“Oh iya, ini tinggal tekan play aja kan?” Tanyanya padaku
“Iya” Angguk ku
Entah apa yang ia dengarkan pada saat itu sehingga membuatnya tenang tak bergeming. Sempat terlihat ia yang menggerakan jarinya seraya mengikuti irama lagu. Sungguh pemandangan lucu yang sangat amat jarang terjadi.
“Don’t be afraiiiid, la la lalaaa” Teriakannya yang fals itu membuat kuping ku menjerit kesakitan
“Woy, woy, woy” Tepuk ku padanya
“Hah? Iya? Apa?” Terkejut ia pun melepas headsetnya dan memandang ku
“Kalau engga bisa nyanyi jangan ikut-ikutan, hahaha” Ejeku padanya
“Hmm” Begitu dengan ekspresi kesalnya
“Nih aku balikin” Sambil menaruh Walkman di sebelahku
“…” Aku pun hanya menatapnya
“Eh, tadi Neiza ke kelas mu ya?“ Tanyanya sambil bermain air
“Iya” Singkat jawabku
“Kok cuma iya? Bukannya kamu suka?” Dengan mimik penasarannya
“…”
“Kok diam, bisu?” Tambahnya
“Engga kok, tadi dia dateng cuma nemuin Iqbal sambil bicara sesuatu di luar” Jawab ku sambil menatapnya
“…” Sekarang giliran ia yang membisu
“Beras, sekarang malah kamu yang diam” Tanyaku dengan melempar batu kecil ke arahnya
“Engga apa-apa kok” Sahutnya dengan lirih
Sadar akan perubahan sikapnya tadi aku pun mulai berpikir kalau apa yang barusan aku katakan mungkin adalah penyebabnya.
“Mau cerita?” Ajak ku sambil memberinya permen cokelat
“…” Ia hanya mengambil permen yang ku tawarkan
“Sebenarnya siang itu…”
“Cuma memberikan biodata ku untuknya” Potongnya sebelum aku selesai bertanya
“Biodata???” Heran ku dibuatnya
“Iya, nama ku, ulang tahun ku, telepon rumah ku, dan semua hal yang ku sukai maupun yang tak ku sukai” Paparnya dan aku hanya tersenyum
“Kok senyum?”
“Habis aneh sih”
“Aneh dari mana?” Dengan nada kesal
“Ya aneh aja, lagian kenapa harus sembunyi-sembunyi menaruh surat di laci mejanya? Kenapa engga bicara langsung? Bukannya lebih mudah? Bahkan dengan itu, kamu dapat membuatnya lebih mengenal mu”
“Yaaah, itu kan teori mu” Sambil melempar bungkus permen pada ku
“Kenyataannya ketika kamu benar-benar menyukai seseorang, kamu akan merasakan betapa susahnya mengucap sepatah kata untuk sekedar menyapa orang yang kamu sukai itu. Mulut mu seperti mendadak bisu pada saat itu” Jelasnya panjang lebar pada ku