TS
.PAPOI.
Mengenal 7 Rumpun Suku Dayak di Pulau Kalimantan

ADIL KA' TALINO, BACURAMIN KA' SARUGA, BASENGAT KA' JUBATA
(adil kepada sesama manusia, bercermin pada surga/selalu berbuat baik, bernafas karena Tuhan memberi kehidupan)
Salam khas masyarakat adat Dayak Kanayatn, Kalimantan Barat
(adil kepada sesama manusia, bercermin pada surga/selalu berbuat baik, bernafas karena Tuhan memberi kehidupan)
Salam khas masyarakat adat Dayak Kanayatn, Kalimantan Barat
Quote:
Suku Dayak merupakan salah satu suku besar di Indonesia, suku ini dikenal karena keramahan serta dedikasinya dalam melestarikan alam di pulau Kalimantan. Pada awalnya kata Dayak yang memiliki arti orang-orang yang berasal dari Hulu Sungai atau yang tinggal di bukit, hanya merupakan sebutan kolektif dari orang Inggris & Melayu bagi suku-suku asli yang mendiami pulau Kalimantan/Borneo. Seiring berjalannya waktu istilah tersebut akhirnya dipakai sebagai identitas yang mempersatukan berbagai sub-suku yang ada di sana
.
Spoiler for Peran Masyarakat Dayak dalam melestarikan hutan dan lingkungan Kalimantan:
Secara umum menurut Tjilik Riwut, suku Dayak dapat dikategorikan menjadi 7 rumpun suku berdasarkan asal daerahnya. Dari ketujuh daerah tersebut, terdapat 405 sub-suku dengan bahasa yang berbeda satu sama lain. Selain bahasa yang berbeda, dialek atau logat untuk satu bahasa yang sama juga bisa sangat beragam jika berbeda kampung. Karena selama ini banyak yang thread/info yang kurang lengkap atau misleading mengenai sub-suku dayak ini maka ane akan coba membahas 7 rumpun suku Dayak yang ada di Kalimantan berdasakan kemiripan budaya serta asal daerahnya dari beberapa informasi yang ane rangkum serta pengetahuan ane sendiri sebagai putra Dayak. Karena ane juga bukan seorang ahli antropologi mohon maaf jika mungkin ada kekeliruan dan mungkin bisa kita diskusikan di forum ini, CMIIW.
- Dayak Ngaju (Biaju)
Spoiler for Dayak Ngaju/Biaju:
- Dayak Apo Kayan
Spoiler for Dayak Apo Kayan:
- Dayak Iban/ Dayak Laut
Spoiler for Dayak Iban:
- Dayak Klemantan/ Dayak Darat
Spoiler for Dayak Darat:
- Dayak Murut
Spoiler for Dayak Murut:
- Dayak Punan
Spoiler for Dayak Punan:
- Dayak Ot Danum
Spoiler for Dayak Ot Danum:
MAU TAU LEBIH BANYAK SEPUTAR BUDAYA DAYAK?
SILAHKAN CEK LINK-LINK DI BAWAH INI
SILAHKAN CEK LINK-LINK DI BAWAH INI
Quote:
Spoiler for Kaharingan:
Spoiler for Makanan & Minuman:
Spoiler for Tarian Suku Dayak:
Spoiler for Senjata Suku Dayak:
Semoga bermanfaat
NB : Dayak Hindu Budha Bumi Segandu di Indramayu merupakan komunitas dan bukan termasuk Rumpun Suku Dayak Pulau Kalimantan serta tidak ada hubungan dengan suku Dayak, istilah dayak yang mereka gunakan mengacu pada kata Ayak dan bukan sebagai identitas kesukuan.
Spoiler for Sumur:
Diubah oleh .PAPOI. 24-04-2016 19:57
0
74.1K
95
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Budaya
2.5KThread•1.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
.PAPOI.
#51
SENJATA SUKU DAYAK
Secara umum Orang-orang hanya mengetahui Mandau sebagai senjata khas dayak, namun sebenarnya setiap sub suku dayak memiliki senjata khasnya masing-masing.
1. DOHONG/DUHUNG
![kaskus-image]()
Merupakan senjata khas Dayak Ngaju. . Sejarahnya Dohong dan Parang sudah digunakan sebelum Mandau. Dohong pasti adalah senjata nenek moyang. Dohong merupakan senjata senjata sepanjang 1 kaki, berbentuk mata tombak dengan panjang 8 inchi, tebal dan gagang yang berbentuk bulat… contoh dohong hanya sedikit yang tersisa sebagai pusaka dari nenek monyang mereka. Sekarang dohong hanya digunakan untuk mencurahkan darah korban dan memotong tali pusar bayi yang baru lahir”.
Dohong sekarang ini hanya digunakan oleh pisur atau damang adat, didalam beberap legenda seperti kisah Tambun & Bungai ketika mereka berperang melawan raja Sawang dari Filipina mereka menggunakan senjata dohong ini, sehingga ada kemungkinan memang Mandau adalah produk impor yang baru datang kemudian di abad-abad ke 17-18 dari sub suku dayak lainnya.
![kaskus-image]()
Dalam perkembangannya dohong mengalami perubahan bentuk, umumnya gagang dohong berbentuk bulat dari kayu – maka dohong pun memiliki gagang seperti Mandau ini disebut bayu yang persebarannya tidak hanya digunakan oleh dayak Ngaju dan Ot Danum tetapi oleh suku Dayak Kayan yang pernah mendiami bagian Kalimantan Tengah – yang kemudian mengungsi kea rah hulu Mahakam. Senjata seperti dohong ini sebut Dua Mata Bayu.
![kaskus-image]()
Gagang Dohong telah mengalami modifikasi
2. MANDAU
![kaskus-image]()
Mandau rumpun Kayan-Kenyah atau biasa disebut Parang Ilang (Kenyah)/Parang Ilong (Kayan)
Beberap peneliti meyakini penggunaan Mandau secara umum di semua sub suku dayak dimulai pada abad 17-18. Ada artikel di Wikipedia yang mengatakan bahwa Mandau berasal dari asal kata “MAn-Da-U” adalah nama seseorang yang datang ke pulau kalimantan yaitu dari suku kuno china “Namman” atau Barbar Selatan. Man Da U adalah nama seseorang yang pertama membuat bentuk senjata pedang yang menyerupai bentuk bilah pedang/parang mandau saat ini.
![kaskus-image]()
Mandau rumpun Ngaju, lebih tepatnya daerah sungai Kahayan
Dari design Mandau adalah senjata sabet yang memang digunakan untuk memotong kepala, berbeda dengan dohong yang tidak didesign untuk memotong atau menyabet tetapi lebih pada prosesi ritual, maka teori saya pra penggunaan Mandau budaya kayau tidak dikenal oleh sub suku yang terlebih dahulu mendiami pulau Kalimantan (nanti kita akan diskusi mengenai pola migrasi suku-suku dayak). Budaya kayau kemungkinan adalah budaya yang dibawa oleh migrasi-migrasi akhir dari Yunnan China ataupun dari Pulau Formosa/Taiwan yang memperkenalkan senjata Mandau ini, migrasi akhir ini memasuki pulau Kalimantan di bagian utara (Serawak & Sabah), ini konsisten dengan kisah tetek tatum atau kisah kejadian suku dayak ngaju yang mula-mula mendiami hulu sungai Mahakam yang kemudian harus bermigrasi ke sungai Kahayan karena diserang oleh para kayau dari bagian utara. Bahkan didalam babad kisah tetek tatum ini tidak ditemukan ada cerita “kayau” baik itu dalam kisah Tambun & Bungai. Kayau kemudian baru dikenal sebagi bentuk pembalasan dendam, ini juga yang mendasari adanya korban manusia didalam prosesi tiwah. Penggunaan korban manusia adalah sebagai bentuk pemenuhan perintah orang tua yang kemungkinan adalah musuh yang pernah menyerang kampungnya.
![kaskus-image]()
Mandau khas Paser
Dan nampaknya persebaran pengaruh mandau tidak hanya di pulau Kalimantan tetapi dikenal oleh suku-suku di Filipina disebut dengan Kampilan. Senjata ini memiliki bilah yang mirip dengan mandau tetapi berbeda pada gagangnya. Bilahnya dihiasi kuningan atau emas berbetuk titik/bulat.
3. NYABUR
![kaskus-image]()
Senjata Nyabur
Nyabur adalah variasi bentuk lain dari Mandau/parang ilang, dimana bilahnya melengkung dan ujung runcing keatas, bias any dibawah gaganya ada semacam kait besar disebut kundieng. Nyabur juga memliki variasi bentuk lain akibat pengaruh budaya melayu/arab, perubahan ini ada pada gagang dan motive yang menghiasi bilahnya.
![kaskus-image]()
Nyabur yg mendapat pengaruh Melayu atau Arab
4. LANGGAI TINGANG
![kaskus-image]()
Langgai tingang memiliki arti – bulu ekor terpanjang burung tingang, bentuknya sama dengan Nyabur hanya saja gagangnya serupa dengan Mandau dan letak kundiengnya agak jauh dari gagangnya.
5. PARANG JIMPUL
![kaskus-image]()
Jimpul adalah variasi bentuk Mandau yang melengkung dan runcingan depannya ke bawah.
6. PISAU AMBANG
![kaskus-image]()
Pisau ambang sangat mirip dengan Mandau pada umumnya, perbedaannya ialah penggunaannya, jika Mandau digunakan untuk berperang dan acara-acara adat maka pisau ambang adalah alat untuk bekerja dan berladang, sehingga pisau ambang biasanya cukup sederhana tanpa ada hiasan atau tatahan dan juga bahan bilah yang umumnya monosteel.
7. TANGKITN
![kaskus-image]()
Tangkitn adalah senjata khas dayak Kanayatn, bentuknya sangat berbeda dengan Mandau. Antara bilah dan gagang merupakan satu kesatuan besi. Gagangnya melengkung keatas.
Ada dua variasi bentuk ujung tangkitn laki-laki dan perempuan. Kalau perempuang akan melengkung kebawah dan yang laki-laki akan seperti lidah ular. Tangkitn juga dikenal oleh dayak salako dengan istilah parang.
8. PARANG PANDAT & PARANG LATOK
![kaskus-image]()
Parang Pandat/Tangkitn yang berukuran lebih besar
Ini adalah istilah yang digunakan oleh dayak Salako untuk senjata sejenis tangkitn, parang pandat adalah yang memiliki ujung bilah seperti lidah ular dan parang latok yang ujungnya menukik kebawah. Bedanya dengan tangkitn adalah ukurannya, biasanga parang pandat memiliki ukuran yang lebih besar dari pada tangkitn
![kaskus-image]()
Parang Latok
9. FELEPET / PAKAYUN
![kaskus-image]()
Ini adalah senjata kaum Murutik, dalam bahasa Lun Dayeh disebut Felepet dan bahasa Murut disebut Pakayun. Dalam adat Lun Dayeh biasanya digunakan sebagai mas kimpoi. Bentuknya seperti Katana, bilahnya melengkung, bentuk gagangnya seperti garpu kadangkala terdapat ukiran diantara garpu dan juga dihiasi dengan kuningan dan pelindung silinder . Kadangkala felept ditempa dan akan terlihat bentuk laminasi atau dalam istilah perkerisan “pamor” nya.
10. PISAU LANTIK
![kaskus-image]()
Pisau lantik agak mirip dengan golok namum ukurannya cukup besar dan bilahnya sesua namanya agak melantik atau melengkung ke atas. Umumnya parang ini digunakan didalam perladangan tetapi pisau ini dijadikan juga senjata oleh sebagain sub suku dayak seperti Bakumpai, Meratus, Ngaju, Banjar.
11. PARANG KEREKOEPANG
![kaskus-image]()
Parang kerekoepang atau Klewang Banjar adalah senjata khas Banjarmasin. Parang kerekoepang yang asli pada bilahnya akan terlihat semacam laminasi / pamor hasil penempaan, kebanyakan parang koepang yang ada sekarang terbuat dari monosteel seperti gir.
12. KERIS DAYAK
![kaskus-image]()
Penggunaan keris mungkin merupakan pengaruh bangsa melayu/jawa dan bangsa Moro yang memasuki Kalimantan. Ada kisah cerita Damang Bahandang balau di desa Dadahup yang berperang melawan bangsa buaya dengan menggunakan keris berlekuk tiga.
![kaskus-image]()
Keris Raksasa yang ditemukan di sungai Kapuas
13. LUWUK
![kaskus-image]()
Salah satu senjata khas Dayak Maanyan yang disebut LUWUK – Luwuk ini semacam golok atau sejenis Parang Bungkul yang digunakan didalam setiap upacara WADIAN MATEY – yiatu ritual kematian Dayak Maanyan, sehingga luwuk ini senjata yang bersifat sakral atau pusaka. Untuk senjata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk berladang dsb, disebut UGUP.
14. GAYANG
![kaskus-image]()
Orang Dayak Kadazandusun memiliki senjata yang mirip dengan Mandau, yang disebut “Gayang”. Perbedaan dengan Mandau pada umumnya terletak pada design bilah dan sarung yang agak melengkung seperti Parang Ilangnya Dayak Iban. Ukuran panjangnya lebih panjang dari Mandau pada umumnya.
![kaskus-image]()
Gagang Gayang
Seperti mandau, gayang juga dibuat dengan ritual-ritual tertentu. Saat pembuatannya, “dompuran” atau tempat membakar bilahnya maka akan diritualkan dengan ritual “subak”, mengunakan ayam jenis komburak (ayam putih), tanpa ritual, maka sang empu penempa gayang bisa terkena tulah seperti ditulikan telinganya, dikaburkan matanya dan api pembakar mati sendiri. “Dompuran” juga terlebih dahulu ditaburi garam dan dibacakan mantera atau rinait “ponusi” agar supaya kelak gayang akan menjadi berbisa.
15. LANGGEI
![kaskus-image]()
Langgei adalah pisau kecil yang ditempatkan disamping Mandau, umunya ini berguna untuk pekerjaa-pekerjaan yang halus misal mengukir kayu atau memotong pinang. Kadang langgei dibuat seperti pisau kecil.
16. GAGAMAS
![kaskus-image]()
Gagamas adalah senjata khas Dayak Kadazandusun di daerah Sabah. Dalam keseharian gagamas digunakan untuk pisau merumput tetapi gagamas juga dipakai oleh seorang bobohizan/bobolian – dukun wanita kaum kadazan- sebagai pedang yang akan digunakan di alam roh dalam prosesi belian.
17. PAIS
![kaskus-image]()
Sejenis pisau yang tajam milik kaum Kadazandusun untuk pekerjaan tangan yang halus seperti mengukir. Pais seringkali berukuran kecil tapi kadang juga ada dalam ukuran yang besar.
18. SADOP
![kaskus-image]()
Sadop adalah semacam belati kecil yang dipakai oleh dayak paser. Ia sering digunakan hanya dalam prosesi ritual. Sadop juga sering dikenal sebagai illum.
19. GELADAU
![kaskus-image]()
Geladau ini mirip dengan keris lurus. Geladau dikenal oleh dayak paser, sepertinya senjata ini mendapat pengaruh dari budaya bugis – melayu.
20. BELATI DAYAK TOMON
Saya tidak tahu namanya didalam bahasa dayak tomon, tetapi ini mirip dengan belati tetapi juga mrip dengan siwah senjata khas Minangkabau. Ini mungkin memang dahulunya dayak tomon memiliki kekerabatan dengan pati sebatang dari Minangkabau.
![kaskus-image]()
Diceritakan konon patih sebatang ini melakukan perjalanan dari Sumatera ke Kalimantan dan sampai di desa Sekudang, disana patih sebatang ini bertemu gadis dayak Tomon yang cantik jelita, singkat cerita patih sebatang menikahi gadis dayak tomon ini.
21. JUMBIA
![kaskus-image]()
Jumbia atau Jambia adalah senjata yang asalnya dari Timur Tengah – kemungkinan Yamen, ketika bagian pesisir Kalimantan menjadi kesultanan maka pengaruh budaya arab sangat kuat, salah satunya ialah penggunaan Jumbia ini. Jambia adalah belati kecil melengkung – biasanya dikenakan disabuk.
22. CANDONG
![kaskus-image]()
Parang Candong adalah semacam “machete” atau golok – biasanya digunakan berladang atau membuka lahan. Parang candong ini dikenal oleh kaum pesisir Kalimantan, biasanya orang Banjar dan Melayu.
24. PARANG DUKU
![kaskus-image]()
Parang duku adalah senjata yang dikenal oleh kaum Dayak Iban – kegunaanya sama dengan candong.
25. PEDANG JENAWI BESAR
![kaskus-image]()
Pedang jenawi besar adalah pedang panjang sepert pedang Jepang yg dipukulkan dengan kedua belah tangan – ia bermata dua.
26. LUNDJU
![kaskus-image]()
Lundju atau tombak adalah senjata yang sangat umum dikenal oleh semua sub suku dayak. Kadangkala lunndju juga disatukan dengan “Sipet” atau sumpit.
Kadang mata tombak pada lundju ini akan diberi hiasan (namun sangat jarang) dan umumnya gagang lundju ini kayu ulin tanpa hiasan atau ukiran. Tetapi ada juga beberapa lundju istimewa yang diberi hiasan ukiran tertentu.
27. SANDAWA
![kaskus-image]()
Sandawa atau senjata api juga merupakan senjata yang dibawa pendatang Cina ketika memasuki Kalimantan. Didalam beberapa acara adat sandawa ini sering digunakan misal dalam acara nyobeng Dayak Bidayuh di Sebujit.
28. LANTAK/LELA
![kaskus-image]()
Lantak atau Lela dalam bahasa Dayak Ngaju adalah meriam. Senjata ini diperkenalkan bangsa Cina ketika memasuki Kalimantan. Didalam cerita peperangan dayak melawan penjajah penggunaan lantak ini juga disebutkan; misal dalam perang kasintu. Menurut cerita kakek ku dahulu ketika kakenya ikut perang kasintu mereka menggunak meriam dan mungkin zaman dahulu orang kuat-kuat maka meriam-meriam ini diangkat dengan diletakan pada pergelangan tangan saja.
29. PODANG
![kaskus-image]()
Podang umumnya dipakai oleh kaum dayak iban. Podang dibawa oleh pendatang dari India atau hasil perdagangan dengan Inggris pada masa lalu. Podang adalah Pedang Punjab.
Untuk Pembahasan lebih lengkap silahkan kunjungi :
FOLKS of DAYAK's Blog
1. DOHONG/DUHUNG

Merupakan senjata khas Dayak Ngaju. . Sejarahnya Dohong dan Parang sudah digunakan sebelum Mandau. Dohong pasti adalah senjata nenek moyang. Dohong merupakan senjata senjata sepanjang 1 kaki, berbentuk mata tombak dengan panjang 8 inchi, tebal dan gagang yang berbentuk bulat… contoh dohong hanya sedikit yang tersisa sebagai pusaka dari nenek monyang mereka. Sekarang dohong hanya digunakan untuk mencurahkan darah korban dan memotong tali pusar bayi yang baru lahir”.
Dohong sekarang ini hanya digunakan oleh pisur atau damang adat, didalam beberap legenda seperti kisah Tambun & Bungai ketika mereka berperang melawan raja Sawang dari Filipina mereka menggunakan senjata dohong ini, sehingga ada kemungkinan memang Mandau adalah produk impor yang baru datang kemudian di abad-abad ke 17-18 dari sub suku dayak lainnya.

Dalam perkembangannya dohong mengalami perubahan bentuk, umumnya gagang dohong berbentuk bulat dari kayu – maka dohong pun memiliki gagang seperti Mandau ini disebut bayu yang persebarannya tidak hanya digunakan oleh dayak Ngaju dan Ot Danum tetapi oleh suku Dayak Kayan yang pernah mendiami bagian Kalimantan Tengah – yang kemudian mengungsi kea rah hulu Mahakam. Senjata seperti dohong ini sebut Dua Mata Bayu.

Gagang Dohong telah mengalami modifikasi
2. MANDAU

Mandau rumpun Kayan-Kenyah atau biasa disebut Parang Ilang (Kenyah)/Parang Ilong (Kayan)
Beberap peneliti meyakini penggunaan Mandau secara umum di semua sub suku dayak dimulai pada abad 17-18. Ada artikel di Wikipedia yang mengatakan bahwa Mandau berasal dari asal kata “MAn-Da-U” adalah nama seseorang yang datang ke pulau kalimantan yaitu dari suku kuno china “Namman” atau Barbar Selatan. Man Da U adalah nama seseorang yang pertama membuat bentuk senjata pedang yang menyerupai bentuk bilah pedang/parang mandau saat ini.

Mandau rumpun Ngaju, lebih tepatnya daerah sungai Kahayan
Dari design Mandau adalah senjata sabet yang memang digunakan untuk memotong kepala, berbeda dengan dohong yang tidak didesign untuk memotong atau menyabet tetapi lebih pada prosesi ritual, maka teori saya pra penggunaan Mandau budaya kayau tidak dikenal oleh sub suku yang terlebih dahulu mendiami pulau Kalimantan (nanti kita akan diskusi mengenai pola migrasi suku-suku dayak). Budaya kayau kemungkinan adalah budaya yang dibawa oleh migrasi-migrasi akhir dari Yunnan China ataupun dari Pulau Formosa/Taiwan yang memperkenalkan senjata Mandau ini, migrasi akhir ini memasuki pulau Kalimantan di bagian utara (Serawak & Sabah), ini konsisten dengan kisah tetek tatum atau kisah kejadian suku dayak ngaju yang mula-mula mendiami hulu sungai Mahakam yang kemudian harus bermigrasi ke sungai Kahayan karena diserang oleh para kayau dari bagian utara. Bahkan didalam babad kisah tetek tatum ini tidak ditemukan ada cerita “kayau” baik itu dalam kisah Tambun & Bungai. Kayau kemudian baru dikenal sebagi bentuk pembalasan dendam, ini juga yang mendasari adanya korban manusia didalam prosesi tiwah. Penggunaan korban manusia adalah sebagai bentuk pemenuhan perintah orang tua yang kemungkinan adalah musuh yang pernah menyerang kampungnya.

Mandau khas Paser
Dan nampaknya persebaran pengaruh mandau tidak hanya di pulau Kalimantan tetapi dikenal oleh suku-suku di Filipina disebut dengan Kampilan. Senjata ini memiliki bilah yang mirip dengan mandau tetapi berbeda pada gagangnya. Bilahnya dihiasi kuningan atau emas berbetuk titik/bulat.
3. NYABUR

Senjata Nyabur
Nyabur adalah variasi bentuk lain dari Mandau/parang ilang, dimana bilahnya melengkung dan ujung runcing keatas, bias any dibawah gaganya ada semacam kait besar disebut kundieng. Nyabur juga memliki variasi bentuk lain akibat pengaruh budaya melayu/arab, perubahan ini ada pada gagang dan motive yang menghiasi bilahnya.

Nyabur yg mendapat pengaruh Melayu atau Arab
4. LANGGAI TINGANG

Langgai tingang memiliki arti – bulu ekor terpanjang burung tingang, bentuknya sama dengan Nyabur hanya saja gagangnya serupa dengan Mandau dan letak kundiengnya agak jauh dari gagangnya.
5. PARANG JIMPUL

Jimpul adalah variasi bentuk Mandau yang melengkung dan runcingan depannya ke bawah.
6. PISAU AMBANG

Pisau ambang sangat mirip dengan Mandau pada umumnya, perbedaannya ialah penggunaannya, jika Mandau digunakan untuk berperang dan acara-acara adat maka pisau ambang adalah alat untuk bekerja dan berladang, sehingga pisau ambang biasanya cukup sederhana tanpa ada hiasan atau tatahan dan juga bahan bilah yang umumnya monosteel.
7. TANGKITN
Tangkitn adalah senjata khas dayak Kanayatn, bentuknya sangat berbeda dengan Mandau. Antara bilah dan gagang merupakan satu kesatuan besi. Gagangnya melengkung keatas.
Ada dua variasi bentuk ujung tangkitn laki-laki dan perempuan. Kalau perempuang akan melengkung kebawah dan yang laki-laki akan seperti lidah ular. Tangkitn juga dikenal oleh dayak salako dengan istilah parang.
8. PARANG PANDAT & PARANG LATOK

Parang Pandat/Tangkitn yang berukuran lebih besar
Ini adalah istilah yang digunakan oleh dayak Salako untuk senjata sejenis tangkitn, parang pandat adalah yang memiliki ujung bilah seperti lidah ular dan parang latok yang ujungnya menukik kebawah. Bedanya dengan tangkitn adalah ukurannya, biasanga parang pandat memiliki ukuran yang lebih besar dari pada tangkitn

Parang Latok
9. FELEPET / PAKAYUN

Ini adalah senjata kaum Murutik, dalam bahasa Lun Dayeh disebut Felepet dan bahasa Murut disebut Pakayun. Dalam adat Lun Dayeh biasanya digunakan sebagai mas kimpoi. Bentuknya seperti Katana, bilahnya melengkung, bentuk gagangnya seperti garpu kadangkala terdapat ukiran diantara garpu dan juga dihiasi dengan kuningan dan pelindung silinder . Kadangkala felept ditempa dan akan terlihat bentuk laminasi atau dalam istilah perkerisan “pamor” nya.
10. PISAU LANTIK

Pisau lantik agak mirip dengan golok namum ukurannya cukup besar dan bilahnya sesua namanya agak melantik atau melengkung ke atas. Umumnya parang ini digunakan didalam perladangan tetapi pisau ini dijadikan juga senjata oleh sebagain sub suku dayak seperti Bakumpai, Meratus, Ngaju, Banjar.
11. PARANG KEREKOEPANG

Parang kerekoepang atau Klewang Banjar adalah senjata khas Banjarmasin. Parang kerekoepang yang asli pada bilahnya akan terlihat semacam laminasi / pamor hasil penempaan, kebanyakan parang koepang yang ada sekarang terbuat dari monosteel seperti gir.
12. KERIS DAYAK

Penggunaan keris mungkin merupakan pengaruh bangsa melayu/jawa dan bangsa Moro yang memasuki Kalimantan. Ada kisah cerita Damang Bahandang balau di desa Dadahup yang berperang melawan bangsa buaya dengan menggunakan keris berlekuk tiga.

Keris Raksasa yang ditemukan di sungai Kapuas
13. LUWUK

Salah satu senjata khas Dayak Maanyan yang disebut LUWUK – Luwuk ini semacam golok atau sejenis Parang Bungkul yang digunakan didalam setiap upacara WADIAN MATEY – yiatu ritual kematian Dayak Maanyan, sehingga luwuk ini senjata yang bersifat sakral atau pusaka. Untuk senjata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk berladang dsb, disebut UGUP.
14. GAYANG

Orang Dayak Kadazandusun memiliki senjata yang mirip dengan Mandau, yang disebut “Gayang”. Perbedaan dengan Mandau pada umumnya terletak pada design bilah dan sarung yang agak melengkung seperti Parang Ilangnya Dayak Iban. Ukuran panjangnya lebih panjang dari Mandau pada umumnya.

Gagang Gayang
Seperti mandau, gayang juga dibuat dengan ritual-ritual tertentu. Saat pembuatannya, “dompuran” atau tempat membakar bilahnya maka akan diritualkan dengan ritual “subak”, mengunakan ayam jenis komburak (ayam putih), tanpa ritual, maka sang empu penempa gayang bisa terkena tulah seperti ditulikan telinganya, dikaburkan matanya dan api pembakar mati sendiri. “Dompuran” juga terlebih dahulu ditaburi garam dan dibacakan mantera atau rinait “ponusi” agar supaya kelak gayang akan menjadi berbisa.
15. LANGGEI

Langgei adalah pisau kecil yang ditempatkan disamping Mandau, umunya ini berguna untuk pekerjaa-pekerjaan yang halus misal mengukir kayu atau memotong pinang. Kadang langgei dibuat seperti pisau kecil.
16. GAGAMAS

Gagamas adalah senjata khas Dayak Kadazandusun di daerah Sabah. Dalam keseharian gagamas digunakan untuk pisau merumput tetapi gagamas juga dipakai oleh seorang bobohizan/bobolian – dukun wanita kaum kadazan- sebagai pedang yang akan digunakan di alam roh dalam prosesi belian.
17. PAIS

Sejenis pisau yang tajam milik kaum Kadazandusun untuk pekerjaan tangan yang halus seperti mengukir. Pais seringkali berukuran kecil tapi kadang juga ada dalam ukuran yang besar.
18. SADOP

Sadop adalah semacam belati kecil yang dipakai oleh dayak paser. Ia sering digunakan hanya dalam prosesi ritual. Sadop juga sering dikenal sebagai illum.
19. GELADAU

Geladau ini mirip dengan keris lurus. Geladau dikenal oleh dayak paser, sepertinya senjata ini mendapat pengaruh dari budaya bugis – melayu.
20. BELATI DAYAK TOMON
Saya tidak tahu namanya didalam bahasa dayak tomon, tetapi ini mirip dengan belati tetapi juga mrip dengan siwah senjata khas Minangkabau. Ini mungkin memang dahulunya dayak tomon memiliki kekerabatan dengan pati sebatang dari Minangkabau.

Diceritakan konon patih sebatang ini melakukan perjalanan dari Sumatera ke Kalimantan dan sampai di desa Sekudang, disana patih sebatang ini bertemu gadis dayak Tomon yang cantik jelita, singkat cerita patih sebatang menikahi gadis dayak tomon ini.
21. JUMBIA

Jumbia atau Jambia adalah senjata yang asalnya dari Timur Tengah – kemungkinan Yamen, ketika bagian pesisir Kalimantan menjadi kesultanan maka pengaruh budaya arab sangat kuat, salah satunya ialah penggunaan Jumbia ini. Jambia adalah belati kecil melengkung – biasanya dikenakan disabuk.
22. CANDONG

Parang Candong adalah semacam “machete” atau golok – biasanya digunakan berladang atau membuka lahan. Parang candong ini dikenal oleh kaum pesisir Kalimantan, biasanya orang Banjar dan Melayu.
24. PARANG DUKU

Parang duku adalah senjata yang dikenal oleh kaum Dayak Iban – kegunaanya sama dengan candong.
25. PEDANG JENAWI BESAR

Pedang jenawi besar adalah pedang panjang sepert pedang Jepang yg dipukulkan dengan kedua belah tangan – ia bermata dua.
26. LUNDJU

Lundju atau tombak adalah senjata yang sangat umum dikenal oleh semua sub suku dayak. Kadangkala lunndju juga disatukan dengan “Sipet” atau sumpit.
Kadang mata tombak pada lundju ini akan diberi hiasan (namun sangat jarang) dan umumnya gagang lundju ini kayu ulin tanpa hiasan atau ukiran. Tetapi ada juga beberapa lundju istimewa yang diberi hiasan ukiran tertentu.
27. SANDAWA

Sandawa atau senjata api juga merupakan senjata yang dibawa pendatang Cina ketika memasuki Kalimantan. Didalam beberapa acara adat sandawa ini sering digunakan misal dalam acara nyobeng Dayak Bidayuh di Sebujit.
28. LANTAK/LELA

Lantak atau Lela dalam bahasa Dayak Ngaju adalah meriam. Senjata ini diperkenalkan bangsa Cina ketika memasuki Kalimantan. Didalam cerita peperangan dayak melawan penjajah penggunaan lantak ini juga disebutkan; misal dalam perang kasintu. Menurut cerita kakek ku dahulu ketika kakenya ikut perang kasintu mereka menggunak meriam dan mungkin zaman dahulu orang kuat-kuat maka meriam-meriam ini diangkat dengan diletakan pada pergelangan tangan saja.
29. PODANG

Podang umumnya dipakai oleh kaum dayak iban. Podang dibawa oleh pendatang dari India atau hasil perdagangan dengan Inggris pada masa lalu. Podang adalah Pedang Punjab.
Untuk Pembahasan lebih lengkap silahkan kunjungi :
FOLKS of DAYAK's Blog
Diubah oleh .PAPOI. 25-04-2016 22:46
0




























