Kaskus

Story

boimbroAvatar border
TS
boimbro
Dosa Termanis ( True Story )
Assalamualaikum, Salam Sejahtera, Omswastiastu, Syalom...


SELAMAT DATANG, TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR, ENJOY YAH



"SESUNGGUHNYA HAMBA TAK INGIN BERCERITA, TAPI APALAH DAYA JARI INI SELALU INGIN BERBICARA, SEMUA RASA YANG TELAH TERANGKAI BERSAMA KATA DIKALA SENJA, KETIKA ASA BERWUJUD SEPI, HAMBA YANG LEMAH INI AKAN TETAP MENANTI.






SELAMAT MEMBACA
Diubah oleh boimbro 01-06-2016 01:03
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
7.6K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
boimbroAvatar border
TS
boimbro
#30
PART.10 ( Jatuh Di Lubang Yang Berbeda )
Semakin hari semakin aneh saja sikap Via padaku, di tempat kerjapun kami hanya saling sapa, kami juga sudah jarang berkomunikasi lewat handphone.

Aku merasa tidak dianggap sebagai kekasihnya, sepertinya ia sedang dekat dengan pria lain atau dengan mantan kekasihnya yang sebelumnya pernah aku baca di pesan facebook.

Sampai suatu ketika, ada seorang wanita yang bekerja di tempat kami sebagai karyawan baru.
Wajahnya cantik, kulitnya putih dan yang paling aku suka ia wangi.

Aku mencoba untuk berkenalan, tapi masih ragu sampai akhirnya aku beranikan diri untuk berkenalan.

Quote:


Ia hanya tersenyum, manis sekali.

Aku masih ingat tangannya yang halus serta senyumnya yang membuatku lupa dengan Via.
Setelah perkenalan itu, aku bersikap seperti biasa saja dan mencoba menyelesaikan masalahku.

Via masih menunjukan sikap anehnya, makin tak bisa aku tebak inginnya seperti apa, mungkin dia sudah tak ingin lagi bersamaku atau memang ia sedang ada permasalahan yang tak boleh aku ketahui.

SMS yang ku kirim pun jarang sekali ia membalasnya, aku sudah tak tahan lagi dengan sikap Via yang berubah seperti ini.
Tak ada penjelasan darinya, hubungan kami seperti menggantung begitu saja.

Hari sabtu setelah pulang kerja, aku berniat untuk mengikuti Via pulang kerumah.
Kecurigaan ku sudah tak bisa ku tahan lagi, ku laju motor ku tepat di belakang motor Via, saat itu malam hari jadi ku kira Via tak akan tahu kalau aku sedang mengikutinya.

Berhentilah Via di kedai serabi dekat rumahnya yang biasa aku dan dia datangi.
Aku mulai berfikir, apa yang sedang ia lakukan disitu? jarang sekali ia kesitu jika tidak bersamaku.

Aku menunggu sekitar 5 menit, dan ku melihat Via hanya membeli beberapa serabi.
Firasatku salah, aku pikir Via ingin bertemu dengan seseorang, ternyata tidak.

Sampailah Via di rumahnya, dan aku langsung segera putar arah dan pulang kerumah.

Aku telah berpikir buruk pada Via yang ternyata tidak terjadi apa-apa.
Tapi apa yang buat Via seperti ini?
Ku mencoba mengirim SMS padanya

Quote:


Tak ada balasan. Ku mencoba untuk menelponya
Tidak ada jawaban.

Aku resah dengan keadaan ini, aku ingin marah tapi aku belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Aku terdiam memejamkan mata di atas kasur kamarku, seketika bayangan ku teralihkan pada Julia.

Aku mencoba mengingat wajahnya yang oval hidungnya yang mancung beda sekali dengan Via, kulitnya yang bersih dan putih.

Aku mencoba ingat wangi parfumnya, ingin sekali aku katakan jika di hadapannya

Quote:


Senyumnya yang manis, bibirnya yang tipis, sempat aku membayangkan jika aku menciumnya betapa senangnya diriku.
Membayangkan seperti itu membuatku tersenyum sendiri, bagaimana jika aku menjadi kekasihnya?

Tapi bagaimana dengan Via...

Aku langsung membuka mata dan melihat jam, ternyata sudah 2 jam aku mebayangkan Julia.
Aku melihat handphone masih belum ada kabar dari Via, aku mencoba untuk menelponnya lagi.

Quote:


Aku jadi sedikit lega Via telah memberikan kabar.
Sekitar 20 menit Via pun menelpon.

Quote:


Via menutup telponnya...

Keadaan yang sebelumnya biasa saja sekarang menjadi semakin rumit, sebenarnya memang sering terjadi seperti ini diantara kami hal kecil dibesar-besarkan.

Aku sudah tidak tahu harus bertindak seperti apa menangani Via, apakah aku yang salah?
Aku sempat berpikir, aku sangat egois tak pernah mimikirkan perasaan Via, kesalahannya menghubungi mantannya dan itupun hanya lewat pesan facebook.

Sedangkan aku..

Memang aku sangat egois, mungkin itu yang buat Via terkadang lelah dengan sikapku.
Lalu aku berusaha meminta maaf pada Via, tetapi sia-sia ia tak memperdulikannya.

Lama-kelamaan aku terbiasa dengan tidak adanya kabar dari Via, di tempat kerjapun kami seperti tidak saling kenal.

Hingga suatu hari aku menemui Julia...

Diubah oleh boimbro 26-05-2016 00:19
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.