- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.4K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#237
Eps. 18 - Kelakuan Elissa
Ku lihat langit, matahari semakin terik. Ku buka pintu gerbang rumahku. Ku berjalan cepat menuju kamarku, berusaha menjauh dari Elissa, berusaha berpikir berpikir dan berpikir suatu alasan yang memungkinkan untukku bisa pergi ke rumah Tika tanpa ada Elissa yang mengikutiku.
Ku buka pintu kamarku, Cekreeeeekkkk.. Ku masuk ke ruangan kesayanganku,
Lalu buru-buru ku tutup kembali, tetapi saat sedikit lagi pintu tertutup, Elissa sudah menahannya,
“Ih, apa-apaan sih kamu Elissa!” kataku marah.
“Kamu yang apa-apaan, seenaknya mau nutup pintu, aku kan juga mau masuk.” Jawabnya.
“Ini kamarku, kamar kamu disebelah situ!” kataku agak keras.
“Bodo amat ah, aku mau ke kamar kamu.,” kata Elissa tak mau kalah.
“Minggir gak!”
“gak.!!”
“MINGGIR!”
“GAK!!”
“MINGGIR!!!!!!
“GAAAAAAAAKK!!!!”
Aku tak peduli, ku coba mendorong pintu kamarku agar tertutup sempurna. Sedangkan Elissa? Dia tidak mau kalah denganku.
Yaa begitulah, waktu terbuang percuma untuk kami saling dorong pintu kamarku. Dan akhirnya aku akan memenangkan peperangan ini, pintu sudah hampir tertutup…
Tiba-tiba…….
“Ada apaan siiiihhh ribut-ribut?” tanya ibuku.
“Ini tante, Elissa gak boleh masuk ke kemarnya Tobi.” Jawab Elissa memelas.
“hmm..Tobiiiiiiii……”kata ibuku sedikit teriak.
Hmmmmm…sekali lagi aku hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.
Ku buka pintu kamarku, dan masuklah Elissa dengan wajah menyebalkan penuh kemenangan.
“Hehe..”tawa Elissa lirih kepadaku.
“Tobi., tolong yang akur sama Elissa. Dia kan baru disini, belum punya teman selain kamu. Ibu minta kamu bisa jadi teman yang baik ya?” pinta Ibuku sambil tersenyum.
“Iya bu,” jawabku pasrah lalu menutup pintu kamarku.
Ku lihat Elissa sedang berbaring di kasurku sambil mengacak-acak isi Tas sekolahku.
Aku berpikir untuk merebutnya, tetapi…. Setelah aku berpikir berpikir dan berpikir kembali, percuma. Ibuku selalu membelanya.
Aku lebih memilih mengambil sebuah bantal dan tiduran di karpet.
“Sebenarnya ini kamar siapa ya Tuhan?” batinku dalam hati.
Terkadang ku dengar Elissa tertawa sendiri saat melihat isi tasku. Aku tak peduli.
“hahahaa..” tawa Elissa.
“BERISIIIK!!” kataku kesal.
“hahha..bi.. kamu saat disekolah apakah belum pernah menulis sedikitpun catatan dibuku tulismu?” tanya Elissa.
“belum pernah.” Jawabku singkat.
“Lalu..???” tanya Elissa.
“Lalu, bagaimana bisa selama 1 semester ini kamu tidak menulis catatan sedikitpun? Ku lihat buku tulismu saat Smp juga tidak ada catatannya?” tanya Elissa lagi.
“Terserah aku.” Jawabku.
“kamu pasti murid terbodoh disekolah..hahaha, murid bodoh..haha” tawanya puas.\
“Kamu bisa tidak untuk diam sebentaaaaaaaar saja?” tanyaku ketus, sambil tersenyum menyeringai ala Kuntilanak.
“weeeeeekkk.” Ledek Elissa dengan menjulurkan lidahnya kearahku.
Seharian waktuku terbuang percuma. Seharian juga aku mendengar pertanyaannya yang tidak pernah aku jawab. Aku memilih diam sampai dia bosan.
Tak terasa aku ketiduran, entah jam berapa aku mulai terlelap.
……..
Aku terbangun dari tidurku,Kulihat waktu sudah menunjukkan jam 02.30 dini hari.
“ASTAGA!” kataku. Elissa tidur tepat disampingku.
Aku merasa haus, seluruh badanku terasa lengket karena tadi sore tidak mandi. Aku berjalan menuju arah dapur lalu ku tuang air kedalam segelas cangkir. Lalu ku minum.
“ahhhhh….. nikmat” kataku.
Aku kembali kekamarku, dan kulihat sebuah catatan menempel di pintu kamarku.
“Dear honey, ayah dan Ibu beserta Om Anton pergi dulu. Tolong jaga Elissa ya nak? Dan tolong bantu Elissa untuk mendapatkan teman2 baru di sekolah. Ibu percaya padamu.
Dadaaah sayang, samapi bertemu kembali.”
Aku remas-remas catatan tersebut dan ku lempar ke tempat sampah kecil yang ada di dalam kamarku.
Ahhhhhh…. Entah sudah berapa kali aku mendapatkan Note seperti ini dari orang tuaku.
Aku sudah biasa. Aku tak peduli mereka pergi kemana dan akan kembali kapan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya aku bisa menghindar dari Elissa.
“Tapi sepertinya itu tak mungkin” batinku.
Aku tinggal satu rumah, aku bersekolah di sekolah yang sama juga. Tidak ada celah untukku menghindar darinya.
Ku lihat Elissa masih tertidur. Aku ambil pakaianku dari lemari, lalu aku masuk ke kamar mandi. Tidak mungkin aku telanjang keluar dari kamar mandi dan ganti pakaian di depan Elissa yang sedang tertidur. Orang yang melihat pasti mengira aku sudah merudapaksa Elissa.
Selesai mandi dan memakai pakaian, aku lanjutkan waktu mewahku (tidur)
……
Tak terasa waktu berlalu. Entah sudah berapa kali aku mencoba kabur dari Elissa yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Dan hanya 1 kali aku bisa kabur darinya dan pergi menemui kekasihku tercinta..Tika.
Tidak mungkin aku kerumah Tika dengan membawa seekor Elissa yang menyebalkan. Bisa-bisa terjadi perang dunia untuk kesekian kalinya.
Sampai sekarang aku masih ingat bagaimana Ekspresi Elissa yang melihat Raport hasil Ujianku di Semester 1. Dengan wajah penuh keheranan tidak percaya,terdiam memandangi raportku.
Ya, sekali lagi aku mendapatkan rangking 1 sekelas. Sekaligus menjadi siswa kelas 1 dengan nilai tertinggi seSMA 1 walau nilaiku tidak sempurna.
HAahhahahah… makan tuh!
………
Hari ini adalah hari pertama semester 2 dimulai. Dan hari pertama Elissa sekolah di tempat yang sama denganku. Aku berdoa disepanjang perjalanan, semoga Tika tidak bisa melihat Elissa yang berjalan disampingku. Semoga saja ..Amin.
“Bi, kenapa kamu tidak mengambil kelas akselerasi saja?” tanya Elissa tiba-tiba.
“…” aku hanya diam.
“Bi…??” tanya Elissa lagi.
“…” aku masih diam.
“BI!!!!!” teriak Elissa di dekat telingaku.
“Awwww… sakit Elissaaaa!!!” kataku sebal.
“makanya, jawab dong kalo ada orang nanya!” kata Elissa keras.
“Hadehhh… aku bukan orang yang suka dengan kesibukan, maka dari itu aku tidak mengambil kelas Akselerasi.” Jawabku.
“Yaaahhh, padahal sayang lho dengan IQ setinggi itu kamu hanya masuk di kelas regular saja.”
“….” Aku diam, tidak membalas perkataan Elissa.
Saat sudah masuk di wilayah sekolah, semua mata para siswa tertuju pada Elissa. Aku lihat tampang mereka sudah seperti Anjing yang melihat sebuah tulang yang sangat menggiurkan.
Jujur saja, Elissa memang cantik, mirip seperti Luna maya versi Bule. Rambutnya sedikit pirang, hidung mancung, kulit putih. Dan tinggi diatas rata-rata siswi seumurannya.
“Yuk, langsung kekelas.” Kata Elissa sambil menarik tanganku.
“Eh..tunggu-tunggu.. kita kekantin dulu yuk?”ajakku. Aku sengaja mengulur waktu dan mencari-cari alasan agar saat masuk ke kelas tidak bersamaan dengan Elissa.
“Gak..!! aku ingin langsung kekelas.” Kata Elissa sambil berjalan menuju kelas.
Aku hanya bisa pasarah. Oh Tuhan, apa yang akan terjadi denganku selanjutnya? Apakah hidupku akan berakhir setelah Tika melihatku yang sedang bersama ELissa?
Dag..dig..dug..
Jantungku berdegup kencang dan semakin kencang. Semakin kencang saaat sudah dengan ruang kelasku.
Dan….
Tiba-tiba Elissa berhenti.
“Kelasku disini, aku masuk duluan ya? Bye… sampai ketemu lagi nanti.” Kata Elissa sambil mengedipkan sebelah mata kearahku dan berjalan masuk ke kelasnya.
HAaaaaaahhhh???? Oh Tuhan, sungguh nikmat konspirasi yang engkau buat. Terima kasih. Terima kasih.
Aku bersyukur. Aku bersyukur karena Elissa tidak sekelas denganku. Berkali-kali aku mengucap syukur.
Aku berjalan menuju kelasku, penuh dengan kebahagiaan. Terkadang aku tersenyum sendiri. Tidak peduli dengan murid2 yang melihatku.
Saat akan sampai ke kelas……..Tiba2
“Eh,…tunggu-tungu.” Kataku dalam hati.
…..
“Kelas yang Elissa masuki tadi kan bukan kelas satu?” tanyaku kepada diriku sendiri.
….
“Berarti… Elissa ituuuuu…”
Oh My God!!!!!
Elissa kelas 2!!!!! Ternyata Elissa adalah kakak kelasku.
Selama ini aku mengira Elissa masih kelas satu sepertiku. Haha sudahlah. Yang terpenting aku tidak sekelas dengannya.
-Bersambung-
Ku buka pintu kamarku, Cekreeeeekkkk.. Ku masuk ke ruangan kesayanganku,
Lalu buru-buru ku tutup kembali, tetapi saat sedikit lagi pintu tertutup, Elissa sudah menahannya,
“Ih, apa-apaan sih kamu Elissa!” kataku marah.
“Kamu yang apa-apaan, seenaknya mau nutup pintu, aku kan juga mau masuk.” Jawabnya.
“Ini kamarku, kamar kamu disebelah situ!” kataku agak keras.
“Bodo amat ah, aku mau ke kamar kamu.,” kata Elissa tak mau kalah.
“Minggir gak!”
“gak.!!”
“MINGGIR!”
“GAK!!”
“MINGGIR!!!!!!
“GAAAAAAAAKK!!!!”
Aku tak peduli, ku coba mendorong pintu kamarku agar tertutup sempurna. Sedangkan Elissa? Dia tidak mau kalah denganku.
Yaa begitulah, waktu terbuang percuma untuk kami saling dorong pintu kamarku. Dan akhirnya aku akan memenangkan peperangan ini, pintu sudah hampir tertutup…
Tiba-tiba…….
“Ada apaan siiiihhh ribut-ribut?” tanya ibuku.
“Ini tante, Elissa gak boleh masuk ke kemarnya Tobi.” Jawab Elissa memelas.
“hmm..Tobiiiiiiii……”kata ibuku sedikit teriak.
Hmmmmm…sekali lagi aku hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.
Ku buka pintu kamarku, dan masuklah Elissa dengan wajah menyebalkan penuh kemenangan.
“Hehe..”tawa Elissa lirih kepadaku.
“Tobi., tolong yang akur sama Elissa. Dia kan baru disini, belum punya teman selain kamu. Ibu minta kamu bisa jadi teman yang baik ya?” pinta Ibuku sambil tersenyum.
“Iya bu,” jawabku pasrah lalu menutup pintu kamarku.
Ku lihat Elissa sedang berbaring di kasurku sambil mengacak-acak isi Tas sekolahku.
Aku berpikir untuk merebutnya, tetapi…. Setelah aku berpikir berpikir dan berpikir kembali, percuma. Ibuku selalu membelanya.
Aku lebih memilih mengambil sebuah bantal dan tiduran di karpet.
“Sebenarnya ini kamar siapa ya Tuhan?” batinku dalam hati.
Terkadang ku dengar Elissa tertawa sendiri saat melihat isi tasku. Aku tak peduli.
“hahahaa..” tawa Elissa.
“BERISIIIK!!” kataku kesal.
“hahha..bi.. kamu saat disekolah apakah belum pernah menulis sedikitpun catatan dibuku tulismu?” tanya Elissa.
“belum pernah.” Jawabku singkat.
“Lalu..???” tanya Elissa.
“Lalu, bagaimana bisa selama 1 semester ini kamu tidak menulis catatan sedikitpun? Ku lihat buku tulismu saat Smp juga tidak ada catatannya?” tanya Elissa lagi.
“Terserah aku.” Jawabku.
“kamu pasti murid terbodoh disekolah..hahaha, murid bodoh..haha” tawanya puas.\
“Kamu bisa tidak untuk diam sebentaaaaaaaar saja?” tanyaku ketus, sambil tersenyum menyeringai ala Kuntilanak.
“weeeeeekkk.” Ledek Elissa dengan menjulurkan lidahnya kearahku.
Seharian waktuku terbuang percuma. Seharian juga aku mendengar pertanyaannya yang tidak pernah aku jawab. Aku memilih diam sampai dia bosan.
Tak terasa aku ketiduran, entah jam berapa aku mulai terlelap.
……..
Aku terbangun dari tidurku,Kulihat waktu sudah menunjukkan jam 02.30 dini hari.
“ASTAGA!” kataku. Elissa tidur tepat disampingku.
Aku merasa haus, seluruh badanku terasa lengket karena tadi sore tidak mandi. Aku berjalan menuju arah dapur lalu ku tuang air kedalam segelas cangkir. Lalu ku minum.
“ahhhhh….. nikmat” kataku.
Aku kembali kekamarku, dan kulihat sebuah catatan menempel di pintu kamarku.
“Dear honey, ayah dan Ibu beserta Om Anton pergi dulu. Tolong jaga Elissa ya nak? Dan tolong bantu Elissa untuk mendapatkan teman2 baru di sekolah. Ibu percaya padamu.
Dadaaah sayang, samapi bertemu kembali.”
Aku remas-remas catatan tersebut dan ku lempar ke tempat sampah kecil yang ada di dalam kamarku.
Ahhhhhh…. Entah sudah berapa kali aku mendapatkan Note seperti ini dari orang tuaku.
Aku sudah biasa. Aku tak peduli mereka pergi kemana dan akan kembali kapan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya aku bisa menghindar dari Elissa.
“Tapi sepertinya itu tak mungkin” batinku.
Aku tinggal satu rumah, aku bersekolah di sekolah yang sama juga. Tidak ada celah untukku menghindar darinya.
Ku lihat Elissa masih tertidur. Aku ambil pakaianku dari lemari, lalu aku masuk ke kamar mandi. Tidak mungkin aku telanjang keluar dari kamar mandi dan ganti pakaian di depan Elissa yang sedang tertidur. Orang yang melihat pasti mengira aku sudah merudapaksa Elissa.
Selesai mandi dan memakai pakaian, aku lanjutkan waktu mewahku (tidur)
……
Tak terasa waktu berlalu. Entah sudah berapa kali aku mencoba kabur dari Elissa yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Dan hanya 1 kali aku bisa kabur darinya dan pergi menemui kekasihku tercinta..Tika.
Tidak mungkin aku kerumah Tika dengan membawa seekor Elissa yang menyebalkan. Bisa-bisa terjadi perang dunia untuk kesekian kalinya.
Sampai sekarang aku masih ingat bagaimana Ekspresi Elissa yang melihat Raport hasil Ujianku di Semester 1. Dengan wajah penuh keheranan tidak percaya,terdiam memandangi raportku.
Ya, sekali lagi aku mendapatkan rangking 1 sekelas. Sekaligus menjadi siswa kelas 1 dengan nilai tertinggi seSMA 1 walau nilaiku tidak sempurna.
HAahhahahah… makan tuh!
………
Hari ini adalah hari pertama semester 2 dimulai. Dan hari pertama Elissa sekolah di tempat yang sama denganku. Aku berdoa disepanjang perjalanan, semoga Tika tidak bisa melihat Elissa yang berjalan disampingku. Semoga saja ..Amin.
“Bi, kenapa kamu tidak mengambil kelas akselerasi saja?” tanya Elissa tiba-tiba.
“…” aku hanya diam.
“Bi…??” tanya Elissa lagi.
“…” aku masih diam.
“BI!!!!!” teriak Elissa di dekat telingaku.
“Awwww… sakit Elissaaaa!!!” kataku sebal.
“makanya, jawab dong kalo ada orang nanya!” kata Elissa keras.
“Hadehhh… aku bukan orang yang suka dengan kesibukan, maka dari itu aku tidak mengambil kelas Akselerasi.” Jawabku.
“Yaaahhh, padahal sayang lho dengan IQ setinggi itu kamu hanya masuk di kelas regular saja.”
“….” Aku diam, tidak membalas perkataan Elissa.
Saat sudah masuk di wilayah sekolah, semua mata para siswa tertuju pada Elissa. Aku lihat tampang mereka sudah seperti Anjing yang melihat sebuah tulang yang sangat menggiurkan.
Jujur saja, Elissa memang cantik, mirip seperti Luna maya versi Bule. Rambutnya sedikit pirang, hidung mancung, kulit putih. Dan tinggi diatas rata-rata siswi seumurannya.
“Yuk, langsung kekelas.” Kata Elissa sambil menarik tanganku.
“Eh..tunggu-tunggu.. kita kekantin dulu yuk?”ajakku. Aku sengaja mengulur waktu dan mencari-cari alasan agar saat masuk ke kelas tidak bersamaan dengan Elissa.
“Gak..!! aku ingin langsung kekelas.” Kata Elissa sambil berjalan menuju kelas.
Aku hanya bisa pasarah. Oh Tuhan, apa yang akan terjadi denganku selanjutnya? Apakah hidupku akan berakhir setelah Tika melihatku yang sedang bersama ELissa?
Dag..dig..dug..
Jantungku berdegup kencang dan semakin kencang. Semakin kencang saaat sudah dengan ruang kelasku.
Dan….
Tiba-tiba Elissa berhenti.
“Kelasku disini, aku masuk duluan ya? Bye… sampai ketemu lagi nanti.” Kata Elissa sambil mengedipkan sebelah mata kearahku dan berjalan masuk ke kelasnya.
HAaaaaaahhhh???? Oh Tuhan, sungguh nikmat konspirasi yang engkau buat. Terima kasih. Terima kasih.
Aku bersyukur. Aku bersyukur karena Elissa tidak sekelas denganku. Berkali-kali aku mengucap syukur.
Aku berjalan menuju kelasku, penuh dengan kebahagiaan. Terkadang aku tersenyum sendiri. Tidak peduli dengan murid2 yang melihatku.
Saat akan sampai ke kelas……..Tiba2
“Eh,…tunggu-tungu.” Kataku dalam hati.
…..
“Kelas yang Elissa masuki tadi kan bukan kelas satu?” tanyaku kepada diriku sendiri.
….
“Berarti… Elissa ituuuuu…”
Oh My God!!!!!
Elissa kelas 2!!!!! Ternyata Elissa adalah kakak kelasku.
Selama ini aku mengira Elissa masih kelas satu sepertiku. Haha sudahlah. Yang terpenting aku tidak sekelas dengannya.
-Bersambung-
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3