Kaskus

Story

spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG


Aku dan Gadis Lugu
Cover by Agan Yushito13

Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.

Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,

Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran, emoticon-Big Grinatau nebak2 jalan cerita
BANTU RATE YA GAN hehehehe.

KASIH CENDOL JUGA BOLEH emoticon-Big Grin

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN emoticon-Big Grin

AND THEN, DILARANG OOT emoticon-Big Grin


Spoiler for Top Thread:


Spoiler for CHAPTER 1:


Spoiler for CHAPTER 2:

Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
251.5K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
#222
Eps. 17 - Elissa yang menyebalkan
Pukul 12.00

Aku masih diam di kamarku. Mataku belum mau beristirahat dari tugasnya. Sayup –sayup masih terdengar tawa dari mereka.

Pukul 01.00

Suara obrolan mereka sudah tidak terdengar lagi.

Cekreeeeeekkk….
Suara pintu kamar sebelah kamarku terbuka, ku dengar percakapan meraka.

“Elissa tidur disini ya, kalau butuh sesuatu panggil saja bibi, kamarnya ada didekat dapur.” Kata Ibuku.
“iya tante,” jawab Elissa.
“Sebelah sini kamar Tobi, Tante harap kalian bias akrab ya?” kata Ibuku.
“Iya tante terima kasih.” Kata Elissa.

Cekreeekkkk,….
Suara pintu kamar sebelah tertutup

….


Hmmmm.. aku hanya bias menarik nafas panjang2. Dan akhirnya akupun terlelap.
Hari ini adalah hari minggu, jadi aku tidak ke sekolah untuk mengikuti Class Meeting.


Tok.. tok.. tok
Suara pintu kamarku diketuk. Membuatku kaget dan terbangun dari tidurku.

“Tobiiiii, bangun.. ayo sarapan dulu. Ibu sudah menyiapkan sarapan untukmu.” Kata Ibuku teriak.
“……” Aku masih mengumpulkan nyawaku.
“Tobiiiiiii…..bangun.” Teriak Ibuku lagi.
“emmmmhhh… iya bu sebentar.” Teriakku,
“Yaudah Ibu tunggu diruang makan ya? Don’t be late!!” Teriak ibuku.
“Yeeessssssss mom,” jawabku sebal.

Sampailah aku diruang makan sambil ‘mengucek-ngucek’ mataku. Disana sudah ada Ayah dan Ibuku, Om Anton dan tentu saja… Elissa, dia tersenyum kepadaku.

Aku tidak membalas senyumannya dan lebih memilih langsung duduk. Ku ambil sebuah roti dan ku habiskan roti yang ku ambil dalam 3 lahap.

“Uhukkkk.. uhuukkk…” Aku terbatuk.
“Ya ampun Tobi, kalau makan pelan-pelan dong!” kata Ayahku memarahi. Ku lihat dia sedang sibuk dengan laptopnya.

“iyaaaa..” jawabku.

“Hahahahaha…” Semua tertawa.

“Nih…” Kata seseorang di sampingku memberikan segelas susu.

Ku lihat perlahan dari ujung gelas susu, perlahan ke tangan, perlahan lagi ku lihat bahunya, kulihat lagi Wajahnya. Ternyata Elissa yang memberikannya.

“Terima kasih” jawbku lirih lalu langsung ku tenggak habis susu tersebut dalam sekali tegukan.

“Sama-sama” kata Elissa.

Singkat cerita aku sudah selesai sarapan, kembali kekamarku, mandi dan setelah itu merebahkan tubuku kembali di kasur.

“Tikaaaa,… hmmm lebih baik hari ini aku kerumah Tika saja.” Batinku.

Tiba-tiba!!!!
Cekreeekkk… suara pintu kamarku terbuka. Aku lupa menguncinya.

“Eh,,, ehh ketok dulu dong.” Kataku sebal.

Orang yang ku maskud bukanya minta maaf tetapi malah melompat dan merebahkan tubuhnya di kasurku. Tepat disampingku.

“hmm,..” aku hanya bias menarik nafas dan kembali menatap langit2. Aku tidak memperdulikan seseorang yang sekarang berada disampingku.

“Kamar kamu rapi juga ya untuk ukuran seorang cowok.” Katanya.
“Biasa saja.” Jawabku ketus.

Jujur aku tidak suka ada seseorang yang dengan seenak jidatnya masuk ke kamarku tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada ku.

Lalu dia berjalan kesana kemari melihat seisi kamarku.

“menyebalkan sekali anak ini,” batinku.

“waaaahh, kamu punya harmonika, kamu bisa memainkannya?” tanya dia.
“bisa.” Jawabku singkat.
“Coba dong aku mau dengar.” Pintanya kepadaku.
“Lagi males.” Jawabku.
“ayolaaahhh sekali saja.” Pintanya lagi sedikit memaksa.
“aku bilang aku lagi maleeeessss.” Kataku lagi agak keras.

Dia diam.

Lalu, terdengar suara harmonika yang sedang ditiup. Sepenggal nada dari lagu “Patience” milik Guns n Roses.

“ehhh,. Itu kan bekas mulutku.” Kataku kaget.

Dia masih memainkan harmonika tersebut tanpaa memperdulikanku.

“Kamu gak jijik?” tanyaku kepadanya.

Lalu dia menghentikan permainan harmonikanya dan menuju kearahku.

“Nih.,. coba mainkan, aku ingin dengar.” Pintanya.
“dihh…emoohh! Bekas air liurmu tuh.” Kataku.
“Yaudah kalo gak mau, Harmonika ini buatku ya?” pintanya lagi.
“Silahkan, toh sudah bekas mulutmu.” Jawabku sebal.
“Asiiikkk..” kata dia kegirangan.

Tiba-tiba Ibuku datang dan berdiri di dekat pintu kamarku.

“ehhhh Elissa ada disini ternyata, sini ikut Tante, ada yang ingin tante bicarakan sama kamu.”
“hehhee, iya tante..” jawabnya sambil berjalan menuju Ibuku.

Dan, tiba-tiba dia menoleh kearahku lalu mengucapkan, “Thanks” sambil mengedipkan mata kirinya.

Yaaaaa, anak yang baru saja masuk ke kamarku dan berjalan kesana kemari, dengan seenak jidatnya melihat-lihat seisi kamarku adalah Elissa.

…….

Ini kesempatan, sebelum Elissa datang lagi menggangu rencanaku. Aku diam-diam berjalan keluar rumahku. Ku buka gerbang rumahku, dan…….

“Tobiiiii, mau kemana?” Teriak ibuku dari teras rumah. Ada Elissa juga disampingnya.
“eh.. ma….ma..mau jalan2 dulu, bosan Tobi dirumah.” Kataku berpurra-pura. Padahal aku akan kerumah Tika.

“Ajak Elissa juga bi, dia juga ingin jalan2,” kata Ibuku lalu Elissa berlari kearahku.
“Iya.iyaaa” jawabku sebal.
Ku berjalan pelan menyusuri jalanan yang searah dengan jalan menuju sekolahku. Dengan seseorang yang baru saja aku kenal, seseorang yang pastinya menyebalkan. Bayangkan saja, baru saja tadi malam berkenalan, tadi pagi sudah berbuat ulah.

“Bi, kita mau kemana? Tanya Elissa.
“Ke mana saja semauku.” Jawabku ketus.
“Hmmm… ke Taman saja yuk, disini ada taman gak?” tanya dia lagi.
“gak ada.” Jawabku singkat.
“yaaahhh.. aku kira ada.” Kata Elissa.

….,,,
Kami terdiam cukup lama sepanjang perjalanan. Aku juga tidak ingin berbicara dengannya.

…….

“Bi..” kata Elissa.
“Iya..” jawabku singkat,
“Kamu sudah punya pacar.” Tanya Elissa tiba2.

“SUDAH!” jawabku ketus.
“dihh.. biasa aja dong jawabnya.” Kata Elissa tak kalah sebal.
“Ya kamu dari tadi nanya terus, sudah seperti wartawan saja.” Jawabku kesal.

Ckiiiitttt….
Pinggangku dicubit oleh Elissa.

“Awwww..” teriakku kesakitan.
“kamu apa2an sih!!” kataku marah,
“ kamu nyebelin” kata Elissa. Raut wajahnya cemberut.

“…..” Aku hanya diam. Malas untuk berdepat dengannya.

Tak terasa sudah aku berkeliling dengan Elissa. Dan sampailah ku dirumah.


-Bersambung-
fabillillah
JabLai cOY
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.