- Beranda
- Stories from the Heart
Dosa Termanis ( True Story )
...
TS
boimbro
Dosa Termanis ( True Story )
Assalamualaikum, Salam Sejahtera, Omswastiastu, Syalom...
SELAMAT DATANG, TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR, ENJOY YAH
"SESUNGGUHNYA HAMBA TAK INGIN BERCERITA, TAPI APALAH DAYA JARI INI SELALU INGIN BERBICARA, SEMUA RASA YANG TELAH TERANGKAI BERSAMA KATA DIKALA SENJA, KETIKA ASA BERWUJUD SEPI, HAMBA YANG LEMAH INI AKAN TETAP MENANTI.
INDEX
part1--pertemuan
part2--first-date
part3--hembusan-angin-pantai
part4--what-happen-next
part5--im-so-sorry
part6--flashback
part7--5-juli-2012
part8--terima-kasih-sayang
part9--puncak-pass
part10--jatuh-di-lubang-yang-berbeda
part11--julia
part12--klimaks
part1--pertemuan
part2--first-date
part3--hembusan-angin-pantai
part4--what-happen-next
part5--im-so-sorry
part6--flashback
part7--5-juli-2012
part8--terima-kasih-sayang
part9--puncak-pass
part10--jatuh-di-lubang-yang-berbeda
part11--julia
part12--klimaks
SELAMAT MEMBACA
Diubah oleh boimbro 01-06-2016 01:03
anasabila memberi reputasi
1
7.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
boimbro
#3
PART.3 ( hembusan angin pantai )
“Lupain aku yaah, kamu baik-baik lagi ke Via aku ga kuat jalanin ini semua, ini tuh hubungan yang salah banget!” ucap Shena di pesan singkat telepon genggam
Bermaksud menyelesaikan masalah, di hari minggu seperti biasa seusai kami bekerja aku dan Shena pergi ke suatu tempat, yang sejuk dengan angin, pasir, dan suara ombak.
Ya, kami ke pantai di kawasan Jakarta Utara malam hari yang sangat indah, kami berdua jalan di antara pasir-pasir dan di iringi dengan lagu dari salah satu Band favorit ku
Guns N Roses, yang saat itu sedang di nyanyikan oleh Band lokal di salah satu restoran pinggir pantai.
Kami nikmati angin pantai meniup di sela-sela tangan yang sedari tadi bergenggaman, tiba di sebuah jembatan kami duduk bersantai dibawah.
Shena memulai pembicaraan, menatap mataku dengan tajam seolah mengartikan keadaan ini dengan penuh dosa dan penghianatan.
Sungguh mengiris hati, tangannya perlahan melepas genggamanku.
Aku melihat isi matanya dengan penuh perasaaan, seakan ikut bicara dan memberi arti dari semua ini.
Aku masih diam, tak sedikitpun aku lengah masih menatap matanya.
Perlahan aku genggam lagi tangannya, ditemani oleh hembusan angin serta gemercik ombak menghantam dasar jembatan.
ARRGHHH!!! “My heart is screaming”
Sekejap Shena mengalihkan pandangan dan menundukan kepalannya, aku sangat bisa merasakan apa yang ia rasakan saat itu.
Shena masih menunduk, suasana hening dan hanya ada suara langkah dari orang orang yang berlalu lalang di hadapan kami.
Untuk mencairkan suasana, aku pikir dengan lagu dari Tere itu bisa buat kami tak terlalu berbelit di masalah hati yang sedang kami hadapi.
Seketika Shena mendangakan kepalanya menatapku penuh hati, dan setelah itu kamu tau apa yang ia lakukan? Ia tersenyum, entah kenapa mungkin lagu tadi membuat ia dan aku menjadi lebih mengerti.
Perlahan pandanganku semakin dekat, semakin dekat hingga aku bisa sangat jelas melihat bola matanya, merasakan hembusan nafasnya, mendengarkan denyut jantungnya.
Aku masih memegang erat kedua tangannya, dan masih merasakan hembusan nafasnya dan semakin dekat dengan........”
Menghindar, Shena mengalihkan wajahnya disaat aku mencoba mencium bibirnya.
Dan membiarkan pipi sebelah kanannya berhadapan dengan... aahh sudah lupakan saja.
Jarum jam menunjukan pukul 10 malam, udara di pantai semakin dingin dan suasana pun mulai sepi, kami bergegas untuk meninggalkan tempat itu.
Jelas sudah komitmen kami untuk menyudahi hubungan yang salah ini.
Di perjalanan pulang Shena memeluk aku dengan sangat erat, karena memang ia fikir ini untuk yang terakhir kalinya kami bersama.
Saat itu aku coba untuk menerima semuanya, cukup sudah 2 hari aku lewati dengan Shena, seketika dunia ku teralihkan dari pandangan Via.
Bermaksud menyelesaikan masalah, di hari minggu seperti biasa seusai kami bekerja aku dan Shena pergi ke suatu tempat, yang sejuk dengan angin, pasir, dan suara ombak.
Ya, kami ke pantai di kawasan Jakarta Utara malam hari yang sangat indah, kami berdua jalan di antara pasir-pasir dan di iringi dengan lagu dari salah satu Band favorit ku
Guns N Roses, yang saat itu sedang di nyanyikan oleh Band lokal di salah satu restoran pinggir pantai.
Kami nikmati angin pantai meniup di sela-sela tangan yang sedari tadi bergenggaman, tiba di sebuah jembatan kami duduk bersantai dibawah.
Shena memulai pembicaraan, menatap mataku dengan tajam seolah mengartikan keadaan ini dengan penuh dosa dan penghianatan.
Sungguh mengiris hati, tangannya perlahan melepas genggamanku.
Quote:
Aku melihat isi matanya dengan penuh perasaaan, seakan ikut bicara dan memberi arti dari semua ini.
Aku masih diam, tak sedikitpun aku lengah masih menatap matanya.
Perlahan aku genggam lagi tangannya, ditemani oleh hembusan angin serta gemercik ombak menghantam dasar jembatan.
Quote:
ARRGHHH!!! “My heart is screaming”
Sekejap Shena mengalihkan pandangan dan menundukan kepalannya, aku sangat bisa merasakan apa yang ia rasakan saat itu.
Quote:
Shena masih menunduk, suasana hening dan hanya ada suara langkah dari orang orang yang berlalu lalang di hadapan kami.
Quote:
Untuk mencairkan suasana, aku pikir dengan lagu dari Tere itu bisa buat kami tak terlalu berbelit di masalah hati yang sedang kami hadapi.
Seketika Shena mendangakan kepalanya menatapku penuh hati, dan setelah itu kamu tau apa yang ia lakukan? Ia tersenyum, entah kenapa mungkin lagu tadi membuat ia dan aku menjadi lebih mengerti.
Perlahan pandanganku semakin dekat, semakin dekat hingga aku bisa sangat jelas melihat bola matanya, merasakan hembusan nafasnya, mendengarkan denyut jantungnya.
Aku masih memegang erat kedua tangannya, dan masih merasakan hembusan nafasnya dan semakin dekat dengan........”
Menghindar, Shena mengalihkan wajahnya disaat aku mencoba mencium bibirnya.
Dan membiarkan pipi sebelah kanannya berhadapan dengan... aahh sudah lupakan saja.
Jarum jam menunjukan pukul 10 malam, udara di pantai semakin dingin dan suasana pun mulai sepi, kami bergegas untuk meninggalkan tempat itu.
Jelas sudah komitmen kami untuk menyudahi hubungan yang salah ini.
Quote:
Di perjalanan pulang Shena memeluk aku dengan sangat erat, karena memang ia fikir ini untuk yang terakhir kalinya kami bersama.
Saat itu aku coba untuk menerima semuanya, cukup sudah 2 hari aku lewati dengan Shena, seketika dunia ku teralihkan dari pandangan Via.
Spoiler for jembatan, Ancol:
Diubah oleh boimbro 17-05-2016 20:20
0