- Beranda
- Stories from the Heart
TRUE STORY – Semua Yang Disembunyikan (Pengalaman Kerja di Hotel)
...
TS
adrian42
TRUE STORY – Semua Yang Disembunyikan (Pengalaman Kerja di Hotel)

Source: Google
Intro
Cerita ini pengalaman ane sendiri dan beberapa cerita teman se-kerjaan. Tahun kejadian sekitar 3-4 tahun lalu. Semua yang bersangkutan dengan Hotel akan ane sembunyikan dan ane pastikan tidak akan memperburuk citra Hotel tersebut.
Cerita ini pengalaman ane sendiri dan beberapa cerita teman se-kerjaan. Tahun kejadian sekitar 3-4 tahun lalu. Semua yang bersangkutan dengan Hotel akan ane sembunyikan dan ane pastikan tidak akan memperburuk citra Hotel tersebut.
Quote:
Diubah oleh adrian42 31-05-2016 08:49
blackdizpens561 dan 41 lainnya memberi reputasi
36
1.2M
672
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
adrian42
#359
#7 - Emma Stone. Not Horror. LOL
Karena banyak dari agan kaskuser sekalian yang udah bosan dengan horror dan mistery, ane akan coba bawa yang lain.
Saat itu ane bekerja di salah satu Hotel yang sangat besar di pertengahan Midtown East, NY. Kala itu ane udah keluar dari Hotel dimana ane pertama kali bekerja sebagai CCTV Security (mungkin akan ane ceritain kenapa ane keluar di part-part berikutnya). Hotel itu bisa dibilang hotel berbintang empat.
Jika kalian baru pertama kali berada di pertengahan New York atau katakan saja kalian baru pertama kali berada di New York, kalian pasti akan takjub akan segala halnya. Bukan bermaksud melebih-lebihkan, tapi begitulah kenyataannya. Cewe ane punya teman orang Texas– bisa dibilang orang kampungnya ala amerika–begitu dia datang ke New York dia gak mau pulang dan mau keliling kota menghabiskan tenaganya diantara gedung-gedung tinggi.
Terlalu jauh topik entah kemana. Oke kita kembali lagi. Kalian juga tahukan berapa banyak film-film yang memakai latar belakang New York. Banyak. Bahkan kalau kalian sering nonton film-film yang bertemakan New York, ketika kalian datang ke sini, ane janji kalian pasti banyak yang bakalan "Eh, ini bukannya tempat syutingnya film A", "Eh, ini'kan dimana spiderman loncat-loncat itu?" dll.
Sebut saja namanya Emma Stone. Beberapa minggu setelah syuting dari filmnya selesai, dia menginap dimana ane bekerja. Posisi ane masih sebagai CCTV Secutity–terima kasih berkat rekomendasi dari atasan ane di Hotel ane pertama bekerja. Hari itu hari sabtu malam. Hampir setengah dari pertugas secutiry diberi tugas tambahan untuk menjaga pintu belakang hotel karena seorang artis akan menginap disitu. Manajer tidak menyebutkan nama artis itu. Dia hanya memberi tugas. Dengarkan dan Laksanakan.
Setelah setengah jam, tiga buah mobil Range Rover datang secara bertahap. Tak lama turunlah seorang perempuan dengan rambut pirang yang tergerai dengan memakai celana legging–well, setidaknya itu yang aku perhatikan. Tak ada wartawan ataupun penguntit foto disana karena memang tidak ada yang tahu siapa yang akan menginap di hotel itu. Perempuan itu mulai berjalan masuk ke dalam hotel dengan didampingi kedua bodyguardnya. Dia berjalan melintasi ane dan menyapa satu persatu dari kami. Itu pertama kalinya seseorang yang begitu terkenalnya menyapa "Hey, how are you?" dan ane hanya bisa tersenyum.
![kaskus-image]()
Malam itu tak ada yang tahu jika Emma Stone sedang menginap di hotel itu sampai pagi. Tepat sebelum pergantian shift dan ane mau pulang. Ane ngeliat jalanan di depan hotel menjadi sangat macet. Beratus orang sudah berkumpul. Berpuluh polisi sudah dikerahkan untuk menjaga lalu lintas disekitar hotel. Ane keluar dari pintu depan. Beratus-ratus orang itu melihat pintu terbuka dan mulai histeris.
"Emma!!!"
"Emma, please!"
"Emma!"
"Emma, sign this!"
Dan Bum! ane keluar dari pintu menghapus senyuman manis mereka dari wajahnya. Mereka tidak lagi berteriak. Bukannya melihat sosok emma. Mereka melihat pria berumur 22 tahun keluar dari hotel dengan mata merah karena mengantuk, itu ane. Beberapa dari mereka justru tampak agak kesal. Ane hanya bisa tertawa dan beberapa polisi yang berada disekitar juga tersenyum.
Singkat cerita, ane pulang ke rumah–well, mungkin bisa dibilang apartment–lalu memberitahukan semuanya kepada cewe ane. Tak butuh lama, dia lalu menelfon adiknya lalu memberitahukan hal yang sama. Adiknya memang penggemar berat perempuan berambut pirang itu. Segala macam hype dari adiknya melimpah tak jelas. Dan akhirnya adiknya mengajakku untuk menemui Emma agak salah satu fotonya bisa ditanda tangani.
Dan singkat cerita lagi, kami sampai di hotel itu. Suasana masih agak ramai tapi orang-orang sudah mulai bubar. Saat itu ane sadar kalau Emma sudah pergi. Ane lalu menanyakan kemana Emma pergi ke orang-orang sekitar. Setelah mendapatkan informasi, ane bergegas membawa Adiknya cewe ane ke tempat tujuan.

Saat itu ane bekerja di salah satu Hotel yang sangat besar di pertengahan Midtown East, NY. Kala itu ane udah keluar dari Hotel dimana ane pertama kali bekerja sebagai CCTV Security (mungkin akan ane ceritain kenapa ane keluar di part-part berikutnya). Hotel itu bisa dibilang hotel berbintang empat.
Jika kalian baru pertama kali berada di pertengahan New York atau katakan saja kalian baru pertama kali berada di New York, kalian pasti akan takjub akan segala halnya. Bukan bermaksud melebih-lebihkan, tapi begitulah kenyataannya. Cewe ane punya teman orang Texas– bisa dibilang orang kampungnya ala amerika–begitu dia datang ke New York dia gak mau pulang dan mau keliling kota menghabiskan tenaganya diantara gedung-gedung tinggi.
Terlalu jauh topik entah kemana. Oke kita kembali lagi. Kalian juga tahukan berapa banyak film-film yang memakai latar belakang New York. Banyak. Bahkan kalau kalian sering nonton film-film yang bertemakan New York, ketika kalian datang ke sini, ane janji kalian pasti banyak yang bakalan "Eh, ini bukannya tempat syutingnya film A", "Eh, ini'kan dimana spiderman loncat-loncat itu?" dll.
Sebut saja namanya Emma Stone. Beberapa minggu setelah syuting dari filmnya selesai, dia menginap dimana ane bekerja. Posisi ane masih sebagai CCTV Secutity–terima kasih berkat rekomendasi dari atasan ane di Hotel ane pertama bekerja. Hari itu hari sabtu malam. Hampir setengah dari pertugas secutiry diberi tugas tambahan untuk menjaga pintu belakang hotel karena seorang artis akan menginap disitu. Manajer tidak menyebutkan nama artis itu. Dia hanya memberi tugas. Dengarkan dan Laksanakan.
Setelah setengah jam, tiga buah mobil Range Rover datang secara bertahap. Tak lama turunlah seorang perempuan dengan rambut pirang yang tergerai dengan memakai celana legging–well, setidaknya itu yang aku perhatikan. Tak ada wartawan ataupun penguntit foto disana karena memang tidak ada yang tahu siapa yang akan menginap di hotel itu. Perempuan itu mulai berjalan masuk ke dalam hotel dengan didampingi kedua bodyguardnya. Dia berjalan melintasi ane dan menyapa satu persatu dari kami. Itu pertama kalinya seseorang yang begitu terkenalnya menyapa "Hey, how are you?" dan ane hanya bisa tersenyum.

Malam itu tak ada yang tahu jika Emma Stone sedang menginap di hotel itu sampai pagi. Tepat sebelum pergantian shift dan ane mau pulang. Ane ngeliat jalanan di depan hotel menjadi sangat macet. Beratus orang sudah berkumpul. Berpuluh polisi sudah dikerahkan untuk menjaga lalu lintas disekitar hotel. Ane keluar dari pintu depan. Beratus-ratus orang itu melihat pintu terbuka dan mulai histeris.
"Emma!!!"
"Emma, please!"
"Emma!"
"Emma, sign this!"
Dan Bum! ane keluar dari pintu menghapus senyuman manis mereka dari wajahnya. Mereka tidak lagi berteriak. Bukannya melihat sosok emma. Mereka melihat pria berumur 22 tahun keluar dari hotel dengan mata merah karena mengantuk, itu ane. Beberapa dari mereka justru tampak agak kesal. Ane hanya bisa tertawa dan beberapa polisi yang berada disekitar juga tersenyum.
Singkat cerita, ane pulang ke rumah–well, mungkin bisa dibilang apartment–lalu memberitahukan semuanya kepada cewe ane. Tak butuh lama, dia lalu menelfon adiknya lalu memberitahukan hal yang sama. Adiknya memang penggemar berat perempuan berambut pirang itu. Segala macam hype dari adiknya melimpah tak jelas. Dan akhirnya adiknya mengajakku untuk menemui Emma agak salah satu fotonya bisa ditanda tangani.
Dan singkat cerita lagi, kami sampai di hotel itu. Suasana masih agak ramai tapi orang-orang sudah mulai bubar. Saat itu ane sadar kalau Emma sudah pergi. Ane lalu menanyakan kemana Emma pergi ke orang-orang sekitar. Setelah mendapatkan informasi, ane bergegas membawa Adiknya cewe ane ke tempat tujuan.

yugi17 memberi reputasi
1