Kaskus

Story

boimbroAvatar border
TS
boimbro
Dosa Termanis ( True Story )
Assalamualaikum, Salam Sejahtera, Omswastiastu, Syalom...


SELAMAT DATANG, TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR, ENJOY YAH



"SESUNGGUHNYA HAMBA TAK INGIN BERCERITA, TAPI APALAH DAYA JARI INI SELALU INGIN BERBICARA, SEMUA RASA YANG TELAH TERANGKAI BERSAMA KATA DIKALA SENJA, KETIKA ASA BERWUJUD SEPI, HAMBA YANG LEMAH INI AKAN TETAP MENANTI.






SELAMAT MEMBACA
Diubah oleh boimbro 01-06-2016 01:03
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
7.6K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
boimbroAvatar border
TS
boimbro
#34
PART.11 ( Julia )
Julia memliki satu kakak perempuan yang telah menikah, sebagai adik Julia juga ingin cepat menyusul kakaknya untuk berumah tangga tetapi Arya kekasihnya yang telah memacari Julia selama hampir tiga tahun ini belum juga memperlihatkan tanda-tanda untuk serius padanya.

Usia Julia lebih tua satu tahun dibanding aku, saat itu usianya 22 tahun dan ia ingin sekali menikah muda.
Tak tahu apa yang jadi alasannya untuk ia menikah di usia itu, ku pikir mungkin Julia dan Arya telah lama berhubungan jadi, Julia sudah tak menginginkan suatu hubungan yang hanya sekedar pacar.

Hubungan mereka memang sudah sangat dekat sekali mungkin sudah seperti suami istri, dan yang lebih mengaggumkan lagi dari mereka adalah tidak ada yang namanya keributan, hubungan mereka berjalan seperti perahu sampan di atas air danau, tenang.

Arya yang selalu ada untuk Julia, bahkan dalam keadaan sulitnya Julia pun Arya selalu medampinginya, membantu dan memberi semangat pada hidup Julia.

Julia menceritakan itu semua padaku saat kami berdua memiliki hubungan, tapi semua itu berakhir disaat Arya mengetahui hubungan ku dengan Julia, ia membaca obrolan kami dari akun twitter milik Julia.

Satu hari di bulan Juni, disaat aku dan Via berangkat kerja bersama dari rumahku kami menggunakan motor masing-masing.
Di perjalanan handphone ku ada pesan masuk dari Julia.

Quote:


Berkali-kali aku baca pesan itu, mengapa hal yang seperti ini terjadi lagi di hidupku?

Memang ku akui, aku sendirilah yang menjadi penyebabnya, tapi aku sama sekali tidak pernah menginginkan hal yang dulu Erick lakukan padaku terjadi lagi.

Aku benar-benar merasa tak punya harga diri, dua kali telah membuat hati seorang laki-laki marah padaku karena mereka pikir aku telah merusak hubungannya, padahal disini aku tak lagi bersandiwara seorang diri.

Ada pemeran wanita yang selalu menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita perselingkuhan yang selama ini aku lakukan.
Tapi kami bukanlah seniman akting yang profesional, skenario yang telah kami mainkan terkadang lupa dan membuat sang sutradara menegur kami.

Bodohnya aku tak belajar dari kesalahan yang dulu aku lakukan pada Erick, aku berlagak seperti pangeran yang memliki banyak dayang-dayang yang sewaktu-waktu bisa aku miliki tanpa memikirkan dayang tersebut.

Dayang-dayang itu telah memiliki hubungan dengan prajurit kerajaan lain, yang telah aku ketahui sebelumnya.
Dan aku menginginkan dayang tersebut meninggalkan prajurit itu serta menjadi permaisuri-permaisuriku
Tetapi prajurit tersebut tak bisa menerima keputusanku begitu saja, ia akan melawan ku dengan seluruh senjata yang ia miliki begitu juga dayang-dayangnya, mereka hanya menginginkan kepuasan yang aku berikan padanya dan pada akhirnya mereka tidak ingin menjadi permaisuriku, mereka tetap memilih prajuritnya.

Begitu pula Julia setelah aku mendatangi rumahnya siang itu Arya menyuruh Julia untuk memilih di antara kami berdua, dan aku mendengar Julia tetap memilih Arya dan membiarkan aku dengan harapanku.

Sebelumnya aku dan Julia telah membuat kesepakatan, kalau kami akan meninggalkan pasangan kami masing-masing, pada tanggal 1 Juli.
Aku kecewa mendengarnya, saat itu akhir bulan Juni hubungan aku dengan Via makin tidak jelas.

Sebelumnya aku telah mengatakan putus pada Via karena suatu malam saat ia menghadiri pesta pernikahan temannya, yang saat itu sampai pukul satu malam dan Via tak memberitahuku sebelumnya, dan setelah aku menelponnya Via baru bercerita.

Aku tak bisa menerima alasan Via malam itu, sering aku menasehatinya untuk tidak keluar rumah sampai selarut itu.
Bukan tanpa alasan aku menasehatinya, karena aku memang sangat sayang padanya aku tak mau terjadi apa-apa pada Via.

Tapi aku memutuskan Via secara sepihak yang ku pikir aku sangatlah egois, kesalahan Via tak sebanding dengan kesalahan ku saat itu yang berhubungan dengan Julia.

Karena memang saat itu aku dan Julia sudah sangat dekat dan memiliki rencana lain jadi, alasan ku semakin bulat untuk memutuskan Via.

Di hari Arya mengetahui semua ini, di hari itu Via baru saja menginap di rumahku, Via yang sebelumnya tidak mengetahui hubungan ku dengan Julia seketika kaget setelah ia mencoba merebut handphone ku dan mengambil memory card yang ada di dalamnya.

Entah apa yang ada dalam pikiran Via saat itu bisa mengambil memory card handphone ku yang memang didalamnya itu ada foto ku dengan Julia yang sedang bermesraan.

Via yang terlihat marah padaku karena aku meninggalkannya tanpa alasan yang jelas, ia sempat meminta maaf padaku atas kesalahannya tapi aku tetap saja tak memikirkan, bibirku memaafkannya tapi hatiku tetap memilih Julia.

Foto mesra ku dengan Julia disebarluaskan oleh Via lewat BBM miliknya, dan saat itu semua teman kerjaku mengetahui apa yang telah aku lakukan pada Julia.

Seketika aku dan Julia menjadi topik utama pembicaraan orang-orang di tempat kerja, aku sangat marah sekali dengan perlakuan Via karena itu semua adalah privacy ku, aku tak ingin ada seorangpun yang tahu.

Tetapi Julia terlihat biasa saja saat orang-orang membicarakannya, suatu hari aku menemuinya ditempat kerja.

Quote:


Saat di rumah ku Via sangat ingin tahu alasan mengapa aku memutuskannya, karena sejak ia menjauhiku seperti tak menganggap aku sebagai kekasihnya aku datang dan mencoba mendekati Julia.

Dari awal aku meminta nomor teleponnya dan sampai kami pergi ke bioskop berdua, hubunganku dengan Julia semakin dekat.
Sampai kami pernah ke vila tempat aku dan Via dulu menginap.

Tapi saat itu aku masih ragu untuk mengajaknya, kami pergi pagi-pagi dan berniat untuk pulang malam hari.
Sampai di puncak kami jalan-jalan di kebun teh, sebelumnya aku tak berniat untuk ke vila karena ku pikir jika aku mengajaknya, Julia akan menolak.

Tetapi itu semua berubah saat aku memberanikan diri untuk mengajaknya, kami pergi ke minimarket terlebih dahulu untuk membeli sedikit makanan dan minuman.

Sampai di vila...

Quote:


Julia diam dan tersenyum, tanda menyetujui niat ku.
Sengaja aku membeli mie instan dan beberapa susu cair untuk alasan pergi ke vila

Quote:


Kami berdua duduk di ruang tengah, saat itu aku teringat mimpi ku yang dulu bertemu Shena dan aku mengingat Via yang selalu menolak ajakan ku untuk bercinta.

Lalu kami menonton TV sambil mengobrol, dan Julia pun tertidur di pahaku.
Aku memandang wajahnya, membelai rambut panjangnya pandanganku seketika terfokus pada dada Julia yang saat itu ia hanya menggunakan tanktop.

Aku menyentuh dan meraba masuk ke dalamnya, dan ku lihat Julia membuka matanya dan memandangku.

Ia tersenyum...
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.