- Beranda
- Stories from the Heart
Aku dan Gadis Lugu
...
TS
spv7hqfj
Aku dan Gadis Lugu
SELAMAT DATANG

Cover by Agan Yushito13
Sebelumnya ane minta maaf buat para reader kalo tulisan ane acak acakan. Ane cuma berharap para readers bisa mengambil hikmah dari cerita ane ini.
Jangan lupa baca Sticky Rules SFTH ya gan? ane males kalo harus nulis ulang,
Jangan lupa juga buat ninggalin jejak sekedar ngasih kritik dan saran,
atau nebak2 jalan cerita BANTU RATE YA GAN hehehehe.
KASIH CENDOL JUGA BOLEH

ASALKAN JANGAN ADA BATA DIANTARA KITA GAN

AND THEN, DILARANG OOT

Spoiler for Top Thread:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Quote:
Diubah oleh spv7hqfj 22-07-2016 13:16
anasabila memberi reputasi
1
251.4K
902
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
spv7hqfj
#35
Eps. 5 - Bidadari
Tika masuk kamar mandi.
Aku pun meminta bibi untuk membelikan pakaian untuk Tika. Tidak mungkin kan kalau Tika memakai pakaian dalamku? hehe.
Sambil menunggu Bibi datang dan Tika Selesai mandi, aku duduk di Teras rumah. Tidak lama kemudian Bibi datang membawa 1 set pakaian untuk Tika.
"Den, ini pakaiannya" kata Bibi.
"iya bu, sini biar aku saja yang mengantarnya", kataku.
"Iya Den," kata Bibi.
Lalu aku menuju kamarku. Kamar mandi ada di kamarku, tempat Tika berada sekarang.
Cekreeekkkk.. suara pintu ku buka. Tidak ada siapa-siapa pikirku. Atau jangan-jangan Tika masih ada di dalam kamar mandi.
"Tikaaaaa...," Panggilku.
"iya.."
"Ini pakaian kamu aku letakkan di depan kamar mandi ya"
"iya terima kasih," jawab Tika lirih.
Heran aku dengan Tika, apakah memang itu gaya bicara tika yang selalu pelan, lirih, dan mungkin akan sulit untuk orang lain mendengarnya. Kecuali untukku.
Aku keluar kamar lagi dan duduk di teras sambil menunggu Tika.
"Hey" panggil seseorang yang tiba-tiba berdiri di muka pintu. Berdiri disamping tempat aku duduk.
Seketika itu mataku terperanjat kaget, aku lihat dia dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. Betapa cantiknya wanita yang ada di hadapanku ini. Dengan rambut yang masih sedikit basah menjuntai lurus agak bergelombang, rambut yang indah pikirku. Kacamata tebal, Wajah yang putih bersinar, senyuman manis tampak sedikit gingsul yang menambah kecantikannya. Dia dalah Tika. Seandainya dia tidak memakai kacamata, mungkin akan sangat sempurna hehe.
"Terima kasih, nama kamu siapa?" tanya Tika sedikit malu-malu.
"Aku Tobi, dulu saat MOS kan kita pernah berkenalan?" Jawabku,
"Oh iya maaf Tobi, aku sedikit lupa" kata Tika.
Lalu Tika duduk disampingku.
"Tika, makan dulu yuk aku sudah lapar nih, kamu mau ya makan sama aku?" ajakku.
"...."
"ayok udah makan dulu yuk makanannya gak beracun kok" candaku kepadanya.
"..., maaf bi, tapi aku harus segera pulang" Kata Tika.
"Hmmm yasudah aku antar ya.. tunggu sebentar aku siap-siap dulu" kataku.
Aku masuk ke kamar, mengambil tas, memasukkan alat dan bahan yang diperlukan, tak lupa aku membereskan seragam sekolah Tika dan untuk pertama kalinya aku melihat pakaian dalam wanita seumuranku (hehe). Aku masukkan pakaian Tika kedalam kantong plastik warna hitam lalu kumasukkan ke dalam tas miliknya yang bercampur dengan buku pelajaran. Dan sampailah aku di Teras rumah dimana Tika berada.
"Nih.. tas kamu Tik" kataku.
"ah aku lupa pakaianku belum aku bereskan, tunggu sebentar ya aku mau mengambilnya dulu." kata Tika.
"Sudah ada didalam tas kamu kok Tik," kataku,
Tika terlihat sedikit kaget, wajahnya langsung terlihat memerah. Pasti dia malu karna aku sudah melihat pakaian dalamnya (hehe). Aku hanya tersenyum melihat lucunya wajah Tika yang menahan malu tersebut.
"Sudah gpp kok santai saja aku gak akan mengatakan kepada siapapun tentang masalah ini Tik." kataku membujuk.
"iya bi terima kasih banyak. Terima kasih juga karena sudah membantuku, karena sudah menolongku," kata Tika,
"Sama sama Tik"
"Aku pulang dulu ya bi, sekali lagi terima kasih. sampai ketemu lagi besok di Sekolah" kata Tika.
"eh aku ikut ya? aku antar ya kerumah kamu?"
Tika terdiam sejenak.
"Tidak usah bi, aku bisa pulang sendiri toh Sepedanya sudah bisa aku gunakan kembali,"
"Tidak, pokoknya aku antar kamu sampai rumah ya? ya? ya?" rayuku kepada Tika.
Tika akhirnya luluh dan memperbolehkanku mengantarnya sampai sekolah. Kami pergi menggunakan motor bebek pemberian orang tuaku. Saat sampai di depan sekolah, aku bukannya berhenti tapi aku terus melaju lurus melewati sekolah. Tika kaget karena Sepedanya masih ada disekolah. Aku menjelaskan kepadanya bahawa aku akan mengantarkannya sampai rumahnya. Biarlah sepedanya dititipkan di sekolah saja. Tika hanya menjawab "iya" seolah pasrah dengan keteguhanku.
Sampailah kamu di rumah Tika. Lumayan jauh juga pikirku. Apa lagi jika menggunakan sepeda, rasanya pasti aku akan pingsan jika setiap harus mengayuh sepeda dari sini ke sekolah. Rumah yang terbuat dari anyaman, sangat sederhana. Genteng yang sudah termakan usia. Disamping rumah ada kandang ayam dan kambing. Pepohonan rindang menambah sejuk udara di sekirar rumah ini.
"Assalamualaikum...bu,... aku pulang" teriak tika.
Cekreeeekkkk,, suara pintu yang terbuat dari papan kayu biasa yang disambung sedemikian rupa. Muncul lah sesosok Wanita paruh baya dengan senyuman tulus menatap kami berdua. Tika dan Aku.
Aku pun meminta bibi untuk membelikan pakaian untuk Tika. Tidak mungkin kan kalau Tika memakai pakaian dalamku? hehe.
Sambil menunggu Bibi datang dan Tika Selesai mandi, aku duduk di Teras rumah. Tidak lama kemudian Bibi datang membawa 1 set pakaian untuk Tika.
"Den, ini pakaiannya" kata Bibi.
"iya bu, sini biar aku saja yang mengantarnya", kataku.
"Iya Den," kata Bibi.
Lalu aku menuju kamarku. Kamar mandi ada di kamarku, tempat Tika berada sekarang.
Cekreeekkkk.. suara pintu ku buka. Tidak ada siapa-siapa pikirku. Atau jangan-jangan Tika masih ada di dalam kamar mandi.
"Tikaaaaa...," Panggilku.
"iya.."
"Ini pakaian kamu aku letakkan di depan kamar mandi ya"
"iya terima kasih," jawab Tika lirih.
Heran aku dengan Tika, apakah memang itu gaya bicara tika yang selalu pelan, lirih, dan mungkin akan sulit untuk orang lain mendengarnya. Kecuali untukku.
Aku keluar kamar lagi dan duduk di teras sambil menunggu Tika.
"Hey" panggil seseorang yang tiba-tiba berdiri di muka pintu. Berdiri disamping tempat aku duduk.
Seketika itu mataku terperanjat kaget, aku lihat dia dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. Betapa cantiknya wanita yang ada di hadapanku ini. Dengan rambut yang masih sedikit basah menjuntai lurus agak bergelombang, rambut yang indah pikirku. Kacamata tebal, Wajah yang putih bersinar, senyuman manis tampak sedikit gingsul yang menambah kecantikannya. Dia dalah Tika. Seandainya dia tidak memakai kacamata, mungkin akan sangat sempurna hehe.
"Terima kasih, nama kamu siapa?" tanya Tika sedikit malu-malu.
"Aku Tobi, dulu saat MOS kan kita pernah berkenalan?" Jawabku,
"Oh iya maaf Tobi, aku sedikit lupa" kata Tika.
Lalu Tika duduk disampingku.
"Tika, makan dulu yuk aku sudah lapar nih, kamu mau ya makan sama aku?" ajakku.
"...."
"ayok udah makan dulu yuk makanannya gak beracun kok" candaku kepadanya.
"..., maaf bi, tapi aku harus segera pulang" Kata Tika.
"Hmmm yasudah aku antar ya.. tunggu sebentar aku siap-siap dulu" kataku.
Aku masuk ke kamar, mengambil tas, memasukkan alat dan bahan yang diperlukan, tak lupa aku membereskan seragam sekolah Tika dan untuk pertama kalinya aku melihat pakaian dalam wanita seumuranku (hehe). Aku masukkan pakaian Tika kedalam kantong plastik warna hitam lalu kumasukkan ke dalam tas miliknya yang bercampur dengan buku pelajaran. Dan sampailah aku di Teras rumah dimana Tika berada.
"Nih.. tas kamu Tik" kataku.
"ah aku lupa pakaianku belum aku bereskan, tunggu sebentar ya aku mau mengambilnya dulu." kata Tika.
"Sudah ada didalam tas kamu kok Tik," kataku,
Tika terlihat sedikit kaget, wajahnya langsung terlihat memerah. Pasti dia malu karna aku sudah melihat pakaian dalamnya (hehe). Aku hanya tersenyum melihat lucunya wajah Tika yang menahan malu tersebut.
"Sudah gpp kok santai saja aku gak akan mengatakan kepada siapapun tentang masalah ini Tik." kataku membujuk.
"iya bi terima kasih banyak. Terima kasih juga karena sudah membantuku, karena sudah menolongku," kata Tika,
"Sama sama Tik"
"Aku pulang dulu ya bi, sekali lagi terima kasih. sampai ketemu lagi besok di Sekolah" kata Tika.
"eh aku ikut ya? aku antar ya kerumah kamu?"
Tika terdiam sejenak.
"Tidak usah bi, aku bisa pulang sendiri toh Sepedanya sudah bisa aku gunakan kembali,"
"Tidak, pokoknya aku antar kamu sampai rumah ya? ya? ya?" rayuku kepada Tika.
Tika akhirnya luluh dan memperbolehkanku mengantarnya sampai sekolah. Kami pergi menggunakan motor bebek pemberian orang tuaku. Saat sampai di depan sekolah, aku bukannya berhenti tapi aku terus melaju lurus melewati sekolah. Tika kaget karena Sepedanya masih ada disekolah. Aku menjelaskan kepadanya bahawa aku akan mengantarkannya sampai rumahnya. Biarlah sepedanya dititipkan di sekolah saja. Tika hanya menjawab "iya" seolah pasrah dengan keteguhanku.
Sampailah kamu di rumah Tika. Lumayan jauh juga pikirku. Apa lagi jika menggunakan sepeda, rasanya pasti aku akan pingsan jika setiap harus mengayuh sepeda dari sini ke sekolah. Rumah yang terbuat dari anyaman, sangat sederhana. Genteng yang sudah termakan usia. Disamping rumah ada kandang ayam dan kambing. Pepohonan rindang menambah sejuk udara di sekirar rumah ini.
"Assalamualaikum...bu,... aku pulang" teriak tika.
Cekreeeekkkk,, suara pintu yang terbuat dari papan kayu biasa yang disambung sedemikian rupa. Muncul lah sesosok Wanita paruh baya dengan senyuman tulus menatap kami berdua. Tika dan Aku.
JabLai cOY dan fabillillah memberi reputasi
3