- Beranda
- Stories from the Heart
The Left Eye
...
TS
rafa.alfurqan
The Left Eye
Kepada agans dan aganwatis, sebelumnya TS ucapin salam kenal. Gak lupa TS mohon izin khususnya kepada momod, juga pada agans serta aganwatis buat aplod ini cerita.
The important thing is TS rakyat baru di kaskus. Jadi jika TS belum terlalu familiar dengan kata-kata yang sudah lazim digunain di kaskus, mohon dimaafkeun
Sebagai rakyat baru, biar terlihat sedikit eksis (eeetttt dahhh),,, TS mau share cerita fiksi horor-misteri. Bukan mau ikut-ikutan mumpung di thread yang lagi populernya cerita horor, tetapi emang genre cerita ini udah dibikin dari taun kapan. Jika dibandingin dengan thread cerita horor yang udah populer jauh lebih serem cerita penampakan mereka toh itu pengalaman pribadi mereka.
Intinya niat TS PURE buat nyoba nge-thread di kaskus aja
Update komen dari agan-agan
Kelanjutan cerita akan TS usahakan apdet tiap hari senin
Gak lupa-lupa TS ngingetin,,,, Like once a wiseman said, pengunjung yang baik (mau yang silent reader juga) jangan lupa tinggalkan jejaknya ya
ane juga terima kok kalau dikasih
atau 
yang penting semakin ramai ini thread maka semakin kepikiran TS buat terus ngelanjutin ini cerita, nyampe kelar biar gak ngentangin agans sekalian
Langsung aja deh masuk ke cerita ya
Luaaarr biassaaaa! Terima kasih TS ucapkan buat semua pembaca terutama yang baru-baru aja baca cerita TS ini. Meskipun sebenarnya cerita ini sudah lama sekali kelar
Kesan-kesan yang mereka tinggalin cukup membuat TS antusias dan senang.
Sampai-sampai membuat TS berimajinasi membuat cerita lanjutannya, tentu aja dengan beberapa tokoh tambahan.
Jika berkenan dan jika agan-agan sekalian bener-bener suka dengan cerita ini, agan-agan sekalian bisa bantu TS untuk membuat cerita ini lebih dikenal lagi. Mungkin dengan melihat itu semua bisa membuat TS benar-benar termotivasi untuk membuat cerita lanjutan.
Terima kasih
The important thing is TS rakyat baru di kaskus. Jadi jika TS belum terlalu familiar dengan kata-kata yang sudah lazim digunain di kaskus, mohon dimaafkeun
Sebagai rakyat baru, biar terlihat sedikit eksis (eeetttt dahhh),,, TS mau share cerita fiksi horor-misteri. Bukan mau ikut-ikutan mumpung di thread yang lagi populernya cerita horor, tetapi emang genre cerita ini udah dibikin dari taun kapan. Jika dibandingin dengan thread cerita horor yang udah populer jauh lebih serem cerita penampakan mereka toh itu pengalaman pribadi mereka.
Intinya niat TS PURE buat nyoba nge-thread di kaskus aja
Quote:
Update komen dari agan-agan
Quote:
Kelanjutan cerita akan TS usahakan apdet tiap hari senin
Gak lupa-lupa TS ngingetin,,,, Like once a wiseman said, pengunjung yang baik (mau yang silent reader juga) jangan lupa tinggalkan jejaknya ya
ane juga terima kok kalau dikasih
atau 
yang penting semakin ramai ini thread maka semakin kepikiran TS buat terus ngelanjutin ini cerita, nyampe kelar biar gak ngentangin agans sekalian
Langsung aja deh masuk ke cerita ya
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3.1
Chapter 3.2
Chapter 4.1
Chapter 4.2
Chapter 5.1
Chapter 5.2
Chapter 6.1
Chapter 6.2
Chapter 7.1
Chapter 7.2
Special
Chapter 8.1
Chapter 8.2
Chapter 9.1
Chapter 9.2
Special II
Chapter 10.1
Chapter 10.2
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Behind The Story (The Left Eye)
Final Chapter
Chapter 2
Chapter 3.1
Chapter 3.2
Chapter 4.1
Chapter 4.2
Chapter 5.1
Chapter 5.2
Chapter 6.1
Chapter 6.2
Chapter 7.1
Chapter 7.2
Special
Chapter 8.1
Chapter 8.2
Chapter 9.1
Chapter 9.2
Special II
Chapter 10.1
Chapter 10.2
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Behind The Story (The Left Eye)
Final Chapter
Luaaarr biassaaaa! Terima kasih TS ucapkan buat semua pembaca terutama yang baru-baru aja baca cerita TS ini. Meskipun sebenarnya cerita ini sudah lama sekali kelar

Kesan-kesan yang mereka tinggalin cukup membuat TS antusias dan senang.
Sampai-sampai membuat TS berimajinasi membuat cerita lanjutannya, tentu aja dengan beberapa tokoh tambahan.
Quote:
Jika berkenan dan jika agan-agan sekalian bener-bener suka dengan cerita ini, agan-agan sekalian bisa bantu TS untuk membuat cerita ini lebih dikenal lagi. Mungkin dengan melihat itu semua bisa membuat TS benar-benar termotivasi untuk membuat cerita lanjutan.
Terima kasih
Diubah oleh rafa.alfurqan 12-08-2016 15:27
thespecialist dan 9 lainnya memberi reputasi
8
33.6K
203
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rafa.alfurqan
#86
(Final Chapter) Chapter 14 ~ Ending Story
14
Ending Story
Ending Story
Chapter ke-14, chapter terakhir di cerita The Left Eye. Dari chapter awal sampai dengan chapter terakhir ane sendiri seakan tidak percaya dengan cerita buatan ane ini. Kok bisa ya ane ngebuat cerita ini? Padahal ini baru cerita fiksi kedua namun yang terpanjang yang pernah ane buat.
Buat sekarang sih ane cuma berharap cerita ini sukses. Sukses di sini dari sudut pandang ane adalah
Ketika orang-orang membaca cerita ane, mereka seakan-akan bisa membayangkan langsung tiap adegan di cerita tersebut di kepala mereka (seolah mereka sedang menonton cerita itu di televisi).
Itulah pandangan sukses menurut ane atau tepatnya bagi ane untuk cerita yang telah ane tulis. Terakhir, ane kembali sampaikan terima kasih kepada agan-agan yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca cerita di trit ane. Apalagi yang sudah bersedia memberikan effortnya untuk sedikit memberikan komentar ataupun saran kepada ane.
Quote:
-0o0-
“Bawa aku kesana!”, ucapku pada sosok makhluk perempuan berkain merah itu. Sosok perempuan itu kemudian keluar dari mobil kami dan masuk ke dalam rumah yang sedang kami awasi bersama dua makhluk lainnya.
Pak Ridwan : Ada apa rafa!?
Rafa : Alisha tampaknya sudah tahu keberadaan kita.
Pak Ridwan : Jadi kejadian tadi semacam sambutan dari mereka?
Rafa : Bisa dibilang seperti itu.
Kedua orang teman pak ridwan hanya diam dan bingung mendengar pembicaraanku dengan pak ridwan. Aku juga yakin mereka pasti masih dalam kondisi kaget setelah menyaksikan hal yang baru saja terjadi di dalam mobil. Bagaimana mobil kami yang mati tiba-tiba menyala sendiri. Wiper mobil juga menyala dengan sendirinya dibarengi dengan kaca jendela mobil yang terbuka semua.
Tak hanya itu, setelah aku berinteraksi dengan salah satu makhluk yang mencoba mengganggu kami itu, mobil yang menyala sendiri langsung mati kembali dengan sendirinya. Sampai dengan saat ini tidak henti-hentinya mereka berbicara berdua.
Pak Ridwan : Jadi rasanya sekarang percuma kalau kita mengatur siasat ya?
Kali ini aku cuma diam mendengarkan perkataan dari pak ridwan kepadaku.
Pak Ridwan : Apa kita langsung masuk saja sekarang?
Rafa : Tidak, biar rafa sendiri yang masuk
Pak Ridwan : Jangan bercanda, kamu pikir aku setuju dengan rencanamu!?
Rafa : Itu bukan rencana tapi saran, hal yang terjadi barusan bukan tidak mungkin akan terjadi lagi di dalam. Menurut bapak, bapak bisa berbuat apa jika itu kejadian?
Pak ridwan hanya diam tidak menjawab. Aku yakin beliau tidak punya jawaban untuk menjawab pertanyaanku barusan. Hal yang paling masuk akal dan teraman saat ini memang hanya aku yang bisa masuk kesana tanpa takut akan diserang makhluk-makhluk gaib lain.
Pak Ridwan : Akhirnya cuma begini yang bisa kulakukan setelah beberapa bulan melakukan penyelidikan ini. Ucap pak ridwan sambil tertunduk lesu.
Rafa : Rafa punya ide lain, apa bapak masih mau ikut?
-0o0-
Aku kemudian keluar dari mobil dan berjalan menuju ke rumah itu. Baru berada di depan pintu rumah itu aku merasa hawa yang berbeda. Pintu itu aku buka dan memang tidak terkunci dari dalam. Seketika pintu itu aku buka udara terasa sangat panas dan pekat. Rumah tapi seperti gudang kosong yang tampak tidak terurus namun tidak terlihat kotor sedikitpun.
Ketika aku masuk ke dalam rumah itu pintu langsung menutup dengan sendirinya bersamaan dengan lampu-lampu di dalam rumah yang ikut menyala. Dengan jelas sekali aku banyak melihat banyak sosok-sosok makhluk gaib yang berterbangan, ada yang berdiri di samping jam tua besar di pojok kanan ruangan. Sedangkan sosok wanita yang berkain merah itu juga hadir di ruangan ini sambil menggoyangkan kepalanya.
Aku tidak ingin memaksa kalian jika kalian tidak ingin percaya, tapi sungguh aku benar-benar menyaksikan ketika sesosok wanita berkain merah itu mulai bernyanyi, nyanyian lingsir wengi yang sering kalian dengar dan nyanyian yang kalian percayai memanggil para sosok-sosok wanita berkain putih berdatangan.
Tidak lama benar juga, sosok-sosok wanita berkain putih berdatangan dari luar. Kalian pernah dengar kan jika kalian mendengar tangisan dari sosok wanita yang tidak bisa kalian lihat itu dekat suaranya, maka sosok itu jauh dari kalian. Tapi jika suara tangisan itu semakin jauh maka sosok itu semakin dekat dengan kalian. Maka aku beritahu kalian kalau itu BENAR!
Tak hanya sosok-sosok wanita itu, tapi seluruh makhluk yang ada di ruangan ini. Baik yang berwujud mirip seperti ke-manusiaan maupun yang menampakkan dirinya seperti hewan seperti macan putih, monyet besar itu semakin mendekatiku.
Jika kalian pikir aku takut, maka aku bilang benar aku juga takut. Tapi keyakinanku saat itu membuatku kukuh untuk tidak lari. Aku menutup mataku, mengangkat tanganku ke atas kemudian langsung kuarahkan tanganku untuk mencekik sesuatu yang tepat berada di depanku.
Aku membuka mataku dengan meyakinkan diriku sendiri kalau aku adalah orang istimewa. Dengan kedua mata yang telah dibangkitkan ini aku yakin aku bukan orang yang bisa diganggu dengan mudahnya oleh makhluk-makhluk seperti mereka.
Tahukah kalian siapa yang aku cekik waktu itu? Sosok perempuan berkain merah yang sedari tadi sudah menggangguku. Dan yang baru saat ini aku deskripsikan dengan jelas kepada kalian bahwa dia adalah Shanty.
Hanya beberapa saat kemudian lampu-lampu di ruangan itu meledak ketika santhy berteriak. Melihat posisi shanty yang dalam posisi di serang, makhluk-makhluk lain yang ada di ruangan itu mencoba menyerangku secara bersamaan. Bersamaan ketika makhluk-makhluk lain itu menyerangku, muncullah makhluk-makhluk gaib lain dari luar untuk membantuku.
Aku tidak ingin memaksa kalian mempercayai ceritaku kalau saat ini sedang terjadi perang sesama makhluk gaib. Tapi kejadian ini benar adanya dan aku yakin juga pernah terjadi di tempat lain. Bisa dibilang kalau saat ini terjadi perang besar yang masing-masing memiliki tujuan melindungi tuannya.
Perang makhluk gaib yang terjadi memang kasat mata tetapi impact yang terjadi luar biasa di sekeliling tempat kami berada sekarang. Kaca-kaca berpecahan, barang-barang berjatuhan bahkan bergerak dengan sendirinya. Banyak hal-hal yang diluar logika terjadi jika orang biasa melihat peristiwa ini.
Bagaimana aku bisa membuat makhluk-makhluk gaib lain melindungiku bahkan ikut berperang untukku? Ini bukan pertama kali kulakukan, aku telah melatihnya ratusan kali sampai aku benar-benar bisa meminta mereka berperang untukku. Dan itu semuanya kulakukan bersama ayahku semasa aku di Australia. Inilah hasil latihanku yang lain selain mentransferkan energiku ke orang lain sehingga orang lain bisa melihat seperti diriku, sudah kulakukan ke kiki untuk melihat ayahnya (lihat chapter 11), dan kulakukan ke pak ridwan (lihat chapter 13).
Melihat perang makhluk gaib yang alot terjadi, shanty kemudian menghilang dan masuk ke dalam suatu ruangan yang tertutup. Tidak lama, pintu itu terbuka dan kulihat ada beberapa orang termasuk paman abimana dan om bram. Dan yang terakhir keluar adalah zaki bersama alisha.
Alisha : Kamu hebat rafa, ternyata kamu juga bisa membuat mereka mau mengikutimu. Ucap alisha sambil melihat peperangan makhluk gaib yang masih berlangsung kemudian sambil berjalan melewati makhluk-makhluk gaib itu untuk mendekatiku.
Zaki : Hati-hati tina! Teriak zaki yang kemudian ikut berjalan mengejar alisha.
Alisha : Selamat datang rafa…dan selamat datang juga restu
Ayahku memang kembali menampakkan dirinya padaku semenjak aku kembali mengikuti kasus ini. Dan sampai dengan saat ini ayahku juga selalu ada disampingku. Ayahku lah yang memanggil makhluk-makhluk gaib dari luar sehingga aku bisa dengan cepat meminta mereka langsung berperang untukku.
Abimana : Rafa, dimana tyas dan aris (istri abimana dan anaknya) sekarang? Jika kamu mau mengatakannya mungkin saja kamu masih akan hidup hari ini?
Rafa : Tidak aku beritahu pun aku pasti akan dibunuh juga bukan?
Bram : Tentu saja! Kamu tidak boleh hidup. Mata shinta harus kami dapatkan! Abimana, lakukan sekarang!
Mendengar perintah dari bram, abimana dan beberapa orang disitu mengeluarkan pistol dan senapan mereka.
Bram : Jangan membuang waktu, kamu tahu bagaimana anak ini. Ingatlah yang terpenting sekarang mata shinta
Rafa : Ayah, sekarang saatnya!
Sebuah mobil yang aku tumpangi dengan pak ridwan sebelumnya yang berada di luar tiba-tiba masuk ke dalam rumah dengan kecepatan tinggi. Aku, alisha dan zaki langsung menyingkir dari tempat itu.
Pak ridwan langsung beserta 2 orang temannya langsung keluar dari mobil.
Ridwan : Jadi begini ide lainmu rafa!? Ucap pak ridwan marah padaku.
Rafa : Keren kan?
Ridwan : Kenapa tidak sekalian saja kamu buat mobil ini melayang dan masuk dari atas!?
Memang begitulah yang kurancang, aku tidak bisa membawa masuk peralatan radio yang bisa terhubung ke mereka karena akan percuma dengan frekuensi tinggi yang ada disini sekarang. Ayahku selalu bilang makhluk gaib itu sangat menyukai frekuensi tinggi bahkan bisa memanggil kedatangan mereka. Jika mereka berkumpul maka peralatan-peralatan elektronik akan tidak berfungsi.
Aku akhirnya menyarankan mereka untuk selalu siap dan waspada jika terjadi sesuatu yang lebih gawat. Bagaimana mereka tahu kalau aku dalam situasi seperti itu? Sama seperti ketika mobil kami diganggu oleh shanty dan beberapa makhluk gaib lain. Aku mengirimkan makhluk gaib lain untuk membawa mereka langsung ke tempat ini. Dan begitulah, mobil itu menyala sendiri bahkan menerobos masuk rumah ini.
Ridwan : Awas!
Beberapa orang dari organisasi itu mengeluarkan tembakannya ke arah pak ridwan dan temannya. Sekarang rumah ini benar-benar menjadi medan perang besar. Bukan hanya pertempuran para makhluk gaib tapi juga pertempuran antara polisi dan organisasi itu.
Ketika perhatian semua orang sedang dalam pertempuran, alisha menghampiriku.
Alisha : Rafa sekarang saatnya! Shanty dan shinta saat ini sedang tidak berada di dekatku.
Rafa : Baiklah!
Aku dan alisha kemudian saling menggabungkan kekuatan, kami meminta semua makhluk-makhluk gaib yang ada disana selain shinta dan shanty untuk melawan balik mereka berdua.
Alisha : Kalian semua! Saatnya lah sekarang agar kalian bebas dari mereka berdua! Lawan mereka!
Rafa : Kalian akan aku bebaskan jika kalian mau bertarung untuk kami melawan mereka berdua!
Bagaimana hasilnya?
Alisha : Bagaimana ini rafa? Apa rencana kita bisa berhasil?
Rafa : Entahlah
Makhluk-makhluk gaib disana pun yang sebelumnya bertarung satu sama lain akhirnya berbalik menyerang shinta dan shanty. Ternyata rencana yang kami pikirkan jauh sebelum kami terpecah belah seperti ini berhasil!
Rencana!?
-0o0-
Hari itu, hari dimana aku dan zaki terakhir kali bertemu sebelum kami berdua pergi menemui alisha.
Rafa : Maksudmu aku dan alisha menggabungkan kekuatan untuk menyerang balik santhy dan shinta?
Zaki : Iya, jika kata ayahmu benar tina, eh alisha, dibangkitkan mata batinnya, harusnya dia juga akan bisa membuat makhluk gaib menuruti maunya. Apalagi dia disupport sama shinta dan shanty
Rafa : Iya juga sih, tapi bagaimana caranya menyampaikan ini pada tina tanpa diketahui si kembar itu?
Zaki : Biar aku masuk organisasi mereka
Rafa : Gimana caranya? Kamu yakin?
Zaki : Malam ini aku harus ikut denganmu, dan nanti aku akan pura-pura mengkhianatimu. Rencanamu melibatkan pak ridwan juga akan kusampaikan pada ayahku
Rafa : Tapi apakah ayahmu akan percaya padamu?
Zaki : Saat ini kecurigaan mereka padaku masih belum terlalu besar, dan aku yakin ayahku masih mau mempercayaiku
Rafa : Kamu yakin zak? Ini bukan main-main, nyawamu bisa saja terancam jika mereka tahu
Zaki : Mereka, termasuk ayahku, sudah membunuh ayah kandungmu rafa. Aku tidak perduli dengan yang lain, tapi ini ayahku
Rafa : Baiklah
Zaki : Sudah saatnya sekarang aku yang akan tampil lebih keren!
Aku cuma tersenyum saat itu mendengar kata-kata terakhir dari zaki. Itulah yang sebenarnya terjadi, zaki lah yang merancang rencana terselubung ini. Memang penuh resiko dan sangat berbahaya, tapi keyakinannya membuatku luluh untuk setuju pada rencananya. Sudah kukatakan kepada kalian dari awal, pada akhirnya hanya dia yang bisa aku percaya.
Sulit memang mengatur semuanya dari belakang, tapi dengan usaha zaki, dia akhirnya bisa meyakinkan tina tanpa sepengetahuan si kembar. Ide yang cerdas tapi tentu saja tidak berjalan lancar. Meski zaki bisa menyusup ke organisasi mereka, tapi tidak sedikitpun dia berhasil menghubungiku. Aku harus berjuang sendiri menemukan posisi mereka, dan kalian tahu sendiri butuh beberapa bulan akhirnya aku baru berhasil mendapatkan informasi.
-0o0-
Kembali ke lokasi kami saat ini…
Rafa : Dimana zaki!? Tanyaku pada alisha
Alisha : Aku tidak tahu, tiba-tiba dia menghilang.
Tidak lama kemudian mobil polisi berdatangan, bala bantuan yang diminta oleh pamanku akhirnya tiba di medan perang. Dengan kondisi ini wajar jika organisasi itu terpojok, apalagi sudah ada yang jatuh dari pihak mereka.
Abimana : Kita tidak bisa seperti ini terus bram, kita bisa kalah!
Bram : Tina, sekarang saatnya bawa rafa keluar dari sini! Kita tidak bisa bertahan lebih lama!
Pak Ridwan : Kalian tidak akan bisa kemana-mana! Menyerahlah!?
Bram : Tina!? Cepat!?
Dari belakang mereka, zaki muncul.
Zaki : Percuma ayah, ayah tidak melihat kalau saat ini tina dan rafa bekerja sama mengalahkan shinta dan shanty?
Bram : Maksudmu apa zaki!?
Zaki : Menyerahlah ayah, masih ada waktu untuk ayah menyerah sebelum buku yang berisi semua kejahatan kalian zaki berikan pada polisi. Ucap zaki yang saat ini sudah memegang buku takdir yang sebelumnya disembunyikan mereka
Bram : Kamu anak durhaka!?
Zaki : Maafkan zaki ayah
Zaki kemudian lari ke arah kami sambil membawa buku itu, namun sebelum zaki pergi lebih jauh dia jatuh tertembak. Zaki ditembak oleh abimana…
Bram : Abimana apa yang kamu lakukan pada anakku!?
Bram kemudian membalas menembak abimana dengan beberapa kali tembakan. Bersamaan dengan tembakan bram ke abimana, ridwan juga berhasil menembak bram dari kejauhan.
Rafa : Zakiiiiii!!!
Aku dan alisha langsung berlari mendekati zaki.
Rafa : Zak, tahan zak. Ucapku sambil menutupi luka ditubuhnya agar darahnya tidak keluar terlalu banyak
Zaki : Apa kabar kawan, hehe...
Rafa : Sudah jangan terlalu banyak bicara! Kamu harus diobati secepatnya!
Zaki : Ini bukunya rafa, tugasku selesai
Alisha : Tugasmu belum selesai zaki! Belum selesai! Kamu harus bertahan!
Zaki : (Tersenyum) Rafa, alisha, maafkan ayahku
Alisha : Sudah zak, sudah...
Zaki : Alisha, kali ini aku keren kan? Hehe…
Zaki akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, dia tewas setelah ditembak oleh abimana. Abimana sendiri juga tewas setelah ditembak oleh bram yang marah setelah melihat zaki ditembak terlebih dahulu.
-0o0-
Kiki : Sudah lama ya alisha? ucap kiki yang membangunkan lamunankuAlisha : Iya, tidak berasa sudah satu tahun setelah peristiwa itu
Kiki : Kamu beneran mau pindah ke Australia?
Alisha : Iya, 3 bulan lalu ada seorang perempuan datang kesini mencari rafa
Kiki : Mencari rafa?
Alisha : Iya, dia bilang masih ada urusan yang belum selesai antara dia dan rafa sewaktu rafa dan ayahku berada disana
Kiki : Siapa dia!? Ada urusan apa rafa dengan dirinya!?
Alisha : Hehe, kamu tidak usah cemburu begitu. Urusan mereka itu tentang siapa yang lebih bagus diantara mereka untuk menjadi dokter bedah
Kiki : Ah, begitu ya
Alisha : Sampai sekarang pun kamu masih belum bisa melupakan rafa ya?
Kiki : Kamu tahu rafa selalu bilang apa jika dalam situasi seperti ini?
Alisha : Apa itu?
Kiki : Jangan mencoba untuk melupakan, tapi cobalah untuk menerimanya. Karena itu akan membuat semuanya lebih mudah
Alisha : Iya, kupikir itu masuk akal. Ayo kita pergi dari sini.
Kiki : Iya sebentar
Kiki kemudian maju mendekati makam yang ada didepannya. Ketiga makam yang tersusun bersampingan. Makam restu (ayah rafa), makam zaki, dan makan rafa.
Quote:
Di hari itu, selain menewaskan zaki, rafa juga tewas terkena tembakan. Ibu zaki tiba-tiba muncul, melihat suami dan anaknya yang telah tewas dia pun kalap. Dia menembak rafa dari belakang. Dia sendiripun akhirnya juga ditembak oleh polisi setelah menembakkan tembakan ke arah rafa.
Rafa tidak bertahan lama dari tembakan itu, dia tepat tertembak di bagian jantungnya. Seiring dengan tewasnya rafa, shinta dan shanty pun menghilang. Kenapa mereka juga ikut lenyap setelah rafa tewas? Karena yang membuat shinta masih hidup adalah kedua matanya yang digunakan rafa. Dan jika pemilik mata itu juga tewas maka shinta pun menghilang, begitu pula dengan shanty. Keberadaan shanty ada karena keberadaan shinta, karenanya lenyapnya shinta maka lenyap jugalah shanty.
Bagaimana dengan tante tyas dan anaknya aris? Tante tyas mengalami shock berat setelah mengetahui suaminya tewas dan atas semua yang telah terjadi antara suaminya dan rafa. Tante tyas sepertinya tidak tahu-menahu soal kejadian ini, namun sayang sampai dengan saat ini mental dari tante tyas belum kembali seperti semula. Beliau sementara ini masih di rawat di salah satu rumah sakit jiwa di Surabaya. Sedangkan aris, anak beliau dan paman abimana, di rawat di salah satu yayasan panti asuhan.
Tragis? Tragis memang namun inilah kehidupan. Tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi pada kita dalam 1-2 tahun mendatang, apalagi untuk bertahun-tahun mendatang. Begitu pula denganku, aku akhirnya selesai menulis cerita ini lengkap dari awal sampai akhir cerita. Aku harap kalian bisa menikmati ceritaku ini meski dari awal aku menulisnya dari sudut pandang rafa.
Bagaimana bisa aku menceritakannya, semua yang pernah rafa alami? Hehe, tidak usah kaget. Aku masih bisa berkomunikasi dengan dirinya jika dia kubutuhkan.
Alisha : Iya kan rafa?
- End -
Diubah oleh rafa.alfurqan 19-05-2016 04:39
bonita71 dan pulaukapok memberi reputasi
3
Tutup

mind to make a story book gan? you should try it gan. semangat berceritanya yaa!!! ane tungguin apdet2an cerita agan selanjutnya deh, cheers!

sama salah satu cwe, antara kiki dan alisha (tina)