- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.8K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#214
Eps. 16 - Elissa
“Hey, come her boy!” kata ayahku.
“Ohhh dear, I miss you so much. Bagaimana sekolahmu nak? Ada kesulitan?” tanya ibuku sambil memelukku.
Aku hanya berdiri diam menerima pelukan dari Ibuku dengan ekspresi datar.
Kulihat ayahku yang sedang duduk di kursi ruang keluarga tersenyum kepadaku. Ada seorang Bapak2 disampingnya (mungkin teman ayahku). Juga seorang gadis cantik seumuranku, dengan wajah Indo tersenyum kepadaku,
Sekilas tentang Orang tuaku, Mereka adalah orang Indonesia asli, tetapi pekerjaan mereka adalah pekerjaan yang bersifat ‘Klandestin’ untuk sebuah Negara adidaya. Aku mohon untuk kalian semua yang membaca, tidak menjudge negative mereka. Di balik itu semua, kedua orang tuaku mempunyai tujuan lain yang akan berdampak positif untuk Negara kita suatu saat nanti.
“lancar.” Jaabku tanpa ekspresi.
“Do you already have girlfriend? Haha.” Tanya ayahku sembari tertawa.
“Sudah.” Jawabku datar lagi.
“haha, goodboy.” Kata ayahku.
Lalu aku melepaskan pelukan ibuku dan berjalan menuju kamarku tanpa memperdulikan semua orang yang ada disana.
“Hey nak, mau kemana? Ayah dan Ibu masih rindu denganmu?” tanya Ibuku memasang muka sedih.
“Belajar. Ada tugas yang harus segera diselesaikan.” Kataku ketus.
BRAKKKKK!!
Ku tutup pintu kamarku keras-keras. Ku rebahkan tubuhku di kasur dan menatap langit2 kamar.
Ku pandangi lama, tak terasa air mataku menetes. Sejujurnya aku sangat rindu mereka, tetapi disatu sisi, aku membenci mereka. Mereka yang ada tetapi tidak selalu ada untukku disini.
“Ayah,.Ibu.. aku sangat rindu pelukan kalian” batinku dalam hati.
Tok…tok….tok
Suara pintu kamarku diketuk.
“iyaaa..” kataku teriak.
“Den Bagus, Tuan dan Nyonya meminta Den untuk segera kebawah.” Kata bibi dari balik pintu.
“Iya bi,..” jawabku teriak.
Lalu aku berjalan menuju kebawah.
“Boy, kenalkan ini Om Anton. Dia teman kerja ayah and Ibu….. Dan ini Putrinya, Elissa, dia anaknya Om Anton.” Kata ayahku menjelaskan.
..
“Tobi Om..” kataku mencium tangan Om Anton.
“Tobii..” kataku sambil menjabat tangan Elissa. Sungguh halus tangannya. Rambutnya sedikit pirang. Mirip Bule.
“Elissa..” jawab Elissa menyambut jabat tanganku.
“Elissa ini sebelumnya sekolah di Jakarta, Dia akan sekolah denganmu setelah ini. Ayah dan Om sudah berbicara sebelumny. Dan… Elissa akan tinggal disini juga. Ayah harap, kalian bisa menjadi teman baik ya.” Kata Ayah menjelaskan.
“Iya bi…” kata Om Anton. Mendukung perkataan ayahku,
“haaahhh…..” kataku kaget.
“iya bi … Ibu minta kamu jagain Elissa ya, di sekolah dan di rumah, pokoknya kemanapun ada kamu, disitu ada Elissa” kata Ibuku.
“….” Aku hanya diam.
“bi…? Kata Ayahku.
“bi..? kata ayahku lagi.
“Ehhh… iya yah.” Kataku.
“Goodboy,” kata ayahku sambil mengacungkan 2 ‘ThumbUp’ kearahku.
….
Aku berjalan lemas menuju kamarku.
“Oh Tuhan, cobaan apa lagi ini?” batinku.
“ Bagaimana dengan Tika? Bagaimana dengan hubungan kami jika setiap saat aku harus bersama Elissa”
“Semoga saja Elissa bisa mengerti dengan kondisiku saat ini..semoga saja”
BRAKKKKKK!!!!
Sekali lagi pintu kamarku banting.
Ku rebahkan tubuhku di kasur, ku pandang langit2.
“Apa yang akan terjadi selanjutnya Tuhan?” batinku.
“Apakah Tika akan marah?”
“Apakah hubungan kami berdua hanya akan sampai hari esok?”
“Atau…..”
_ Maaf kan TS
_
“Ohhh dear, I miss you so much. Bagaimana sekolahmu nak? Ada kesulitan?” tanya ibuku sambil memelukku.
Aku hanya berdiri diam menerima pelukan dari Ibuku dengan ekspresi datar.
Kulihat ayahku yang sedang duduk di kursi ruang keluarga tersenyum kepadaku. Ada seorang Bapak2 disampingnya (mungkin teman ayahku). Juga seorang gadis cantik seumuranku, dengan wajah Indo tersenyum kepadaku,
Sekilas tentang Orang tuaku, Mereka adalah orang Indonesia asli, tetapi pekerjaan mereka adalah pekerjaan yang bersifat ‘Klandestin’ untuk sebuah Negara adidaya. Aku mohon untuk kalian semua yang membaca, tidak menjudge negative mereka. Di balik itu semua, kedua orang tuaku mempunyai tujuan lain yang akan berdampak positif untuk Negara kita suatu saat nanti.
“lancar.” Jaabku tanpa ekspresi.
“Do you already have girlfriend? Haha.” Tanya ayahku sembari tertawa.
“Sudah.” Jawabku datar lagi.
“haha, goodboy.” Kata ayahku.
Lalu aku melepaskan pelukan ibuku dan berjalan menuju kamarku tanpa memperdulikan semua orang yang ada disana.
“Hey nak, mau kemana? Ayah dan Ibu masih rindu denganmu?” tanya Ibuku memasang muka sedih.
“Belajar. Ada tugas yang harus segera diselesaikan.” Kataku ketus.
BRAKKKKK!!
Ku tutup pintu kamarku keras-keras. Ku rebahkan tubuhku di kasur dan menatap langit2 kamar.
Ku pandangi lama, tak terasa air mataku menetes. Sejujurnya aku sangat rindu mereka, tetapi disatu sisi, aku membenci mereka. Mereka yang ada tetapi tidak selalu ada untukku disini.
“Ayah,.Ibu.. aku sangat rindu pelukan kalian” batinku dalam hati.
Tok…tok….tok
Suara pintu kamarku diketuk.
“iyaaa..” kataku teriak.
“Den Bagus, Tuan dan Nyonya meminta Den untuk segera kebawah.” Kata bibi dari balik pintu.
“Iya bi,..” jawabku teriak.
Lalu aku berjalan menuju kebawah.
“Boy, kenalkan ini Om Anton. Dia teman kerja ayah and Ibu….. Dan ini Putrinya, Elissa, dia anaknya Om Anton.” Kata ayahku menjelaskan.
..
“Tobi Om..” kataku mencium tangan Om Anton.
“Tobii..” kataku sambil menjabat tangan Elissa. Sungguh halus tangannya. Rambutnya sedikit pirang. Mirip Bule.
“Elissa..” jawab Elissa menyambut jabat tanganku.
“Elissa ini sebelumnya sekolah di Jakarta, Dia akan sekolah denganmu setelah ini. Ayah dan Om sudah berbicara sebelumny. Dan… Elissa akan tinggal disini juga. Ayah harap, kalian bisa menjadi teman baik ya.” Kata Ayah menjelaskan.
“Iya bi…” kata Om Anton. Mendukung perkataan ayahku,
“haaahhh…..” kataku kaget.
“iya bi … Ibu minta kamu jagain Elissa ya, di sekolah dan di rumah, pokoknya kemanapun ada kamu, disitu ada Elissa” kata Ibuku.
“….” Aku hanya diam.
“bi…? Kata Ayahku.
“bi..? kata ayahku lagi.
“Ehhh… iya yah.” Kataku.
“Goodboy,” kata ayahku sambil mengacungkan 2 ‘ThumbUp’ kearahku.
….
Aku berjalan lemas menuju kamarku.
“Oh Tuhan, cobaan apa lagi ini?” batinku.
“ Bagaimana dengan Tika? Bagaimana dengan hubungan kami jika setiap saat aku harus bersama Elissa”
“Semoga saja Elissa bisa mengerti dengan kondisiku saat ini..semoga saja”
BRAKKKKKK!!!!
Sekali lagi pintu kamarku banting.
Ku rebahkan tubuhku di kasur, ku pandang langit2.
“Apa yang akan terjadi selanjutnya Tuhan?” batinku.
“Apakah Tika akan marah?”
“Apakah hubungan kami berdua hanya akan sampai hari esok?”
“Atau…..”
_ Maaf kan TS
_ JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3