“Rik, belakang yuk?” Ajak ku dari pintu kelasnya
“Engga ah, belum ngerjain PR nih, kelupaan tadi malem” Tolaknya
Tampaknya jika sudah urusan PR susah untuk diganggu gugat, karena akibatnya bisa fatal jika tak dikerjakan. Pilihannya cuma 2, berdiri di dekat papan tulis atau menutup pintu kelas dari luar. Lalu aku berjalan ke kelas johnny. Sedikit memberikan vitamin untuk mata, karena ia sekelas dengen gadis pujaan ku dan kelasnya berdampingan dengan junior yang cukup menawan. Saat berjalan ke kelas E idungku mencium bau yang familiar sekali.
“Wangi sepertinya engga asing” Lalu aku berhenti dan menoleh ke belakang
Benar yang dikatakan idiot itu mulut kita mendadak bisu! Aku hanya terdiam dan menatap matanya ketika kami berpapasan dan ia melewati begitu saja dari arah yang berlawanan lalu masuk ke dalam kelasnya. Dari jendela mencoba untuk curi-curi pandang dengannya sekaligus melihat Johnny ternyata tak ada di habitatnya.
“Ya ampun itu anak udah di situ aja” Ucapku dalam hati
“Lama, dari mana aja?” Tanyanya
“Emang harus laporan?” Tanyaku
“Ditanya malah balik tanya, dasar”
“Oh iya, nanti sepulang sekolah jangan pulang duluan ya?” Tambahnya
“Kenapa?”
“Aku butuh bantuan nih”
“Terus apa hubungannya sama aku?”
“Udah, iyain aja kenapa? Nanti aku traktir deh” Ia mencoba merayu ku
“Traktir apaan?” Tanyaku
“Maunya apa? Jangan mahal-mahal tapi” Pintanya dengan wajah kasihan
“Boleh deh” Sanggup ku
“Nah gitu dong, deal?”
“Iya deal” Aku menjabat tangannya
“Tapi inget ya, jangan aneh-aneh”
“Iya, aku balik ke kelas dulu ya? Sampai nanti”
Ia lalu pergi meninggalkan ku, dengan seribu tanda tanya sebenarnya bantuan apa yang ia butuhkan. Kembali ke kelas dengan sejuta kebosanan karena pelajaran sejarah memberikan efek kantuk dan dapat membuat kita terlelap dalam kelas.
“Teeeet, teeet, teeet” Bel berbunyi
“Akhirnya selesai juga”
“Iya Fi, giliran selesai ngantuknya malah pergi”
“Lagu lama Dan, haha” Dan kami pun berjalan keluar kelas
“Yuk?” Ajaknya di depan pintu kelas
“Hah? Siapa Dan” Fian dengan heran menatapku
“Udah duluan aja sanah Fi, ada urusan sebentar sama dia” Sambil menunjuk Orys