- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil
...
TS
suwandilam
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil
INDEX
PART 1 - Perkenalan - Langsung ada di postingan ini
PART 2 - Keberangkatan
PART 3 - Tiba di Desa
PART 4 - Malam Pertama
PART 5 - Ibu Tua
PART 6 - Informasi Mengejutkan
PART 7 - Suara
PART 8 - Terkuncikah ?
PART 9 - Rumah Terang
PART 10 - Gadis Cantik Yang Kesepian
PART 11 - Tangisan
PART 12 - Pernyataan Kades
PART 13 - Terjebak
PART 14 - Pengungkapan
PART 15 - Silahturahmi Pertama
PART 16 - Tamu
PART 17 - Jalan Malam
PART 18 - Berteduh Lagi
PART 19 - Balik !!!
PART 20 - Maksud Terselubung
PART 21 - Perdebatan
PART 22 - Halusinasi ?
PART 23 - Halusinasi 2
PART 24 - Tangis dan Tawa
PART 25 - Pengejaran Amelia
PART 26 - Ngecek Lagi ?
PART 27 - Gak Hoki
PART 28 - Siapa Itu Ya ?
PART 29 - Hari Yang Tenang
PART 30 - Kebelet !
PART 31 - Bertemu Lagi !
PART 32 - Tertabrak !
PART 33 - Terror
PART 34 - Kejutan !!!
PART 35 - Terror 2
PART 36 - Terror 3
PART 37 - Lemari Cermin
PART 38 - Ngecek yuk
PART 39 - Tangisan
PART 40 - Ketukan
PART 41 - Mimpi atau Nyata
PART 42 - Penampakan
PART 43 - Haruskah Melapor ?
PART 44 - Mencari Solusi
PART 45 - Pengungkapan Misteri !
PART 46 - Pengungkapan Misteri 2
PART 47 - Pengungkapan Misteri 3
PART 48 - Pengungkapan Misteri 4
PART 49 - Sebenarnya ini apa ?!
PART 50 - Pengungkapan Lemari Cermin
PART 51 - Nenek oh Nenek
PART 52 - Konflik !
PART 53 - Kejutan
PART 54 - Bolehkah Gue Kabur ?
PART 55 - Hilang !
PART 56 - Duniaku
PART 57 - Gue Dimana?
PART 58 - SURAT
PART 59 - Suara dan Penglihatan ?
PART 60 - Masuk atau Kagak ?!
PART 61 - Aku Hilang !
PART 62 - Kembali
PART 63 - Penjelasan
PART 64 - Siksaan !
PART 65 - Ketenangan
PART 66 - Suara Aneh
PART 67 - Terjebak !
PART 68 - TOLONG GUE !
PART 69 - Kuburan (NEW UPDATE)
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil - Part 1
Cerita ini merupakan fiksi, namun isi dari cerita ini sebagian diambil dari serangkaian kisah pengalaman nyata yang dialami oleh penulis dan dicampur dengan cerita fiksi yang tidak benar-benar terjadi. Beberapa kejadian memang benar terjadi dan beberapa kejadian merupakan cerita rekayasa untuk penambahan agar cerita ini menjadi lebih menarik. Semua nama tokoh, nama tempat dan lain-lain telah disamarkan guna menjaga nama baik pemilik aslinya.
Nah mari kita mulai ceritanya.
1 Februari 2015, Yap tepat pada tanggal ini saya mahasiswa jurusan ekonomi yang bernama Dony mendapatkan tawaran menarik dari kampus saya. Saya berasal dari Jakarta, kuliah di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta dan sekarang tengah memasuki semester delapan. Menjelang memasuki semester 8 yang ku anggap bakal menjadi semester terakhir untuk perkuliahanku, Aku memiliki banyak waktu luang karena aku hanya tinggal menyelesaikan KKN dan menyusun skripsi (Itupun uda hampir kelar karena data2 skripsinya uda ada dan tinggal dimanipulasi, namun repotnya ya itu nanti minta persetujuan dosen dan revisi2 yang menjengkelkan pastinya dan bisa menghabiskan waktu cukup lama).
Sebelum tanggal 1 Feb, keseharianku cukup membosankan karena terlalu banyak waktu luang, mau memikirkan tentang KKN, tetapi aku masih galau mau KKN di mana, belum ada lokasi KKN yang asik menurutku sampai saat ini. Kebanyakan waktu luangku kuhabiskan untuk berkelana di kampus mencari info2 sputar KKN, hingga suatu waktu aku pergi ke ruangan dosen, bercerita2 dengan dosen dan terakhir sebelum pulang, aku membaca papan informasi yang ada di ruangan dosen, seketika mataku tertuju pada papan informasi yang terdapat selembaran brosur. Brosur tsb bertuliskan :
“Dicari 10 Mahasiswa/I yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa terpencil selama 3 bulan, dana semua ditanggung oleh kampus. Diperuntukkan bagi mahasiswa/I yang berada di semester 7 ke atas.
Kriteria : Memiliki jiwa pemberani, bisa hidup mandiri, menyukai kehidupan alam desa dan ingin pengalaman seru.
Hadiah : Bagi anda yang belum menyelesaikan KKN, maka KKN dianggap selesai sehubungan dengan kegiatan ini dan mendapatkan nilai A
Bagi anda yang sedang menyelesaikan skripsi, maka nilai Skripsi anda akan langsung mendapatkan nilai A.
Silahkan isi formulir yang dapat diambil di bagian kemahasiswaan, serahkan formulir tersebut ke rektorat paling lambat tanggal 30 Januari 2015. Bagi mahasiswa/I yang kami anggap cocok untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa ini, akan kami informasikan pada tanggal 1 Februari 2015.
Mahasiwa/I akan kami pilih dari berbagai jurusan agar dapat saling melengkapi dan membuat serangkaian program untuk pembangunan desa tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke rektorat.”
Wahhhh !!! Setelah membaca brosur ini, akupun kaget dan cukup tertarik untuk mengikuti kegiatan ini. Langsung kutanyakan ke bagian kemahasiswaan di fakultasku tentang formulir ini dan apakah masih ada kuota kosong untuk kegiatan pembangunan desa ini atau tidak.
Saya : “Pak ! Itu brosur di papan informasi masih berlaku kan Pak? Kira2 masih ada slot kosong utk saya ikut serta gak ?”
Dosen Kemahasiswaan : “Oh brosur itu, setahu saya itu masih terbuka untuk semua mahasiswa di universitas ini. Penutupannya kan di akhir bulan Januari ini. Kenapa? Kamu minat utk ikut ?”
Saya : “Oh jelas minat lah Pak ! KKN dan Skripsi langsung kelar dan nilainya A loh !”
Dosen : “Hehehe iya nak, Bapak juga kaget baca brosur ini, kok bisa ya rektorat langsung izinkan KKN dan Skripsi langsung dapat nilai A.”
Saya : “Loh, memangnya kenapa Pak ? Tahun2 sebelumnya belum pernah ada informasi seperti ini?”
Dosen : “Belum pernah nak. Ini informasi terbaru dan perdana yang pernah Bapak dapatkan. Belum pernah ada kegiatan seperti ini selama bapak mengajar di sini. Ya uda kamu coba apply aja deh, siapa tau kamu bisa terpilih kan, itu untuk 10 orang kapasitasnya loh, coba aja kamu ajak temanmu biar gak bosan. Siapa tau bisa masuk kalian kan, tapi nanti kepastian siapa yang berhak ikut itu jg ditentuin dari rektorat dan kemungkinan kamu dan temanmu tidak bisa lolos barengan, tapi dicoba saja, paling enggak nanti kamu bakal dapat banyak teman baru loh. Nih formulirnya.”
Saya : “Makasih pak, paling enggak saya lolos dari KKN dan Skripsi yang menyusahkan ini Pak. Hehehehe.” (Ketawa cengengesan)
Setelah mendapatkan formulir dari dosen kemahasiswaan fakultasku, Aku langsung bikin group chat via BBM untuk beberapa teman2ku yang berjumlah 4 org termasuk aku yang tentunya masih belum KKN dan Skripsi.
Saya : “Woi, Bro ! Baca nech, Kalian ndak perlu KKN dan bikin skripsi oeeee ! Ikut program ini, seru cui ngabdi di desa, hidup di alam bebas, KKN dan skripsi lgsg kelar. Dana semua ditanggung kampus ! Ikut yok, untuk semua fakultas loh!”
Rudy : “Wew serius tuh? Keknya seru juga loh ! Lu ada formulirnya?”
Victor : “Wakakaka, klo KKN dan skripsi lgsg A , gue masuk cui. Kapan kasi gue form nya ?”
Benny : “Gue ikut apply deh klo kalian semua apply ! Ya moga” aja kepilih semua kita berempat!”
Saya : “Okay, form nya kalian jemput aja ama gua di kampus ya!”
Setelah menghubungi semua teman2 gua, gua pun atur waktu ketemu mreka dan ngasihin formulir untuk mereka isi.
Tepat pada tanggal 1 Februari 2015 pagi hari, HP kami masing2 pun berdering.
Saya : “Woiii brooo ! Gue dapat sms dari rektorat nech ! Gw kepilih untuk ikut loh ! Wakakka, kalian cam mana? Lolos ?”
Rudy : “Gue kagak lolos brooooo… Suram !!!”
Victor : “Lu gak lolos Rud ? Gue lolos nech wkawkakwa, mantap Don ! Bareng2 nikmatin alam desa kita, skalian cuci mata liat cewek2 desa wakwkawka ! Benny gimana?”
Benny : “Gue gak lolos cukkk~ Kok bisa yeee… Padahal pengen banget gue nikmatin alam desa, intinya sih sebenarnya kkn dan skripsi kelar wakwakka.”
Saya : “Sabar yee yang gak lolos wkwkwk, kalian ambil masa langkau aja, barangkali tahun depan ada lagi kegiatan beginian hehehe.”
Rudy : “Taikk lu… Ya uda info2 n cerita2 ye pengalaman xan disana gimana !”
Victor : “Pasti bro ! Eh Don, nanti siang kita ke rektorat bareng deh ya !”
Saya : “Sip bro !”
Siang harinya sehabis makan siang, gue dan Victor langsung menuju ke rektorat dengan mengendarai motor kami masing2. Selama perjalanan kami saling bercerita.
Saya : “Eh bro, bosan gak ya nanti selama di desa, 3 bulan loh. Entah ada pulang or enggak ?”
Victor : “Ya kagak tau, enak sih hidup mandiri dan bebas, tapi klo 3 bulan ndak pulang ya bosan jg, kecuali di desa itu adem dan bnyk hiburan, tapi gue rasa mana bakal byk hiburan, tv, game, inet pasti ga ada or klo pun ada pasti jelek sekali.”
Saya : “Iya juga sich, tapi biarlah, lumayan kan KKN dan Skripsi bisa kelar dalam 3 bulan bersamaan. Bersabar2 aja dah, tujuan kita kan itu. Hehehe”
Victor : “Yoi Bro. Kira-kira 8 peserta lagi cowo apa cewe ya, klo cowo semua bosan juga nech. Btw entah ada yang tipe gue or gak ya, pengennya sih klo ada yg cewe yg tipe gue, bisa pdkt-an sekalian hahaha.”
Saya : “Hehehe.. Lu mah mata keranjang wakwkawka.”
Ehem, sampai lupa ngasih tau ke para pembaca, Gue dan Victor punya kriteria tipe cewe kami masing-masing. Ya moga-moga aja ada yg sesuai tipe, jadi bisa aktivitas bareng sambilan PDKT. hehehe
Polling
0 suara
Bagusnya Cerita ini memiliki Alur Panjang atau pendek ? Bagaimana isi ceritanya?
Diubah oleh suwandilam 18-09-2019 21:40
symoel08 dan 17 lainnya memberi reputasi
12
1.7M
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
suwandilam
#283
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil – Part 22
Kami berempat sibuk berdebat tentang masalah halusinasi yang menimpa kami bertiga sambil tidur terlentang berjejer seperti ikan asin. Aldi tetap diam dan hanya mendengarkan pembicaraan kami, namun suasana perdebatan kami tiba-tiba terhenti karena Danu terdiam dan tidak bersuara.
“Dannn…..”
“Dannn… Oe Dann…. Kenapa lu ?” tanya Gue yang heran ngelihat Danu tidur terlentang, kepala menghadap ke langit-langit dan mata melotot seakan lagi melihat sesuatu, or menyimak sesuatu or mendengarkan sesuatu gitu deh, ga ngerti gue pokoknya.
“Dan, jangan bercanda deh, uda malem gini.” Sambung Victor
Gue ngelihat ke Aldi, barangkali dia sadar akan sesuatu, namun Aldi hanya menggeleng-geleng seakan memberitahu bahwa dia tidak mengalami hal-hal aneh.
“Don, Vic, Aldi…. Kalian ada ngerasain sesuatu gak ?” tanya Danu dengan nada pelan dan mata terus ngelihat ke atas. Oia kamar kami ada jendela kecil yang terbuka alias ga ada penutupnya, hanya ditutupin oleh kain yang ada lubang-lubang kecilnya biar angin bisa masuk dan cahaya rembulan bisa masuk ke dalam kamar, makanya gue bisa lihat posisi kepala Danu.
“Gue ga ngerasain apa-apa sih, Cuma hembusan angin malam seperti biasa, sejuk dan dingin.” Jawab Gue. (Angin malam di sini dingin banget deh, gue tidur aja pakai sarung, sejuk banget pastinya, adem lagi)
“Gue juga kagak ada ngerasa apa-apa tuh. Malah gue denger suara jangkrik hahaha.” Tambah Victor sambil memecah suasana tegang
“Gak… ini beda… Gue ngerasain hawa dinginnya beda, tubuhku merasakan dingin seperti kita kehujanan.” Jelas Danu sambil terus melotot ke atas dalam posisi tidur terlentang. Ga ada pergerakan sama sekali di badan Danu.
“Dingin emang dingin, tapi gak sedingin pas kita kehujanan lah, itu gue sampai menggigil.” Jawab Gue dengan santai
“Kalian ada dengar suara nyanyian sayup-sayup ???” tanya Danu dengan nada datar….
“Gak ada bro, uda gue bilang suara jangkrik doank.” Jawab Victor agak bingung
(Dengan nada datar dan terpatah-patah) Danu tiba-tiba bernyanyi sendiri, masih dalam posisi tidur terlentang kepala menghadap ke langit-langit dan tak bergerak, mulut komat kamit “Kemariiiii……. Kemariiiii...... Kemariiiiii…. Bersamaaaakuuuuuu ~ “
“Woi Dan !!! Apa-apaan sih lu ???!!! Malam-malam begini nyanyi beginian, pakai nada datar dan terpatah-patah, bikin suasana gak enak aja !” tegas Gue agak kesel
“Udah jangan byk bercanda Dan. Gue tau lu penasaran ama hal itu. Tapi gak usah pakai nakut-nakutin deh.” Tambah Victor
Aldi hanya terdiam dan gak ikut campur, dia terus memperhatikan Danu, meskipun gua tanya ke Aldi apa yang terjadi, dia sepertinya juga ga bisa menjawabnya.
Sesudah Danu menyanyikan sepenggal kalimat itu, dia langsung berdiri tegak dari tidurnya. Tatapan matanya terus melihat ke depan. Gue, Victor dan Danu masih berbaring dan hanya melihat Danu sambil bertanya-tanya
“Lu mau napain Dan ?” tanya Gue
“Gue merasa ada yang manggil gue, nyanyian tadi adalah nyanyiannya yang ingin kuperdengarkan buat kalian.” Jelas Danu dengan nada datar
Gue heran, Danu memang lumayan nakal, tapi ga mungkin dia mau usilin kami di saat-saat begini, apa jangan-jangan dia lagi halusinasi lagi yah?
Danu tegak dan kemudian berjalan keluar dari kamar kami. Gerak geriknya agak aneh. Jalannya terpatah-patah selangkah demi selangkah, tatapannya terus melihat ke depan dan gak menoleh ke arah lain. Dia masih tetap bisa berkomunikasi dengan kami. Mungkin seperti ini juga tingkah laku kami saat berhalusinasi yang dilihat oleh Aldi.
Danu terus berjalan keluar kamar dan sesampai di ruang tamu, dia membuka pintu depan rumah kami. Gue, Victor dan Aldi ngikutin Danu dari belakang, kami berusaha menyuruh Danu untuk berhenti dan stop bercandanya, tetapi sepertinya dia ga menghiraukan kami. Kalaupun dia bercanda, ini uda kelewat batas.
Suara berisik dari kamar kami akhirnya membangunkan para cewe di kamar kedua yang diisi oleh Monica, Amelia dan Nadya.
“Ko, kalian mau napain lagi malam-malam begini? Ini uda mau jam 12 malam loh?” tanya Monica agak pelan karena baru bangun dari tidurnya.
Duh cantik juga Monica baru bangun dari tidurnya ya, rambutnya yang terurai gak karuan dan mukanya yang mulus dengan mata yang sayup-sayup karena baru bangun tidur bikin gue jatuh hati banget.
“Gapapa sih, cuman si Danu lagi bertingkah aneh. Dia lagi sleep walking deh kurasa hahaha.” Jelas gue ke Monica dan cewe yang lain biar gak penasaran.
“Kalian gak temenin dia? Dia keluar rumah loh itu sendirian ?!” tanya Amelia
“Ini kami mau susul dia.” Jawab Victor dengan cool dan langsung keluar dari pintu rumah untuk susul Danu yang berjalan terus
“Ya uda, kalian balik tidur aja ya Mon, Mel, Nad. Biar kami aja yang susul ya.” Pesan gue ke para cewe.
“Gak Ko. Gua ikut yah. Gua ikut temenin yah? Bole kan?” tanya Monica
“Aduhhhh… Gimana ya… Ya uda deh, jangan nyasar ya hehe…” ucap gue agak nyindir
“Ah enak aja lu Ko, gua kan gak bocah lagi.” Balas Monica sambil nyubit tangan gue, sakit sih.. tapi sakitnya bikin seneng hehehee. “Yukk susul, entar kejauhan Danunya. Yuk Mel ikutan !” ucap Monica
Akhirnya Gue, Monica, Aldi dan Amelia barengan pergi nyusul Danu yang terus berjalan entah kemana. Victor uda duluan nyusulin Danu.
Keluar dari rumah, kami berjalan ke arah kanan, ini berarti arah jalan ke rumah kosong atau gak ke rumah bapak dan anaknya itu. Kami terus berjalan. Hanya suara langkah kaki kami dan suara jangkrik yang terdengar di heningnya malam. Alam sekitar kami semuanya begitu gelap, hanya ditemani cahaya rembulan. Ga ada lampu penerangan jalan apalagi lampu warga, pohon-pohon yang menjulang tinggi, angin malam yang berhembus, senyapnya lingkungan sekitar, memang benar-benar perjalanan malam yang seperti di game-game lah pokoknya.
Tappp… Tap… Tappp…..
Kami pun terhenti… Ya kami semua terhenti ketika Danu berdiri tepat menghadap ke arah rumah kosong itu. Rumah yang biasanya terang, kini telah kosong di mataku. Gue tanya ke Monica, Victor, Amelia, dan Aldi. Mereka semua juga bilang kali ini rumahnya kosong. Namun Danu sepertinya sedang berhalusinasi.
Danu terus berdiri tegak sekitar 5 menit menghadap ke arah rumah kosong itu. Kami hanya diam di belakang dia, belum ada satupun dari kami yang memanggil dia. Selagi Danu ga berbuat macam-macam, kami hanya ngikutin dia untuk mencari tahu lebih jelas.
Namun, akhirnya Danu mulai melangkah masuk ke arah rumah kosong itu. Victor yang berdiri tepat di belakang Danu langsung memegang pundak Danu dan menyuruhnya berhenti.
“Dan, uda Dan, berhenti. Itu rumah kosong. Balik lagi deh !” ucap Victor pelan ke Danu.
Danu tetap melangkah masuk ke rumah kosong itu sampai tepat di depan pintu rumah kosong tersebut.
“Stop Dan. Jangan masuk kesana !” tarik gue ke pundak Danu
Danu tiba-tiba terdiam dan menolehkan kepalanya ke arah gue, badannya tetap menghadap lurus ke pintu masuk. Dia berkata :
“AKU BERSAMANYA ! BUKAN DENGAN KALIAN ! PULANG ATAU IKUTLAH BERSAMAKU !”
Kami berempat sibuk berdebat tentang masalah halusinasi yang menimpa kami bertiga sambil tidur terlentang berjejer seperti ikan asin. Aldi tetap diam dan hanya mendengarkan pembicaraan kami, namun suasana perdebatan kami tiba-tiba terhenti karena Danu terdiam dan tidak bersuara.
“Dannn…..”
“Dannn… Oe Dann…. Kenapa lu ?” tanya Gue yang heran ngelihat Danu tidur terlentang, kepala menghadap ke langit-langit dan mata melotot seakan lagi melihat sesuatu, or menyimak sesuatu or mendengarkan sesuatu gitu deh, ga ngerti gue pokoknya.
“Dan, jangan bercanda deh, uda malem gini.” Sambung Victor
Gue ngelihat ke Aldi, barangkali dia sadar akan sesuatu, namun Aldi hanya menggeleng-geleng seakan memberitahu bahwa dia tidak mengalami hal-hal aneh.
“Don, Vic, Aldi…. Kalian ada ngerasain sesuatu gak ?” tanya Danu dengan nada pelan dan mata terus ngelihat ke atas. Oia kamar kami ada jendela kecil yang terbuka alias ga ada penutupnya, hanya ditutupin oleh kain yang ada lubang-lubang kecilnya biar angin bisa masuk dan cahaya rembulan bisa masuk ke dalam kamar, makanya gue bisa lihat posisi kepala Danu.
“Gue ga ngerasain apa-apa sih, Cuma hembusan angin malam seperti biasa, sejuk dan dingin.” Jawab Gue. (Angin malam di sini dingin banget deh, gue tidur aja pakai sarung, sejuk banget pastinya, adem lagi)
“Gue juga kagak ada ngerasa apa-apa tuh. Malah gue denger suara jangkrik hahaha.” Tambah Victor sambil memecah suasana tegang
“Gak… ini beda… Gue ngerasain hawa dinginnya beda, tubuhku merasakan dingin seperti kita kehujanan.” Jelas Danu sambil terus melotot ke atas dalam posisi tidur terlentang. Ga ada pergerakan sama sekali di badan Danu.
“Dingin emang dingin, tapi gak sedingin pas kita kehujanan lah, itu gue sampai menggigil.” Jawab Gue dengan santai
“Kalian ada dengar suara nyanyian sayup-sayup ???” tanya Danu dengan nada datar….
“Gak ada bro, uda gue bilang suara jangkrik doank.” Jawab Victor agak bingung
(Dengan nada datar dan terpatah-patah) Danu tiba-tiba bernyanyi sendiri, masih dalam posisi tidur terlentang kepala menghadap ke langit-langit dan tak bergerak, mulut komat kamit “Kemariiiii……. Kemariiiii...... Kemariiiiii…. Bersamaaaakuuuuuu ~ “
“Woi Dan !!! Apa-apaan sih lu ???!!! Malam-malam begini nyanyi beginian, pakai nada datar dan terpatah-patah, bikin suasana gak enak aja !” tegas Gue agak kesel
“Udah jangan byk bercanda Dan. Gue tau lu penasaran ama hal itu. Tapi gak usah pakai nakut-nakutin deh.” Tambah Victor
Aldi hanya terdiam dan gak ikut campur, dia terus memperhatikan Danu, meskipun gua tanya ke Aldi apa yang terjadi, dia sepertinya juga ga bisa menjawabnya.
Sesudah Danu menyanyikan sepenggal kalimat itu, dia langsung berdiri tegak dari tidurnya. Tatapan matanya terus melihat ke depan. Gue, Victor dan Danu masih berbaring dan hanya melihat Danu sambil bertanya-tanya
“Lu mau napain Dan ?” tanya Gue
“Gue merasa ada yang manggil gue, nyanyian tadi adalah nyanyiannya yang ingin kuperdengarkan buat kalian.” Jelas Danu dengan nada datar
Gue heran, Danu memang lumayan nakal, tapi ga mungkin dia mau usilin kami di saat-saat begini, apa jangan-jangan dia lagi halusinasi lagi yah?
Danu tegak dan kemudian berjalan keluar dari kamar kami. Gerak geriknya agak aneh. Jalannya terpatah-patah selangkah demi selangkah, tatapannya terus melihat ke depan dan gak menoleh ke arah lain. Dia masih tetap bisa berkomunikasi dengan kami. Mungkin seperti ini juga tingkah laku kami saat berhalusinasi yang dilihat oleh Aldi.
Danu terus berjalan keluar kamar dan sesampai di ruang tamu, dia membuka pintu depan rumah kami. Gue, Victor dan Aldi ngikutin Danu dari belakang, kami berusaha menyuruh Danu untuk berhenti dan stop bercandanya, tetapi sepertinya dia ga menghiraukan kami. Kalaupun dia bercanda, ini uda kelewat batas.
Suara berisik dari kamar kami akhirnya membangunkan para cewe di kamar kedua yang diisi oleh Monica, Amelia dan Nadya.
“Ko, kalian mau napain lagi malam-malam begini? Ini uda mau jam 12 malam loh?” tanya Monica agak pelan karena baru bangun dari tidurnya.
Duh cantik juga Monica baru bangun dari tidurnya ya, rambutnya yang terurai gak karuan dan mukanya yang mulus dengan mata yang sayup-sayup karena baru bangun tidur bikin gue jatuh hati banget.
“Gapapa sih, cuman si Danu lagi bertingkah aneh. Dia lagi sleep walking deh kurasa hahaha.” Jelas gue ke Monica dan cewe yang lain biar gak penasaran.
“Kalian gak temenin dia? Dia keluar rumah loh itu sendirian ?!” tanya Amelia
“Ini kami mau susul dia.” Jawab Victor dengan cool dan langsung keluar dari pintu rumah untuk susul Danu yang berjalan terus
“Ya uda, kalian balik tidur aja ya Mon, Mel, Nad. Biar kami aja yang susul ya.” Pesan gue ke para cewe.
“Gak Ko. Gua ikut yah. Gua ikut temenin yah? Bole kan?” tanya Monica
“Aduhhhh… Gimana ya… Ya uda deh, jangan nyasar ya hehe…” ucap gue agak nyindir
“Ah enak aja lu Ko, gua kan gak bocah lagi.” Balas Monica sambil nyubit tangan gue, sakit sih.. tapi sakitnya bikin seneng hehehee. “Yukk susul, entar kejauhan Danunya. Yuk Mel ikutan !” ucap Monica
Akhirnya Gue, Monica, Aldi dan Amelia barengan pergi nyusul Danu yang terus berjalan entah kemana. Victor uda duluan nyusulin Danu.
Keluar dari rumah, kami berjalan ke arah kanan, ini berarti arah jalan ke rumah kosong atau gak ke rumah bapak dan anaknya itu. Kami terus berjalan. Hanya suara langkah kaki kami dan suara jangkrik yang terdengar di heningnya malam. Alam sekitar kami semuanya begitu gelap, hanya ditemani cahaya rembulan. Ga ada lampu penerangan jalan apalagi lampu warga, pohon-pohon yang menjulang tinggi, angin malam yang berhembus, senyapnya lingkungan sekitar, memang benar-benar perjalanan malam yang seperti di game-game lah pokoknya.
Tappp… Tap… Tappp…..
Kami pun terhenti… Ya kami semua terhenti ketika Danu berdiri tepat menghadap ke arah rumah kosong itu. Rumah yang biasanya terang, kini telah kosong di mataku. Gue tanya ke Monica, Victor, Amelia, dan Aldi. Mereka semua juga bilang kali ini rumahnya kosong. Namun Danu sepertinya sedang berhalusinasi.
Danu terus berdiri tegak sekitar 5 menit menghadap ke arah rumah kosong itu. Kami hanya diam di belakang dia, belum ada satupun dari kami yang memanggil dia. Selagi Danu ga berbuat macam-macam, kami hanya ngikutin dia untuk mencari tahu lebih jelas.
Namun, akhirnya Danu mulai melangkah masuk ke arah rumah kosong itu. Victor yang berdiri tepat di belakang Danu langsung memegang pundak Danu dan menyuruhnya berhenti.
“Dan, uda Dan, berhenti. Itu rumah kosong. Balik lagi deh !” ucap Victor pelan ke Danu.
Danu tetap melangkah masuk ke rumah kosong itu sampai tepat di depan pintu rumah kosong tersebut.
“Stop Dan. Jangan masuk kesana !” tarik gue ke pundak Danu
Danu tiba-tiba terdiam dan menolehkan kepalanya ke arah gue, badannya tetap menghadap lurus ke pintu masuk. Dia berkata :
“AKU BERSAMANYA ! BUKAN DENGAN KALIAN ! PULANG ATAU IKUTLAH BERSAMAKU !”
Diubah oleh suwandilam 23-05-2016 23:14
herry8900 dan 3 lainnya memberi reputasi
4