Kaskus

Story

spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG


Aku dan Gadis Lugu
Cover by Agan Yushito13

Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.

Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,

Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran, emoticon-Big Grinatau nebak2 jalan cerita
BANTU RATE YA GAN hehehehe.

KASIH CENDOL JUGA BOLEH emoticon-Big Grin

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN emoticon-Big Grin

AND THEN, DILARANG OOT emoticon-Big Grin


Spoiler for Top Thread:


Spoiler for CHAPTER 1:


Spoiler for CHAPTER 2:

Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
251.8K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
spv7hqfjAvatar border
TS
spv7hqfj
#100
Eps. 8 - Korban Ujian Pertama
Ujian dimulai.
Ujian pertama mata pelajaran Matematika. Satu persatu lembar jawaban dan soal dibagikan ke setiap murid. Ku lihat sekeliling, tampak sebagian murid memasang wajah tak senang pagi ini. Tak terkecuali si Dodi yang sedang garuk-garuk kepala. Buatku? Soal gampang hehe.

"Set .. Set...sset!" Dodi berbisik kearahku.

"Heheeeee..." senyum lebarku kepadanya. Seakan sudah paham apa yang ada dipikirannya.

Untuk sekolahku yang kala itu baru menyandang predikat RSBI mencontek adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Butuh perjuangan ekstra. Seperti Ujian pertama Chunin di film kartun Naruto. Terdapat peraturan tersirat, boleh mencontek asalkan pengawas tidak melihatnya.

Yaaaa, kami diharuskan untuk mengeluarkan jutsu ala ninja untuk mendapatkan jawaban.

30menit berlalu.

Dari arah samping, dengan kecepatan kilat Dodi melempar sebuah kertas kecil yang dibulatkan sedemikian rupa kearahku. Seperti melempar Shuriken saja pikirku. Ku buka kertasnya, tertulis angka 5.

Ku tulis rumus dan jawabannya. ku lempar kearahnya. Dodi tersenyum sambil mengedipkan mata ke arahku.

"Terima kasih sayang." bisiknya. Membuatku bulu kudukku merinding.

Drap..drap drap.. Terdengar suara kaki melangkah. Suara itu semakin mendekat. Aku masih sibuk dengan soal soalku.

Tiba tiba..
"Srreekkk.." lembar jawabku di tarik dan disobek.


Arrggggjhhhh.. Teriakku dalam hati. Sialan si Dodi. Dia yang mencontek tetapi aku yang terkena pahitnya.

"Keluar kamu sekarang!" bentak pengawas ujian.

Tanpa menjawab dan mengeluarkan sepatah katapun. Aku berjalan menunduk keluar kelas. Baru kali ini aku mengalaminya. Ibarat kata, aku ini orang paling hina sedunia. Inginku marah dan memberi Tinju ala Crows zero ke wajah Dodi. Tetapi aku bukanlah Genji, badanku kalah besar dan kalah kekar dengan Dodi. Jujur saja aku takut padanya.

Aku berjalan kearah perpustakaan. Barang kali disana aku bisa menemukan buku bacaan yang bisa membuatku tertarik. Duduklah aku di sebuah kursi yang menghadap keluar dekat pintu perpustakaan. Ku ambil koran yang ada dimeja perpustakaan.

"Telah ditemukan Mayat tanpa busana dengan kemal*an membusuk diduga korban nenek tetangga bla..bla..bla". Bacaku dalam hati.

Ahh semoga saja Dodi merasakan seperti berita yang ada di koran ini. Sungguh keji memang. Tetapi itu balasan yang setimpal untuknya.

Drap..drap..drap.. Suara langkah kaki mendekat. Tak lama muncullah Tika, Fitri dan seekor makluk menyebalkan,Dodi.

"Masbro, maaf ya. Jangan marah dong." bujuk Dodi.

"Hmmm." gumamku menanggapi.

"Yaah, aku traktir makan di kantin deh, yuk masbro?" bujuk Dodi.

"Lagian kamu sih di, kurang jago nyonteknya, jadi Tobi yang kena imbasnya". Kata Fitri kesal kepada Dodi.

Tika? Dia hanya diam tak bersuara sambil membaca buku duduk di sampingku.

" ya aku kan gak tau kalau akan jadi seperti ini fit? Maaf deh." jawab dodi memasang muka pengemis. Berharap aku memaafkannya.

"Yasudah tidak apa apa di, aku terima maafmu. Tapi mulai sekarang kamu tidak boleh mencontek. Harus berusaha sendiri, ngerti?" kataku.

" hehe gitu dong bi, matur nuwun (terima kasih)." kata dodi sambil berjabat tangan denganku.

Bel tanda berakhirnya istirahatpun berbunyi. Kami semua masuk ke kelas.
fabillillah
JabLai cOY
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.