Kaskus

Story

spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG


Aku dan Gadis Lugu
Cover by Agan Yushito13

Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.

Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,

Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran, emoticon-Big Grinatau nebak2 jalan cerita
BANTU RATE YA GAN hehehehe.

KASIH CENDOL JUGA BOLEH emoticon-Big Grin

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN emoticon-Big Grin

AND THEN, DILARANG OOT emoticon-Big Grin


Spoiler for Top Thread:


Spoiler for CHAPTER 1:


Spoiler for CHAPTER 2:

Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
251.4K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
#182
Eps. - Alasanmu yang membuatku Tertawa
"waduuuuhh, aku lupa membaca surat yang kemarin." batinku, sambil berusaha mencari surat tersebut yg kemarin aku masukkan ke kantong celanaku.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Matiiiikkk aku dap" batinku.

SURATNYA HILANG!!!!
"Yasudahlah." kata Bondan Prakoso emoticon-Big Grin

"Budhe, teh anget satu" teriakku ke Ibu kantin.
"siap 86 cah bagus" jawab Bu kantin.

Duh, dimana ya suratnya, bisa bahaya kalau hilang. Mungkin aku akan dipukuli oleh kakak kelas yang kemarin datang menemuiku dan memberikan surat titipan yg sekarang sudah hilang entah kemana.

"nih cah bagus teh nya" kata ibu kantin sambil meletakkan teh hangat di meja.
"terima kasih bu" kataku.

sruuuupppppp, hmmm nikmat.

"Woy, sendirian aja kamu bi" teriak Dodi dari kejauhan sambil berjalan kearahku.
" yaaaaa, biasanya kan memang sendiri di" jawabku.
"Alaaaah, tadi pagi aku liat kamu jalan sama Tika kok, kalian berangkat bareng ya? kalian udah pacaran ya? " tanya Dodi sambil tangan kirinya mengambil tempe goreng di meja kantin.
"husssshh, ngawur kamu di. Belum di" jawabku.
"apa? belum? berarti ada kemungkinan nanti kalian pacaran dong? aaa cia cia ciaaaa" goda dodi.
"Tak samplukk ndasmu di" kataku sebal.
"hahahaha ampun bos" kata Dodi tertawa lebar. Serpihan2 an sesal (serpihan2 tempe goreng) yg dimakan Dodi ikut terbang disekitarnya.

Bel tanda masuk, Ujian dimulai.

Seperti biasa tidak ada kesulitan.Hanya ada gangguan ganguan kecil dari Dodi yg meminta contekan dariku.
Dengan kode "ssst..ssst..set" terlihat sedikit semburan air liurnya yg tak ingin kalah eksis.

Ujianpun selesai.

"Tikaaaa, ke kantin yuk sebelum pulang" ajakku kepada Tika.
".….." Tika hanya diam sambil memakai Tas
"Tika, kok diem sih?" tanyaku.
"....." Tika masih diam dan berjalan melewatiku.
"Tika, kamu sakit?" tanyaku.

Ku raih tangannya mencoba menahannya agar tidak pergi.

"Lepasin!!!" kata Tika. Wajahnya terlihat menyeramkan.

Aku masih diposisi awal, diam termenung,heran, baru kali ini aku lihat Tika seperti itu. Ku lihat dia berjalan semakin jauh dariku sampai ditikungan dan hilang.
Aku masih diposisi awal. Ya, ada sepersekian menit. Murid2 yg lain melihatku dengan tatapan aneh. Aku seperti orang gila saja saat itu.

"Tobiiiii" suara seorang wanita memanggil dari arah belakangku.

Aku menoleh, kulihat seorang siswi dengan mata sipit dan lesung pipi tersenyum kepadaku.Potongan rambut sebahu dengan poni samping. Cantik dan manis, serta badan sudah berisi sedikit emoticon-Big Grin

"iya, saya tobi, ada apa ya? tanyaku heran.
"Kenalin, aku Intan dari kelas 2 IPA" katanya.
"iyaa, salam kenal kak" jawabku sambil mengajak salaman.
"Panggil intan aja," kata Intan tersenyum.
"iya intan"
"Begini bi, aku dan teman2ku sedang sibuk membuat sebuah grup band, kami sedang mencari vokalis, mungkin kamu brminat? kata Intan menawarkan.
"kok aku ditawari kak? aku kan gak ada bakat? lagian suaraku juga belum tentu bagus." kataku menjelaskan.
"iya gpp, dicoba aja dulu bi, kalau mau, besok sehabis ujian, aku jemput kamu disini ya? kata Intan.
" iya tan, eh ngomong2 kamu kok bisa tahu namaku? tanyaku.
"ooohhh, kemarin aku lihat di daftar siswa siswi kelas 10, kulihat tampang kamu oke juga kalo jadi vokalis, hehe" kata Intan tersenyum lagi sambil mencolek lenganku.
"aissshhh, nyari vokalis kok dari tampang sih, yg penting kan suaranya." kataku sebal.
"hehe, .sudah ah, kalau kamu berminat, besok sehabis ujian,tunggu aku disini ok?" kata Intan sambil berjalan menjauh dariku.
"okee" kataku lirih.

......skip.

Ku berjalan pulang. Sendiri. Tika entah sudah sampai rumahnya atau belum. Seperti biasa kunikmati suasana diperjalanan. Wajah Tika yg marah masih terus terbayang dipikiranku. Ada apa dengan Tika? (AADT emoticon-Big Grin ). Aku masih bingung.

.... Sampailah ku dirumah.
Ku lepas sepatuku, ku berjalan menuju kamarku,kurebahkan badanku di kasur dan kulihat langit2 ruangan ini.

"Tikaaaaaa, mengapa pikiranku penuh dengan bayang2 dirimu?" batinku.

.......

Ujian semester 1 selesai. Tak terasa waktu berjalan. Selama itu pula Tika masih tidak mau berbicara denganku. Entah sudah berapa kali aku mengajaknya berbicara, tetapi dia tetap diam dan saat ku pegang tangannya, selalu saja keluar kata,"LEPASKAN!!!" dari mulut Tika.
Dan soal tawaran Intan, aku menolaknya. Aku bukanlah orang yang suka dengan kesibukan yang menurutku tidak menarik bagiku.. Ya, aku tidak tertarik menjadi vokalis.
Aku lebih memilih menjadi siswa biasa saja, aku tidak suka dengan kegiatan2 organisasi di Sekolah.

.....

Siang itu, setelah ujian selesai. Di depan kelas. Aku sudah tidak tahan dengan sikap Tika yg terkesan tertutup, tidak mau berbicara denganku.

"Tika, bisa sebentar? Ku mohon sebentar saja" kataku.
"..." Tika masih diam dan berjalan melewatiku.
Kuhadang dia agar tidak pergi.

"MINGGIR!" Tika marah. Aku tetap menghadangnya.
"Kamu kenapa sih Tik? Kalau aku ada salah, tolong bilang Tik" tanyaku.
"...." Tika diam.
"Kalau kamu malu berbicara disini, ayo ikut aku kebelakang kelas. Sebentar saja" kataku.
"....." Tika masih diam.

Tanpa pikir panjang, kuangkat tubuh Tika dan kugendong di punggungku. Ku gendong dia ke arah belakang kelas. Semua mata tertuju pada kami berdua, " ciee cieee" terdengar ejekan dari murid2 lain.

"Ihhh.. Turuin bi, kamu apa2an sih?" kata Tika sambil meronta dan memukul bahuku.
Aku masih diam dan terus menuju belakang kelas. Tika? Dia sudah diam tak melawan.

Sampailah kami di belakang kelas.

"Sekarang! Bilang apa salahku ke kamu!" kataku sedikit keras.

Tika terlihat membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah surat, lalu memberikannya kepadaku.

"Nih...." kata tika.
Aku kaget, ku lihat dengan seksama surat yang Tika berikan, sudah robek menjadi beberapa bagian. Aku hanya ingat tulisan di sampul surat terdapat tulisan "Dari penggemarmu"

Ya ampuuuun, surat yg selama ini hilang ternyata ada di Tika. Ku lihat Tika dia mulai menangis.

Jadi, selama ini Tika marah hanya karena sebuah surat ini. Surat dari seorang siswi bernama Ratna yang berisi ungkapan perasaannya kepadaku.

"Kamu cemburu Tik?" tanyaku lirih.
"...." Tika hanya mengangguk.

Kami berdua lalu terdiam cukup lama.

"kamu mau gak jadi pacarku?" sebuah kata suci anak SMA kala itu, keluar begitu saja dari ucapanku.

Tika kaget, air matanya menetes lagi,

"...." Tika masih menangis.


"..ma...mau bi, aku cinta kamu" jawabnya lirih. Terlihat senyum dan tangisnya yang begitu haru mendengar perkataanku.

Aku tidak membalas perkataannya, aku langsung mendekatkan wajahku ke wajahnya. Kutatap matanya yang indah, Tika juga menatap mataku.

Lalu, Ku pejamkan mataku, kudekatkan bibirku ke bibir Tika, daaann,.........

Lama, kenapa bibirku tidak sampai ke tujuan? Aku penasaran. Ku buka mataku,

"Astaga!!!!!" kataku kaget.

Tika sudah tergeletak tak berdaya dibawahku.

"Hmmm, kamu lucu banget sih Tikaaaaa" kataku.


- habeeeessss, bersambung
fabillillah
JabLai cOY
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.