- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.9K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#174
Eps. 13 - Tangisan Tika
"Tik, kok aku gak pernah lihat bapak kamu ya?" tanyaku..
seketika itu Tika langsung terdiam menatapku.
"....."
"Bapakku, entahlah bi, dia pergi saat aku belum lahir" jawab Tika.
"emmhh.. ma...maaf Tik aku gak ber.." belum sempat aku selesai bicara. Tika memotong kata2ku.
"gpp bi, lebih baik aku beritahu kamu langsung daripada kamu tahu dari orang lain yg mungkin akan berbeda pandangannya tentang Bapakku" kata Tika.
"...."
"Aku gak tahu apa alasannya Bapakku meninggalkan kami" kata Tika. terlihat air mata menetes sedikit di pipinya.
"..." aku masih terdiam mendengarkan Tika.
"Aku ingin menanyakan langsung kepadanya, mengapa ia melakukan ini semua" kata Tika lagi.
"Aku ingin...." belum sempat Tika selesai berbicara. Dia sudah menangis sesenggukan.
"sudah Tik, yang tabah ya, suatu saat kamu pasti bertemu Bapakmu" Kataku berusaha menghibur.
hmmmm.. seandainya kamu Tahu Tik isi hatiku. Nasib Kita sama, tapi kamu jauh lebih beruntung karena masih ada Ibu dan kakakmu. Sedangkan aku? Bertemu orang tuaku 6 bulan sekali. Itu juga hanya 2 hari.
"sudah ah jangan nangis, kan ada aku Tik? hehe " kataku sambil menghapus air matanya dengan 2 ibu jariku.
"..i...iya bi" kata Tika.
"Hayoooo, lagi asik pacaran ya hayooo." Mbak Rani tiba2 datang entah darimana.
"iiiihhhh, apaan sih mbak, orang lagi belajar kok" kata Tika.
"Belajar apaan? belajar pacaran? hihi" kata mbak rani lalu tertawa.
"Eh mbak, ibu kok belum pulang ya? Tadi pamit katanya mau ke masjid" tanya Tika.
"ohhhh... ibu kan malem ini ikut pengajian makanya pulang agak malam" jawab mbak rani.
"ooohhj..." kata Tika sambil mengangguk.
"mbak boleh gabung ya?" tanya mbak rani sambil duduk di samping Tika.
"iyaaaaaa boleh....eh mbak rani berapa hari disini?" tanya Tika.
"5 hari Tik, mbak cuma cuti sebentar," kata mbak rani.
"yaaaaah, padahal Tika masih kangen lho sama mbak," kata Tika sambil menunduk, terlihat murung.
"hehe, ya maaf Tik, nanti Lebaran mbak pulang lagi kok, lagian sekarang kan ada Tobi, ya gak bi?" tanya mbak Rani.
"bi.. Tobi.. halooo?"
"eh iya mbak ada apa?" Tak sadar dari tadi aku termenung menatap wajah mbak Rani.
"hmmm, kamu itu sudah ada Tika kok malah ngeliatin mbak sih" kata mbak rani.
"eh.. gak kok mbak..gak kok" jawabku gugup. Jujur senyumnya manis seperti senyum Tika.
"yaudah lanjut belajar ya, mbak mau ke kamar dulu" kata mbak rani.
"iya mbak" jawab Tika dan aku bersamaan.
"cieeeeee, kompak nih ciee" kata mbak rani.
"ihhhh. mbak, udah sana masuk." kata Tika sebal. Wajah yang tadi sempat murung, akhirnya tersenyum dengan wajah merah merona tersipu malu.
"kamu akrab banget ya Tik dengan mbakmu" tanyaku.
"yaaa, begitulah kami bi, tapi semenjak mbak lulus dan kerja di ibukota, kami jadi jarang ketemu." jawab Tika.
"ohhhh, eh Tik, kamu sadar gak sih? hari ini kamu banyak ngomongnya daripada diam, kamu kalo disekolah kenapa lebih sering diam sih?" tanyaku lagi.
"ahh, masak sih bi? hehe iya juga ya." kata Tika dan Lagi2 dia tersenyum.. ooohhh Tuhan aku gak kuat.
.....
Tak terasa hari sudah malam. Tika tidur dengan mbak rani, sedangkan Aku tidur dikamar Tika.
.....
Kriiiiiiinnnnnnnnnggggg,
Suara alarm dari Hpku berbunyi. Menunjukkan angka 5. Oh iya, Hpku waktu itu adalah Hp yang sangat langka, Merk O2 ( Dibaca - Oksigen) memiliki fitur seperti komputer yang sanag keren pada jamannya . Mungkin agan bisa tahu tahun berapa aku saat itu
Lalu ku keluar kamar, eh ternyata sudah ada Tika. Terlihat menggunakan mukena,
"Astaganaga Tikaaaa, buatku kaget saja, dikira pocong" kataku sambil mengelus dada.
"hehe kaget ya, sana mandi, kamar mandinya ada dibelakang rumah ya.
" iya Tik," jawabku lalu berjalan menuju kamar mandi.
Aku kebingungan, mana airnya? kulihat sekeliling, hanya ada bak berukuran sedang.
"Tikaaaa, airnya mana?" tanyaku.
Tak lama Tika datang.
"haha aku lupa bi, dirumahmu kan gak ada beginian" jawab Tika sambil memompa sesuatu. Dan mengalirlah air dari dalamnya.
Jujur itu pertama kalinya aku melihat dan menggunakan pompa air yang sering disebut "pompa dragon". Haha, entah kenapa disebut seperti itu. Yang gak ngerti tanya mbah google ya.
" oooohhh begitu ya, hehe maaf tik aku gak tahu" jawabku malu.
.,....... skip
Akhirnya kami sampai sekolah. Masih tersisa waktu 30menit sebelum ujian dimulai.
Tika langsung menuju kelas, sedangkan aku lebih memilih ke kantin.
Saat diperjalanan menuju kantin, aku merasa ada yang memperhatikanku. Entah darimana, aku tengok kanan kiri depan belakang, tak ada orang yg mencurigakan.
"Ah sudahlah" kataku sambil melanjutkan jalan.
Saat sudah sampai dikantin, aku masih merasa da yg memperhatikanku.
"hmmm, siapa nih yang ngeliatin aku terus ya?" kataku lirih sambil menaruh tas di meja.
"waduuuuhh, aku lupa membaca surat yang kemarin." batinku, sambil berusaha mencari surat tersebut yg kemarin aku masukkan ke kantong celanaku.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Matiiiikkk aku dap" batinku.
SURATNYA HILANG!!!!!
-Hehee maafkan TS
-
seketika itu Tika langsung terdiam menatapku.
"....."
"Bapakku, entahlah bi, dia pergi saat aku belum lahir" jawab Tika.
"emmhh.. ma...maaf Tik aku gak ber.." belum sempat aku selesai bicara. Tika memotong kata2ku.
"gpp bi, lebih baik aku beritahu kamu langsung daripada kamu tahu dari orang lain yg mungkin akan berbeda pandangannya tentang Bapakku" kata Tika.
"...."
"Aku gak tahu apa alasannya Bapakku meninggalkan kami" kata Tika. terlihat air mata menetes sedikit di pipinya.
"..." aku masih terdiam mendengarkan Tika.
"Aku ingin menanyakan langsung kepadanya, mengapa ia melakukan ini semua" kata Tika lagi.
"Aku ingin...." belum sempat Tika selesai berbicara. Dia sudah menangis sesenggukan.
"sudah Tik, yang tabah ya, suatu saat kamu pasti bertemu Bapakmu" Kataku berusaha menghibur.
hmmmm.. seandainya kamu Tahu Tik isi hatiku. Nasib Kita sama, tapi kamu jauh lebih beruntung karena masih ada Ibu dan kakakmu. Sedangkan aku? Bertemu orang tuaku 6 bulan sekali. Itu juga hanya 2 hari.
"sudah ah jangan nangis, kan ada aku Tik? hehe " kataku sambil menghapus air matanya dengan 2 ibu jariku.
"..i...iya bi" kata Tika.
"Hayoooo, lagi asik pacaran ya hayooo." Mbak Rani tiba2 datang entah darimana.
"iiiihhhh, apaan sih mbak, orang lagi belajar kok" kata Tika.
"Belajar apaan? belajar pacaran? hihi" kata mbak rani lalu tertawa.
"Eh mbak, ibu kok belum pulang ya? Tadi pamit katanya mau ke masjid" tanya Tika.
"ohhhh... ibu kan malem ini ikut pengajian makanya pulang agak malam" jawab mbak rani.
"ooohhj..." kata Tika sambil mengangguk.
"mbak boleh gabung ya?" tanya mbak rani sambil duduk di samping Tika.
"iyaaaaaa boleh....eh mbak rani berapa hari disini?" tanya Tika.
"5 hari Tik, mbak cuma cuti sebentar," kata mbak rani.
"yaaaaah, padahal Tika masih kangen lho sama mbak," kata Tika sambil menunduk, terlihat murung.
"hehe, ya maaf Tik, nanti Lebaran mbak pulang lagi kok, lagian sekarang kan ada Tobi, ya gak bi?" tanya mbak Rani.
"bi.. Tobi.. halooo?"
"eh iya mbak ada apa?" Tak sadar dari tadi aku termenung menatap wajah mbak Rani.
"hmmm, kamu itu sudah ada Tika kok malah ngeliatin mbak sih" kata mbak rani.
"eh.. gak kok mbak..gak kok" jawabku gugup. Jujur senyumnya manis seperti senyum Tika.
"yaudah lanjut belajar ya, mbak mau ke kamar dulu" kata mbak rani.
"iya mbak" jawab Tika dan aku bersamaan.
"cieeeeee, kompak nih ciee" kata mbak rani.
"ihhhh. mbak, udah sana masuk." kata Tika sebal. Wajah yang tadi sempat murung, akhirnya tersenyum dengan wajah merah merona tersipu malu.
"kamu akrab banget ya Tik dengan mbakmu" tanyaku.
"yaaa, begitulah kami bi, tapi semenjak mbak lulus dan kerja di ibukota, kami jadi jarang ketemu." jawab Tika.
"ohhhh, eh Tik, kamu sadar gak sih? hari ini kamu banyak ngomongnya daripada diam, kamu kalo disekolah kenapa lebih sering diam sih?" tanyaku lagi.
"ahh, masak sih bi? hehe iya juga ya." kata Tika dan Lagi2 dia tersenyum.. ooohhh Tuhan aku gak kuat.
.....
Tak terasa hari sudah malam. Tika tidur dengan mbak rani, sedangkan Aku tidur dikamar Tika.
.....
Kriiiiiiinnnnnnnnnggggg,
Suara alarm dari Hpku berbunyi. Menunjukkan angka 5. Oh iya, Hpku waktu itu adalah Hp yang sangat langka, Merk O2 ( Dibaca - Oksigen) memiliki fitur seperti komputer yang sanag keren pada jamannya . Mungkin agan bisa tahu tahun berapa aku saat itu

Lalu ku keluar kamar, eh ternyata sudah ada Tika. Terlihat menggunakan mukena,
"Astaganaga Tikaaaa, buatku kaget saja, dikira pocong" kataku sambil mengelus dada.
"hehe kaget ya, sana mandi, kamar mandinya ada dibelakang rumah ya.
" iya Tik," jawabku lalu berjalan menuju kamar mandi.
Aku kebingungan, mana airnya? kulihat sekeliling, hanya ada bak berukuran sedang.
"Tikaaaa, airnya mana?" tanyaku.
Tak lama Tika datang.
"haha aku lupa bi, dirumahmu kan gak ada beginian" jawab Tika sambil memompa sesuatu. Dan mengalirlah air dari dalamnya.
Jujur itu pertama kalinya aku melihat dan menggunakan pompa air yang sering disebut "pompa dragon". Haha, entah kenapa disebut seperti itu. Yang gak ngerti tanya mbah google ya.
" oooohhh begitu ya, hehe maaf tik aku gak tahu" jawabku malu.
.,....... skip
Akhirnya kami sampai sekolah. Masih tersisa waktu 30menit sebelum ujian dimulai.
Tika langsung menuju kelas, sedangkan aku lebih memilih ke kantin.
Saat diperjalanan menuju kantin, aku merasa ada yang memperhatikanku. Entah darimana, aku tengok kanan kiri depan belakang, tak ada orang yg mencurigakan.
"Ah sudahlah" kataku sambil melanjutkan jalan.
Saat sudah sampai dikantin, aku masih merasa da yg memperhatikanku.
"hmmm, siapa nih yang ngeliatin aku terus ya?" kataku lirih sambil menaruh tas di meja.
"waduuuuhh, aku lupa membaca surat yang kemarin." batinku, sambil berusaha mencari surat tersebut yg kemarin aku masukkan ke kantong celanaku.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Matiiiikkk aku dap" batinku.
SURATNYA HILANG!!!!!
-Hehee maafkan TS
-JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3