“Baik Kak, mohon ditunggu sebentar ya?” jawabnya lalu pergi
“Tempatnya lumayan rame juga nih” Ucapnya sambil melihat sekitar
“Wajar kali, namanya juga malam minggu. Tadi nyari buku apaan?” Tanya ku
“Novel, buat kado, Tari lusa ulang tahun”
“Novel apaan emang? Baru tahu kalau dia suka baca Fi”
“Lupus Dan, katanya sih bagus, namanya juga gadis sukanya yang aneh-aneh” Jelasnya
“Permisi Kak, ini pesanannya, satu lemon tea, satu black coffee, dan satu puding cokelat” Sambil meletakkan pesanan kami
“Terima kasih Mbak” Ucap ku
“Eh, tadi sampai mana Fi?” Konsentrasiku buyar karena melihat wajah manis sang pramusaji
“Lupus” Sembari ia menyeduh kopinya
“Terus terus, kok si Tari mau sih pacaran?”
“Fian, mana ada sih yang mau nolak?” sambil menepuk dadanya sendiri
“Lagu lama ah, enak nih pudingnya Fi”
“Dari pada diam terus, mana bisa Neiza tahu Dan…”
“Uhuk” Mendengar ucapannya membuatku tersedak
“Kenapa? Batuk? Minum obat kak, semoga lekas sembuh” Ejeknya sambil menepuk pundak ku
“Ini nih, yang bikin selera jadi makan jadi hilang” Ungkap ku dengan kesal
“Lagian udah tahu suka pakai disimpen-simpen, diungkapin kek? Ajak bicara 4 mata kek?, nanti diambil orang baru tahu rasa”
“Bawel ah” Sahut ku yang enggan menanggapinya
“Terserah deh, susah kalau dibilangin”
“Balik Fi, takut orang rumah tidur semua” Ajak ku sekaligus mengakhiri pembicaraan
Mungkin benar apa yang dikatakan Fian bahwa perasaan seharusnya diungkapkan setidaknya ia tahu apa yang aku rasakan. Terlepas apapun dari jawaban yang akan ia katakan. Lagi pula hanya mengutarakan isi hati, apa susahnya? Mulai besok, entah bagaimana caranya aku harus bicara dengannya.
“Neiz, tunggu…”
“Iya, ada apa?”
“Ada yang ingin aku bicarakan sebentar”
“Tentang apa?”
“Sebenarnya, aku, aku mau kamu tahu Neiz, bahwa aku suka sama kamu Neiz” Kataku dengan tenang
“Tapi maaf, aku engga bisa, maaf ya?”
“…”
“Dan? Kok bengong?”
“…”
“Dan?”
"Hah? Iya?"
“Bangun Dan, sudah siang” Bibi membangunkan ku
“Sudah jam 8, lekas mandi lalu sarapan, hari minggu jangan jadikan alasan untuk bermalas-malasan ya?” Katanya sambil meninggalkan kamarku