- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil
...
TS
suwandilam
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil
INDEX
PART 1 - Perkenalan - Langsung ada di postingan ini
PART 2 - Keberangkatan
PART 3 - Tiba di Desa
PART 4 - Malam Pertama
PART 5 - Ibu Tua
PART 6 - Informasi Mengejutkan
PART 7 - Suara
PART 8 - Terkuncikah ?
PART 9 - Rumah Terang
PART 10 - Gadis Cantik Yang Kesepian
PART 11 - Tangisan
PART 12 - Pernyataan Kades
PART 13 - Terjebak
PART 14 - Pengungkapan
PART 15 - Silahturahmi Pertama
PART 16 - Tamu
PART 17 - Jalan Malam
PART 18 - Berteduh Lagi
PART 19 - Balik !!!
PART 20 - Maksud Terselubung
PART 21 - Perdebatan
PART 22 - Halusinasi ?
PART 23 - Halusinasi 2
PART 24 - Tangis dan Tawa
PART 25 - Pengejaran Amelia
PART 26 - Ngecek Lagi ?
PART 27 - Gak Hoki
PART 28 - Siapa Itu Ya ?
PART 29 - Hari Yang Tenang
PART 30 - Kebelet !
PART 31 - Bertemu Lagi !
PART 32 - Tertabrak !
PART 33 - Terror
PART 34 - Kejutan !!!
PART 35 - Terror 2
PART 36 - Terror 3
PART 37 - Lemari Cermin
PART 38 - Ngecek yuk
PART 39 - Tangisan
PART 40 - Ketukan
PART 41 - Mimpi atau Nyata
PART 42 - Penampakan
PART 43 - Haruskah Melapor ?
PART 44 - Mencari Solusi
PART 45 - Pengungkapan Misteri !
PART 46 - Pengungkapan Misteri 2
PART 47 - Pengungkapan Misteri 3
PART 48 - Pengungkapan Misteri 4
PART 49 - Sebenarnya ini apa ?!
PART 50 - Pengungkapan Lemari Cermin
PART 51 - Nenek oh Nenek
PART 52 - Konflik !
PART 53 - Kejutan
PART 54 - Bolehkah Gue Kabur ?
PART 55 - Hilang !
PART 56 - Duniaku
PART 57 - Gue Dimana?
PART 58 - SURAT
PART 59 - Suara dan Penglihatan ?
PART 60 - Masuk atau Kagak ?!
PART 61 - Aku Hilang !
PART 62 - Kembali
PART 63 - Penjelasan
PART 64 - Siksaan !
PART 65 - Ketenangan
PART 66 - Suara Aneh
PART 67 - Terjebak !
PART 68 - TOLONG GUE !
PART 69 - Kuburan (NEW UPDATE)
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil - Part 1
Cerita ini merupakan fiksi, namun isi dari cerita ini sebagian diambil dari serangkaian kisah pengalaman nyata yang dialami oleh penulis dan dicampur dengan cerita fiksi yang tidak benar-benar terjadi. Beberapa kejadian memang benar terjadi dan beberapa kejadian merupakan cerita rekayasa untuk penambahan agar cerita ini menjadi lebih menarik. Semua nama tokoh, nama tempat dan lain-lain telah disamarkan guna menjaga nama baik pemilik aslinya.
Nah mari kita mulai ceritanya.
1 Februari 2015, Yap tepat pada tanggal ini saya mahasiswa jurusan ekonomi yang bernama Dony mendapatkan tawaran menarik dari kampus saya. Saya berasal dari Jakarta, kuliah di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta dan sekarang tengah memasuki semester delapan. Menjelang memasuki semester 8 yang ku anggap bakal menjadi semester terakhir untuk perkuliahanku, Aku memiliki banyak waktu luang karena aku hanya tinggal menyelesaikan KKN dan menyusun skripsi (Itupun uda hampir kelar karena data2 skripsinya uda ada dan tinggal dimanipulasi, namun repotnya ya itu nanti minta persetujuan dosen dan revisi2 yang menjengkelkan pastinya dan bisa menghabiskan waktu cukup lama).
Sebelum tanggal 1 Feb, keseharianku cukup membosankan karena terlalu banyak waktu luang, mau memikirkan tentang KKN, tetapi aku masih galau mau KKN di mana, belum ada lokasi KKN yang asik menurutku sampai saat ini. Kebanyakan waktu luangku kuhabiskan untuk berkelana di kampus mencari info2 sputar KKN, hingga suatu waktu aku pergi ke ruangan dosen, bercerita2 dengan dosen dan terakhir sebelum pulang, aku membaca papan informasi yang ada di ruangan dosen, seketika mataku tertuju pada papan informasi yang terdapat selembaran brosur. Brosur tsb bertuliskan :
“Dicari 10 Mahasiswa/I yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa terpencil selama 3 bulan, dana semua ditanggung oleh kampus. Diperuntukkan bagi mahasiswa/I yang berada di semester 7 ke atas.
Kriteria : Memiliki jiwa pemberani, bisa hidup mandiri, menyukai kehidupan alam desa dan ingin pengalaman seru.
Hadiah : Bagi anda yang belum menyelesaikan KKN, maka KKN dianggap selesai sehubungan dengan kegiatan ini dan mendapatkan nilai A
Bagi anda yang sedang menyelesaikan skripsi, maka nilai Skripsi anda akan langsung mendapatkan nilai A.
Silahkan isi formulir yang dapat diambil di bagian kemahasiswaan, serahkan formulir tersebut ke rektorat paling lambat tanggal 30 Januari 2015. Bagi mahasiswa/I yang kami anggap cocok untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa ini, akan kami informasikan pada tanggal 1 Februari 2015.
Mahasiwa/I akan kami pilih dari berbagai jurusan agar dapat saling melengkapi dan membuat serangkaian program untuk pembangunan desa tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke rektorat.”
Wahhhh !!! Setelah membaca brosur ini, akupun kaget dan cukup tertarik untuk mengikuti kegiatan ini. Langsung kutanyakan ke bagian kemahasiswaan di fakultasku tentang formulir ini dan apakah masih ada kuota kosong untuk kegiatan pembangunan desa ini atau tidak.
Saya : “Pak ! Itu brosur di papan informasi masih berlaku kan Pak? Kira2 masih ada slot kosong utk saya ikut serta gak ?”
Dosen Kemahasiswaan : “Oh brosur itu, setahu saya itu masih terbuka untuk semua mahasiswa di universitas ini. Penutupannya kan di akhir bulan Januari ini. Kenapa? Kamu minat utk ikut ?”
Saya : “Oh jelas minat lah Pak ! KKN dan Skripsi langsung kelar dan nilainya A loh !”
Dosen : “Hehehe iya nak, Bapak juga kaget baca brosur ini, kok bisa ya rektorat langsung izinkan KKN dan Skripsi langsung dapat nilai A.”
Saya : “Loh, memangnya kenapa Pak ? Tahun2 sebelumnya belum pernah ada informasi seperti ini?”
Dosen : “Belum pernah nak. Ini informasi terbaru dan perdana yang pernah Bapak dapatkan. Belum pernah ada kegiatan seperti ini selama bapak mengajar di sini. Ya uda kamu coba apply aja deh, siapa tau kamu bisa terpilih kan, itu untuk 10 orang kapasitasnya loh, coba aja kamu ajak temanmu biar gak bosan. Siapa tau bisa masuk kalian kan, tapi nanti kepastian siapa yang berhak ikut itu jg ditentuin dari rektorat dan kemungkinan kamu dan temanmu tidak bisa lolos barengan, tapi dicoba saja, paling enggak nanti kamu bakal dapat banyak teman baru loh. Nih formulirnya.”
Saya : “Makasih pak, paling enggak saya lolos dari KKN dan Skripsi yang menyusahkan ini Pak. Hehehehe.” (Ketawa cengengesan)
Setelah mendapatkan formulir dari dosen kemahasiswaan fakultasku, Aku langsung bikin group chat via BBM untuk beberapa teman2ku yang berjumlah 4 org termasuk aku yang tentunya masih belum KKN dan Skripsi.
Saya : “Woi, Bro ! Baca nech, Kalian ndak perlu KKN dan bikin skripsi oeeee ! Ikut program ini, seru cui ngabdi di desa, hidup di alam bebas, KKN dan skripsi lgsg kelar. Dana semua ditanggung kampus ! Ikut yok, untuk semua fakultas loh!”
Rudy : “Wew serius tuh? Keknya seru juga loh ! Lu ada formulirnya?”
Victor : “Wakakaka, klo KKN dan skripsi lgsg A , gue masuk cui. Kapan kasi gue form nya ?”
Benny : “Gue ikut apply deh klo kalian semua apply ! Ya moga” aja kepilih semua kita berempat!”
Saya : “Okay, form nya kalian jemput aja ama gua di kampus ya!”
Setelah menghubungi semua teman2 gua, gua pun atur waktu ketemu mreka dan ngasihin formulir untuk mereka isi.
Tepat pada tanggal 1 Februari 2015 pagi hari, HP kami masing2 pun berdering.
Saya : “Woiii brooo ! Gue dapat sms dari rektorat nech ! Gw kepilih untuk ikut loh ! Wakakka, kalian cam mana? Lolos ?”
Rudy : “Gue kagak lolos brooooo… Suram !!!”
Victor : “Lu gak lolos Rud ? Gue lolos nech wkawkakwa, mantap Don ! Bareng2 nikmatin alam desa kita, skalian cuci mata liat cewek2 desa wakwkawka ! Benny gimana?”
Benny : “Gue gak lolos cukkk~ Kok bisa yeee… Padahal pengen banget gue nikmatin alam desa, intinya sih sebenarnya kkn dan skripsi kelar wakwakka.”
Saya : “Sabar yee yang gak lolos wkwkwk, kalian ambil masa langkau aja, barangkali tahun depan ada lagi kegiatan beginian hehehe.”
Rudy : “Taikk lu… Ya uda info2 n cerita2 ye pengalaman xan disana gimana !”
Victor : “Pasti bro ! Eh Don, nanti siang kita ke rektorat bareng deh ya !”
Saya : “Sip bro !”
Siang harinya sehabis makan siang, gue dan Victor langsung menuju ke rektorat dengan mengendarai motor kami masing2. Selama perjalanan kami saling bercerita.
Saya : “Eh bro, bosan gak ya nanti selama di desa, 3 bulan loh. Entah ada pulang or enggak ?”
Victor : “Ya kagak tau, enak sih hidup mandiri dan bebas, tapi klo 3 bulan ndak pulang ya bosan jg, kecuali di desa itu adem dan bnyk hiburan, tapi gue rasa mana bakal byk hiburan, tv, game, inet pasti ga ada or klo pun ada pasti jelek sekali.”
Saya : “Iya juga sich, tapi biarlah, lumayan kan KKN dan Skripsi bisa kelar dalam 3 bulan bersamaan. Bersabar2 aja dah, tujuan kita kan itu. Hehehe”
Victor : “Yoi Bro. Kira-kira 8 peserta lagi cowo apa cewe ya, klo cowo semua bosan juga nech. Btw entah ada yang tipe gue or gak ya, pengennya sih klo ada yg cewe yg tipe gue, bisa pdkt-an sekalian hahaha.”
Saya : “Hehehe.. Lu mah mata keranjang wakwkawka.”
Ehem, sampai lupa ngasih tau ke para pembaca, Gue dan Victor punya kriteria tipe cewe kami masing-masing. Ya moga-moga aja ada yg sesuai tipe, jadi bisa aktivitas bareng sambilan PDKT. hehehe
Polling
0 suara
Bagusnya Cerita ini memiliki Alur Panjang atau pendek ? Bagaimana isi ceritanya?
Diubah oleh suwandilam 18-09-2019 21:40
symoel08 dan 17 lainnya memberi reputasi
12
1.7M
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
suwandilam
#19
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil – Part 4
Setelah pak Kades meninggalkan kami, kami pun merapikan segala peralatan dan barang-barang yang kami bawa. Sambilan merapikan barang-barang. Gue dan Victor sambilan ngecek kondisi rumah ini, sementara Danu dan Aldi hanya duduk dan beristirahat mungkin karena capek merapikan barangnya. Para cewe juga kelihatan sedang istirahat dan merapikan barang mereka, klo cewe ya wajarlah, agak rapi dibanding kami hehe..
Gue : “Oe Vic. Rumah ini mayan gede ya. Cuman pondasi dindingnya rata2 dari kayu, banyak lubang n celah-celah lagi, sarang laba-laba juga banyak, debu juga banyak yah.”
Victor : “Yoi, ga usah heran lah klo itu. Eh kita cek seisi rumah ini yok? Oia klo soal celah-celah, itu hoby Danu tuh ntar, bisa ngintip2an, lu juga pengen kan?”
Gue : “Ah gue sih enggak kek kalian deh. Udah ah kita ngecek2 dulu deh.”
Kami pun mengelilingi rumah ini dan kami dapatkan ada 3 kamar kosong yang bisa kami jadikan tempat tidur kami. 1 kamar untuk 4 cowo, dimana barang-barang cowo diletakkan di ruangan tengah, jadi kamar hanya untuk tidur, 1 kamar untuk cewe yang terdiri dari Laras, Nadya dan Amelia, kemudian 1 kamar lagi untuk Angela, Monica dan Feby.
Kamar pertama terletak di depan dekat pintu masuk rumah yang diisi oleh rombongan Laras, kamar kedua tepat dibelakang kamar pertama yang diisi rombongan Angela, sementara kamar ketiga terletak agak ke belakang ke arah dapur dan kami yang menempatinya.
Ruangan kosong yang ada yaitu ruang tamu yang kosong, ruang tengah yang hanya ada satu lemari milik pemilik rumah ini, dapur yang cukup luas dan terdapat beberapa peralatan makan seperti piring, gelas dll milik pemilik rumah ini, gudang dan kamar mandi serta toilet utk BAB terletak di jalan belakang. Ya kira2 beginilah kondisi rumah yang kami tinggali utk 3 bulan ke depan ini.
Sambilan mengecek-ngecek rumah, tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 7 malam.
Lampu di segala sisi rumah kami hidupkan karena dari luar sangat gelap (Ga ada lampu penerangan jalan sama sekali, yang ada palingan lampu dari rumah-rumah warga, itupun jarak nya sangat jauh). Meskipun demikian, pada malam hari yang sunyi senyap ini, cahaya rembulan begitu terang karena alam di desa ini sangat bersih dari polusi udara, Langit malam memang gelap, namun ditemani cahaya rembulan yang remang-remang dan udara yang dingin sejuk sangat menenangkan hati dan membuat pikiran nyaman dan betah untuk tinggal di sini, ya hitung-hitung melepas lelah dan kebosanan tinggal di kehidupan kota.
Untuk malam pertama, kami mendapatkan makan malam yang telah disediakan oleh istri pak Kades saat siang tadi. Makan malam pun selesai, dan kira-kira jam sudah mau menunjukkan pukul 9 malam, kami berkumpul di ruang tamu untuk bercerita-cerita mengisi malam pertama kami di desa terpencil ini. Amelia dan Laras yang mulai membuka topic pembicaraan.
Amelia : “Hei…Kita kan bakal 3 bulan nih tinggal di desa ini. Kita bagi tugas dulu yuk ?”
Laras : “Yah.. Kita harus bagi tugas utk piket deh paling enggak. Pas hari ini, kalian bertugas untuk belanja, masak dan bersih-bersih rumah. Setuju gak?
Victor : “Gue okay aja.”
Gue : “Yup bebas.”
Danu dan Aldi juga mengangguk dan mengiyakan saja.
Monica : “Oh ia baginya gimana tuh?”
Amelia : “Emm, klo menurutku, gimana klo kita bagi 5 orang dalam satu kelompok piket? Jadi selang seling gitu deh piketnya, satu kelompok terdiri dari 2 cowo dan 3 cewe, pas kan ?”
Danu : “Sippp.. Gue bareng Aldi, Laras, Angela dan Feby ya. Setujukan Aldi?!” (Tiba-tiba bersuara)
Aldi : (Nganguk-nganguk)
Seketika Laras, Angela dan Feby terkejut
Angela : “Eh kami?? Oke deh.”
Victor dan gue yang mendengar ucapan dari Danu tiba-tiba terdiam dan saling bertatapan.
Victor : (Bisik ke gw) “Mantap banget si Danuuuuu brooo… Pengertian banget dia ama kita?!!! Wkwkwkwk”
Gue : (Masih agak bingung) “Ha? Maksudnya?”
Victor : (sambil nendang gua) “Ah bego loeee.. Berarti kita kan sekelompok ama Amelia dan Monica si cewe rambut coklat yang lu bilang cantik itu !”
Gue : (Baru tersadar dan senyum2) “Wooooo iya Bro IYA !!! WKakakakak KOK GA SADAR YA GUE DARITADI ! Wkakakakak “
Tiba-tiba Amelia, Monica dan Nadya datang menghampiri kami dan duduk di dekat kami.
Amelia : “Okay karena kita sekelompok piket. Mohon kerjasamanya ya dan saling membantu untuk 3 bulan ke depan?!”
Victor : (Dengan pedenya) “Oh siap siap buk ! Pasti itu.”
Gue : (Senyum-senyum lihat ke Victor karena tau dia lagi kesenengan) “Aman dah tuh klo ada Victor, lu nyuruh dia napain aja dia juga mau, ngangkat air ke kamar mandi dari sumur juga mau tuh wakakak.”
Victor : “Eh brengsek lu hahahaa.”
Monica dan Feby pun tertawa kecil mendengar ucapan ku ~ Woo bahagia nih bisa bikin Monic tersenyum pikirku hahahahahaha
Sementara kalo melihat ke kelompok Danu dan Aldi, sepertinya Danu begitu semangat deh di kelompok itu, yah maybe ada yang ditaksir juga hehehe, klo Aldi sih sepertinya dia enjoy-enjoy aja. Anaknya kalem dan sopan, ya mgkn tidak senakal kami lah ~
Teng ~ Jam menunjukkan pukul 9 malam, tiba-tiba seisi rumah kami menjadi gelap dan hanya sinar rembulan yang tersisa.
Angela : “Aaaaaa…. !!!!” (Menjerit kaget)
Danu : “Eh kenapa Angel? (Sambil ngidupin lampu dari HP)
Mendengar jeritan dari Angela, tiba-tiba gw juga kaget dan kepikiran akan yang dibilang si Supir ini. Ah ga mungkin ga mungkin, ini Cuma mati lampu aja. Sambil nenangin diri.
Angela : (Menghembuskan nafas kecil) “Oh maaf gapapa gapapa… Aku hanya kaget tiba-tiba mati lampu.”
Kami semua : (agak lega) “Oh syukurlah.”
Dalam keadaan mati lampu, suasana kami semakin tegang dan hening. Hanya lampu dari 2 HP yang kami nyalakan guna menghemat baterai. Ah siapa yang nyangka di malam pertama tiba sudah dikagetkan dengan mati lampu.
Victor : (Lirik ke gw) “Eh Don, lu kenapa? Kok jadi diam gtu?”
Gue : (Tegakkan kepala) “Oh gapapa gapapa, Cuma sedikit ngantuk aja hehehe.”
Monica, Amelia dan Nadya melihat ke arah gue, gue jadi malu dikirain gue takut padahal lagi kepikiran karena perkataan pak Supir tadi pagi nih. Dalam keadaan yang cukup gelap, gw pandangin setiap temen-temen yang sekelompok piket ama gw. Kelihatannya kok raut muka Monica agak cemas ya. Kalo Amelia dan Nadya sih biasa-biasa aja main HP mereka.
Victor : (Nyenggol gue) “Eh Bro.. Bengong mandangin apa sih? Jangan mikir yang macam-macam deh ! Kerasukan entar lo !”
Gue : “Bawel lu ah ! Gw lagi liatin raut muka Monica, kok kayaknya dia agak cemas gtu ya? Apa ada sesuatu?”
Victor : (Lirik ke Monica trus senyum2 ke gue) “Biasa aja tuh dia. Ah perasaan loe aja kali, lu mikir yang enggak2 tentang Monica ya? Baru malam pertama juga uda mau macam2 lu.
Gue : “Taikkk lu !”
Sambilan bercanda dengan Victor, sepertinya klompok Danu dan Aldi sudah mulai beranjak dari tempat duduk dan masuk ke kamar.
Victor : “Eh, Dan, kalian uda siap diskusi n bagi tugasnya?”
Danu : “Udah sih, Lagian mati lampu, uda ngantuk dan capek mereka, tadi pagi kan kurang lelap tidur di mobil.”
Gue : “Iya juga sich, ya uda deh masuk kamar lagi yuk, mati lampu entah ampe kapan, tapi syukurlah dingin, angin bisa masuk dari celah2 papan.”
Akhirnya kami berempat pun masuk ke kamar dan di dalam kamar kami matikan cahaya dari HP sambil baring-baring. Suara jangkrik dan serangga di malam hari dapat terdengar dengan jelas dari kamar kami. Wah benar-benar alam yang indah dan tenang seperti di game game fantasy nih pikir gue. Tak lama kemudian, terdengarlah suara rintik-rintik hujan turun perlahan-lahan dan mulai deras.
Sbelum tertidur, kami pun saling bercerita.
Danu : (Membuka topik) “Eh bro-bro… Gimana menurut kalian para cewe itu ? Coba kasi pendapat kalian masing2 deh. Daripada bosan kita, gue belum ngantuk kali soalnya.”
Victor : “Hmm.. Kalo menurut gue, si Amelia ini orangnya agak tegas dan sinis deh, tapi dia punya jiwa kepemimpinan yang mayan oke tuh, pengertian juga mgkn. Yg bikin gue demen sih ya postur tubuhnya mayan tinggi lah, rambut lurus hitam. Klo lu Don?”
Gue : “Klo menurut gue si Monica juga tipe gw sih, Dulu gue pernah ngejer sosok cewe yang mirip dia, rambutnya panjang dan agak kecoklatan, matanya agak gede, cantik dan sexy deh menurut gue, sifatnya sih kayaknya agak pendiam dan pemalu ya, tapi kayaknya pengertian dan asik diajak cerita deh, mungkin yah.”
Aldi : “Kalo gue liat Laras sih mirip kayak Amelia, sedangkan Nadya mirip kayak Monica, hanya beda sifat aja. Coba klo sama, mungkin lu dan Victor bisa galau milihnya ~ Hehehe.”
Victor : (Sambil berpikir) “Eh bener juga kata lu ya Di. Fisik dan facenya mirip2 hahaha.”
Danu : “Nah klo menurut gua si Feby itu body nya oke nih, sexy dan montok, putih bersih juga, mata gede, rambut pnjang. Cakep deh. Nah klo si Angela, cakep juga kayak Feby, rambutnya panjang, poninya rata kayak poni Dora, matanya bulat dan senyumannya manis. Cakep lah, sayangnya bukan tipe gw aja. Klo sama, gue jg bakal galau milihnya wakwkawka.”
Gue : “Ah udah udah, tidur lagi. Gue ngantuk, kalian di mobil mendingan dapat tidur. Gue duduk depan temanin supir, kagak bisa tidur!”
Victor : “Hahahahah Lu mah klo ngajak bahas cewe pasti gitu, biasanya semangat, kok sekarang jadi enggak ya?”
Gue : “Ga tau ah ~” (Gue lanjut tidur, gue ga bisa mikir macam2 karena masih keingat perkataan pak Supir tadi, ah ga nyaman banget jadinya)
Nah malam hari pertama pun kami jalanin dengan tidur dalam kondisi mati lampu, angin sepoi-sepoi yang dingin yang berhembus dari luar terkadang membuat ku merinding, tetapi ya itu hanyalah hembusan angina, gue ga mikir macam2. Akhirnya kami berempat pun tertidur.
Di tengah lelapnya tidur kami, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kami terus menerus sambil manggil nama gue…
Wew… Siapakah itu ? Gue terbangun dan dalam kondisi setengah sadar, gue masih mendengar suara itu…..
Setelah pak Kades meninggalkan kami, kami pun merapikan segala peralatan dan barang-barang yang kami bawa. Sambilan merapikan barang-barang. Gue dan Victor sambilan ngecek kondisi rumah ini, sementara Danu dan Aldi hanya duduk dan beristirahat mungkin karena capek merapikan barangnya. Para cewe juga kelihatan sedang istirahat dan merapikan barang mereka, klo cewe ya wajarlah, agak rapi dibanding kami hehe..
Gue : “Oe Vic. Rumah ini mayan gede ya. Cuman pondasi dindingnya rata2 dari kayu, banyak lubang n celah-celah lagi, sarang laba-laba juga banyak, debu juga banyak yah.”
Victor : “Yoi, ga usah heran lah klo itu. Eh kita cek seisi rumah ini yok? Oia klo soal celah-celah, itu hoby Danu tuh ntar, bisa ngintip2an, lu juga pengen kan?”
Gue : “Ah gue sih enggak kek kalian deh. Udah ah kita ngecek2 dulu deh.”
Kami pun mengelilingi rumah ini dan kami dapatkan ada 3 kamar kosong yang bisa kami jadikan tempat tidur kami. 1 kamar untuk 4 cowo, dimana barang-barang cowo diletakkan di ruangan tengah, jadi kamar hanya untuk tidur, 1 kamar untuk cewe yang terdiri dari Laras, Nadya dan Amelia, kemudian 1 kamar lagi untuk Angela, Monica dan Feby.
Kamar pertama terletak di depan dekat pintu masuk rumah yang diisi oleh rombongan Laras, kamar kedua tepat dibelakang kamar pertama yang diisi rombongan Angela, sementara kamar ketiga terletak agak ke belakang ke arah dapur dan kami yang menempatinya.
Ruangan kosong yang ada yaitu ruang tamu yang kosong, ruang tengah yang hanya ada satu lemari milik pemilik rumah ini, dapur yang cukup luas dan terdapat beberapa peralatan makan seperti piring, gelas dll milik pemilik rumah ini, gudang dan kamar mandi serta toilet utk BAB terletak di jalan belakang. Ya kira2 beginilah kondisi rumah yang kami tinggali utk 3 bulan ke depan ini.
Sambilan mengecek-ngecek rumah, tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 7 malam.
Lampu di segala sisi rumah kami hidupkan karena dari luar sangat gelap (Ga ada lampu penerangan jalan sama sekali, yang ada palingan lampu dari rumah-rumah warga, itupun jarak nya sangat jauh). Meskipun demikian, pada malam hari yang sunyi senyap ini, cahaya rembulan begitu terang karena alam di desa ini sangat bersih dari polusi udara, Langit malam memang gelap, namun ditemani cahaya rembulan yang remang-remang dan udara yang dingin sejuk sangat menenangkan hati dan membuat pikiran nyaman dan betah untuk tinggal di sini, ya hitung-hitung melepas lelah dan kebosanan tinggal di kehidupan kota.
Untuk malam pertama, kami mendapatkan makan malam yang telah disediakan oleh istri pak Kades saat siang tadi. Makan malam pun selesai, dan kira-kira jam sudah mau menunjukkan pukul 9 malam, kami berkumpul di ruang tamu untuk bercerita-cerita mengisi malam pertama kami di desa terpencil ini. Amelia dan Laras yang mulai membuka topic pembicaraan.
Amelia : “Hei…Kita kan bakal 3 bulan nih tinggal di desa ini. Kita bagi tugas dulu yuk ?”
Laras : “Yah.. Kita harus bagi tugas utk piket deh paling enggak. Pas hari ini, kalian bertugas untuk belanja, masak dan bersih-bersih rumah. Setuju gak?
Victor : “Gue okay aja.”
Gue : “Yup bebas.”
Danu dan Aldi juga mengangguk dan mengiyakan saja.
Monica : “Oh ia baginya gimana tuh?”
Amelia : “Emm, klo menurutku, gimana klo kita bagi 5 orang dalam satu kelompok piket? Jadi selang seling gitu deh piketnya, satu kelompok terdiri dari 2 cowo dan 3 cewe, pas kan ?”
Danu : “Sippp.. Gue bareng Aldi, Laras, Angela dan Feby ya. Setujukan Aldi?!” (Tiba-tiba bersuara)
Aldi : (Nganguk-nganguk)
Seketika Laras, Angela dan Feby terkejut
Angela : “Eh kami?? Oke deh.”
Victor dan gue yang mendengar ucapan dari Danu tiba-tiba terdiam dan saling bertatapan.
Victor : (Bisik ke gw) “Mantap banget si Danuuuuu brooo… Pengertian banget dia ama kita?!!! Wkwkwkwk”
Gue : (Masih agak bingung) “Ha? Maksudnya?”
Victor : (sambil nendang gua) “Ah bego loeee.. Berarti kita kan sekelompok ama Amelia dan Monica si cewe rambut coklat yang lu bilang cantik itu !”
Gue : (Baru tersadar dan senyum2) “Wooooo iya Bro IYA !!! WKakakakak KOK GA SADAR YA GUE DARITADI ! Wkakakakak “
Tiba-tiba Amelia, Monica dan Nadya datang menghampiri kami dan duduk di dekat kami.
Amelia : “Okay karena kita sekelompok piket. Mohon kerjasamanya ya dan saling membantu untuk 3 bulan ke depan?!”
Victor : (Dengan pedenya) “Oh siap siap buk ! Pasti itu.”
Gue : (Senyum-senyum lihat ke Victor karena tau dia lagi kesenengan) “Aman dah tuh klo ada Victor, lu nyuruh dia napain aja dia juga mau, ngangkat air ke kamar mandi dari sumur juga mau tuh wakakak.”
Victor : “Eh brengsek lu hahahaa.”
Monica dan Feby pun tertawa kecil mendengar ucapan ku ~ Woo bahagia nih bisa bikin Monic tersenyum pikirku hahahahahaha
Sementara kalo melihat ke kelompok Danu dan Aldi, sepertinya Danu begitu semangat deh di kelompok itu, yah maybe ada yang ditaksir juga hehehe, klo Aldi sih sepertinya dia enjoy-enjoy aja. Anaknya kalem dan sopan, ya mgkn tidak senakal kami lah ~
Teng ~ Jam menunjukkan pukul 9 malam, tiba-tiba seisi rumah kami menjadi gelap dan hanya sinar rembulan yang tersisa.
Angela : “Aaaaaa…. !!!!” (Menjerit kaget)
Danu : “Eh kenapa Angel? (Sambil ngidupin lampu dari HP)
Mendengar jeritan dari Angela, tiba-tiba gw juga kaget dan kepikiran akan yang dibilang si Supir ini. Ah ga mungkin ga mungkin, ini Cuma mati lampu aja. Sambil nenangin diri.
Angela : (Menghembuskan nafas kecil) “Oh maaf gapapa gapapa… Aku hanya kaget tiba-tiba mati lampu.”
Kami semua : (agak lega) “Oh syukurlah.”
Dalam keadaan mati lampu, suasana kami semakin tegang dan hening. Hanya lampu dari 2 HP yang kami nyalakan guna menghemat baterai. Ah siapa yang nyangka di malam pertama tiba sudah dikagetkan dengan mati lampu.
Victor : (Lirik ke gw) “Eh Don, lu kenapa? Kok jadi diam gtu?”
Gue : (Tegakkan kepala) “Oh gapapa gapapa, Cuma sedikit ngantuk aja hehehe.”
Monica, Amelia dan Nadya melihat ke arah gue, gue jadi malu dikirain gue takut padahal lagi kepikiran karena perkataan pak Supir tadi pagi nih. Dalam keadaan yang cukup gelap, gw pandangin setiap temen-temen yang sekelompok piket ama gw. Kelihatannya kok raut muka Monica agak cemas ya. Kalo Amelia dan Nadya sih biasa-biasa aja main HP mereka.
Victor : (Nyenggol gue) “Eh Bro.. Bengong mandangin apa sih? Jangan mikir yang macam-macam deh ! Kerasukan entar lo !”
Gue : “Bawel lu ah ! Gw lagi liatin raut muka Monica, kok kayaknya dia agak cemas gtu ya? Apa ada sesuatu?”
Victor : (Lirik ke Monica trus senyum2 ke gue) “Biasa aja tuh dia. Ah perasaan loe aja kali, lu mikir yang enggak2 tentang Monica ya? Baru malam pertama juga uda mau macam2 lu.
Gue : “Taikkk lu !”
Sambilan bercanda dengan Victor, sepertinya klompok Danu dan Aldi sudah mulai beranjak dari tempat duduk dan masuk ke kamar.
Victor : “Eh, Dan, kalian uda siap diskusi n bagi tugasnya?”
Danu : “Udah sih, Lagian mati lampu, uda ngantuk dan capek mereka, tadi pagi kan kurang lelap tidur di mobil.”
Gue : “Iya juga sich, ya uda deh masuk kamar lagi yuk, mati lampu entah ampe kapan, tapi syukurlah dingin, angin bisa masuk dari celah2 papan.”
Akhirnya kami berempat pun masuk ke kamar dan di dalam kamar kami matikan cahaya dari HP sambil baring-baring. Suara jangkrik dan serangga di malam hari dapat terdengar dengan jelas dari kamar kami. Wah benar-benar alam yang indah dan tenang seperti di game game fantasy nih pikir gue. Tak lama kemudian, terdengarlah suara rintik-rintik hujan turun perlahan-lahan dan mulai deras.
Sbelum tertidur, kami pun saling bercerita.
Danu : (Membuka topik) “Eh bro-bro… Gimana menurut kalian para cewe itu ? Coba kasi pendapat kalian masing2 deh. Daripada bosan kita, gue belum ngantuk kali soalnya.”
Victor : “Hmm.. Kalo menurut gue, si Amelia ini orangnya agak tegas dan sinis deh, tapi dia punya jiwa kepemimpinan yang mayan oke tuh, pengertian juga mgkn. Yg bikin gue demen sih ya postur tubuhnya mayan tinggi lah, rambut lurus hitam. Klo lu Don?”
Gue : “Klo menurut gue si Monica juga tipe gw sih, Dulu gue pernah ngejer sosok cewe yang mirip dia, rambutnya panjang dan agak kecoklatan, matanya agak gede, cantik dan sexy deh menurut gue, sifatnya sih kayaknya agak pendiam dan pemalu ya, tapi kayaknya pengertian dan asik diajak cerita deh, mungkin yah.”
Aldi : “Kalo gue liat Laras sih mirip kayak Amelia, sedangkan Nadya mirip kayak Monica, hanya beda sifat aja. Coba klo sama, mungkin lu dan Victor bisa galau milihnya ~ Hehehe.”
Victor : (Sambil berpikir) “Eh bener juga kata lu ya Di. Fisik dan facenya mirip2 hahaha.”
Danu : “Nah klo menurut gua si Feby itu body nya oke nih, sexy dan montok, putih bersih juga, mata gede, rambut pnjang. Cakep deh. Nah klo si Angela, cakep juga kayak Feby, rambutnya panjang, poninya rata kayak poni Dora, matanya bulat dan senyumannya manis. Cakep lah, sayangnya bukan tipe gw aja. Klo sama, gue jg bakal galau milihnya wakwkawka.”
Gue : “Ah udah udah, tidur lagi. Gue ngantuk, kalian di mobil mendingan dapat tidur. Gue duduk depan temanin supir, kagak bisa tidur!”
Victor : “Hahahahah Lu mah klo ngajak bahas cewe pasti gitu, biasanya semangat, kok sekarang jadi enggak ya?”
Gue : “Ga tau ah ~” (Gue lanjut tidur, gue ga bisa mikir macam2 karena masih keingat perkataan pak Supir tadi, ah ga nyaman banget jadinya)
Nah malam hari pertama pun kami jalanin dengan tidur dalam kondisi mati lampu, angin sepoi-sepoi yang dingin yang berhembus dari luar terkadang membuat ku merinding, tetapi ya itu hanyalah hembusan angina, gue ga mikir macam2. Akhirnya kami berempat pun tertidur.
Di tengah lelapnya tidur kami, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kami terus menerus sambil manggil nama gue…
Wew… Siapakah itu ? Gue terbangun dan dalam kondisi setengah sadar, gue masih mendengar suara itu…..
Diubah oleh suwandilam 10-07-2019 13:00
johny251976 dan 7 lainnya memberi reputasi
8