- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.7K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#118
Eps. 10 - Aku Gila
Cup!" Ciuman pertamaku. Ciuman tanpa memainkan lidah. Ciuman yang penuh ketulusan. Bukan nafsu.Ciuman 5 detik yang ku ingat sampai sekarang.
BRukkkkk!!!!! Tika pingsan. Hihi lucu juga kamu Tik.
Sudah 17menit 4 detik Tika masih belum sadar. Dan selama itu pula ku terus menatap wajah polosnya. Ku dekatkan wajahku ke wajahnya. Memang benar kata orang, bidadari kalau sedang tidur terlihat tambah cantik. Aku bukannya khawatir dengan keadaanya, tetapi lebih memilih untuk menikmati moment langka ini. saat aku usap pipinya yang halus dan lembut, tiba2 mata Tika mulai terbuka sedikit demi sedikit.
"Akhirnya kamu sadar juga Tik" kataku sambil tersenyum melihatnya. Dekat sekali jarak mata kami berdua saat itu.
Kedua mata kami saling bertemu pandang. Tika terlihat kaget, dan..,......
TIKA PINGSAN LAGI.
Hadeehhh.. polos. Sungguh polos anak ini. Aku tertawa sangat keras. Perutku dibuat sakit olehnya karena tak henti2 nya ku tertawa.
Ku dekatnya minyak angin ke hidungnya, dan tidak butuh waktu lama Tika pun sadar kembali. Kedua matanya terbuka kembali.
"Tika..tika.. stop jangan pingsan lagi." kataku sambil menggoyangkan badannya.
Tika hanya terdiam dengan pipi merah jambu menahan malu.
"Yuk pulang, sudah hampir sore, nanti Ibu kamu khawatir." kataku.
"emhhh..i...iya bi." jawabnya sambil berusaha bangun dari tempat tidur.
Kali ini aku tidak membawa motor. Aku lebih memilih menggunakan Sepeda ku, sepeda bmx yang kala itu sedang booming di daerahku.
cengkik cengkikkkk cengkiiikk... begitulah terdengar suara sepeda Tika saat diperjalan.
Kami berdua bersepeda beriringan kiri dan kanan. Sesekali ku tengok wajah Yika, masih merah saja. Terkadang kulihat Tika tersenyum tanpa sebab seperti orang gila.
"Hahaha." Tawaku.
"eh kenapa bi tertawa? buatku kaget saja." tanya Tika.
"hehe, wajah kamu lucu sih Tik." kataku sambil mengedipkan mata. (centil juga ya TS)
"Au ah gelap." kata Tika. Sedikit kulihat dia tersenyum lagi sambil memalingkan muka dariku.
Tak terasa waktu berlalu,sampailah kami didepan rumah Tika.
"Tika, aku langsung pulang ya"
"Iya bi terima kasih ya, hati2 dijalan bi"
"siap!"
Ku kayuh sepedaku, ku tengok kebelakang kearah rumah Tika. Ku lihat dia menari dan melompat lompat gembira sembari berjalan menuju pintu.
"hihihi" tawaku lirih.
..........
Esoknya di sekolah.
Sebelum lonceng berbunyiSeperti biasa aku duduk dengan Tika. Sengaja kepalaku kusandarkan di kedua tanganku yang menyilang diatas meja dan ku pandangi terus wajahnya bermaksud melihat reaksi Tika. Akan pingsan lagi atau tidak.
Sesekali Tika melirikku tanpa menolehkan wajahnya dan saat tatapan kami bertemu, Tika langsung memalingkan muka.
Begitu terus berulang ulang. Sampai akhirnya mungkin Tika sudah tidak tahan dengan kelakuanku.
"apaaan sih biiiii liatin mulu." kata Tika tersipu malu.
Dia langsung mengambil buku di tasnya dan menaruh buku di meja dalam posisi tegak berdiri memisahkan pandangan kami berdua. (yang punya temen pelit gak mau dicontek hasil ulangannya pasti tau apa yg dilakukan Tika.)
"cieeee cieeee.. ada sepasang kekasih yang sedang mabuk asmara nih cieee." kata seseorang dari bangku belakangku. Makhluk astral sejenis Genderuwo dengan badan kekar bernama Dodi.
"isshhh.. apaan sih di ganggu aja"kataku ketus sambil melempar buku kearahnya.
" udah siiiih bilang aja kalo cinta" goda Dodi lagi.
"Ngomong meneh tak suwek lambemu Di! (ngomong lagi ku sobek mulutmu Di!"
"hahhahaa ampun bos aku bocahmu (ampun bos aku ini anakmu)." jawab Dodi sambil tertawa.
Tika masih merebahkan kepalanya dimeja sambil menyembunyikan wajahnya di balik buku. Yang pasti wajahnya jadi merah lagi ya.
Bel berbunyi. Ujian hari kedua dimulai. Tidak butuh waktu lama semua soal sudah ku kerjakan, masih tersisa banyak waktu. Aku bukannya keluar kelas dan istirahat dikantin, malahan memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaan baruku yaitu memandangi wajah Tika sambil senyum-senyum sendiri. Sedangkan Tika sibuk mengerjakan Soal sambil menutupi mata kanannya mencoba menghindar dari tatapanku. Teman-temanku merasa heran denganku, terkadang ku dengar ada yang berbisik "eh lihat tuh Tobi gila senyum2 sendiri."
Hahaha masa bodoh dengan mereka.
"Takkk!!!!"
Sebuah penghapus melayang dan mendarat tepat di kepalaku. Suasana kelas menjadi tambah hening.
"TOBI!!! MAJU KEDEPAN, BAWA LEMBAR JAWABANMU DAN PENGHAPUS ITU KEMARI!!!" Bentak guru kepadaku. Aku lupa saat itu mata pelajaran apa. Yang ku ingat saat ini hanyalah penhapus pertama yang mendarat telak di kepalaku.
"
"Iya bu." jawabku lirih. Untuk yang kedua kalinya ku dikeluarkan dari kelas. Tak masalah buatku. Hahaha.
Aku berjalan dan sampailah aku di kantin. Duduk dan menyalakan sebatang rokok (hehe bercanda, saat itu aku belum merokok)
"Budheeeee, es teh manis satu"
"Siap cah bagus, langsung budeh buatkan"
Tak butuh waktu lama, es teh pun datang.
Sruuupppp... hmm segaaaaar.
............
"Hi, kamu Tobi ya?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapanku.
Bersambung.
BRukkkkk!!!!! Tika pingsan. Hihi lucu juga kamu Tik.
Sudah 17menit 4 detik Tika masih belum sadar. Dan selama itu pula ku terus menatap wajah polosnya. Ku dekatkan wajahku ke wajahnya. Memang benar kata orang, bidadari kalau sedang tidur terlihat tambah cantik. Aku bukannya khawatir dengan keadaanya, tetapi lebih memilih untuk menikmati moment langka ini. saat aku usap pipinya yang halus dan lembut, tiba2 mata Tika mulai terbuka sedikit demi sedikit.
"Akhirnya kamu sadar juga Tik" kataku sambil tersenyum melihatnya. Dekat sekali jarak mata kami berdua saat itu.
Kedua mata kami saling bertemu pandang. Tika terlihat kaget, dan..,......
TIKA PINGSAN LAGI.
Hadeehhh.. polos. Sungguh polos anak ini. Aku tertawa sangat keras. Perutku dibuat sakit olehnya karena tak henti2 nya ku tertawa.
Ku dekatnya minyak angin ke hidungnya, dan tidak butuh waktu lama Tika pun sadar kembali. Kedua matanya terbuka kembali.
"Tika..tika.. stop jangan pingsan lagi." kataku sambil menggoyangkan badannya.
Tika hanya terdiam dengan pipi merah jambu menahan malu.
"Yuk pulang, sudah hampir sore, nanti Ibu kamu khawatir." kataku.
"emhhh..i...iya bi." jawabnya sambil berusaha bangun dari tempat tidur.
Kali ini aku tidak membawa motor. Aku lebih memilih menggunakan Sepeda ku, sepeda bmx yang kala itu sedang booming di daerahku.
cengkik cengkikkkk cengkiiikk... begitulah terdengar suara sepeda Tika saat diperjalan.
Kami berdua bersepeda beriringan kiri dan kanan. Sesekali ku tengok wajah Yika, masih merah saja. Terkadang kulihat Tika tersenyum tanpa sebab seperti orang gila.
"Hahaha." Tawaku.
"eh kenapa bi tertawa? buatku kaget saja." tanya Tika.
"hehe, wajah kamu lucu sih Tik." kataku sambil mengedipkan mata. (centil juga ya TS)
"Au ah gelap." kata Tika. Sedikit kulihat dia tersenyum lagi sambil memalingkan muka dariku.
Tak terasa waktu berlalu,sampailah kami didepan rumah Tika.
"Tika, aku langsung pulang ya"
"Iya bi terima kasih ya, hati2 dijalan bi"
"siap!"
Ku kayuh sepedaku, ku tengok kebelakang kearah rumah Tika. Ku lihat dia menari dan melompat lompat gembira sembari berjalan menuju pintu.
"hihihi" tawaku lirih.
..........
Esoknya di sekolah.
Sebelum lonceng berbunyiSeperti biasa aku duduk dengan Tika. Sengaja kepalaku kusandarkan di kedua tanganku yang menyilang diatas meja dan ku pandangi terus wajahnya bermaksud melihat reaksi Tika. Akan pingsan lagi atau tidak.
Sesekali Tika melirikku tanpa menolehkan wajahnya dan saat tatapan kami bertemu, Tika langsung memalingkan muka.
Begitu terus berulang ulang. Sampai akhirnya mungkin Tika sudah tidak tahan dengan kelakuanku.
"apaaan sih biiiii liatin mulu." kata Tika tersipu malu.
Dia langsung mengambil buku di tasnya dan menaruh buku di meja dalam posisi tegak berdiri memisahkan pandangan kami berdua. (yang punya temen pelit gak mau dicontek hasil ulangannya pasti tau apa yg dilakukan Tika.)
"cieeee cieeee.. ada sepasang kekasih yang sedang mabuk asmara nih cieee." kata seseorang dari bangku belakangku. Makhluk astral sejenis Genderuwo dengan badan kekar bernama Dodi.
"isshhh.. apaan sih di ganggu aja"kataku ketus sambil melempar buku kearahnya.
" udah siiiih bilang aja kalo cinta" goda Dodi lagi.
"Ngomong meneh tak suwek lambemu Di! (ngomong lagi ku sobek mulutmu Di!"
"hahhahaa ampun bos aku bocahmu (ampun bos aku ini anakmu)." jawab Dodi sambil tertawa.
Tika masih merebahkan kepalanya dimeja sambil menyembunyikan wajahnya di balik buku. Yang pasti wajahnya jadi merah lagi ya.
Bel berbunyi. Ujian hari kedua dimulai. Tidak butuh waktu lama semua soal sudah ku kerjakan, masih tersisa banyak waktu. Aku bukannya keluar kelas dan istirahat dikantin, malahan memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaan baruku yaitu memandangi wajah Tika sambil senyum-senyum sendiri. Sedangkan Tika sibuk mengerjakan Soal sambil menutupi mata kanannya mencoba menghindar dari tatapanku. Teman-temanku merasa heran denganku, terkadang ku dengar ada yang berbisik "eh lihat tuh Tobi gila senyum2 sendiri."
Hahaha masa bodoh dengan mereka.
"Takkk!!!!"
Sebuah penghapus melayang dan mendarat tepat di kepalaku. Suasana kelas menjadi tambah hening.
"TOBI!!! MAJU KEDEPAN, BAWA LEMBAR JAWABANMU DAN PENGHAPUS ITU KEMARI!!!" Bentak guru kepadaku. Aku lupa saat itu mata pelajaran apa. Yang ku ingat saat ini hanyalah penhapus pertama yang mendarat telak di kepalaku.
"
"Iya bu." jawabku lirih. Untuk yang kedua kalinya ku dikeluarkan dari kelas. Tak masalah buatku. Hahaha.
Aku berjalan dan sampailah aku di kantin. Duduk dan menyalakan sebatang rokok (hehe bercanda, saat itu aku belum merokok)
"Budheeeee, es teh manis satu"
"Siap cah bagus, langsung budeh buatkan"
Tak butuh waktu lama, es teh pun datang.
Sruuupppp... hmm segaaaaar.
............
"Hi, kamu Tobi ya?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapanku.
Bersambung.
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3