Kaskus

Story

carienneAvatar border
TS
carienne
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]


Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
(credit to : risky.jahatfor the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
Diubah oleh carienne 27-03-2017 21:48
afrizal7209787Avatar border
radoradaAvatar border
elbe94Avatar border
elbe94 dan 51 lainnya memberi reputasi
52
2M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
carienneAvatar border
TS
carienne
#2
PART 2

“di sebelah kamar gue? Hahaha. Kok bisa sih?” Ara tertawa terheran-heran, gue yakin dia juga sama herannya seperti gue.

“waktu gue dateng kemaren siang, kosan ini masih sisa dua kamar, ya kamar gue sama kamar lo itu. Berhubung gue ogah di pojokan, makanya gue milih yang satunya.” jawab gue sambil menaiki tangga.

“berarti gue dapet di pojokan gara-gara lo dong ish!” sahutnya kesel sambil menonjok bahu gue pelan.

“ya kayanya sih gitu, Ra. Untung gue dateng sedikit lebih cepet dari lo…” gue meringis sambil mengelus-elus bahu yang ditonjok Ara barusan.

Kami berdua sampai di depan kamar masing-masing, dan gue masuk ke kamar, begitu juga dengan Ara. Setelah melepas kemeja putih buluk yang sepertinya harus gue pake lagi keesokan hari, gue keluar dari kamar dan bersandar di balkon depan kamar sambil mengenakan kaos dalam dan celana panjang yang gue kenakan seharian ini. Gue menyalakan sebatang rokok, dan menghisapnya dengan santai sambil menikmati udara malam.

Baru sebentar gue merokok, terdengar suara Ara dari kamarnya.

“Eh, Gil, gue kok ga liat lo ya kemaren?”

Gue tertawa, “iya lah lo ga liat gue, orang gue tidur ini. Tuh tas-tas gue aja belom gue bongkar.” Gue menunjuk ke dua tas besar yang masih teronggok di sudut kamar.

“kemaren gue sampe sini, bersih-bersih kamar bentar, langsung tidur.” sambung gue lagi.

“pantesan aja sih…” Ara tertawa.

Ga berapa lama kemudian Ara keluar dari kamarnya sambil membawa setumpuk baju.

“mau kemana lo?” tanya gue bloon.

“mandi lah, lo pikir mau kemana?” balas Ara.

Gue tertawa dan melambaikan tangan gue, dengan gesture mengusir seperti seseorang mengenyahkan lalat. Ara mencibir dan mendengus, kemudian dia berlalu ke kamar mandi di bagian tengah selasar.

“Ra…” panggil gue.

Ara yang udah didepan kamar mandi menoleh ke gue. “Apa?”

“jangan lama-lama, gue juga mau mandi. Hehehe…”

“gue lama-lamain aah…” sahutnya sambil mengunci pintu kamar mandi.

Gue memutarkan bola mata, dan menggelengkan kepala melihat kelakuan cewek satu ini. Kenal juga baru sehari, ternyata kamar kita tetanggaan. Waktu itu sama sekali ga terlintas di pikiran gue untuk berbuat yang aneh-aneh, barangkali karena gue waktu itu sedang lelah. Lagian gue disini buat kuliah, bukan untuk berbuat maksiat. Gue masih mengingat dengan jelas segala wejangan ibu dan bapak di kampung, dan gue masih belum cukup gila untuk jadi anak durhaka.

Agak lama kemudian, Ara keluar dari kamar mandi, dengan mengenakan kaos berbahan agak tipis dan celana jeans. Sambil berjalan ke kamarnya, Ara cengengesan ke gue.

“gue pikir lo ketiduran di kamar mandi….” kata gue pelan.

Mendadak Ara meletakkan handuknya yang masih basah ke kepala gue, sehingga gue ga bisa melihat. Langsung gue singkirkan tuh handuk dan mendapati Ara cengengesan di samping gue, bersandar di balkon.

“bawel amat si lo kaya cewe…” tukasnya sewot.

“yee biarin, udah gue bilang juga mandinya jangan lama-lama. Gue kan juga mau mandi, lengket nih badan gue…” jawab gue ga kalah sewot.

“ya udah makanya sono mandi gih, daripada ngedumel…”

“sebatang dulu…” gue mengacungkan rokok di jari sambil nyengir.

Ara mencibir, kemudian berlalu masuk ke kamarnya. Dia menutup pintu kamarnya, sementara gue masih merokok di balkon. Ga berapa lama kemudian, gue memutuskan untuk mandi, karena gue udah kegerahan dan rokok gue juga udah abis. Ditambah lagi malam ini anak-anak sekelompok udah janjian ketemu di kampus lagi untuk mengerjakan tugas.

Setelah mandi, gue berdiri di balkon depan kamar Ara lagi, dan melihat pintu kamarnya masih tertutup. Gue masuk ke kamar, dan bersiap-siap. Ketika jam menunjukkan pukul 19.30, gue mengetuk pintu kamar Ara. Jangan-jangan molor nih cewe, batin gue.

Gue mengetuk pintu beberapa kali, dan ga ada jawaban. Gue tunggu sejenak, kemudian gue ketuk lagi, kali ini gue berniat agak keras. Barangkali bener dia ketiduran, biar dia kebangun, gitu pikir gue.

Ketika gue mengetuk pintu dengan agak keras, mendadak pintu kamar Ara terbuka, dan alhasil ketukan dengan jari tengah gue itu mendarat di bagian atas bibirnya.

“aduh!” Ara terkena ketukan jari gue di bibir, dan seketika itu juga menutupi bibirnya.

Gue terkejut, dan langsung meminta maaf ke Ara.

“eh sorry sorry Ra, ga sengaja. Sorry… lo gapapa kan?” tanya gue khawatir.

Ara ga menjawab dan masih mengusap-usap bibirnya yang ga sengaja kena jari gue. Kemudian dia menonjok lengan gue dengan jengkelnya. Gue sih ga melawan apa-apa karena emang gue yang salah.

“sakit tau bego….” sungutnya.

“iyaa sorry, Ra. Gue kira lo ketiduran…”

“sabar napa sih, gue lagi dandan!” dia masih sewot.

“iya maafin gue ya Araaa. Dah yuk ke kampus lagi.” ajak gue sambil mengajaknya keluar kamar.

“ogah, males gue.”

“lah? Kok males? Ntar kalo ga kelar tugasnya kita semua bisa kena semprot…”

“biarin, sebodo amat. Ogah gue…” dia merajuk.

“Raa, jangan gitu dong ah… yuk keburu malem nih ntar…”

“tau ah, ogah. Ini udah malem…”

“ya makanya itu yok ke kampus yok….”

“……….”

“Raaa….”

“………”

“Ara….”

“………..”

“nanti pulangnya dari kampus gue traktir nasi goreng deh….”

“bener? Janji lo ya? Awas lo kalo boong gue lempar dari balkon…”

Gue cuma bisa geleng-geleng kepala memandangi cewek bernama Soraya ini. Cewek yang baru gue kenal sehari tapi udah memaksa gue untuk memohon-mohon kepadanya. Entah masih ada berapa hari lagi seperti ini, pikir gue lemas.
junti27
jenggalasunyi
elbe94
elbe94 dan 17 lainnya memberi reputasi
18
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.