Kaskus

Story

27serafinaAvatar border
TS
27serafina
i hate this love song
Boleh dibilang ini adalah tempat aku menceritakan sebuah kisah di masa lalu yang rasanya kaya sebatang coklat. Manis pahit namun cepat meleleh saat digenggam sehingga harus segera dihabiskan.

Kisah yang berawal dari patah hati, saat aku benar benar membenci lagu cinta karena dikhianati.

Bukan, ini bukan tentang si pengkhianat itu. Ini tentang sosok yang membangunkanku dari keterpurukan. Seperti coklat, ia yang dibutuhkan saat depresi. Manis, meskipun agak pahit, namun harus segera dihabiskan jika tidak ingin meleleh di tangan.

Spoiler for Index:


Spoiler for Jadwal Update:


Spoiler for I Hate This Love Song:

Diubah oleh 27serafina 11-09-2023 21:53
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
5.6K
31
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
27serafinaAvatar border
TS
27serafina
#20
Chapter 8
Your Call - Secondhand serenade

Akhir januari, Luna berulang tahun, dia juga merayakannya di rumahnya. Dia mengundang teman-teman sekelas beserta pasangannya, termasuk mengundang Lucky. Namun sayang, Lucky tidak bisa hadir. Alasannya ibu mengajaknya ke kota B. Kecewa? Tentu saja.

Hari demi hari berlalu.Ada yang sedikit aneh dengan Lucky, ia sudah tidak seintense dulu lagi menghubungiku. Aku tidak begitu mempermasalahkan, karena pikirku mungkin ia sibuk dengan sekolah. SMA Tokcer memang terkenal dengan kesibukannya dalam hal pelajaran dan lomba-lomba. Apalagi dia kelas akselerasi, yang memadatkan pelajaran 3 tahun menjadi hanya 2 tahun.

Pertengahan Februari, Lucky menghubungiku. "Sen, gue udah ngomong sama ibu."
Deg!
"Ngomong apa Luck?" tanyaku setengah ragu.
"Tentang aku ingin keluar dari kelas aksel"
"Apa kata ibu?"
"Kelihatannya kecewa. Gue musti gimana?"
"Beneran yakin mau keluar?"
"Yakin, Sen. Seyakin yakinnya"
"Yaudah yakinin ibu dan hibur ibu ya?"
Lalu aku mendengar suara ibu.
"Sen, ibu bangun. Udah dulu ya?"
Tekk. Telpon mati begitu saja tanpa sempat aku berkata apa-apa.

Beberapa hari tidak ada kabar dari Lucky, sampai akhirnya suatu siang ia menelponku.

"Maaf gak ada kabar, tapi gue pengen lo paling pertama tau. Hari ini gue keluar dari kelas aksel!"
"Serius?! Akhirnya!"
Ada sedikit rasa kecewa juga di hatiku, apabila ia tidak melanjutkan aksel berarti Lucky lulus SMA setahun setelah aku. Kami tidak bisa kuliah satu angkatan. Aku resmi pacaran dengan yang lebih muda secara umur dan tingkat kelas.

"Sen, tadi temen ibu dateng sama anak cewekny. Terus pas mereka udah pulang tiba-tiba ibu bilang 'Luck, ibu mau deh punya mantu kaya anak temen ibu tadi."

Jedarrrr! Seperti disambar petir rasanya mendengar Lucky menceritakan hal itu. Namun aku berusaha menutupi perasaanku dan malah mengajaknya bercanda.

"Pasti cantik, sholehah, kalem, lebih muda dari lo ya? Everything I am not? Hahahaha hayo loh Lucky.... Ibu udah ngomongin calon tuh."

Dia tertawa, "Terus ibu bilang, "nanti aja ya cari calonnya. Dan gak usah pacaran dulu, ibu dan ayah juga dulu tidak pacaran, kenal dari SMP, SMA pisah sekolah dan kuliah 1 kampus."

"Yaudah, Luck. Nanti kita 1 kampus ya.. Di Institut Tokcer! Gue tunggu lo di sana."

Jarang menghubungi dan sekalinya menghubungi perbincangannya amat tidak mengenakan. Rasanya aku ingin teriak sekencang-kencangnya. Aku ingin marah. Namun aku pendam. Aku berusaha baik-baik saja di depan Lucky.

Sakit, Luck. Sadar gak?
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.