- Beranda
- Stories from the Heart
Dosa Termanis ( True Story )
...
TS
boimbro
Dosa Termanis ( True Story )
Assalamualaikum, Salam Sejahtera, Omswastiastu, Syalom...
SELAMAT DATANG, TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR, ENJOY YAH
"SESUNGGUHNYA HAMBA TAK INGIN BERCERITA, TAPI APALAH DAYA JARI INI SELALU INGIN BERBICARA, SEMUA RASA YANG TELAH TERANGKAI BERSAMA KATA DIKALA SENJA, KETIKA ASA BERWUJUD SEPI, HAMBA YANG LEMAH INI AKAN TETAP MENANTI.
INDEX
part1--pertemuan
part2--first-date
part3--hembusan-angin-pantai
part4--what-happen-next
part5--im-so-sorry
part6--flashback
part7--5-juli-2012
part8--terima-kasih-sayang
part9--puncak-pass
part10--jatuh-di-lubang-yang-berbeda
part11--julia
part12--klimaks
part1--pertemuan
part2--first-date
part3--hembusan-angin-pantai
part4--what-happen-next
part5--im-so-sorry
part6--flashback
part7--5-juli-2012
part8--terima-kasih-sayang
part9--puncak-pass
part10--jatuh-di-lubang-yang-berbeda
part11--julia
part12--klimaks
SELAMAT MEMBACA
Diubah oleh boimbro 01-06-2016 01:03
anasabila memberi reputasi
1
7.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
boimbro
#11
PART.5 ( i'm So Sorry )
Sebuah pembelajaran hidup yang baru aku pelajari saat ini, membawa aku kesebuah pemikiran yang matang dan kedewasaan diri dalam mangambil langkah maupun perilaku yang selama ini jauh dari sikap yang baik terhadap diri sendiri dan orang lain.
Aku anggap ini adalah suatu pengalaman yang harus di cermati.
Menyayangi dan mencintai seseorang itu harus benar-benar di pikir secara matang.
Karena aku seorang pria dan kebanyakan dari pria itu sering menggunakan otaknya untuk permasalahan seperti ini, beda halnya dengan wanita untuk yang seperti ini mereka sangat mengandalkan sekali perasaan dan hati mereka.
Sejauh ini Via kekasihku belum mengetahui apa yang sedang terjadi antara aku Shena dan Erick, aku masih bisa menutupi kesalahanku.
Begitu pula Shena, aku bisa merasakan seperti apa keadaan Shena sewaktu bertemu Via.
Via yang selalu menceritakan semua hal tentang aku pada Shena
Aku bisa melihat senyum palsu Shena yang seakan membungkus semua cerita dan kenangan bersamaku.
Tapi, aku yakin suatu saat Sang Waktu pasti akan menjawabnya,
Lembaran baru kisah cinta ku pada Via benar benar akan aku buka, aku tulis dengan kasih sayang dan kejujuran
Aku tak ingin hubungan yang hampir setahun ini putus karna kesalahan ku, akupun telah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Entahlah, sesampainya Via tahu akan hal ini aku harap semua akan baik baik saja.
Dan pasti aku akan sangat menyesal telah menyakiti perasaan Via.
I’m So Sorry....
Kamis di bulan Maret 2013 aku menemui Via di rumahnya setelah pulang kerja, kebetulan hari itu ia sedang libur bekerja.
Pergilah kita berdua ke tukang nasi goreng langganan kami di dekat rumahnya daerah Cinere .
Selama aku makan Via memegang handphone ku, dan aku baru sadar kalau masih ada SMS dari Shena yang belum aku hapus.
Seketika aku ambil handphone ku dari tangannya, dengan curiga Via mengatakan
Pikiranku mulai kacau hatiku bertanya “apakah Via membaca SMS dari Shena?”
Sungguh keadaan yang sangat tidak aku harapkan, situasi yang tidak memungkinkan untuk aku berkata jujur pada Via.
Setelah makan kita kembali lagi kerumah Via, Aku melihat sikap Via yang beda dari sebelumnya.
Kita duduk di depan rumah Via, memang sudah terbiasa kita duduk disitu.
Via masih diam sambil memegang handphonenya mungkin sedang menerima pesan dari temannya.
Aku disitu berusaha untuk menunjukan bahwa tidak ada apa apa di antara kita.
aku mencoba untuk menghibur dia tapi sia sia, Via yang menunjukan sikap kesalnya padaku makin mendiami aku tanpa bahasa.
Mata kita berdua saling memandang, dan Via pun seketika mengalihkan pandangannya.
Hampir sepuluh menit kita saling diam tanpa pembahasan.
Pikiranku campur aduk saat itu, “apa yang mesti aku lakukan?” apakah ini saatnya aku jujur pada Via kalau selama ini aku dan Shena memiliki hubungan.
Aku rasa bukan saatnya, tapi apa yang sedang Via kesali padaku saat ini, sedangkan tadi sikap dia baik baik saja.
Apa Cuma gara gara aku ambil handphone ku dari tangan dia? mungkin itu masih hal sepele dibanding dia tahu yang sebenarnya.
Dan aku harap saat ini bukan waktu yang tepat untuk Via mengetahuinya,
Aku merasa jantungku berhenti sekejap setelah Via bertanya seperti itu.
Seperti ada petir menyambar jedaaaaarr!!! seperti jatuh dari jurang dan tubuh hancur berkeping keping lalu di cabik cabik daging ku oleh burung Elang.
Aku melihat tangannya gemetar, matanya berlinang, sementara aku hanya bisa diam tertunduk.
Bibir ku mulai gemetar, keringat dingin langsung keluar dari pori pori leher ku, mata ku memelas memandang mata Via yang memerah.
Aku duduk bersimpuh dibawahnya, sambil memegang kedua tangan Via diatas lututnya.
Aku melihat air matanya jatuh seakan memberi makna betapa sakit hatinya, mungkin sejuta maaf dariku tak bisa membayar semua kesalahanku padanya.
Via masuk kedalam dan menutup pintu, meninggalkan aku duduk bersalah di teras rumahnya.
Sementara aku tetap tertunduk, merenungkan kesalahan ku.
Saat itu yang aku inginkan hanyalah ketenangan hati untuk Via, tak masalah bagiku meskipun permintaan maafku tidak termaafkan.
Perlahan aku berjalan keluar teras, ku naiki motorku dan segera meninggalkan rumah Via.
Di situasi yang rumit dimana saat itu hati dan pikiran sedang kalut disitu juga aku harus fokus mengendarai motor ku.
Jangan sampai karna terlalu memikirkan suatu masalah bisa menambah masalah lain.
Cukup jauh memang jarak antara rumah Via dan rumah ku, hampir 2 jam perjalanan dari Cinere ke Cileungsi.
Sampai di rumah...
Aku coba menghubungi Via lewat telepon tapi tak bisa dihubungi, pikirku mungkin belum saatnya aku coba memperbaiki kesalahanku.
Aku akan tunggu sampai ia mau bicara denganku.
Aku anggap ini adalah suatu pengalaman yang harus di cermati.
Menyayangi dan mencintai seseorang itu harus benar-benar di pikir secara matang.
Karena aku seorang pria dan kebanyakan dari pria itu sering menggunakan otaknya untuk permasalahan seperti ini, beda halnya dengan wanita untuk yang seperti ini mereka sangat mengandalkan sekali perasaan dan hati mereka.
Sejauh ini Via kekasihku belum mengetahui apa yang sedang terjadi antara aku Shena dan Erick, aku masih bisa menutupi kesalahanku.
Begitu pula Shena, aku bisa merasakan seperti apa keadaan Shena sewaktu bertemu Via.
Via yang selalu menceritakan semua hal tentang aku pada Shena
Aku bisa melihat senyum palsu Shena yang seakan membungkus semua cerita dan kenangan bersamaku.
Tapi, aku yakin suatu saat Sang Waktu pasti akan menjawabnya,
Lembaran baru kisah cinta ku pada Via benar benar akan aku buka, aku tulis dengan kasih sayang dan kejujuran
Aku tak ingin hubungan yang hampir setahun ini putus karna kesalahan ku, akupun telah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Quote:
Entahlah, sesampainya Via tahu akan hal ini aku harap semua akan baik baik saja.
Dan pasti aku akan sangat menyesal telah menyakiti perasaan Via.
I’m So Sorry....
Kamis di bulan Maret 2013 aku menemui Via di rumahnya setelah pulang kerja, kebetulan hari itu ia sedang libur bekerja.
Quote:
Pergilah kita berdua ke tukang nasi goreng langganan kami di dekat rumahnya daerah Cinere .
Quote:
Selama aku makan Via memegang handphone ku, dan aku baru sadar kalau masih ada SMS dari Shena yang belum aku hapus.
Seketika aku ambil handphone ku dari tangannya, dengan curiga Via mengatakan
Quote:
Pikiranku mulai kacau hatiku bertanya “apakah Via membaca SMS dari Shena?”
Sungguh keadaan yang sangat tidak aku harapkan, situasi yang tidak memungkinkan untuk aku berkata jujur pada Via.
Setelah makan kita kembali lagi kerumah Via, Aku melihat sikap Via yang beda dari sebelumnya.
Kita duduk di depan rumah Via, memang sudah terbiasa kita duduk disitu.
Via masih diam sambil memegang handphonenya mungkin sedang menerima pesan dari temannya.
Aku disitu berusaha untuk menunjukan bahwa tidak ada apa apa di antara kita.
aku mencoba untuk menghibur dia tapi sia sia, Via yang menunjukan sikap kesalnya padaku makin mendiami aku tanpa bahasa.
Quote:
Mata kita berdua saling memandang, dan Via pun seketika mengalihkan pandangannya.
Hampir sepuluh menit kita saling diam tanpa pembahasan.
Pikiranku campur aduk saat itu, “apa yang mesti aku lakukan?” apakah ini saatnya aku jujur pada Via kalau selama ini aku dan Shena memiliki hubungan.
Aku rasa bukan saatnya, tapi apa yang sedang Via kesali padaku saat ini, sedangkan tadi sikap dia baik baik saja.
Apa Cuma gara gara aku ambil handphone ku dari tangan dia? mungkin itu masih hal sepele dibanding dia tahu yang sebenarnya.
Dan aku harap saat ini bukan waktu yang tepat untuk Via mengetahuinya,
Quote:
Aku merasa jantungku berhenti sekejap setelah Via bertanya seperti itu.
Quote:
Seperti ada petir menyambar jedaaaaarr!!! seperti jatuh dari jurang dan tubuh hancur berkeping keping lalu di cabik cabik daging ku oleh burung Elang.
Quote:
Aku melihat tangannya gemetar, matanya berlinang, sementara aku hanya bisa diam tertunduk.
Quote:
Bibir ku mulai gemetar, keringat dingin langsung keluar dari pori pori leher ku, mata ku memelas memandang mata Via yang memerah.
Aku duduk bersimpuh dibawahnya, sambil memegang kedua tangan Via diatas lututnya.
Quote:
Aku melihat air matanya jatuh seakan memberi makna betapa sakit hatinya, mungkin sejuta maaf dariku tak bisa membayar semua kesalahanku padanya.
Via masuk kedalam dan menutup pintu, meninggalkan aku duduk bersalah di teras rumahnya.
Sementara aku tetap tertunduk, merenungkan kesalahan ku.
Saat itu yang aku inginkan hanyalah ketenangan hati untuk Via, tak masalah bagiku meskipun permintaan maafku tidak termaafkan.
Perlahan aku berjalan keluar teras, ku naiki motorku dan segera meninggalkan rumah Via.
Di situasi yang rumit dimana saat itu hati dan pikiran sedang kalut disitu juga aku harus fokus mengendarai motor ku.
Jangan sampai karna terlalu memikirkan suatu masalah bisa menambah masalah lain.
Cukup jauh memang jarak antara rumah Via dan rumah ku, hampir 2 jam perjalanan dari Cinere ke Cileungsi.
Sampai di rumah...
Aku coba menghubungi Via lewat telepon tapi tak bisa dihubungi, pikirku mungkin belum saatnya aku coba memperbaiki kesalahanku.
Aku akan tunggu sampai ia mau bicara denganku.
Diubah oleh boimbro 16-05-2016 23:33
0