- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87.1K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#311
Part 41: Tiga Produk
Spoiler for Part 41: Tiga Produk:
Erik mengundang Leon dan Maya ke rumahnya karena mereka berdua akan membantu Erik untuk menangkap James Wood. Arthur, Amanda, Dietrich dan Maul akan datang ke rumah Erik untuk membicarakan masalah ini. Sambil menunggu kedatangan yang lain, Erik dan Leon mendengarkan Maya yang menceritakan kisah-kisah hantu. Maya memang tidak pernah mengalami kejadian horror. Cewek itu menceritakan semua pengalaman kakaknya.
Erik menggeleng dan Leon mengangguk. Normal bagi Leon yang tahu peraturan itu karena dia adalah anggota Paladin dan tentunya mudah bagi dirinya untuk mendapat informasi. Untuk Erik, dia hanyalah seorang pemburu vampire yang terlalu fokus pada vampire. Bahkan dia sebelumnya tidak percaya akan keberadaan kaum Immortal. Wajar saja jika tidak tahu.
Terdengar suara deruman mobil di depan rumah yang membuat Erik dan dua temannya menengok keluar. Di depan pagar terlihatlah mobil sedan berwarna perak. Tak lain dan tak bukan adalah mobil Arthur. Pintu mobil terbuka dan keluarlah Arthur, Dietrich dan Amanda. Di belakang mobil ada sepeda motor yang dinaiki oleh Maul.
Setelah semuanya duduk di ruang tamu, Maul pun membuka tasnya dan meletakkan dua buah plastik kecil yang berisi dua benda yang berbeda. Plastik pertama berisi serpihan kristal-kristal kecil yang berwarna-warni. Plastik kedua berisi serbuk aneh berwarna putih yang terlihat mirip dengan garam.
Mereka semua mengantar Maul hingga ke pagar. Mereka berjalan sambil mendengarkan cerita Maul tentang sifat temannya yang gugur. Maul hanya menceritakan sifatnya, bukan bagaimana temannya gugur. Hal ini membuat Leon dan yang lainnya penasaran. Setelah mereka masuk rumah dan duduk di ruang tamu, Leon menanyakannya pada Arthur.
Quote:
“Aku tidak tahu kalau rumah sakit jiwa seangker itu,” kata Leon.
“Seandainya kau punya Eyes of Ghost Dimension, kau akan tahu betapa ramainya rumah sakit jiwa,” kata Maya.
“Lalu setelah misi rumah sakit jiwa, kakakmu bertemu apalagi?” tanya Erik.
“Bertemu hantu yang lebih mengerikan lagi, Erik. Eh, tunggu, kalian pasti tahu perjanjian antara departemen supranatural dan klien, kan?” kata Maya.
“Seandainya kau punya Eyes of Ghost Dimension, kau akan tahu betapa ramainya rumah sakit jiwa,” kata Maya.
“Lalu setelah misi rumah sakit jiwa, kakakmu bertemu apalagi?” tanya Erik.
“Bertemu hantu yang lebih mengerikan lagi, Erik. Eh, tunggu, kalian pasti tahu perjanjian antara departemen supranatural dan klien, kan?” kata Maya.
Erik menggeleng dan Leon mengangguk. Normal bagi Leon yang tahu peraturan itu karena dia adalah anggota Paladin dan tentunya mudah bagi dirinya untuk mendapat informasi. Untuk Erik, dia hanyalah seorang pemburu vampire yang terlalu fokus pada vampire. Bahkan dia sebelumnya tidak percaya akan keberadaan kaum Immortal. Wajar saja jika tidak tahu.
Quote:
“Baiklah, kujelaskan. Ada dua macam klien. Klien non-organisasi dan organisasi. Klien non-organisasi jika suatu gangguan supranatural terjadi di rumah. Disebut klien organisasi jika suatu gangguan terjadi di sekolah, kantor, pabrik dan semacamnya,” kata Maya, “Jika pelapor adalah klien non-organisasi, maka semua anggota kelurga berhak tinggal di tempat yang disediakan oleh departemen supranatural hingga gangguan selesai dan anggota departemen supranatural berhak tinggal di rumah tersebut untuk sementara waktu demi memperlancar misi dan menjaga kerahasiaan Paladin. Ketika anggota keluarga klien kembali ke rumah karena ada suatu keperluan, maka klien berhak mendapat pengawalan dari anggota Paladin. Jika pelapor adalah klien organisasi, maka anggota departemen supranatural berhak melakukan pembersihan di malam hari dan menjadi pengawas di siang hari.”
“Baiklah, aku paham. Lanjutkan, May,” kata Erik.
“Nah yang kuceritakan kali ini adalah kisah ketika kakakku menangani klien non-organisasi tepatnya di sebuah rumah di kawasan Pluit,” kata Maya, “Waktu itu malam hari dan dia tinggal di rumah klien. Waktu itu kakakku baru saja keluar dari kamar mandi. Dia melihat nyonya rumah sedang menaiki tangga menuju lantai dua. Mukanya tidak kelihatan karena kakakku melihatnya dari belakang. Kakakku pikir, nyonya rumah kembali untuk mengambil pakaian atau barang. Sesuai dengan peraturan dan profesionalitas, kakakku langsung berlari menaiki tangga mengejar nyonya rumah untuk mengawalnya.
“Kakakku memanggil nyonya rumah namun dia tidak menanggapi panggilan kakakku. Sambil terus menaiki tangga, nyonya rumah menoleh … dan … kalian tahu … apa yang Kak Sandra lihat?”
“Apa????” kata Erik dan Leon bersamaan dengan mata membelalak pada Maya.
“Baiklah, aku paham. Lanjutkan, May,” kata Erik.
“Nah yang kuceritakan kali ini adalah kisah ketika kakakku menangani klien non-organisasi tepatnya di sebuah rumah di kawasan Pluit,” kata Maya, “Waktu itu malam hari dan dia tinggal di rumah klien. Waktu itu kakakku baru saja keluar dari kamar mandi. Dia melihat nyonya rumah sedang menaiki tangga menuju lantai dua. Mukanya tidak kelihatan karena kakakku melihatnya dari belakang. Kakakku pikir, nyonya rumah kembali untuk mengambil pakaian atau barang. Sesuai dengan peraturan dan profesionalitas, kakakku langsung berlari menaiki tangga mengejar nyonya rumah untuk mengawalnya.
“Kakakku memanggil nyonya rumah namun dia tidak menanggapi panggilan kakakku. Sambil terus menaiki tangga, nyonya rumah menoleh … dan … kalian tahu … apa yang Kak Sandra lihat?”
“Apa????” kata Erik dan Leon bersamaan dengan mata membelalak pada Maya.
Terdengar suara deruman mobil di depan rumah yang membuat Erik dan dua temannya menengok keluar. Di depan pagar terlihatlah mobil sedan berwarna perak. Tak lain dan tak bukan adalah mobil Arthur. Pintu mobil terbuka dan keluarlah Arthur, Dietrich dan Amanda. Di belakang mobil ada sepeda motor yang dinaiki oleh Maul.
Quote:
“Erik, Kak Leon, bersambung dulu ya ceritanya,” kata Maya yang berlari ke depan teras dan memeluk Amanda.
Erik dan Leon mengikuti Maya. Melihat Maya dan Amanda berpelukan, Erik berkata, “Aku baru tahu kalau Maya dan Amanda sudah seakrab itu.”
“Persetan dengan akrabnya, Erik,” Leon tertawa yang kemudian melirihkan suaranya, “Cewek secantik Amanda bisa kugunakan untuk merayu lawan-lawanku.”
Tidak lupa Erik mengenalkan Leon pada Maul, Dietrich dan Amanda. Mereka bertiga sama sekali belum pernah bertemu dengan Leon. Hanya Maul yang pernah mendengar namanya. Itupun karena Leon adalah adik Elsa yang merupakan idola para cowok dari Paladin dan Silver Sword.
“Ganteng, ya,” kata Amanda.
“Eh?” Erik menatap Amanda dengan mulut menganga.
“Kak Leon maksudku.”
“Oh, kau tertarik padanya? Percayalah padaku, Amanda. Yang ada di otaknya hanya empat hal: makanan, kekuatan, misi dan taktik. Masalah cewek mungkin urutan kesejuta di otaknya.”
“Apa dia semacam … gay?”
“Tidak. Bukan begitu. Dia normal. Dia suka menatap cewek cantik waktu di mall atau taman. Hanya saja masalah cewek dan cinta bukan prioritas utama hidupnya. ”
“Ada juga cowok seperti itu, ya.”
“Yah, kau akan tahu nanti jika lebih mengenalnya. Duduklah, Amanda. Kita akan segera mulai.”
“Segera dimulai saja, Erik,” kata Arthur seraya menepuk bahu Maul, “Bocah ini akan segera pulang.”
Erik dan Leon mengikuti Maya. Melihat Maya dan Amanda berpelukan, Erik berkata, “Aku baru tahu kalau Maya dan Amanda sudah seakrab itu.”
“Persetan dengan akrabnya, Erik,” Leon tertawa yang kemudian melirihkan suaranya, “Cewek secantik Amanda bisa kugunakan untuk merayu lawan-lawanku.”
Tidak lupa Erik mengenalkan Leon pada Maul, Dietrich dan Amanda. Mereka bertiga sama sekali belum pernah bertemu dengan Leon. Hanya Maul yang pernah mendengar namanya. Itupun karena Leon adalah adik Elsa yang merupakan idola para cowok dari Paladin dan Silver Sword.
“Ganteng, ya,” kata Amanda.
“Eh?” Erik menatap Amanda dengan mulut menganga.
“Kak Leon maksudku.”
“Oh, kau tertarik padanya? Percayalah padaku, Amanda. Yang ada di otaknya hanya empat hal: makanan, kekuatan, misi dan taktik. Masalah cewek mungkin urutan kesejuta di otaknya.”
“Apa dia semacam … gay?”
“Tidak. Bukan begitu. Dia normal. Dia suka menatap cewek cantik waktu di mall atau taman. Hanya saja masalah cewek dan cinta bukan prioritas utama hidupnya. ”
“Ada juga cowok seperti itu, ya.”
“Yah, kau akan tahu nanti jika lebih mengenalnya. Duduklah, Amanda. Kita akan segera mulai.”
“Segera dimulai saja, Erik,” kata Arthur seraya menepuk bahu Maul, “Bocah ini akan segera pulang.”
Setelah semuanya duduk di ruang tamu, Maul pun membuka tasnya dan meletakkan dua buah plastik kecil yang berisi dua benda yang berbeda. Plastik pertama berisi serpihan kristal-kristal kecil yang berwarna-warni. Plastik kedua berisi serbuk aneh berwarna putih yang terlihat mirip dengan garam.
Quote:
“Dua benda ini adalah produk dari kartel sialan bernama James Wood,” kata Maul, “Produk yang sangat langka menurutku dan dia menguasai pasar narkotika dengan dua benda ini. Kartel-kartel lain kalang kabut karena benda ini. Ada juga kartel-kartel yang saling beraliansi dan menembaki kubu James.”
“Lalu mana yang menang?” tanya Dietrich.
“Tentu saja pihak James yang menang. Pasukan James terdiri dari vampire dan manipulator. Mana bisa manusia biasa mengalahkan manipulator,” kata Maul, “Baiklah, kita kembali ke dua produk ini.
“Yang pertama adalah kristal-kristal yang bernama methamphetamine. Biasa disebut meth. Kondisi fisik ketika seorang pecandu mengkonsumsi meth adalah hilangnya nafsu makan, hiperaktivitas, pupil melebar, keringat yang berlebihan, bergerak berlebihan, mulut kering, pusing, detak jantung yang tak beraturan, tekanan darah yang tak menentu, temperature tubuh yang tinggi, pandangan kabur dan kulit kering. Kondisi psikis yaitu euphoria, disforia, perubahan libido, terlalu waspada, kecemasan, fokus, insomnia, percaya diri yang tinggi, lebih mudah bersosial, seperti tak kenal lelah dan melakukan aktivitas yang repetitif. Nah, yang membedakan meth milik James dengan meth milik kartel lain adalah meth milik James memiliki sensasi mint.
“Yang kedua adalah serbuk yang bernama Phencyclidine atau biasa disebut PCP. Nama lainnya adalah serbuk malaikat. Seperti biasa … halusinogen. Kondisi fisik ketika menggunakan dosis kecil yang terlihat adalah mati rasa, berjalan terhuyung-huyung dan kehilangan keseimbangan. Ketika menggunakan dosis medium, efeknya adalah anesthesia dan ketika menggunakan dosis tinggi, pengguna bisa tertawa terbahak-bahak. Efek secara psikologi mengakibatkan paranoia, depersonalisasi, halusinasi, kehilangan identitas diri dan euphoria.
“Tunggu, Kak Maul, bagaimana mungkin menangkap seorang kartel besar hanya dengan bermodalkan PCP dan meth?” tanya Maya.
Maul tersenyum mendengar pertanyaan Maya, “Memang. Maksudku adalah menggunakan dua produk itu untuk mengawali pencarian ini. Lacak keberadaannya mulai dari konsumen akhir, distributor hingga ke James Wood sendiri. Selain memasok narkotika, aku mendengar dari intel Silver Sword bahwa James memasok darah yang dicampur oleh bahan kimia aneh ke para vampire. Ada dua organisasi vampire besar di negara ini yaitu Seven Diamond dan Black Heart. Dua organisasi itu memasok darah dari James.
"Tujuan kita adalah menangkap James tepat ketika dia di Indonesia. Ketika dia memasok tiga produk di negara ini. Setelah menangkap James, aku harap kita bisa tahu markas utama Seven Diamond dan Black Heart. Dengan begitu, tujuanmu dan tujuan Silver Sword untuk menghancurkan Seven Diamond akan segera terwujud, Erik. Nah, pertanyaan kita adalah bagaimana cara kita tahu kapan James Wood datang ke Indonesia?”
Erik mengangguk, “Aku mulai bisa menangkap semua rencanamu. Jadi kita melacak James dari tiga jenis produk: PCP, meth dan darah. Dari tiga jenis produk itu, kita harus terus menjaring informasi hingga kita tahu kapan James Wood datang ke Indonesia. Kemudian kita menangkapnya dan menginterogasinya dimana letak markas Seven Diamond. Nah apa bedanya dengan penyergapan kami dulu yang mengalami kegagalan? Tentunya Arthur sudah menceritakannya padamu. Yang kami dapatkan hanyalah orang yang mirip dengan James.”
“Robert mengetahui informasi kedatangan James dari luar kan? Rencanaku adalah memasukkan mata-mata dan mengetahuinya dari dalam. Dengan begitu, kita tidak akan terkecoh oleh tipuan James lagi. Memang proses yang lama tapi pasti.”
Arthur yang dari tadi terdiam akhirnya buka mulut, “Boleh, Maul. Bisa kita coba. Kita akan bermain dengan hati-hati. Kita akan masuk jaringan narkotika milik vampire sialan itu.”
“Kita belum memperhitungkan Lu Bu,” Dietrich memperingatkan.
Maul menepuk bahu Arthur, “Kita memiliki orang ini. Sesama Immortal, menahannya sedikit sudah cukup.”
“James anggota organisasi mana? Black Heart atau Seven Diamond atau yang lain?” tanya Amanda.
Sambil bersiap pulang, Maul menjawab pertanyaan Amanda, “Memang ada beberapa informasi tentang itu. Ada yang bilang dia masuk Seven Diamond, ada yang bilang dia anggota Black Heart, ada juga yang bilang dia anggota dari keduanya dan ada pula yang bilang bahwa James bukan anggota dari keduanya.”
“Kau mau ke mana?” tanya Erik ketika bersalaman dengan Maul.
“Aku mau ke rumah temanku. Dia terbunuh dalam misi.”
“Oh, aku turut berduka, Kak.”
“Lalu mana yang menang?” tanya Dietrich.
“Tentu saja pihak James yang menang. Pasukan James terdiri dari vampire dan manipulator. Mana bisa manusia biasa mengalahkan manipulator,” kata Maul, “Baiklah, kita kembali ke dua produk ini.
“Yang pertama adalah kristal-kristal yang bernama methamphetamine. Biasa disebut meth. Kondisi fisik ketika seorang pecandu mengkonsumsi meth adalah hilangnya nafsu makan, hiperaktivitas, pupil melebar, keringat yang berlebihan, bergerak berlebihan, mulut kering, pusing, detak jantung yang tak beraturan, tekanan darah yang tak menentu, temperature tubuh yang tinggi, pandangan kabur dan kulit kering. Kondisi psikis yaitu euphoria, disforia, perubahan libido, terlalu waspada, kecemasan, fokus, insomnia, percaya diri yang tinggi, lebih mudah bersosial, seperti tak kenal lelah dan melakukan aktivitas yang repetitif. Nah, yang membedakan meth milik James dengan meth milik kartel lain adalah meth milik James memiliki sensasi mint.
“Yang kedua adalah serbuk yang bernama Phencyclidine atau biasa disebut PCP. Nama lainnya adalah serbuk malaikat. Seperti biasa … halusinogen. Kondisi fisik ketika menggunakan dosis kecil yang terlihat adalah mati rasa, berjalan terhuyung-huyung dan kehilangan keseimbangan. Ketika menggunakan dosis medium, efeknya adalah anesthesia dan ketika menggunakan dosis tinggi, pengguna bisa tertawa terbahak-bahak. Efek secara psikologi mengakibatkan paranoia, depersonalisasi, halusinasi, kehilangan identitas diri dan euphoria.
“Tunggu, Kak Maul, bagaimana mungkin menangkap seorang kartel besar hanya dengan bermodalkan PCP dan meth?” tanya Maya.
Maul tersenyum mendengar pertanyaan Maya, “Memang. Maksudku adalah menggunakan dua produk itu untuk mengawali pencarian ini. Lacak keberadaannya mulai dari konsumen akhir, distributor hingga ke James Wood sendiri. Selain memasok narkotika, aku mendengar dari intel Silver Sword bahwa James memasok darah yang dicampur oleh bahan kimia aneh ke para vampire. Ada dua organisasi vampire besar di negara ini yaitu Seven Diamond dan Black Heart. Dua organisasi itu memasok darah dari James.
"Tujuan kita adalah menangkap James tepat ketika dia di Indonesia. Ketika dia memasok tiga produk di negara ini. Setelah menangkap James, aku harap kita bisa tahu markas utama Seven Diamond dan Black Heart. Dengan begitu, tujuanmu dan tujuan Silver Sword untuk menghancurkan Seven Diamond akan segera terwujud, Erik. Nah, pertanyaan kita adalah bagaimana cara kita tahu kapan James Wood datang ke Indonesia?”
Erik mengangguk, “Aku mulai bisa menangkap semua rencanamu. Jadi kita melacak James dari tiga jenis produk: PCP, meth dan darah. Dari tiga jenis produk itu, kita harus terus menjaring informasi hingga kita tahu kapan James Wood datang ke Indonesia. Kemudian kita menangkapnya dan menginterogasinya dimana letak markas Seven Diamond. Nah apa bedanya dengan penyergapan kami dulu yang mengalami kegagalan? Tentunya Arthur sudah menceritakannya padamu. Yang kami dapatkan hanyalah orang yang mirip dengan James.”
“Robert mengetahui informasi kedatangan James dari luar kan? Rencanaku adalah memasukkan mata-mata dan mengetahuinya dari dalam. Dengan begitu, kita tidak akan terkecoh oleh tipuan James lagi. Memang proses yang lama tapi pasti.”
Arthur yang dari tadi terdiam akhirnya buka mulut, “Boleh, Maul. Bisa kita coba. Kita akan bermain dengan hati-hati. Kita akan masuk jaringan narkotika milik vampire sialan itu.”
“Kita belum memperhitungkan Lu Bu,” Dietrich memperingatkan.
Maul menepuk bahu Arthur, “Kita memiliki orang ini. Sesama Immortal, menahannya sedikit sudah cukup.”
“James anggota organisasi mana? Black Heart atau Seven Diamond atau yang lain?” tanya Amanda.
Sambil bersiap pulang, Maul menjawab pertanyaan Amanda, “Memang ada beberapa informasi tentang itu. Ada yang bilang dia masuk Seven Diamond, ada yang bilang dia anggota Black Heart, ada juga yang bilang dia anggota dari keduanya dan ada pula yang bilang bahwa James bukan anggota dari keduanya.”
“Kau mau ke mana?” tanya Erik ketika bersalaman dengan Maul.
“Aku mau ke rumah temanku. Dia terbunuh dalam misi.”
“Oh, aku turut berduka, Kak.”
Mereka semua mengantar Maul hingga ke pagar. Mereka berjalan sambil mendengarkan cerita Maul tentang sifat temannya yang gugur. Maul hanya menceritakan sifatnya, bukan bagaimana temannya gugur. Hal ini membuat Leon dan yang lainnya penasaran. Setelah mereka masuk rumah dan duduk di ruang tamu, Leon menanyakannya pada Arthur.
Quote:
“Paladin dari departemen arkeologi, ya?” tanya Leon, “Bagaimana dia gugur?”
“Misinya adalah mengeskplorasi salah satu kuil bangsa Lemuria di Samudra Pasifik sana. Mereka menggali terlalu dalam hingga membangunkan keberadaan Ancients. Salah satu Ancients menyerang para arkeolog dan membunuh mereka. Yang aku tahu, wujudnya seperti kambing, bertanduk kambing juga tentunya, bernafaskan api, matanya menyala merah dan bersayap seperti kelelawar,” jawab Arthur, “Sebenarnya aku tak melihatnya langsung. Hanya mendengar dari cerita.”
“Ancients itu apa?” tanya Erik.
“Ancients adalah makhluk-makhluk yang eksis ketika bumi masih di era para dewa, Erik. Baiklah begini awalnya, saat ini kita hidup di jaman kedelapan,” kata Arthur yang langsung menatap Leon, “Benarkan? Aku tidak begitu ingat sejarah.”
“Sama denganku. Aku tidak begitu paham sejarah bumi ketika jaman para dewa,” kata Leon, “Sudahlah lanjutkan saja. Kalau salah kan bisa dikoreksi.”
“Baiklah. Kalau tidak salah urutannya begini,” kata Arthur, “Jaman pertama adalah Mitologi Nordik. Jaman kedua adalah Mitologi India.
Immortal seperti Aswatama dan Arjuna hidup di era ini. Jaman ketiga adalah Mitologi Yunani. Immortal seperti Hercules, Theseus dan Perseus hidup di era ini. Jaman keempat adalah Mitologi Aztec. Dewa Quetzacoatl yang menjadi ketua organisasi manipulator di Meksiko hidup di jaman ini. Jaman kelima adalah Mitologi Jepang. Ketua Taiyou no Kishi, organisasi manipulator dari Jepang adalah Dewi Amaterasu. Dia hidup di Jaman Kelima. Jaman keenam adalah Mitologi Mesopotamia. Immortal seperti Gilgamesh dan Lugalbanda hidup di era ini. Jaman ketujuh adalah Mitologi Irlandia. Nah, jaman kita hidup ini adalah jaman kedelapan.”
“Lalu Ancients yang ditemui teman Maul itu hidup di jaman keberapa?” tanya Dietrich.
“Entahlah. Mungkin jaman ketiga,” jawab Arthur.
“Misinya adalah mengeskplorasi salah satu kuil bangsa Lemuria di Samudra Pasifik sana. Mereka menggali terlalu dalam hingga membangunkan keberadaan Ancients. Salah satu Ancients menyerang para arkeolog dan membunuh mereka. Yang aku tahu, wujudnya seperti kambing, bertanduk kambing juga tentunya, bernafaskan api, matanya menyala merah dan bersayap seperti kelelawar,” jawab Arthur, “Sebenarnya aku tak melihatnya langsung. Hanya mendengar dari cerita.”
“Ancients itu apa?” tanya Erik.
“Ancients adalah makhluk-makhluk yang eksis ketika bumi masih di era para dewa, Erik. Baiklah begini awalnya, saat ini kita hidup di jaman kedelapan,” kata Arthur yang langsung menatap Leon, “Benarkan? Aku tidak begitu ingat sejarah.”
“Sama denganku. Aku tidak begitu paham sejarah bumi ketika jaman para dewa,” kata Leon, “Sudahlah lanjutkan saja. Kalau salah kan bisa dikoreksi.”
“Baiklah. Kalau tidak salah urutannya begini,” kata Arthur, “Jaman pertama adalah Mitologi Nordik. Jaman kedua adalah Mitologi India.
Immortal seperti Aswatama dan Arjuna hidup di era ini. Jaman ketiga adalah Mitologi Yunani. Immortal seperti Hercules, Theseus dan Perseus hidup di era ini. Jaman keempat adalah Mitologi Aztec. Dewa Quetzacoatl yang menjadi ketua organisasi manipulator di Meksiko hidup di jaman ini. Jaman kelima adalah Mitologi Jepang. Ketua Taiyou no Kishi, organisasi manipulator dari Jepang adalah Dewi Amaterasu. Dia hidup di Jaman Kelima. Jaman keenam adalah Mitologi Mesopotamia. Immortal seperti Gilgamesh dan Lugalbanda hidup di era ini. Jaman ketujuh adalah Mitologi Irlandia. Nah, jaman kita hidup ini adalah jaman kedelapan.”
“Lalu Ancients yang ditemui teman Maul itu hidup di jaman keberapa?” tanya Dietrich.
“Entahlah. Mungkin jaman ketiga,” jawab Arthur.
0
Kutip
Balas