Kaskus

Story

boimbroAvatar border
TS
boimbro
Dosa Termanis ( True Story )
Assalamualaikum, Salam Sejahtera, Omswastiastu, Syalom...


SELAMAT DATANG, TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR, ENJOY YAH



"SESUNGGUHNYA HAMBA TAK INGIN BERCERITA, TAPI APALAH DAYA JARI INI SELALU INGIN BERBICARA, SEMUA RASA YANG TELAH TERANGKAI BERSAMA KATA DIKALA SENJA, KETIKA ASA BERWUJUD SEPI, HAMBA YANG LEMAH INI AKAN TETAP MENANTI.






SELAMAT MEMBACA
Diubah oleh boimbro 01-06-2016 01:03
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
7.6K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
boimbroAvatar border
TS
boimbro
#13
PART.6 ( Flashback )
Esok hari saat kita bertemu di tempat kerja, Via masih melihatkan wajah kesalnya, ku coba senyum padanya tapi tetap tak memberikan respon.

Aku melihat tatapan Via pada Shena sudah berubah, tak lagi terlihat seperti seorang yang bersahabat.
Shena pun terlihat kaget saat Via memandang dia dengan tatapan yang tak seperti biasanya.

Mungkin yang dipikirkan Shena, Via telah mengetahui tentang hubungan aku dengan dia.
Sempat aku melihat Via mendatangi Shena dan berbicara padanya, Via yang terlihat sedih dan Shena dengan wajah yang sama seperti wajahku disaat aku menceritakan hal ini semalam pada Via.

Shena memeluk Via...

Sungguh pemandangan yang tidak aku inginkan, dimana seorang sahabat menangisi kesalahan yang dilakukan pada sahabatnya sendiri.
Saat Shena bertemu dengan ku, wajahnya pun sudah tak seperti pertama kali kita dekat.

Yang aku ingat dulu Shena jika bertemu denganku selalu melihatkan wajah yang ceria, seperti seorang anak kecil bertemu ayahnya setelah pulang kerja.

Yang aku takutkan ternyata terjadi juga, Sang Waktu telah menjawab tetapi aku tak menyalahkan waktu, melainkan..

Hani..!

Ya, dialah orangnya yang telah membuat kekacauan ini.
Sebenarnya dulu aku sempat bicara pada dia untuk tidak membongkar semuanya, jangan sampai ada yang tahu biar semua ini urusan kami masing-masing.

Dihari itu juga aku langsung menemui Hani di tempat kerja

Quote:


Jadi, setelah kejadian Hani melihat aku dengan Shena berpegangan tangan di Mall, aku sering berbicara dan mendekati Hani untuk menyuruhnya diam.

Karena seringnya aku dekat dengan Hani, Via yang curiga aku mendekati Hani ada maksud tertentu, Via berpikir aku dan Hani memiliki Hubungan.

Padahal....

Kalau sudah seperti ini siapa yang mesti di salahkan?
Apakah “cinta” yang salah?
Apa karena memang aku dan Shena yang salah?
Aku rasa tak ada yang mesti disalahkan.


Setelah pulang kerja, aku dan Via tidak bertemu, Via pulang kerumah dengan mengendarai motornya seorang diri.
Memang sudah setiap hari Via mengendarai motor ke tempat kerja, karena jarak rumah ku dengan Via cukup jauh jadi aku tidak setiap saat bisa mengantar atau menjemput Via.
Kita hanya bertemu di tempat kerja.















Akhir Bulan April 2012 aku mulai bekerja, Via dan Shena sudah lebih dulu bekerja di tempat itu.
Sampai berjalan 2 bulan aku tidak pernah ada niatan untuk mencari pasangan ditempat kerja. Tapi ada satu wanita yang sempat dekat denganku.

Riri namanya, jadi sebelum aku mengenal Via dan Shena aku lebih dulu mengenal Riri.
Ia seorang wanita introvert yang aku kenal, anak pertama dari 3 bersaudara ini memang sangat tertutup.

Aku dan Riri sempat dekat, setiap hari aku bisa mengantar dan menjemput Riri dari rumah ke tempat kerja.
rumah Riri dan rumah ku bisa dibilang satu arah, jadi setiap aku pergi kerja aku melewati rumahnya.

Aku menilai Riri dia wanita yang baik, dan yang buat aku senang dengannya dia juga menyukai grup band yang aku senangi juga.
Kami pernah pergi ke konser band tersebut berdua, dan aku senang sekali bisa dekat dengan wanita yang selera musiknya sama denganku.
The Sigit, band lokal dari Bandung yang bergenre Garage Rock N Roll ini membuat aku dan Riri sangat menikmati malam itu.

Quote:


Aku memeluk Riri dari belakang sambil bernyanyi menikmati lagu.
Sungguh hal yang sangat tidak bisa aku lupa, Riri memutar badannya menghadapku, aku melihat wajahnya yang berseri.

Euforia dari penonton saat itu membuatku merasa senang apalagi di hadapanku ada seorang wanita yang menyukai hal yang sama.

Aku masih memeluknya, Riri pun memeluk leher ku yang sangat berkeringat mata kami bertatapan semakin dekat hingga kami berciuman di akhir lagu.
“say no just let it go....”

Tak tahu darimana awalnya aku bisa dekat dengan Riri, yang ku ingat aku dikenalkan oleh teman ku.
Kami saling tukar nomor telepon, dan saat itu aku dengan Riri sudah seperti sepasang kekasih tetapi dari awal pendekatan tidak ada komitmen dari kami untuk mengesahkan hubungan ini.

Hanya sekitar 30 hari aku dekat dengan Riri, setelah itu kami berjauhan tapi masih sesekali berhubungan lewat telepon, dan di tempat kerjapun kami masih saling sapa.

Setelah itu Riri berpacaran dengan pria barunya, dan sampai ke pernikahan.
Yang aku tahu Riri telah mempunyai anak perempuan yang sangat lucu.

Aku turut bahagia melihat Riri yang sekarang, sebelumnya Riri itu orang yang pendiam, seperti orang yang sedang mempunyai banyak masalah.
Belum sempat aku kenal lebih jauh tentang dia, tapi aku memilih untuk jauh entah apa yang membuat aku begitu, mungkin karena kelabilan ku.
I Miss U, Ri...


Lalu aku berkenalan dengan Via, yang sebelumnya telah berpacaran dengan Temanku.
Aku masih ingat sekali pertama kali Via menyapaku.

Quote:


Aku merasa heran, kenapa ada wanita seagresif ini dan tahu namaku?
Sebelumnya belum pernah aku bertemu dengan wanita yang punya sikap seperti itu.
Tapi Via dengan senyumnya yang menurutku menarik, telah menarik perhatianku.

Quote:


Ku pikir cukup sampai situ perkenalan kita, ternyata...

Quote:


Aku makin bertanya, apa tujuan Via meminta nomor telepon ku?
Sedangkan status Via masih jadi kekasih dari temannku, Ibnu namanya.

Quote:


Oh mungkin memang tak ada salahnya aku memberikan nomor telepon ku padanya.

Quote:

Lalu pergi...

Ibnu pernah bercerita tentang kekasihnya padaku yaitu Via, juga sempat melihatkan foto yang sedang berdua dengannya.
Sama sekali aku tidak ada pikiran apa-apa pada Via, karena dia adalah kekasih dari temanku.

Mungkin baru berjalan 2 minggu hubungan mereka, dan aku dengar mereka putus.
Aku mendengarnya biasa saja dan berusaha tidak mau tahu urusan mereka, tapi temanku yang lain bilang kalau Via meninggalkan Ibnu karena ada wanita lain yang dekat dengan Ibnu.






Sore hari...
Handphone ku berdering tanda ada pesan masuk.

Quote:


Aku telah mengira bahwa yang mengirim pesan adalah Via.

Quote:


Benar saja dugaanku, tak ku sangka Via begitu cepat menghubungiku, ku pikir nomor yang aku kasih akan dibiarkan begitu saja.
karena seringnya aku menghubungi Via, Ibnu sempat bertanya padaku.

Quote:


Aku sempat menilai Via wanita seperti apa, dari mulai berkenalan, sampai seringnya berhubungan denganku lewat telepon.
Aku rasa Via adalah wanita yang sedikit penggoda.

Sedikit negatif aku berpikir tentang dia, tapi itu lah yang aku rasakan saat itu.

Quote:


Tak ada balasan lagi setelah itu, mungkin ia merasa tersinggung dengan ucapanku.
Aku pun tidak begitu menghiraukannya, karena aku masih menghargai temanku Ibnu.


Tapi karena seringnya kami bertemu, akhirnya aku mulai tertarik dengan Via.
Via mulai menunjukan sikap wanita yang telah melupakan mantannya. Saat itu aku melihat Via sangat berbeda dari biasanya.

Apa itu sikap biasanya jika dekat dengan pria baru? Entahlah, Tapi kurasa aku mulai menyukainya.
Disaat aku mulai dekat dengan Via, disaat itu pula Ibnu pindah dari tempat kami bekerja karena keputusan dari kantor.
Diubah oleh boimbro 16-05-2016 17:12
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.