Kaskus

Story

ribatoAvatar border
TS
ribato
Spirit Magus [Fantasy, Adventure, Fiksi]
Permisi agan-agan yang baik saya mau menulis cerita. Maaf kalau agan-agan ga suka. Soalnya genrenya fiksi xerita ini juga iseng saya tulis karena sering lihat anime dan mungkin ane aga chunnibyo.Mohon maaf jika ada kesalahan kata semua karena saya hanya pemula dan selamt menikmati. Sebelum mulai untuk menikmati ceritanya biarkan daya imajinasi agan yang bermain emoticon-Big Grin. Mari lihat prolognya dulu sekiranya tulisan saya kurang menarik maka saya tidak akan melanjutkanya terimakasih.

Spoiler for Prolog:


Nih gan Indexnya
Spoiler for Index:
Diubah oleh ribato 06-05-2016 00:13
0
9.8K
86
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
ribatoAvatar border
TS
ribato
#5
Memulai Petualangan


Aku terbangun dan melihat keadaan di sekitarku benar-benar kacau.

"Guru apa yang terjadi?" Tanyaku

"Yach walaupun sedikit kacau sepertinya kau berhasil."

"Begitu ya, Guru kalau begitu tolong ajari aku skill level high." Pintaku memelas

"Bocah kau baru menjadi tingkat begginer dan kau mau langsung belajar skill level high? kau kira mana dalam tubuhmu dapat menampung skill level high."

"Paling tidak berikan aku jurus keren yang dapat mengalahkan semua jurus"

"Bocah bagaimana mungkin tanpa latihan keras kau bisa mendapt jurus yang hebat aku bertihu kau bahkan jika itu skill berjenis Low Level tetapi jika kau bisa mengasahnya dengan baik maka skill level low itu tidak akan kalah dengan level high sekalipun."

"Baiklah.... baiklah sekarang ajari aku jurus apapun aku sudah tidak sabar!!!"

"Baiklah sekarang inti menjadi seorang Spirit Magus adalah dapat menciptakan spirit ball."

"Spirit Ball?"

"Low skill create Sipirit ball adalah tekhnik dasar yang dengan mengunakan energi alam dan membentuknya menjadi bola. Salah satu keuntungan menjadi Magus Element spirit adalah dapat menggunakan energi roh dari alam yang tal terhingga banyaknya."

"Jadi aku tidak memerlukan mana untuk melakukan tekhnik tertentu."

"Tentu kau perlu menggunakan mana untuk mengendalikannya tetapi jika kau kehabisan mana kau bisa menyerap spiritmu dan mengisi manamu dengan mudah. Untuk awalnya mari kita lihat berapa spirit yang mampu kau buat."

Guru mulai menengadahkan tangan kirinya dan diapun mulai membuat bola dari tangna kirinya. Satu bola seukuran bola aksti lebih besar sedikit mulai tercipta satu persatu.

"Aku mampu menciptakan sampai dua puluh spirit ball sekarang giliranmu untuk melakukanya. Rasakan energi disekitarmu dan coba bayangkan energi itu menjadi bola kosentrasikan ketanganmu lalu lepaslah." Guru menunujukkan cara membuat spirit ball dengan teoritis

"Baiklah sekarang aku akan mencobanya."

Akupun mulai mencoba meniru langkah yang dilakukan guruku tetapi berulang kali aku gagal energi yang kuciptakan meledak sebelum menjadi bola.

"Wah ini sulit sekali guru apa tidak ada tekhnik yang lebih mudah lagi?" Tanyaku frustasi

"Spirit ball adalah tekhnik dasar wajib jika kau tidak menguasainya maka aku tidak bisa mengajarkan tekhnik selanjutnya. Cobalah dengan cara lain kosentrasi dan pose jari yang membutmu nyaman."

"Baiklah akan kucoba Hmppfffft" Akupun membentuk jariku menjadi metal.

"Pose macam apa itu? Apa kau tolol? cobalah pose yang lain."

Akupun menenangkan pikiranku dan memfokuskan energiku hanya pada dua jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri. Sedikit demi- sedikit energi mulai berkumpul disekitarku dan membentuk bola.

"Hore!!!! Aku berhasil guru sudah kuduga aku memang berbakat menjadi magus."

"Kau itu baru membuat satu spirit ball sebesar bola klereng saja sudah bangga."

"Setelah itu apa guru? Sepertinya bola ini hanya bola tidak beguna dan sepertinya tidak bisa digunakan untuk menyerang."

"Jangan bodoh bola itu adalah bola energi dan kekuatanya cukup untuk menghancurkan monster dua level diatasmu sekarang tkehnik kedua adalah Throw Spirit Ball."

Gurupun mulai menunjuk batu sebagai sasaran dan mulai melempar satu spirit miliknya dan batu besar itupun hancur berkeping-keping.

"Baiklah sekarang giliranku Low rank skill Throw spirit" Akupun berniat melempar spiritku ke arah batu lain yang sudah ditunjukan oleh guruku tetapi aku meleset.

"Ledakanya cukup bagus tetapi kau masih harus meningkatkan akurasimu."

Pagi itupun aku kembali ke kediaman keluarga Zevon untuk mengucpakan selamat tinggal.

"Jadi anda akan pergi?" Tanya Oghi

"Benar, Aku akan berlatih gurun pasir sograt."

"Gurun pasir sograt tapi tempat itu sangat berbahaya disana banyak monster kuat berelemnt tanah."

"Kau tidak perlu menghawatirkanku aku akan jadi kuat dan mencari siapa pembunuh ibuku untuk saat ini aku tidak akan pergi ke makam ibuku tapi tolong beritahu lokasi kuburannya."

Oghipun memberitahu lokasi tempat penguburan ibuku dan memberikanku sebuah magical card yang di dalamnya berisi uang.

"Apa ini?"

"Ini adalah magical card disana sudah saya isi sekitar sepuluh ribu zeny saya harap anda akan mau menerimanya."

"tapi aku tidak membutuhkanya."

"Kumohon tuan siampanlah, jika anda tidak mau menerimanya maka saya tidak tahu lagi bagaimana cara membalas kebaikan ayah tuan."

"Begitu baiklah aku akan memulai perjalananku setelah ini aku akan jadi kuat dan mengembalikan kejayaan clan kita dan akan kubayar semua hutangku padamu."

Akupun pergi meningalkan kediaman Zevon dan menuju padang pasi Sograt.

**************

Oghi PoV

Sudah sekian lama semenjak clan kami hancur dan seluruh keluarga kami terpisah aku terus mencari dimana pewaris selanjutnya. Akhirnya akupun menemukanya Ibu dan Anak penerus clan, Tetapi aku tak bisa melindungi istri dari tuanku dan dia terbunuh. Akupun mendengar bahwa anaknya gagal masuk ke akademi jenova karena dia tidak memiliki elemnt di dalam tubuhnya. Aku berniat untuk melakukan pengobatan padanya supaya bisa menjadi magus. Tetapi hari ini dia datang kerumahku dan menujukkan sesuatu yang membuatku mengingat pimpinan. Dia datang dengan baju koyak badanyapun babak belur, tetapi aku merasakan aura yang sangat kuat di dalam diri anak itu. Akupun mengurungkan niatku untuk melakukan pengobatan dan memasukannya ke akademi dengan jalur belakang. Ketika aku melihatnya aku tahu bahwa orang kuat akan menemukan jalan mereka sendiri. Sekarang aku jadi tidak ragu sedikitpun bahwa clan kami sekali lagi akan berada di puncak.



"Baiklah Bocah sebelum kita menuju sograt dan melawan monster yang kuat sepertinya kau bisa berlatih disini."

"Maksud guru membunuh monster imut ini?"

"kenapa kau malah mengelus monster itu."

"Lihat guru dia begitu lembut seperti jelly mana mungkin aku tega membunuhnya."

"Buanglah semau kebodohanmu itu! bagaimana mungkin kau mau naik level kalau kau tidak membunuh monster."

"Jadi untuk levelup aku harus membunuh monster, benar-beanr kejam."

"Ada beberapa cara untuk level up pertama : membunuh monster, Dengan menggunakan skillmu terus menerus manamu akan meningkat dan kau bisa level up walau prosesnya agaka lama. Kedua adalah dengan menggunakan exilir, Dengan mengunakan exilir akan menaikan levelmu dengan cepat tetapi bahan untuk exlir untuk levelup sangat mahal karena sulit di dapat. Ketiga dengan menyerap core monster cara ini mirip seperti yang kita lakukan semalam. dengan menyerap core level monster level tinggi makan levelup akan menajdi sangat mudah tetapi tidak semua monster menjatuhkan core hanya mosnter dengan berkah dan juga monster tingkat skilled yang biasanya menghasilkan core."

"Kalau begitu ayo kita cari monster level skiled dan kita serap corenya."

"Bocah, dengan levelmu sekarang kau tidak akan bisa membunuh monster level advance sekalipun tetapi jika kita ke monster berlement tanah yang rata-rata memiliki level tinggi maka kemungkinan kau akan naik level dengan cepat."

"Kalau dipikir-pikir guru menayrankanku ke padang pasir sograt padahal level monster disana rata-rata adalah advance bagaimana cara aku mengalahkanya. Apa guru ingin aku terbunuh?"

Gurupun mengeluarkan sebuah scroll dan memberikanya padaku.

"Ini adalah Low skill Infitratrator tekhnik ini adalah tekhnik low yang memiliki kemampuans etara skill level high."

"Benarkah....... Wah itu apsti keren baiklah aku akan mempelajarinya."

"Tekhnik itu adalah tekhnik sentuhan yang kerusakanya di hitung dari besar armor lawan. Jadi semakin besar tingkat defensifnya maka tekhnik ini akan menghasilkan kerusakan yang sangat besar dengan skill ini maka kau bisa melawan monster element es atau tanah dengan lebih mudah."

"Begitu, Baiklah gelar magus terkuat pasti akan jatuh ketanganku."

Akupun berlatih dan dalam perjalanan membunuh monster yang kutemui di perjalanan untuk persiapan menuju padang pasir sograt.
Diubah oleh ribato 26-04-2016 08:41
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.