan sebuah buku yang di gulung-gulung.

“Awwww….apa-apaan sih di”kataku.
“gak usah bohong deeeeeeh bi, aku bilangin ke Tika nih.” Ancam Dodi.
“Eh..eh…ja…jangan Di jangan.” Kataku.
“makanya, cepatan kasih tau aku!” ancam Dodi lagi.
“Dia siswi baru disini, anak teman Ayahku.” Jawabku.

“Edaaaaaaan (gila) kamu bi, memang ada bakat jadi buaya darat ya kamu. Ckk..ckk.ckk.” kata Dodi
“Hushhh.. ngawur.” Jawabku sambil memasang kuda-kuda hendak memukul Dodi lagi.

Akhirnya kami berdua masuk ke kelas. Sudah ada Tika ternyata sedang duduk manis sambil membaca buku.

“Hai.. “ sapaku kepada Tika lalu duduk disampingnya.
“Ehhh.. Tobi, Hi juga” jawab Tika tersenyum..Yeahhhh, senyuman ini, senyuman ini yang tidak akan ada yang bisa mengalahkannya. Senyuman yang bisa membuat hatiku tenang.
“Lagi baca apaan Tik” tanyaku.
“Baca ini nih” jawab Tika.
Kalau tidak salah, judul buku tersebut “Hikayat Putri Penelope” karya Idrus.

Aku sandarkan kepalaku diatas meja, ku pandangi wajahnya yang sedang serius membaca. Sesekali dia melirik kepadaku lalu terkikih sedikit kepadaku.
Ku pandangi terus wajahnya, sampai-sampai wajahnya menjadi memerah malu.

“Ihhh… apaan sih Tobiii” kata Tika manja.
“hehehe…” jawabku.
“Jangan melihatku terus dong bi, aku kan malu” pinta Tika kepadaku.
“Hehehhe, biarin ah, aku kan pacar kamu, heheh” jawabku.

Sedang asik-asiknya ngobrol dengan Tika, datanglah bencana mengganggu,

“EHMM..bilangin aaahhh” sindir seseorang dibelakangku .

Ku tengok kearahnya, ku lihat dia berpura-pura tidak melihatku sambil ‘cengengesan’.

“Sssttt!!” kataku memberi isyarat kepadanya sambil mengacungkan kepalan tangan kearahnya.
“Eeeeeessss teeeeehhh manis” katanya lagi. Aku tau apa maksud Dodi, dia ingin di traktir Es the manis.

“iya..iyaa” bisikku.



“Apaan sih..?” tanya Tika tiba-tiba.
“Eh..eh…ngg..nggak ada apa-apa Tik. Hehe” jawabku seadanya.
“ohhh…” katak Tika lalu melanjutkan membaca bukunya.

Bel tanda Pelajaran pertama dimulai.
Tidak ada yang special. Hanya mendengarkan ocehan para Guru dan ocehan Dodi.

Akhirnya, Istirahat pertama.

“Bi, ke kantin yuk?” ajak Dodi.
“Gak ah Di, aku mau disini aja sama Tika, hehe ya gak Tik?” jawabku. Sebenarnya, selain ingin berduaan dengan Tika, ada satu hal lagi yang membuatku enggan beranjak dari tempat dudukku dan pergi ke kantin bersama Dodi. Hal itu adalah, Elissa. Bisa dibayangkan jika Elissa melihatku, apa yang akan terjadi? Elissa pasti akan mengikutiku kemanapun aku pergi dan dimanapun aku berada selama istirahat di jam pertama ini.

Lebih parahnya lagi jika Tika melihatnya, Oh Tuhan aku tak sanggup untuk membayangkannya.

“Ehmm.. Es tteh manis, ehhe” kata Dodi.
“Iya iyaa.. nih” jawabku sambil memberikan uang untuk Dodi.
“Matur nuwun haha” kata Dodi tertawa. Dan berjalanlah ia keluar kelas.


“Eh Di, kembaliannya tolong belikan cemilan.” Kataku teriak kepada Dodi.
“Iyaaaa…” jawab Dodi tak kalah keras.

….

Aku melanjutkan waktu mewahku yang satu ini, berduaan dengan Tika. Ku lihat kelasku, tidak ada siapa-siapa kecuali kami berdua.

“Bi, nanti kerumahku yuk? Kamu mau gak?Ajarin aku bi, Aku masih tidak mengerti dengan pelajaran barusan” Pinta Tika kepadaku.
“Ya mauuuulah sayang, heheh” jawabku.
“Yaudah nanti kamu ajarin aku ya?” kata Tika. Gingsulnya sedikit nampak saat Tika tersenyum.
“Iya tuan putri.” Jawabku.



…..SKIP
Akhirnya waktu pulang datang.

“Yuk..” ajak Tika.
“Haaaayok” jawabku.

Kami berjalan berdua, kiri dan kanan. Aku tidak menganggap murid-murid lain yang sedang berlalu lalang di samping kanan dan kiri kami berdua. Ku gandeng tangan kanannya. Tika menoleh kearah tangannya yang ku pegang lalu menoleh lagi kearahku. Dia tersenyum.

Aku dan Tika sangat menikmati moment romantis ini menuju Parkiran,

“Ehh.. tunggu-tunggu Tik”
“Ada apa bi?
“emhh… kita lewat jalan lain aja yuk?” ajakku.
“Memangnya kenapa dengan jalan ini?” tanya Tika.
“Yaa, gak apa2 sih, bosen aja lewat sini, yuk sayang?” ajakku.
“Iya deeeehh,” jawab Tika

Lalu kami berjalan menuju parkiran lewat jalan yang lain.

Mengapa tadi aku memilih untuk merubah jalur? Kalian pasti tahu. Ya.. jalan yang awalnya hendak aku lewati itu adalah jalan yang melewati kelas Elissa.

Sebentar lagi kami sampai di parkiran. Tangan kami masih saling menggenggam satu sama lain. Sampai suatu bencana tiba-tiba datang,

Seseorang tiba-tiba melingkarkan tangannya di pinggangku dan menyandarkan kepalanya dibahuku.

“Haiiii Tobi, pulang yuuuukkkk?” kata Elissa sambil tersenyum centil kearahku. Sumpah kedatangannya membuatku kaget setengah mati.

Posisiku sekarang adalah, tangan kiriku menggandeng Tika dan Lengan kananku digenggam Elissa yang sedang berdiri menyandarkan kepalanya dibahuku seakan-akan takut aku kabur darinya.

Saat ini aku hanya ingin pingsan, aku tidak sanggup membayangkan apa yang terjadi selanjutnya, aku pasrah, aku pasrah jika mereka akan bertengkar ala WWE Smackdown. Tetapi aku tidak ingin melihat adegan tersebut.secara langsung. Aku tak sanggup.

Aku masih ‘ndomblong’ diam tak bergerak. Tika melihat heran kearahku dan Elissa. Dan pada akhirnya kedua pandangan mata mereka saling bertemu.

“Kamu siapa?”tanya Tika kepada Elissa.
“mmmhhh.. aku pacarnya Tobi. Kamu??” Jawab Elissa.

WHATTTTT????? Sejak kapan aku berpacaran dengan Elissa. Pacarku Cuma TIka, cuma dia seorang. Apa maksud kamu sih Elissa? (huhuhu). Sejak dulu beginilah cinta.

Sebelum Tika salah sangka,aku langsung berkata,
“Ishhhh.. apa-apaan sih kamu El??”

Kulihat Tika, air matanya sudah bersiap-siap menetes. Sedangkan Elissa,masih cuek dan berlagak centil.

“Hahhaaa, bercanda bi,”kata Elissa.

Elissa melepaskan tanganku dan sekarang posisinya ada didepan Tika. Mereka saling berhadapan.

“Kenalin, namaku Elissa, aku siswi pindahan dari Jakarta. Aku bukan pacarnya Tobi kok, aku hanya bercanda hehe.” Kata Elissa sambil mengulurkan tangan ke Tika untuk mengajak bersalaman.

“Ti..Ti.,Tika” Jawab Tika lirih lalu membalas uluran tangan Elissa. Wajahnya masih terlihat murung.
“Salam kenal Tik,” kata Elissa tersenyum kepada Tika.
“I..i..iya” jawab Tika.

Entah apa yang membuat kata-kata yang akan keluar dari mulut Tika menjadi sedikit susah.

“Aku anak dari teman Ayahnya Tobi, dan Tobi adalah teman pertamaku disini. Kuharap kamu bisa jadi temanku juga ya, Eh…kamu pacarnya Tobi ya?” tanya Elissa kepada Tika.
“Iya.. aku pacarnya Tobi” jawab Tika.



“Eh, main kerumahnya Tobi yuk? Aku juga tinggal disana” kata Elissa.
“Haaaaahhh..??” Tika Kaget.
“Kenapa? Hahaha kita beda kamar kok, kita juga hanya teman, dan Tobi tidak akan berani berbuat macam-macam kepadaku” Kata Elisa panjang lebar.



“Gimana bi?” tanya Elissa kepadaku.
“mmhhh… yaaaahh aku sudah janji mau belajar dirumah Tika El, ya gak Tik?.” Jawabku lalu bertanya ke Tika.
“Iya El” Jawab Tika.

“Yaaahh, kalau begitu belajarnya dirumah Tobi juga yuk? Nanti aku bantu deh, ya ya ya?” rayu Elisa kepada Tika.

“Gimana? Mau? Mau?” tanya Elissa lagi.

“Terserah Tika El” jawabku.

..

“Oke deh, kita kerumah kamu aja Bi,” jawab Tika tersenyum kepadaku.

Kalau Tika sudah tersenyum, apapun kan kulakukan.

“Yaudah, aku dan Tika ambil sepeda dulu ya? Kamu jalan duluan aja El!” kataku.
“Ehh.. tunggu, enak aja aku jalan sendiri. Kamu sana yang jalan sendiri, aku sama Tika naik sepeda. Boleh ya Tik?” tanya Elissa.
“Eh…i…iya boleh” jawab Elissa.

Haduuuhhhh kenapa aku yang jadi korban?? Dasar Elissa nenek lampir pengganggu hubungan orang. Batinku dalam hati.

….

Fix. Aku berjalan sendiri kerumahku. Kesal rasanya.
Di tengah perjalanan aku berpikir, apa Tika baik2 saja ya? Aku takut Elissa berbuat hal yang tidak-tidak kepada Tika. Ahhh, aku khawatir kepada Tika, apa aku menyusul mereka saja ya? Sampai saat ini mereka belum juga meleewatiku yang terpaksa berjalan kaki pulang kerumah sendiri.

Saat aku hendak membalikkan badan dan berlari menuju sekolah, tiba-tiba

“Tobiiiiii, kita duluan yaaaa” Teriak Elissa ditengah jalan sambil tetap mengayuh sepeda milik Tika.
Sedangkan Tika bonceng dibelakangnya dan tersenyum melambaikan tangan kearahku.

Sekali lagi aku bersyukur karena hal yang baru saja aku pikirkan tidak terjadi
“Iyaaaaaaaaaaaa” Teriakku.

-Bersambung-.
fabillillah
JabLai cOY
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.